
[Bloop]
[Tugas Baru: gagalkan pembobolan toko emas]
[Sekarang]
[Tuan bangun, ada misi!]
"Hoaaam, misi apaan?"tanya Darma bangun dan melihat Sandra yang sudah membelakanginya.
Setelah itu, Darma pun bangun dan mengecek misinya itu. Ia pun mengkerutkan keningnya dan ia pun memeriksa jam yang ternyata telah menunjukan pukul 1:00 dini hari. Lalu Darma pun ingin berdiri, namun Sandra menahan tangan Darma yang ingin pergi.
"Mau kemana?"tanya Sandra masih menutup matanya.
"Ada tugas yang harus aku selesaikan, nanti kalau udah selesai, aku kembali ke sini lagi."ujar Darma mengelus kepala Sandra.
"Janji ya, habis tugas langsung pulang ke sini lagi."ujar Sandra melepas tangan Darma.
"Iya, aku pasti kembali untukmu."ujar Darma keluar dari kamar itu.
"Hati-hati sayang!"ujar Sandra dari dalam.
"Makasih cantik,"ujar Darma tersenyum.
Lalu Sandra yang mendengar itu pun hatinya langsung berbunga-bunga dan ia kembali ke dalam tidurnya yang lelap. Setelah itu, Darma pun mencuci mukanya lalu ia keluar dari tempat itu.
...
Setelah keluar dari alam teknologi, Darma pun menghidupkan flash handphonenya karena suasana hutan pada saat itu sangatlah gelap. Suasananya juga membuat merinding karena berada di sebuah rumah kayu tua yang menambah kengeriannya.
Namun tanpa mempedulikan hal itu, Darma pun langsung mengambil motornya lalu ia letakkan penutupnya di pagar. Dalam sekejap, pagar rumah itu pun hilang sebagian sesuai dengan yang di tutup oleh Darma.
Ia pun pergi dari tempat itu dengan mengikuti GPS tekno yang mengarah ke kota. Suasana malam sangat sepi, ditambah lagi ia berada di tengah hutan, sehingga terdengar suara-suara aneh dari tempat itu.
15 menit kemudian
Darma pun sampai di lokasi pembobolan toko emas. Segera ia parkirkan motornya, lalu ia cari para pembobol toko itu untuk segera ia tangani.
Setelah di cari, ia melihat 2 orang yang sudah berhasil membuka folding gate yang telah di gembok. Dua orang itu bekerjasama untuk melakukan tugasnya masing-masing. Yang satu mengambil emas dan segala perhiasan yang ada di toko itu dan satunya lagi memantau di luar.
Suasana jalanan kota sangat sepi waktu itu. Oleh karena itu mereka bisa melakukan aksinya secara aman tanpa ketahuan. Namun mereka tak menyadari bahwa mereka sedang di pantau oleh seorang pembasmi kejahatan.
Tanpa pikir panjang lagi, Darma pun berjalan ke arah para perampok itu lalu ia berhadapan dengan perampok yang menjaga diluar.
"Sistem, ganti kostumku dengan seragam polisi!"ujar Darma.
[Baik tuan, ganti kostum harga 1 poin]
Lalu pakaian Darma pun berubah menjadi pakaian polisi lengkap dengan pistol di pinggang, borgol, dan handphone di pinggangnya.
[Poin di potong 1: Sisa poin 35]
"Selamat malam,"ujar Darma pada perampok itu.
"Se...selamat malam pak,"ujar perampok itu panik karena melihat ada polisi di depannya.
"Masih buka mas?"tanya Darma akting pura-pura tak tahu.
"I...iya masih pak hehe,"ujarnya tertawa kecil.
"Boleh saya lihat?"tanya Darma berjalan ke arah toko itu.
"Aduh mampus dah bakal ketahuan sama polisi,"batin pria itu panik dan badannya mulai keringat dingin.
Darma pun masuk dam melihat kaca pecah di sekitaran tempat itu. Penjahat yang di dalam pun kaget dengan kadatangan Darma ke tempat itu.
__ADS_1
"Kalian rampok kan?"tanya Darma dengan tatapan curiga.
"Jangan bergerak!"ujar perampok yang dibelakang tadi menodongkan pistol.
"Hahahaha, pak pol pak pol. Datang kok cuma sendiri."ujar perampok yang di depan.
Lalu Darma pun menarik tangan perampok itu dan mengambil pistolnya.
