SANG DERMAWAN

SANG DERMAWAN
EPISODE 40


__ADS_3

Karena masih jam 7:00, Darma pun jalan-jalan dulu di kota itu. Darma mengelilingi kota itu sambil mencari makanan untuk cemilan, matanya pun tertuju pada gorengan yang ada di sebuah pondok kayu di samping minimarket dan bengkel.


Karena ada minimarket, biasanya ada mesin ATM. Darma pun berjalan ke arah mesin ATM itu untuk mengambil uang, namun saat masuk ia di hadang oleh ular.


Sssshhh


"Astaga, dasar ular tak berkaki!"ujar Darma memaki ular itu.


Ular itu pun menyerang Darma. Namun dengan reflek cepat yang dimilikinya, Darma dapat menghindari ular itu. Lalu Satpam minimarket itu pun datang memawa tongkat sapu dan karung goni.


"Misi mas, biar saya tangkap!"ujar pria muda dengan rambut cepak militer, badan tinggi dan tegap, tampan, berkulit sawo matang, dan mengenakan pakaian satpam.


Satpam itu pun menghindar ketika ular itu akan menyerangnya. Merekapun saling berrarung mempertahankan kekuasaan. Saat tongkat itu menyentuh kepala ular itu, ular itu pun tak bisa bergerak lagi.


Lalu Satpam tadi pun menangkap ular itu dengan tangannya sendiri dan memasukannya ke karung itu. Darma awalnya ingin bertindak dengan menangkap ular itu. Namun karena satpam tadi bergerak duluan, ya sudahlah kalau begitu.


Darma pun mengambil uang sebesar 20 juta. Karena ia akan membeli segala macam peralatan di dapur, ruang atas, dan stok uang di dompet supaya tak bolak balik ke ATM lagi.


[Saldo dikurangi 20 juta]


[Sisa Saldo: 4.999.980.195.000]


Ia pun membeli gorengan seharga 20 ribu. Setelah gorengan ia beli, Darma pun kembali ke mobilnya. Namun saat ia akan kembali, tiba-tiba saja ia di sandera dan ditodong dengan pistol oleh seorang perampok berbaju jas hitam lengkap sepatu dan menggunakan topeng kelinci.


"Serahkan seluruh uangmu!"ujarnya pada Darma.


Darma yang sudah tak berpengaruh dengan peluru pun menatapnya dengan tatapan malas. Tanpa peduli, Darma pun seakan tak peduli dan pergi dari tempat itu.


"Jangan bergerak, atau Lo akan-


"Kalau mau tembak, tembak cepat. Gak usah banyak bacot!"ujar Darma mengarahkan pistol itu ke kepalanya.


Preman itu pun kaget dengan hal ini. Pasalnya biasanya kalau tak pasrah, orang akan menggunakan beladirinya untuk melepaskan. Namun sialnya mereka bertemu dengan korban yang malah menantang untuk ditembak.


Para warga yang melihat itu pun berkumpul dan mengerumuni mereka.


"Bubar semuanya, atau kalian juga mau kami rampok!"ujar salah satu anggota mereka.


Lalu para warga pun bubar, namun ada beberapa warga yang mevideokan hal itu.


"Jadi tembak tak ini?"tanya Darma.


"Gak usah sok-sokan, cepat serahin uang sebelum gue berubah pikiran!"ujar pria itu.


"Tembak lah kalau mau tembak, jangan banyak kali bacotnya. Tembak cepat!!"ujar Darma dengan berteriak dan menodongkan pistol itu di keningnya sendiri.


Preman itu pun semakin kaget dan semakin heran dengan hal ini. Pasalnya tindakan pria didepannya ini malah tak sesuai dengan ekspektasinya.


"Cepat lah keong, lama kali kau!"ujar Darma merebut pistol itu sehingga terlepas dari tangan rampok itu.


Dorr

__ADS_1


Dorr


Dorr


Darma menembakkan peluru itu dan menembak kepala, tangan, dan kakinya. Namun peluru-pelurunya malah hancur.


"Nah cepat tembak!"ujarnya menyerahkan pistol itu pada penjahat itu.


Sontak penjahat itu pun gemetaran dan ia menembaki Darma. Namun peluru-pelurunya malah hancur berkeping-keping seperti menabrak benda yang sangat-sangat keras.


"Hoaam, udah?"tanya Darma dengan santainya.


Penjahat itu pun terdiam lalu ia mundur ketakutan.


"Di...dia bukan manusia,"ujar penjahat itu.


"Iya bos, sepertinya kita salah orang."ujar anak buahnya.


