SANG DERMAWAN

SANG DERMAWAN
EPISODE 32


__ADS_3

Di Alam Tekhnologi


Darma pun masuk ke rumahnya dan melihat kamar itu kosong. Darma pun masuk ke kamar mandi dan kemudian ia memutuskan untuk mandi sejenak setelah tadi berenang di lautan.


Setelah mandi, ia pun turun ke bawah untuk menghampiri ibunya. Benar saja, di sofa ruang bawah ada ibunya, istrinya, dan adik angkatnya yang sedang ngobrol.


"Hai semua,"ujar Darma turun dari tangga lalu ia langsung duduk di samping sang istri.


"Eh udah pulang, gimana hari ini?banyak tugas yang kemu kerjakan?"tanya ibunya Darma yang sedang memakan kue bolu.


"Gak terlalu sih bu, tadi cuma tugas menyelamatkan 30 anak dari penculik."ujar Darma ikut makan kue bolu.


"Jadi gimana anak-anak itu yang?"tanya Sandra menatap Darma.


"Udah aman, polisi sama tentara tadi turun tangan untuk menangkap mereka setelah aku kabari."ujar Darma.


"Owh gitu bagus deh,"ujar Sandra.


"Mulai besok Celline sekolah ya, abang daftarkan ke sekolah yang bagus di dunia manusia."ujar Darma pada adik angkatnya.


"Celline mau sekolah gak?"tanya Bu Dian menatap Celline.


"M..mau Bu,"ujar Celline tersenyum.


"Oke, besok Abang daftarin Celline di sekolah bagus."ujar Darma.


"Iya bang,"ujar Celline tersenyum dengan wajah menunduk.


"Jadi apa rencanamu selanjutnya?"tanya Bu Dian.


"Mau bagi-bagi sembako buk, sore ini Darma mau ke beberapa gudang pembelian sembako. Setelah itu, mungkin satu Minggu ini cari karyawan dulu untuk bantu."ujar Darma meminum jus jeruk dari gelas Sandra.


"Owh gitu, ibu kangen tinggal di dunia manusia. Pengen punya temen ngobrol juga."ujar Bu Dian.


"Iya sayang, kita kayaknya pindah ke dunia manusia aja. Di sini sebagai tempat rekreasi aja, siapa tau kalau di dunia manusia bosen kan."ujar Sandra memberi ide.


"Kita semua satu pemikiran,"ujar Darma.


"Tapi kalau kita mungkin jarang ke sini, nanti yang ngerawat siapa?"tanya Bu Dian.


"Eeh...bentar ya bu, Darma tanya dulu ke pemandu."ujar Darma memejamkam matanya.


[Tempat ini tidak perlu di bersihkan tuan, teknologi di sini sudah di luar kecanggihan manusia dan jin. Jadi jika tuan jarang ke rumah ini pun akan tetap bersih karena di dalam rumah ibu sudah ada robot yang di tugaskan menjaga dan merawat rumah ini selagi pemiliknya pergi]


"Owh gitu, berarti kalau aku tinggalin dalam waktu yang mungkin lama bakal tetap seperti ini lah ya?"tanya Darma pada Tekno.

__ADS_1


[Benar tuan, rumah ini milik tuan dan tuan bebas mau kapanpun ke sini. Tekno akan mengatur rumah ini hingga tetap bersih dan rapi]


"The best lah tekno,"ujar Darma memuji Tekno.


[Terimakasih tuan]


"Jadi gini Bu, tempat ini akan dijaga dan dirawat oleh pemandu Darma dan pasukannya. Jadi, berapa lamapun tempat ini kita tinggalin, akan tetap bersih dan rapi seperti ini. Kita gak perlu khawatir jika harus tinggal di dunia manusia dalam waktu yang lama."ujar Darma menjelaskan.


"Oh...gitu, manteplah kalau gitu."ujar Bu Dian.


"Nanti kita tinggal di rumah tadi ya bu, Darma akan memodifikasi rumah itu dan mengisinya dengan barang-barang agar bisa dipakai."ujar Darma.


"Itu pilihanmu nak, ibu dan adik angkatmu hanya mengikutimu saja."ujar Bu Dian.


"Kalau kamu mau tetep tinggal di sini apa di dunia manusia?"tanya Darma pada istrinya.


"Aku ikut kamu dan ibu aja, kalau di sini memang enak dan apa pun yang aku mau ada. Tapi di sini sepi dan gak ada temen buat di ajak ngobrol, kan pasti suntuk juga sendirian di sini."ujar Sandra.


