
Program bagi-bagi sembako itu dijalankan setiap hari ke setiap rumah orang tak mampu. Program itu rencana Darma akan di laksakanakan ke seluruh negeri ini. Bagi yang dari barat sampai ke timur akan dapat bagian yang sama.
Saat ini Darma sedang perjalanan menuju ke provinsi J kota B dengan membawa banyak sekali stok makanan dan pakaian. Ia menghabiskan 100 milyar untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana alam yang sangat dahsyat itu.
Setelah hampir 2 hari dalam perjalanan ke lokasi bencana alam itu terjadi, Darma pun sampai dan ia menyaksikan para abdi negara dan para relawan yang membantu para korban.
Darma pun turun dengan membawa pasukannya. Ia memasuki posko pengungsian tempat itu. Saat ia masuk, tempat itu sudah dipenuhi dengan para korban.
"Ini posko pengungsian korban gempa ya pak?"tanya Darma pada seorang tentara.
"Iya dek, ada apa?"tanya bapak itu.
"Saya mau menyumbang untuk para korban pak,"ujar Darma.
"Owh, yaudah ikut saya!"ujarnya berjalan ke arah sebuah bangunan bertuliskan"BNPB KOTA B".
Darma pun mengikuti tentara itu ke sebuah ruangan besar. Merekapun masuk dan tempat itu masih kosong melompong tanpa ada siapapun di tempat itu.
"Ikut saya dek!"ujarnya menatap Darma lalu ia berjalan ke arah sekelompok pria yang sedang berkumpul.
Darma pun berjalan ke arah para pria yang sedang ngumpul itu.
"Mohon izin, pemuda ini mau menyumbang katanya pak."ujar tentara itu pada kepala BPNB.
"Nyumbang?"tanya pria paruh baya bertubuh gendut, berkumis, dan mengenakan baju batik itu berdiri.
"Iya pak. Saya mau nyumbang bahan-bahan makanan kayak beras, telur, Indomie, dan lain-lain yang di butuhkan warga. Saya juga membeli pakaian kalau warga membutuhkan."ujar Darma.
"Akhirnya ada bantuan, sini duduk dulu mas. Ada juga orang baik yang mau merespon!"ujar bapak itu mengambilkan satu kursi kosong.
"Iya, terimakasih pak."ujar Darma duduk di kursi yang telah di sediakan bapak itu.
"Jadi, masnya ini darimana asalnya?"tanya bapak itu.
"Saya dari provinsi K kota T pak,"ujar Darma.
"Loh, jauh loh itu ke sini. Sama siapa ke sininya?"tanya bapak itu menatap Darma.
"Sama karyawan saya pak,"ujar Darma.
"Loh loh loh, udah punya karyawan toh. Berapa usia sampeyan mas?"tanya bapak itu penasaran.
"16 pak,"ujar Darma.
"Hah??seriusan sampeyan??"tanya bapak itu kaget dengan pernyataan Darma.
"Iya pak, saya punya usaha gudang beras, toko, dan supermarket yang tentu saja itu warisan dari bapak saya."ujar Darma mengarang cerita.
"Wah hebat itu, walaupun warisan kan tapi setidaknya udah milik masnya."ujar Darma.
"Iya pak,"ujar Darma mengangguk.
__ADS_1
"Mas ini yang viral karena kecepatan dan saya juga denger dari Kapolda kota T, Danlantamal kota T, Danlanud kota T, dan komandan angkatan darat kota T. Benet tah info itu mas?"tanya seorang tentara loreng hijau berpangkat bunga melati 3 dari angkatan Darat.
"Itu....e....iya pak benar,"ujar Darma menggaruk kepalanya.
"Masnya sakti berarti, mau gak masuk ke Akmil tanpa tes. Pertahanan indonesia butuh orang seperti masnya ini."ujar bapak itu.
"Eh...eh pak itu sembakonya gak diturunin dulu, saya rencananya mau langsung pulang karena masih harus ngantarim beras pelanggan."ujar Darma mengalihkan pembicaraan.