Bughh
"Akhhh polisi bangs**,"ujarnya dengan keadaan tangan keseleo dan posisi baring.
Perampok itu jatuh setelah tangannya di putar oleh Darma.
"Eits, masih ada satu lagi."ujar perampok yang satu lagi menodongkan pistol.
Darma pun berlari ke samping perampok yang memegang pistol itu lalu ia kunci tangannya dan kemudian pistolnya lepas.
"Akhh aduh sakit,"ujarnya karena tangannya di kunci oleh Darma.
Setelah itu Darma melumpuhkan penjahat itu dengan menendang perut penjahat itu dengan lututnya. Perampok yang satu lagi ingin menghajar Darma, namun Darma menendangnya hingga ia jatuh ke belakang.
"Akhhh sakit,"ujar perampok yang ada di depan Darma itu.
Lalu Darma pun memborgol kedua penjahat itu. Namun saat akan di borgol, penjahat yang dibawah itu menusuk kaki Darma dengan pisau.
"Akhhh,"Darma kesakitan karena kekebalan tubuhnya belum menembus kebal terhadap senjata kecil.
Penjahat itu pun memukul perut Darma, namun tak ada reaksi. Lalu dengan sekuat tenaga, Darma pun mencabut pisau itu dan menaruhnya di meja kaca yang sudah hancur itu.
"Loh kok gak ada reaksi pas aku pukul?"tanya perampok itu heran.
Bughhh
Bughhh
"Akhhh, bagaimana bisa dia tak melemah sama sekali."ujar perampok itu kesakitan karena perut dan punggungnya di hajar Darma.
Darma pun langsung membalikan badan perampok itu. Lalu ia memborgol tangan perampok di depannya sambil menahan sakit.
"Hahaha, akhirnya aku bisa melukai polisi."ujar perampok itu senang.
Lalu Darma pun menarik perampok yang satu lagi dan memborgol tangannya dengan perampok yang tadi. Setelah itu, Darma pun mengikat kedua perampok itu dengan tali.
[Bloop]
[Tugas selesai]
[Hadiah:
Uang: 10.000.000
Poin: 10
Exp: 100
Exp untuk rumah:200
Poin mutasi: 2%]
[Total keseluruhan:
Uang: 44.880.000
Poin: 45
__ADS_1
Exp level: 750
Exp untuk rumah:1.900
Poin mutasi: 16%]
Mutasi Tubuh:
Kekuatan(16%)
Kecepatan dan Kelincahan Tubuh(16%)
Kekebalan tubuh(16%)
(Tangan kosong)
Seusai mengikatnya dan memborgol kedua perampok itu, Darma pun duduk lalu ia memainkan komputer hologramnya. Ia pun mencari menu penyembuh instan.
[Penyembuh instan
Harga: 2 poin
(Beli) (Tidak)]
Darma pun mengklik pilihan beli. Lalu dalam sekejap saja luka di kakinya sembuh dan tenaganya dalam menahan sakit itu kembali.
[Poin di potong 2: Sisa poin 43]
Darma pun mengubah tampilannya dengan memencet cincin berwarna merah delima itu. Setelah tampilannya berubah, Darma pun menelepon polisi dengan kartu nama yang di berikan polisi kemaren.
Tut...
Tut...
Tut...
Pak Polisi
Halo, siapa ini?
Ini saya pak, yang kemaren melawan 5 orang perampok di toko handphone.
Pak polisi
Owh iya-iya, ada apa mas?
Saya abis nangkap perampok yang mau ngerampok toko perhiasan pak. Jadi bisa gak bapak ke sini dan bawa dua orang ini?
Pak polisi
Hah?rampok?dimana lokasinya?
Nanti saya kirim alamatnya pak.
Pak polisi
Baik, saya segera kesana sekarang juga!
Lalu percakapan pun berakhir. Darma mengirim alamat toko emas itu kepada polisi itu lalu ia duduk di kursi tunggu pembeli sambil memainkan handphone.
Setelah para polisi itu datang, dua perampok itu pun dibawa ke Polres untuk segera di amankan. Sementara Darma ikut memberikan laporan mengenai kejadian yang terjadi di toko emas itu.
...
Jangan lupa like, komen,subscribe, dan vote ya sebanyak-banyaknya!
__ADS_1
Supaya author lebih semangat lagi nulisnya:)
Terimakasih