SANG DERMAWAN

SANG DERMAWAN
EPISODE 42


__ADS_3

Wanita tadi pun keluar dari goa itu dengan keadaan berpakaian seperti semula. Celana sepaha, baju tanktop, dan sangat ketat sehingga ada beberapa bagian yang menonjol. Darma sudah mengikat para preman itu dengan tali yang digunakan untuk mengikat wanita tadi.


Tut...Tut....Tut...


Pak polisi


Halo, Ada kasus baru lagi?


Haha, iya pak. Bapak benar, ini kasus pemerkosaan pak.


Pak polisi


Memang joshh sampeyan Iki, oke kirim lokasi biar kami ke sana


Oke pak.


Lalu Darma pun mengirim lokasi ataupun TKP kasus itu berlangsung. Ia pun menoleh ke kiri dan sudah ada wanita tadi berdiri di sampingnya dengan tatapan masih shock dan ketakutan. Kemudian wanita itu pun menatap Darma lalu ia tersenyum.


"Ini jaketnya bang!"ujarnya menyerahkan jaket milik Darma itu.


Darma pun mengambilnya lalu memakaikannya lagi. Wanita itu heran dengan yang dilakukan Darma.


"Kenapa lo pakaikan lagi?"tanya wanita itu.


Darma menatap wanita itu lalu ia tersenyum.


"Nama kamu siapa?"tanya Darma pada wanita itu.


"Lo gak kenal gue?"tanya wanita itu dengan tatapan heran.


"Gak,"ujar Darma menggelengkan kepalanya.


"Hah?serius lo gak kenal gue?"tanya wanita itu dengan tatapan heran.


"Ya serius, emang kamu siapa?"tanya Darma.


"Kenalin, gue Anastasya Sadela. Gue artis dan penyanyi lagi pop."ujarnya Dela memperkenalkan diri.


"Owh artis, tapi ini emang pakaian kerja kamu?"tanya Darma pada Dela.


"Iya, soalnya ini salah satu cara gue menarik orang untuk melihat gue nyanyi."ujar Dela.


"Iya, tapi kamu sadar gak dengan pakai pakaian kayak gini kamu akan gampang kena kejahatan seksual."ujar Darma.


"Ya mau gimana lagi, aku harus kayak gini supaya pendapatanku naik."ujar Dela menundukan pandangan.


"Iya, tapi ya gak segini ketat dan gak segini pendeknya pakaianmu. Orang-orang ini udah bernafsu banget liat kamu, makannya mereka nyulik kamu."ujar Darma.


"Iya sih, tapi mau gimana lagi."ujar Dela.


"Kamu sekali manggung dapat berapa?"tanya Darma pada Dela.


"Ya paling besar sekitar 20 jutaan lah,"ujar Dela pada Darma.


"Dengan pakaian kaya gini?"tanya Darma.


"Iya, kalau peminat kurang biasanya cuma 5-10 juta aja."ujar Dela.


"Emang kamu butuh uang banyak untuk apa?"tanya Darma.


"Untuk biaya rumah sakit ibuku,"ujar Dela dengan wajah menyendu.

__ADS_1


"Berapa?"tanya Darma.


"50 juta,"ujar Darma.


"Kamu punya akun YouTube?"tanya Darma.


"Punya, dari situ juga aku mendapatkan penghasilan untuk biaya kuliah."ujar Dela.


"Nah, gini aja. Uang rumah sakit ibumu dan uang kuliahmu aku aja yang bayar, kamu jadi youtuber aja atau kamu punya hobby yang lain?"tanya Darma.


"Hah?serius mau bayarin uang rumah sakit ibuku dan bayar uang kuliahku?"tanya Dela dengan mata berbinar.


"Ya seriuslah, ngapain juga aku bohong."ujar Darma.


"Lo gak bohong kan?"tanya wanita itu.


"Gak, aku serius dengan ucapanku."ujar Darma tegas.


"Tapi gue gak enak ama lo kalau biaya sebesar ini lo kasih gratis, apa yang bisa gue lakuin untuk lo untuk membalas budi lo?"tanya Dela pada Darma.


"Berbakti pada ibumu, sayangi dia, jaga dia, dan jangan biarkan hatinya terluka!"ujar Darma.


"Itu doang?"tanya Dela.


"Iya, kamu punya saudara kandung?"tanya Darma menatap Dela.


"Ada, adik gue masih SMA,"ujarnya menatap ke arah pohon yang di depan.


"Kelas berapa?"tanya Darma.


"11 tahun ini,"ujar Darma.


"Emmm gak sih, dia baik kok dan pinter juga."ujar Dela.


"Nah, coba mulai sekarang tanyakan dia apa kesukaannya dan apa cita-citanya. Kalau udah, kirim alamat rumahmu supaya aku mudah menemuinya!"ujar Darma.


