
"Astaga,"ujar Darma bangun dan melihat ke lain arah.
Para penjahat itu sedang duduk dengan posisi tangan dan kaki terikat. Lalu Darma pun otomatis berbicara dengan menggunakan bahasa para penjahat dan gadis-gadis itu.
"Tại sao bạn muốn cưỡng hiếp họ?"tanya Darma pada salah satu penjahat itu.
(Kenapa kalian ingin memperkosa mereka?)
"Ừ, bởi vì cơ thể của họ rất hấp dẫn và chúng tôi muốn nếm thử nó. Những thứ tốt như những cô gái này không nên lãng phí"jawab penjahat berwajah hitam dan wajahnya seram dengan rambut diikat.
(Ya, karena tubuh mereka menggoda dan kami ingin mencicipinya. Barang bagus seperti gadis-gadis ini tak boleh disia-siakan)
"Cái đầu của ngươi, về sau ta sẽ chọc vào mũi của ngươi, người này thật ngu xuẩn, này, ta cũng sẽ giẫm vào mũi của ngươi."ujar Darma dengan penuh emosi.
("Kepala kau itu, ku tepok i muncung kau nanti. Orang ini begok, heeeh ku pijakkan juga muncung mu itu.)
Plakkk
Plakkk
Plakkk
Plakkk
Buggh
Bughh
Bughh
"Này, lão già ngu xuẩn, cẩn thận cái miệng của ngươi được không? Đừng có nói lung tung. Cảm nhận cú đá này."ujar gadis berambut pendek, cantik, kulit putih, dan mengenakan pakaian renang.
(Heh orang tua begok, Jaga mulutmu ya!sembarangan aja kalau ngomong. Rasain nih jurus pukulan barang.)
Bughh
Wanita itu memukul wajah pria yang berbicara tadi.
"Oke, biar gak capek. Ganti pake bahasa Indonesia aja."Author.
"Sudah sudah, biarkan mereka ditahan polisi Indonesia!"ujar Darma pada para gadis itu.
Karena gadis yang sudah dirusak kesuciannya itu merasa emosi dengan pria yang merusaknya maka mereka menghajarnya tanpa ampun. Saking ganasnya, Darma kewalahan memisahkannya.
Namun setelah wajah para pemerkosa itu babak belur, Darma berhasil memisahkan para gadis itu dari penjahat yang hampir mati karena ganasnya para wanita itu.
[Bloop]
[Tugas selesai]
[Naik ke level 3]
[Unlocked: Perenang handal]
[Hadiah:
Uang: 50.000.000
Poin: 20
Exp: 500
__ADS_1
Exp untuk rumah:500
Poin mutasi: 5%
Total Keseluruhan
Uang: : 5.011.393.695.000
Poin: 117
Exp level: 6.049
Exp untuk rumah: 7.859
Poin mutasi: 5%]
Mutasi Tubuh:
Kekuatan(90%)
Kecepatan dan Kelincahan Tubuh(90%)
Kekebalan tubuh(90%)
(Kebal terhadap semua senjata manusia, serangan hewan, bisa atau racun, dan lain-lain)]
Darma pun duduk sambil menjaga para gadis itu agar mereka menyerang para bandit itu lagi. Karena emosi para gadis itu masih belum reda. Para gadis itu dimasukan kembali ke ruangan bawah agar tak membunuh para penjahat itu.
"Tekno, tampilkan statusku!"ujar Darma duduk di pintu masuk ruangan bawah itu.
[Baik tuan]
[Nama: Darma Subianto
Umur: 16 tahun
Status: Beristri
Level: 3
Jumlah Saldo: 5.011.393.695.000
Poin: 117
Mutasi Tubuh:
Kekuatan(90%)
Kecepatan dan Kelincahan Tubuh(90%)
Kekebalan tubuh(90%)
(Kebal terhadap semua senjata manusia, serangan hewan, bisa atau racun, dan lain-lain)
Kemampuan khusus: menggandakan uang, bernafas dan berjalan di dasar air]
"Wiiih aku naik level yak?"tanya Darma terlihat bahagia.
[Iya tuan, anda sudah ada di level 3]
"Waah asik nih hehe, eh itu unlocked Perenang handal serius?"tanya Darma.
__ADS_1
[Benar tuan, harga kemampuan: 30 poin]
"Nanti aja deh, belum aku butuhkan untuk saat ini."ujar Darma menutup statusnya.
...
Darma pun kembali dengan diantar oleh helicopter milik pesawat udara angkatan laut. Darma pun menuruni tangga dan langsung jebur ke laut. Namun tak lupa ia pakai baju hilangnya untuk menutupi identitasnya.
Ia pun berenang menuju ke tepi pantai. Setelah sampai ke pantai, Darma pun berjalan dan melihat istrinya masih menunggu dirinya dengan keadaan khawatir.
