
Ruang utama yang ia lihat sangat-sangat wow dan amazing place. Ruang tengah tempat itu adalah kolam renang dan untuk masuk ke kamar itu harus melewati 4 buah jembatan kayu yang ada di kiri, kanan, depan, dan belakang dan di ruangan itu ada 4 kamar.
Ruangan itu di dekorasi agar seperti alam, atapnya adalah langit terbuka dan di sekitarnya di letakkan tanaman-tanaman yang berfungsi menghiasi ruangan itu.
Bagian kiri ada 2 kamar dengan lantai kayu sebagai pijakan untuk masuk ke kamarnya, di depan juga sama konsepnya dengan yang di kiri. Di bagian kanan ada sebuah pintu kayu, para wanita tadi masih ada di jembatan itu.
"Wah keren banget tempat ini,"ujar Sandra kagum.
"Iya, keren sekali dan mantap sekali tempat ini."ujar Celline.
"Sesuai harga sih memang,"ujar Darma mengangguk.
"Yaudah, ini kamar ada 4. Berarti satu buat ibu, satu buat Celline, satu buat Aurel, dan satu lagi buat Sandra dan Darma."ujar Bu Dian pada semuanya.
"Ambil kamar masing-masing lah kalau gitu!"ujar Darma maju ke depan.
Sandra pun mengikuti Darma masuk ke kamar yang ada didepan dan bagian kanan mereka. Kamarnya juga tak kalah estetik, ruangan ber AC serta dinding dan atap kamar itu di hias sedemikian rupa.
Saat masuk, akan terasa seperti sedang di ruangan terbuka dengan pemandangan alam yang luar biasa.
"Gila sih kamar ini, udahlah ber AC dan sekarang ruangannya kayak gini. Pantes sih harganya 30 juta."ujar Sandra membaringkan tubuhnya di kasur itu.
Kasur yang ia tiduri pun sangat lembut dan sangat nyaman untuk jadi alas tidur. Harga 30 juta sepertinya pas untuk villa yang disewa mereka itu.
Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Darma pun membuka ruang tengah tadi dan yang dilihatnya sangat berbeda dengan sebelumnya, karena tadinya atapnya adalah langit. Kali ini atapnya adalah sebuah besi abu-abu yang sepertinya otomatis.
"Wiiih, atap otomatis ini namanya."ujar Darma kagum.
Sandra yang sudah kelelahan pun memilih untuk tidur dan tak melakukan apa pun. Darma pun masuk dan melihat ke jendela, pemandangan yang ia dapat adalah danau yang sangat indah itu. Ditemani dengan suara hujan dan musik pengantar tidur yang di putar oleh Sandra, membuat suasana memang cocok untuk tidur.
[Bloop]
[Tugas Baru: Selamatkan nelayan yang terombang-ambing karena badai]
[Sekarang]
"Waduh haha baru nyampe sini udah ada misi,"ujar Darma geleng kepala.
Darma pun menghampiri istrinya untuk izin melakukan tugas.
"Sayang, aku pergi dulu ya. Ada tugas dari tekno dan ini penting."ujar Darma membuka celana panjangnya lalu ia memakai celana pendek dan baju kaos biasa.
"Tugas apa sih sayang?kita baru nyampe loh."tanya Sandra dengan mata masih tertutup.
"Nolong orang lah intinya, aku pergi ya."ujar Darma meninggalkan tempat itu.
Ia pun berjalan keluar dalam keadaan hujan. Darma pun mengaktifkan mode terbang yang masih ada setengah jam pemakaian. Ia terbang ke arah laut yang arahnya ke depan.
Darma terbang dengan kecepatan maksimal untuk mengejar kapal yang kini terombang-ambing itu. Ia melawan derasnya hujan demi menolong para awak kapal dari kapal yang butuh bantuan itu.
__ADS_1
Saat sampai di lokasi, benar saja ada kapal yang hampir karam karena menabrak batu karang besar. Darma pun turun dan mencari yang masih selamat. Ada beberapa orang yang masih selamat di atas bagian kayu kapal yang masih mengapung.
[Danger!!Danger!!pasukan ikan hiu Megalodon datang tuan!!Segera selamatkan mereka!!]
