
Lalu Darma pun melepas tali yang diikatkan pada kaki dan tangan gadis kecil itu. Ia juga melepas lakban yang ada di mulut gadis kecil itu.
[Bloop]
[Tugas selesai]
[Hadiah:
Uang: 5.000.000
Poin: 10
Exp: 100
Exp untuk rumah:200
Poin mutasi: 3%]
[Total Keseluruhan
Uang: 284.880.000
Poin: 75
Exp level: 1.250
Exp untuk rumah: 3.000
Poin mutasi: 26%]
[Mutasi Tubuh:
Kekuatan(26%)
Kecepatan dan Kelincahan Tubuh(26%)
Kekebalan tubuh(26%)
(Senjata kecil jarak dekat)]
"Adek tenang ya, sekarang adek aman."ujar Darma jongkok dan tersenyum sambil merapikan rambut gadis cilik itu.
"Aku takut bang,"ujarnya terlihat masih trauma.
Darma pun melihat kaki, tangan, wajah, dan bahkan punggung gadis cilik itu lebam dan luka-luka. Ia melihat luka sabet tercetak jelas di kaki, tangan, dan punggung gadis itu. Lalu Darma pun menelpon polisi yang kemaren memberikan no padanya.
"Heeeeh, bapak Dajjal kau memang botak."ujarnya pada pria yang sudah tak sadarkan diri itu.
Tut....
Tut....
Tut....
Pak polisi: Halo mas Darma, ada apa nelpon siang-siang?
Darma: Gini pak, saya mau melaporkan kasus KDRT terhadap seorang anak kecil. dan mau dibunuh juga ini anak kecilnya sama ayahnya.
Pak polisi: Howalah byuh byuh byuh, oke mas. Kami segera kesana!
Darma pun menggendong gadis itu ke ruang tengah lalu ia membuka pintu rumah itu. Terlihat para warga sudah mengerumuni rumah itu.
"Loh kok bisa di dalam mas?tadi bukannya di luar?"tanya
"Hehe saya tadi lompat jendela pak,"ujar Darma cengengesan.
"Loh, mas ini yang ada di tv karena punya kekuatan super itu kan?"tanya seorang gadis berumur sekitar 20 tahunan.
"Eh...iya kak hehe,"ujarnya dengan tertawa kecil.
Lalu para warga terutama para gadis pun mengerumuninya. Mereka meminta foto dan ada yang minta peluk pada Darma. Darma kini bagaikan artis yang baru turun ke kampung itu
Darma pun panik dan tak menyangka bahwa para gadis dan para warga itu akan meminta foto padanya.
30 menit kemudian
Polisi pun datang menggunakan mobil polisi. Saat mereka turun, mereka kaget dengan ramainya tempat itu.
"Gila, rame banget."ujar polisi itu berjalan ke arah para warga.
__ADS_1
"Semuanya minggir dulu, kami mau bertugas."ujar polisi itu.
Lalu para warga pun menepi karena suara kencang dari polisi itu. Mereka pun berjalan dan menemui Darma yang sedang memeluk gadis itu.
"Anak muda, kita ketemu lagi."ujar polisi itu tersenyum dan menjabat tangan Darma.
"Hehe iya pak. Oh iya pak, pelaku ada dalam pak."ujar Darma.
"Tunjukan tempatnya!"ujar polisi itu.
Darma dan para polisi pun masuk ke kamar itu. Mereka melihat seorang pria paruh baya tak sadarkan diri. Lalu para polisi muda itu pun memeriksa keadaan pria paruh baya itu.
"Bagaimana keadaannya?"tanya polisi itu pada kedua anggotanya.
"Siap, pelaku pingsan pak."ujar salah seorang polisi.
"Oke, bawa dia keluar dan masukan ke mobil."ujar polisi itu.
Lalu dua polisi itu pun membawa pria yang merupakan pelaku KDRT itu.
"Bagaimana kau tahu di sini ada KDRT dan dari mana kamu tahu kalau akan ada pembunuhan di sini?"tanya polisi itu.
"Tadi saya sebenarnya agen rahasia pak, jadi punya kemampuan khusus untuk mendeteksi kejahatan di sekitar saya pak."ujar Darma.
"Apakah anda membohongi saya, anda menggunakan kekuatan super anda kan?"tanya polisi itu dengan tatapan menyelidik.
"Ya kan saya udah bilang kalau saya punya kemampuan khusus untuk mendeteksi kejahatan di sekitar saya pak,"ujar Darma.
"Baiklah-baiklah saya paham, ayo ikut saya ke kantor untuk membuat laporan dan kita juga bawa anak ini!"ujar polisi itu berjalan keluar.
Lalu Darma pun pergi menggunakan motornya, sedangkan anak tadi ikut polisi menggunakan mobil. Setelah sampai, Darma pun memarkirkan motornya lalu ia masuk ke dalam kantor polisi itu bersama dengan polisi-polisi tadi mengangkat tubuh pria tadi ke ruang interogasi dan di baringkan di kasur yang ada di tempat itu.
Gadis kecil tadi pun dibawa ke rumah sakit Bhayangkara yang letaknya ada di samping kantor polisi itu. Dengan bantuan komandan polisi tadi, anak itu dengan mudah di rawat tanpa adanya halangan dan hambatan.
2 jam kemudian
Setelah menyerahkan bukti berupa flashdish dan membuat laporan mengenai kasus itu, Darma pun pergi dari tempat itu.
[Bloop]
[Tugas Baru: Antarkan anak ini pada keluarganya di kota B]
"Waduh, kota B?"tanya Darma kaget karena kota B itu jaraknya lumayan jauh dan menyeberang laut yang otomatis harus menggunakan kapal.