Darma pun tersenyum lalu ia berjalan ke WC tadi dan kemudian ia membuka baju hilangnya. Setelah baju hilang itu ia simpan, Darma keluar dari WC itu lalu kembali ke tempat istrinya dalam keadaan baju kering.
"Hai, lama nunggu ya?"tanya Darma.
"Sayang, kamu kemana sih. Kok lama banget, emang tugasnya apaan?"tanya Sandra dengan wajah kesal.
"Menyelamatkan para nelayan darimahluk raksasa di tengah laut,"ujar Darma berbohong.
"Iiiih serem banget, trus gimana keadaan mahluk raksasa itu?udah mati belum?"tanya Sandra.
"Bukannya keadaan aku yang dtanyaalah keadaan hewan itu, aku gak di peduliin."ujar Darma pura-pura ngambek.
"Iiih bukan gitu sayang, maksudnya mahluk raksasa itu udah mati atau belum. Bukannya aku nanyain keadaan hewan raksasa itu, kalau kamu gak perlu aku tanyain juga pasti baik-baik aja. Kamu kan kebal bacok dan kebal dari segala serangan."ujar Sandra.
"Hehe, raksasanya mati."ujar Darma menggaruk kepalanya.
"Tuh kan, pasti mati raksasanya sama kamu."ujar Sandra sudah menebak.
Darma pun ikut berenang dan ia pun masuk ke air. Ia berjalan di pasir itu sampai ke bawah. Saat sudah ada di dasar terdalam laut itu yaitu di kedalaman 10 meter, Darma pun berjalan melihat keadaan sekitar.
Laut itu penuh dengan terumbu karang. Ikan-ikan berlarian kesana kemari, tiba-tiba datang ikan hiu besar di hadapan Darma. Tanpa basa-basi, hiu itu akan memakan Darma dengan membuka mulutnya sehingga menampilkan barisan giginya yang tajam.
"Mau makan aku, nah ku kasih gratis."ujar Darma memberikan tangannya agar digigit hiu itu.
Krakkk
Gigi ikan hiu itu patah karena terlalu kencang menggigit tangan Darma yang bagaikan baja yang sangat kuat dan sangat keras. Hiu itu terus mencoba dan akhirnya giginya ompong semua. Hiu itu pun pergi dengan keadaan menangis, Darma pun tertawa melihatnya.
Saat sedang asik berjalan-jalan, Darma pun bertemu dengan pasukan berkuda berpakaian kerajaan dengan kereta kencana. Di kereta itu ada sesosok wanita cantik berbaju hijau dengan mahkota emas di kepalanya.
Namun Darma seakan tak mempedulikannya lalu ia lanjut perjalanan. Kereta kuda itu berhenti tepat di depan Darma, lalu wanita yang tadi pun turun. Wanita itu sangat cantik dengan pakaian hijau, rumbai-rumbai bunga di mahkotanya, dan sangat cantik.
"Hai manusia, bagaimana kau bisa ada di sini. Manusia kan tidak dapat bernafas dalam air."ujar wanita itu.
"Jalan-jalan mbak, bosen jalan-jalan di darat. Pengen jalan-jalan di laut aja kalau gini, sekali-kali hehe."ujar Darma tertawa kecil lalu ia menyimpan senyumannya saat wanita itu terlihat tak tersenyum sama sekali.
"Bagaimana kau bisa bernafas dan bicara dalam air, apa kau seorang penyihir?"tanya wanita itu.
"Bukan sih mbak, saya hanya manusia biasa yang di bantu oleh sistem teknologi sehingga saya bisa kaya dan kuat."ujar Darma santai sambil melihat ke arah lain.
"Apa maksudmu teknologi buatan manusia?"tanyanya penasaran.
"Ya...begitulah, tapi ini rahasia. Ya sudah, aku pergi dulu mbak."ujar Darma berjalan ke depan.
"Hei manusia, kau tak tau siapa aku?"tanya wanita itu.
"Gak mba,"ujar Darma berjalan ke arah sebuah jurang lautan.
"Manusia yang satu ini berbeda, dia punya aura yang sangat kuat. Kalau aku bisa mendapatkannya, maka aku bisa menguasai lautan dan daratan."ujar wanita itu tersenyum jahat.
"Cari sebangsa mbak aja, kita beda jenis mbak. Mba itu jin dan saya manusia, kita gak mungkin nyatu mba."ujar Darma yang sudah agak jauh.
__ADS_1
"Apa??dari jarak sejauh itu dia bisa mendengarku?"tanyanya pada dirinya sendiri.
Darma yang mendapat suara dari Tekno pun mengabaikan ucapan wanita tadi yang barusan ini lalu ia lanjut berjalan ke arah kanan.