"Waduh pake ada hiu segala lagi, okelah kalau gitu."ujar Darma turun ke kayu yang di diami oleh para awak kapal itu.
Mereka dalam keadaan kedinginan.
"Kalian ada berapa orang?"tanya Darma pada orang-orang yang masih selamat itu.
"20 bang, tolong kami bang huhuhu."ujar salah satu dari mereka.
"Sistem, aku ingin membeli kendaraan udara."ujar Darma pada sistem.
[Pesawat pribadi otomatis: 150 poin]
"Iya potong aja poinnya, buruan sistem."ujar Darma.
[Pesawat pribadi otomatis di beli dari toko sistem]
[Poin di potong: 150 poin]
[Sisa poin: 48 poin]
Lalu muncullah sebuah pesawat yang sudah nangkring di langit dan sudah menurunkan tangga pesawat.
"Kalian naik ke pesawat ini cepat!!"ujar Darma menunjuk tangga pesawat itu.
"Buruan naik!!sebentar lagi Megalodon akan hadir di sini!!"ujar Darma kesal karena masih ada yang bertanya.
Hiu Megalodon hampir sampai di tempat itu. Para awak kapal itu pun naik satu per satu ke pesawat terbang itu. Setelah tinggal satu orang, hiu Megalodon itu pun menyambar dan pesawat itu terpaksa naik darurat keatas.
Satu orang jadi korban karena megalodon itu menyambar. Darma yang kaget otomatis naik karena refleknya dan pada akhirnya yang selamat hanya 19 orang dari 20 orang. Setelah mereka semua naik, Darma pun naik dengan cara terbang karena waktu terbangnya sudah hampir habis.
Ia pun masuk ke dalam dan langsung ia angkat tangga itu, ditutup pintu pesawat itu, dan kemudian ia pun masuk ke ruang kemudi. Ia melakukan itu agar orang-orang itu tak khawatir lagi.
[Bloop]
[Tugas selesai]
[Hadiah:
Uang: 99.000.000(- 1 juta karena 1 nyawa tak terselamatkan)
Poin: 99(- 1 karena 1 nyawa tak terselamatkan)
Exp: 499(- 1 karena 1 nyawa tak terselamatkan)
Exp untuk rumah:500
__ADS_1
Poin mutasi: 10 poin
Total Keseluruhan
Uang: : 5.011.343.695.000
Poin: 147
Exp level: 5.549
Exp untuk rumah: 7.350
Poin mutasi: 10%]
Mutasi Tubuh:
Kekuatan(85%)
Kecepatan dan Kelincahan Tubuh(85%)
Kekebalan tubuh(85%)
(Kebal terhadap semua senjata manusia, serangan hewan, bisa atau racun, dan lain-lain)]
Di ruang kemudi pesawat
[Panduan membawa pesawat terbang: 10 poin]
"Beli sistem!"ujar Darma.
[Membeli panduan pesawat terbang]
[10 poin di potong]
[Sisa poin: 137]
[Kemampuan masuk ke tubuh]
Darma pun merasakan sensasi pusing tak karuan karena seluruh ilmu tentang pesawat itu masuk ke pikirannya. Ia hampir pingsan menahan sakitnya ilmu itu saat masuk ke kepalanya.
Tak lama setelah itu, Darma pun langsung bisa menguasai pesawat terbang itu. Ia pun mengemudikan pesawat itu tanpa takut lagi karena sudah ada ilmunya.
Darma pun masuk ke landasan milik angkatan udara. Saat itu ia harus melakukan pendaratan darurat. Para tentara yang melihat pun langsung waspada dan mengangkat senjata untuk menembakkan peluru untuk menjaga wilayah mereka.
Dorrr
Peluru senjata khusus itu meluncur ke arah pesawat milik Darma. Namun pesawat itu menghindar dan alhasil peluru itu tak mengenai sasaran dan malah lurus ke atas.
Darma pun turun dan mencoba mendarat. Para Tentara itu mencoba menembakkan peluru, namun mereka salah target. Peluru yang mereka tembakkan malah hancur karena perisai pelindung.
__ADS_1
Pesawat itu pun mendarat di landasan udara pangkalan militer angkatan udara. Darma yang melihat perjuangannya menyelamatkan orang-orang itu pun shock dan tak menyangka bahwa mereka akan selamat.