[Benar tuan, saudara dari ibunya adalah yang tekno percayai karena mereka baik. Sementara keluarga ayahnya tak peduli dengan anak ini]
"Wah bisa gitu ya,"ujar Darma menggaruk kepalanya.
[Bisa tuan,]
Darma pun mencari anak tadi di ruangannya. Anak itu nampak sedang tersenyum dan tertawa karena seorang ahli psikologi membantunya menghilangkan trauma. Lalu Darma pun menghampiri dokter, anak kecil tadi, dan ahli psikologi itu.
"Mas ini siapanya?"tanya dokter itu.
"Saya yang menyelamatkannya buk,"ujar Darma tersenyum kecil.
"Owh gitu, jadi yang mau bayar biayanya siapa mas?"tanya dokter itu.
"Saya aja buk,"ujar Darma.
"Baiklah kalau begitu, bayar ke kasir ya mas."ujar dokter itu memberikan jumlah tagihannya.
Setelah itu Darma pun membaca kertas itu dan melihat pengobatan dengan biaya 1 juta di kertas itu.
"Mahal yak, tapi keknya udah sama biaya psikiater tadi."ujar Darma pergi ke WC dulu untuk mengambil uangnya.
Setelah uangnya ia ambil, Darma pun ke kasir untuk membayar pengobatan gadis kecil itu.
Di kasir
"Ini kak!"ujar Darma memberikan kertas dari dokter itu.
"Tunggu sebentar ya mas!"ujar wanita yang ada di kasir itu.
Beberapa saat kemudian wanita itu datang dengan membawa kantong obat.
"Ini mas, 1 juta semuanya mas!"ujarnya memberikan obat itu.
"Ini mba uangnya!"ujar Darma memberikan uang 1 juta itu.
__ADS_1
"Baik, uangnya saya terima ya. Terimakasih ya mas."ujar wanita itu tersenyum.
[Bloop]
[Hadiah sedekah: 1.000.000×5\=5.000.000]
[Total Saldo: 288.880.000 ]
Setelah itu Darma pergi ke ruangan itu lagi dan kemudian ia menjemput anak tadi. Anak itu pun mengikuti Darma keluar.
"Bang, aku laper."ujar gadis kecil itu memegangi perutnya.
"Laper?"tanya Darma menatapnya.
Gadis itu pun mengangguk pelan.
"Ayo kita cari makanan!"ujar Darma menggendong anak itu.
Lalu Darma pun mendudukan anak itu di motornya. Namun tiba-tiba ia di datangi oleh seorang jenderal polisi yang yang tak lain adalah ayahnya gadis yang ia selamatkan tadi.
"Loh kamu yang tadi kan?"tanya polisi itu.
"Eh bapak, hehe iya pak. Saya yang tadi."ujar Darma tersenyum.
"Lagi ngapain?"tanya bapak itu lalu melarikan pandangannya pada anak kecil di samping Darma.
"Ini pak, mau nyari kantin. Adik ini laper katanya."ujar Darma menunjuk gadis kecil itu.
"Anaknya sampeyan?"tanya bapak itu.
"Bukan pak, ini tadi saya selamatkan dari ayahnya yang mau membunuhnya."ujar Darma.
"Wiiih, jadi tadi buru-buru itu untuk menyelamatkan anak ini?"tanya Jenderal itu.
"Iya pak,"ujar Darma menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Mas tau darimana kalau dia akan di bunuh?"tanya jenderal itu.
"Eeeeh itu, saya punya kemampuan mendeteksi kejahatan pak. Tapi masih belum jago sih."ujar Darma.
"Waah bagus sekali, kalau misalnya masnya masuk ke kepolisian dan langsung jadi perwira apa mas mau?"tanya Jenderal itu.
"Duh, mohon maaf pak. Bukannya saya gak mau, tapi saya bekerja sendiri. Tapi untuk urusan menelpon polisi setelah saya selesai bekerja bisa saya lakukan."ujar Darma.
"Tapi kalau masuk polisi akan lebih gampang berhubungan dengan kami, jadi ada apa-apa tinggal hubungi atau bawa beberapa Bintara remaja yang siap membantu."ujar Jenderal itu.
"Mohon maaf pak, kayaknya gak pak. Saya permisi dulu pak, kasian adek ini udah lapar."ujar Darma berjalan pergi.
"Baiklah anak muda, tapi kalau butuh sesuatu katakan saja ya!"ujar Jenderal itu.
"Iya pak, pasti akan saya katakan."ujar Darma.
"Tunggu anak muda!"ujar bapak itu.
Darma pun menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhnya.
"Ada apa bang?"tanya gadis kecil itu.
"Abang ada urusan sama bapak polisi ini,"ujar Darma tersenyum sambil mengelus kepala gadis kecil itu.
"Ini no handphone saya,"ujarnya menyerahkan selembar kertas berisi nama dan no handphonenya.
Isi kertas putih:
Nama: Farid Sarbini
Pangkat: Brigadir Jenderal
NRP: 007821
No handphone:************
"Terimakasih pak,"ujar Darma menyimpan kertas itu di dompetnya.
"Sama-sama, oh iya nama kamu siapa?"tanya Jenderal itu.
"Darma pak,"ujar Darma.
"Baik, sampai jumpa di lain waktu nak Darma."ujar polisi itu pergi ke arah rumah sakit.
__ADS_1
Lalu Darma pun naik ke motornya, memakai, helmnya dan kemudian ia langsung pergi dari wilayah polres kota T.