SANG DERMAWAN

SANG DERMAWAN
EPISODE 65


__ADS_3

Saat akan berangkat ke kota lain itu, Darma tiba-tiba teringat dengan barang-barang yang ia pesan dan itu harus di masukan ke ruko dulu. Darma pun buru-buru pergi ke ruko miliknya itu.


Ia terpaksa menunda pergi ke kota N karena iaha harus menunggu barang-barang yang ia pesan untuk dibagikan kepada masyarakat banyak. Namun karena sudah siang, ia pun mampir ke warung makan padang untuk membeli nasi bungkus.


Di Rumah Makan Ciek Raso


"Bu, nasi Padang 1 lauknya ayam goreng, telor dadar, kuahnya banyakin dan sambelnya juga ya buk!"ujar Darma pada penjual nasi padang itu.


"Bungkus makan bang?"tanya ibu itu yang sekarang sedang membungkus makanan yang lain.


"Bungkus aja buk!"ujar Darma.


"Tunggu bentar mas ya!"ujar ibu itu.


Darma pun mengangguk sambil melihat keadaan sekitar. Setelah membeli nasi Padang itu, ia berniat ingin pergi dari tempat itu. Tiba-tiba ada seorang kakek pengemis yang sedang tertidur di jalanan, Darma pun mendatangi kakek itu.


"Kek!kek!"panggil Darma.


Lalu kakek itu pun bangun dan melihat seorang anak muda di depannya. Ia pun menatap lekat wajah anak muda itu dan tersenyum.


"Kenapa cu?"tanya kakek itu.


"Kakek kok tidur di sini?"tanya Darma menatap kakek itu.


"Tidak apa-apa cu, jalanan ini memang rumah kakek."ujar kakek itu.


"Kakek punya keluarga?"tanya Darma.


"Tidak, kakek dibuang oleh anak kakek setelah ia berhasil menjadi seorang dokter."ujar kakek itu.


"Owh gitu, yaudah kek. Kakek laper gak?"tanya Darma.


"Lapar cu, dari tadi malam kakek belum makan."ujar kakek itu.


"Tunggu bentar ya kek!"ujar Darma.


"Iya cu,"ujar kakek itu.


Darma pun mencari minuman dan roti-roti untuk kakek itu. Ia menghabiskan uang sebanyak 100 ribu untuk membeli makanan kakek itu.


[Saldo dipotong: 100.000]


[Sisa Saldo: 1.960.885.885.000]


Kemudian Darma kembali ke tempat itu untuk membeli. Selain makanan, Darma juga menyisipkan uang 500 ribu di dalam kantong berisi makanan untuk kakek itu.


"Ini kek, makanan ini untuk kakek!"ujar Darma memberikan kantong merah berisi makanan dan minuman.


"Terimakasih ya cu, semoga kebaikanmu dibalas tuhan."ujarnya tersenyum lalu ia membuka nasi pada yang diberikan Darma.


[Bloop]


[Hadiah sedekah: 600.000×5\=3.000.000]


[Total Saldo: 1.960.888.885.000]


"Iya kek sama-sama,"ujar Darma lalu ia berjalan ke mobilnya.


Setelah Darma pergi, kakek itu membuka kantong plastik merah itu. Ia melihat uang sangat banyak di kantongnya.


"Terimakasih tuhan atas rezeki yang kau berikan,"ujarnya menatap ke langit dengan penuh syukur.

__ADS_1


Darma pun sampai di rukonya dan sudah ada lori box yang parkir di depan rukonya. Setelah memarkirkan mobilnya, Darma pun berjalan ke arah pekerja gudang itu.


"Pak, udah lama nunggu?"tanya Darma pada bapak yang kemaren mengantarkan beras itu juga.


"Eh mas, barusan nyampe mas."ujarnya berdiri.


"Owh, oke pak. Bentar ya pak, saya buka pintu ruko dulu."ujar Darma membuka pintu rukonya itu.


Ckitttt ckitttt ckitttt


Pintu ruko itu pun terbuka selebar mungkin.


"Silahkan pak, letakkan di tempat kemaren ya pak!"ujar Darma.


"Wokeh mas,"ujar bapak itu.


Merekapun mulai bekerja mengangkat beras-beras itu satu persatu. Darma pun memesan 3 botol kopi botol, 1 kopi susu botol, dan 3 kotak pizza.


[Saldo dipotong: 614.000]


[Sisa saldo: 1.960.888.071.000]


Setelah memesan makanan dan minuman botol itu, ia pun melihat para pekerja gudang itu. Tak lama kemudian pesanannya pun datang dengan 2 kurir sekaligus.


"Atas nama Darma Subianto?"tanya kurir berjaket hijau itu.