[Bloop]


[Misi tambahan: Selesai


-Uang 5 juta


-Poin 5]


"Udah?"tanya Darma.


"Ku tanya udah apa belum, gak kuminta kau ngomong. Ku tinju kau, melayang kau ke Papua. Mau kau badan mu di sini dan kepalamu di papua."ujar Darma dengan mata melotot keras dan nada tinggi.


Perampok tadi pun langsung gemetaran. Setelah itu Darma pun pergi, namun tiba-tiba salah satu preman menusuk punggung Darma. Namun mental dan malah mengenai dadanya.


"Akhhh sakit, kenapa malah berbalik?"tanya preman itu.


Darma pun mencabut pisau dari dada pria itu lalu ia lapkan darahnya ke baju pria itu.


"Nah, ku tengokkan ke biji mata klen."ujar Darma menusuk nusuk kaki, tangan, dan wajah serta kepalanya.


Ting Ting Ting


Bunyi pisau itu seperti dibenturkan ke sebuah besi. Para preman itu makin gemetaran melihatnya.


"Ini ini yang kau mau kan?"tanya Darma memperlihatkan wajahnya yang di sayat pisau namun tak berbekas.


Lalu Darma pun membuang pisau itu dan berjalan kembali ke mobilnya. Para perampok itu memandang Darma dengan tatapan heran, gemetaran, dan tak menyangka bahwa manusia kebal peluru dan kebal pisau itu ada.


Darma pun pergi ke tokonya sembari bersantai. Di pantai itu ia melihat banyak pemancing sedang memancing di dalam air.


"Tekno, sebaiknya aku bangun tempat penampungan orang jalanan dulu atau panti asuhan dulu?"tanya Darma pada Tekno.


[Tempat penampungan orang jalanan dulu tuan]

__ADS_1


"Kenapa gitu, gak anak-anak dulu?"tanya Darma.


[Tuan bisa membangun dua-duanya tuan]


"Tapi itu butuh biaya yang besar pasti,"ujar Darma.


[Uang tuan ada 4 trilyun tuan, untuk membangun gedung 3 lantai saja cuma butuh 100-150 Milyar]


"Owh gitu, eh bangun perumahan aja gak sih?"tanya Darma berubah pikiran.


[Itu lebih baik lagi tuan, anda bisa membuat tempat tinggal untuk orang-orang yang tinggal di kolong jembatan dan di perumahan pemulung]


"Iya juga sih, yaudah aku fokus buat rumah asuh anak jalanan dan perumahan untuk orang yang tinggal di tempat yang tak layak."ujar Darma.


[Tuan bisa membuatnya dari sekarang tuan]


"Okelah,"ujar Darma mengangguk.


"Permisi bang,"ujar 2 orang pengamen. Seorang pria berbadan tinggi, kulit sawo matang, mengenakan baju kaos yang sedikit robek dan celana jeans yang lututnya bolong, dan memakai topi bergambar tengkorak. Yang satu lagi bertubuh pendek, tubuh kurus, kulit coklat, mengenakan baju kemeja yang sudah usang, celana pendek, dan menggunakan topi merah bergambar provinsinya.


"Iya, silahkan?"ujar Darma.


Mereka pun bernyanyi dan Darma menikmati lagu mereka. Setelah itu, salah satu dari mereka pun maju. Darma pun memberikan uang 500 ribu kepada kedua orang itu.


[Bloop]


[Hadiah sedekah: 500.000×5\=2.500.000]


[Total Saldo: 4.999.982.695.000]


Mereka nampak bahagia saat Darma memberi 5 lembar uang berwarna pink itu.


"Terimakasih bang, semoga rezeki abang lancar."ujar mereka berdua


Darma pun tersenyum, lalu dua orang tadi pun pergi dari hadapan Darma. Setelah itu Darma pun melanjutkan kegiatannya tadi.


"Tekno, menurut kamu apa aku harus masang alat pendeteksi kejujuran di ruko?"tanya Darma pada Tekno.


[Jika menurut tuan itu baik maka Tekno setuju tuan]


"Tapi alatnya ada di toko Tekno gak?"tanya Darma pada Tekno.


"Boleh lah, beli 2 yak."ujar Darma.


[Baik tuan]


[Kamera pengetes kejujuran: 10 poin × 2\=20 poin]


[Sisa poin:144]


Lalu dua kotak bergambar Pendeteksi Kebohongan pun muncul. Darma pun mengambilnya lalu menyimpannya di mobil, setelah hampir jam 8 ia pun kembali ke toko.

__ADS_1


__ADS_2