"Lo mau biayain dia juga?"tanya Dela mengangkat alisnya satu.


"Ya...gitulah, intinya kasih tau aja alamat rumah kamu biar aku gampang nyarinya!"ujar Darma pada Dela.


"No handphone lo berapa?"tanya Dela mengambil handphonenya.


Lalu Darma pun memberikan no handphonenya pada Dela. Tak lama kemudian, polisi pun datang lalu Darma pun izin sebentar menjemput adiknya.


...


Darma pun sampai di sekolah adiknya, disana para orang tua sudah menjemput anaknya dengan mobil-mobil mewah. Ada juga yang pakai motor, namun motor yang harganya pasti diatas 100 juta.


Setelah memarkirkan mobilnya, Darma pun mencari adiknya di keramaian itu. Ia pun berjalan dan menelusuri sekolah itu satu persatu ruangannya.


[Adik anda ada di luar sedang makan jajanan tuan]


"Owalah, capek-capek masuk ternyata diluar."ujar Darma keluar lagi dari ruangan itu.


Darma pun mencari tukang jajanan di luar sekolah itu, ternyata adiknya sedang makan bersama seorang anak berpakaian lusuh, rambutnya acak-acakan, dan wajahnya juga lusuh.


"Abang cariin ternyata di sini,"ujar Darma pada Celline.


"Hehe maaf bang, eh iya kenalin bang. Ini Aurel, teman Celline pas masih di rumah kardus."ujar Celline.


"Owh gitu, Aurel punya tempat tinggal gak?"tanya Darma.

__ADS_1


"Gak bang, aku tinggal ditempat dimana aku bisa tidur."ujar Aurel.


"Owh gitu, yaudah kalau gitu ikut abang aja sama Celline!"ujar Darma tersenyum.


"Celline, ini buku kamu ketinggalan!"ujar seorang anak berambut hitam panjang, berkacamata, dan mengenakan seragam sekolah itu.


"Eh iya, terimakasih ya Deby."ujar Celline mengambil bukunya itu.


Deby pun tersenyum pada Celline laluDeby pun pergi dari tempat itu.


"Aurel, ikut abang aja ya sama Celline. Mau gak?"tanya Darma menatap Aurel.


Aurel menatap Celline dengan tatapan bertanya.


"Mau gak Aurel tinggal di rumah aku?"tanya Celline pada Aurel.


"M...mau, tapi aku kan bukan siapa-siapanya kamu."ujar Aurel.


"Kamu sahabatku waktu masih di rumah kardus, kamu tinggal sama aku aja gak apa-apa kok."ujar Celline pada Aurel.


"Emmm, oke deh aku tinggal sama Celline."ujar Aurel setuju.


Darma pun tersenyum melihat Celline dan sahabatnya itu kembali bertemu.


"Lagi makan apa tadi?"tanya Darma pada Celline dan Aurel.


"Ini bang,"ujar Celline menunjuk sebuah gerobak jualan bertuliskan"JUAL BAKSO, SOSIS, NUGGET, TELOR GULUNG GORENG".


"Enak gak?"tanya Darma menelan ludah melihatnya.


"Enak bang, cobain nih!"ujar Celline menyerahkan sterofoam putih berisi bakso, sosis, nugget, dan telor gulung yang jumlahnya banyak.


"Wiiih banyak juga makannya anak ini,"ujar Darma melihat makanannya Celline.


Lalu ia pun mencobanya. Saat ia mencobanya, sekali gigitan dan ia mengunyahnya. Ia merasa seperti sedang ada di taman yang indah, air sungai mengalir, dan ada pelangi di tempat yang di perasaannya itu.


"Gilak, enak banget. Satu tusuknya berapa ini pak?"tanya Darma merasakan jajanan jalanan yang luar biasa rasanya.


"1000 mas satu tusuknya,"ujar bapak itu.


"Kira-kira sampe sore laku gak ini pak?"tanya Darma.


"Tergantung sih mas, tapi suka sisa."ujar bapak itu.


"Saya borong deh pak semuanya!"ujar Darma.


"Hah?serius mas?"tanya bapak itu kaget dan tak menyangka.


"Iya pak, semuanya ya pak. Sak telor-telor gulungnya juga pak!"ujar Darma.


Wokeh siap mas, tunggu bentar ya mas ya. Duduk dulu mas!"ujarnya menyerahkan kursi miliknya.


Lalu Darma pun duduk dan menunggu pesanannya jadi.


"Pesen semua bang?"tanya Celline menikmati makanannya.


"Iya, enak soalnya."ujar Darma.


"Orang kaya mah bebas hahaha,"ujar Celline tertawa kecil.


Darma hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan adik angkatnya itu.

__ADS_1


__ADS_2