"Iya bang,"ujar Darma mengangguk.


"Ini pesanannya!"ujarnya memberikan 3 botol kopi hitam dan 1 botol kopi susu botol.


"Makasih bang, eh bentar bang!"ujar Darma mengeluarkan uang 200 ribu dari sakunya dan diberikan ke kurir itu.


"Ini untuk abang, semangat kerjanya bang!"ujar Darma memberikan uang 200 ribu ke kurir itu.


Lalu Darma beralih ke kurir pengantar pizza yang membawa 3 tumpuk kotak pizza yang sudah dibungkus.


"Ini pesanannya mas!"ujar kurir dengan baju merah dan di atas saku kirinya tertulis restoran pizza tempat ia bekerja.


"Ini mas untuk mas!"ujar Darma menyerahkan uang 200 ribu untuk kurir itu.


"Beneran ini mas?"tanyanya dengan wajah kaget, shock, tak menyangka, dan bahagia.


"Iya mas, semangat kerjanya mas!"ujar Darma tersenyum.


"Terimakasih mas, semoga usahanya lancar!"ujar kurir itu dengan wajah sumringah lalu ia pun pergi.


[Bloop]


[Hadiah sedekah: 400.000×5\=2.000.000]


[Total Saldo: 1.960.890.071.000]


Setelah itu Darma pun masuk kembali ke rukonya. 15 menit kemudian, para karyawan gudang beras yang berjumlah 9 orang itu pun akan kembali ke tempatnya masing-masing.


"Pak bang ke sini sebentar!"ujar Darma sedikit berteriak.


"Ada apa mas?"tanya bapak tadi.


"Duduk dulu pak, udah saya belikam kopi sama pizza!"ujar Darma pada bapak itu.


"Waahh, boleh juga nih. Hei kita ngopi dulu, udah di sediain sama abang ini!"ujarnya pada teman-temannya.

__ADS_1


"Wooo mantap, kebetulan lagi haus hehe."ujar pemuda bertubuh kurus, tinggi, kulit putih, dan wajahnya lebih ke orang batak dan terdengar dari logat bicaranya.


Merekapun masuk dan ngopi bareng.


"Nih minumannya tuan sendiri, kalau mau air mineral juga ada!"ujar Darma mengeluarkan Sanford botol dari bawah lacinya.


"Wo Mak, pizza men."ujar pria tadi membuka pizza itu.


"Togar, sabar dulu lek. Belum minta izin kita sama orangnya!"ujar temannya menghentikan Togar.


"Hehe maap lah wak, kesenangan aku liat makanan yang mahal ini."ujar Togar.


Mereka pun mengobrol santai dan bercanda tawa bareng. Setelah itu tempat itu kembali sepi dan tersisa sisa-sisa pizza yang tinggal sedikit yang tak dihabiskan oleh orang-orang tadi.


...


Semua barang yang ia pesan datang hari ini sampai malam. Setelah barang itu di dalam rukonya dan sudah tersusun rapi, Darma pun berangkat ke kota tempat penjahat itu bersembunyi. Ia melewati hutan belantara dan jalanan sepi, Gelapnya malam di terangi oleh bulan yang bersinar tenang menemani Darma ke km 1000 ke depan.


Dengan bantuan GPS tekno, Darma mengendarai mobilnya itu dengan ngebut namun sedikit santai. Kiri kanan di penuhi oleh pohon yang rindang, ia sedikit merinding karena malam semakin gelap dan sinar bulan yang awalnya terang kini menjadi gelap karena tertutup awan. Darma pun bernyanyi untuk mengusir kesendiriannya.


SOUQY


AKU SAYANG BANGET SAMA KAMU


Dengarkan aku....wahai sayangku...


Dengarkanlah....isi hatiku...


Hanya kamu semangat hidupku...


Hanya kamu....


Satu pintaku pada dirimu...


Tempatkanlah...indah namaku...


Di hatimu...sebagai kekasihmu


Yang tak pernah sirna...


Reff:


Tak ada sungguh tak ada


Seseorang yang bisa menggantikanmu.....


Sampai kapan pun tak ada....


Kau lah yang terakhir bagiku


Engkaulah hidup dan matiku....


Jiwa dan ragaku untukmu...


Aku sangat menyayangimu...


Izinkan aku memelukmu...


Aku takut kehilanganmu...


Tak bisa hidupku tanpamu....

__ADS_1


Karena kaulah..terang dalam gelapku....


Lagu itu ia nyanyikan sambil mengingat Sandra. Ia kini telah resmi jatuh cinta pada istrinya itu dan hal itu membuat kebahagiaannya semakin lengkap.


__ADS_2