"Iya, nanti gak bisa ghibah di sini. Iya kan nak?"tanya Bu Dian pada Sandra.


"Iya Bu, iiih rempong deh. Nanti gak ada yang bisa kita omongin kan gak enak."ujar Sandra dengan gaya ibu-ibu jaman now walaupun ia baru saja mau jadi calon ibu.


"Bener tuh, kalau di dunia manusia kan setidaknya kita punya temen untuk ngumpul arisan dan lain-lain."ujar Bu Dian.


"Eh tau gak sih bu-


"Aku ke kamar dulu ya istriku ibu,"ujar Darma berjalan ke atas.


Mereka yang sudah asik ghibah tak mendengarkan Darma yang perlahan berjalan ke atas.


"Hadeh dasar wanita, kalau udah ghibah pasti lupa segalanya."ujar Darma menggelengkan kepalanya melihat kelakuan ibu dan istrinya.


...


15:00


Darma pun membawa mobilnya menuju ke gudang pembelian Indomie, tepung, minyak, dan lain-lain. Setelah sampai, ia kagum dengan besarnya tempat itu. Karyawannya yang sedang bekerja juga banyak, para sibuk dengan pekerjaannya.


"Tekno, keluarkan kartu ATM dari penyimpanan Bank Tekno!"ujar Darma pada Tekno.


[Baik tuan]


Lalu Kartu ATM itu pun muncul dan melayang di depan Darma. Darma pun memasukannya dalam dompetnya lalu ia pun keluar setelah memarkirkan mobilnya. Setelah itu, Darma pun berjalan ke arah gudang barang dari salah sat PT ternama di Indonesia.


"Permisi pak,"ujar Darma pada security.

__ADS_1


"Iya, ada apa?"tanya Security itu.


"Bagian pemesanan di mana ya pak?saya mau mesan barang."tanya Darma.


"Owh bagian pemesanan, temui pria baju biru pake tas hitam itu aja mas. Dia sales PT ini, pesan sama dia aja!"ujar security itu menunjuk seorang pria muda yang mengenakan baju biru, sepatu hitam, dan memakai tas ransel hitam yang sedang berbicara dengan seseorang.


"Baik, terimakasih ya pak."ujar Darma lalu ia langsung berjalan menemui pria yang dikatakan security tadi.


"Permisi pak,"ujar Darma pada pria paruh baya yang sedang mengarahkan pemuda yang sepertinya baru bekerja itu.


"Iya, mau ngantar lamaran kerja ya?"tanya pria paruh baya itu melihat tampilan Darma.


"Bukan pak, saya mau mesen barang."ujar Darma.


"Nah kebetulan sekali, langsung sama dia aja mas!"ujar bapak itu menunjuk anak muda di depannya.


Darma pun menatap pemuda itu lalu ia kembali melihat bapak itu.


"Baik terimakasih pak,"ujar Darma menatap bapak itu.


"Yaudah, saya permisi dulu. Ben, praktekan langsung yang saya arahkan tadi ya!"ujar bapak itu pada pemuda itu.


"Siap, baik pak."ujarnya mengangguk.


Lalu bapak tadi pun pergi dari tempat itu.


"Mau mesen apa aja mas?"tanya pemuda itu menyiapkan tab kerjanya.


"Ada apa aja barangnya di sini?"tanya Darma.


Sales tadi pun menjelaskan tentang barang yang ada di PT itu beserta harganya.


"Owh gitu, saya mau pesen banyak ni rencana bang."ujar Darma.


"Mau berapa banyak bang?atau gak mau nanya harga dulu?"tanya pria itu.


"Langsung aja bang, stok barang di tempat ini masih banyak gak?"tanya Darma pada pria itu.


"Stok barang apa aja mas?"tanya pria itu mengkerutkan keningnya.


"Tepung, mie instan, dan minyak goreng. Minyak gorengnya dan tepungnya saya mau yang paling bagus ya mas. Stok yang belum di beli orang ada berapa dus lagi yang kira-kira bisa diantar besok?"tanya Darma.


"Hah?semua yang belum dipesen orang mas?"tanya pria itu kaget dan bingung.


"Iya, kalau ada 100 dus dari masing-masing merek mie instan yang goreng atapun rebus, 100 dus minyak yang isinya 2 liter dengan barang yang terbaik, dan semua tepung yang ada di tempat ini masing-masing 100 dus."ujar Darma.

__ADS_1


"Waduh, bentar ya bang. Saya panggil bapak tadi dulu."ujar pria itu dengan wajah panik lalu ia pun pergi.


"Lah, orang mesen banyak malah panik."ujar Darma geleng kepala.


__ADS_2