"Boleh mas, ayo langsung saja."ujar bapak kepala BNPB itu.
Setelah itu merekapun langsung melangsungkan penurunan barang. Bantuan berupa beras dan sembako lainnya serta pakaian-pakaian bagi warga yang membutuhkan pun di turunkan.
Para warga yang tadinya sibuk gotong royong membersihkan kotanya itu ikut membantu menurunkan bantuan dari Darma itu. Kemudian bantuan pun turun semua dan langkah terakhir Darma adalah ia menemui wali kota tempat itu dan menyerahkan uang 2 trilyun untuk pembangunan kembali kota itu.
[Saldo dipotong: 2 Trilyun]
[Sisa Saldo: 9.530.431.600.000]
Darma sudah menaruh cairan kejujuran ghaib di uang-uang itu yang ia beli dari toko. Jika ada salah satu oknum yang akan korupsi dan mengambil uangnya, maka uang itu akan kembali lagi ke tangan Darma. Di sekitar uang itu juga sudah ia taruh mata-mata ghaib yang siap merekam segala aktivitas pengeluaran uang itu.
Jika uang itu digunakan untuk kebaikan dan digunakan dengan fungsi yang semestinya maka uang itu akan tetap di tempatnya, namun jika uang itu akan di korupsi maka cairan itu otomatis akan merespon dan mata-mata itu akan merekam.
Dengan kata lain cairan dan mata-mata itu bekerja sama untuk menangkap ketidak jujuran karena efeknya adalah pada masyarakat kota itu. Setelah berpamitan, Darma dan karyawannya pergi dari tempat itu.
...
Setelah sampai di kotanya, hari sudah malam. Darma dan para karyawannya pun pulang ke rumah masing-masing. Saat sedang akan perjalanan ke rumah, Darma melewati tempat gelap.
"Kenapa kak?"tanya Darma.
"Mas mau sama saya gak, satu malam 1 juta aja kok mas. Saya masih perawan kok mas."ujarnya ingin membuka jaketnya..
"Eh eh eh, jangan dibuka itu jaketnya hadeh!"ujar Darma turun dari mobil lalu ia menutup kembali jaket wanita itu.
"Mas pasti puas kok mas, 1 juta aja kok mas. Saya lagi butuh uang soalnya mas."ujar wanita itu.
"Umur berapa tahun kak?masih sekolah?"tanya Darma memijat keningnya.
"15 mas, jamin masih sempit kok mas."ujar wanita itu mengedipkan matanya satu.
"Naik ke mobil, kita bahas di mobil aja!"ujar Darma naik kembali ke mobilnya.
Lalu wanita itu pun naik ke mobil itu. Darma pun menyalakan mobilnya lalu ia pun pergi dari tempat gelap itu.
"Masih sekolah?"tanya Darma menatap wanita itu.
"Baru lulus SMA mas,"ujarnya ingin membuka jaketnya.
"Jaketnya gak usah dibuka, cukup itu paha aja yang kelihatan hadehh."ujar Darma menahan tangan wanita itu.
"Tapi gimana mas bisa selera sama saya kalau saya gak lihatin tubuh?"tanya wanita itu dengan tatapan heran.
__ADS_1
"Kamu butuh uang berapa dan untuk apa?"tanya Darma tetap menatap ke depan karena ia sedang menyetir.
"Saya butuh 1 juta mas, ibu lagi sakit. Bapak habis di PHK."ujarnya dengan wajah menyendu.
"Kalau gitu, harus banget kamu jual diri?"tanya Darma berhenti di depan mesin ATM.
"Ya gimana lagi mas, uang sekolah saya juga harus saya bayar."ujarnya malah curhat.
"Bentar yak, aku ambil uang dulu!"ujar Darma membuka pintu mobilnya lalu ia pergi ke mesin ATM.
[Saldo dipotong: 30.600.000]
[Sisa Saldo: 9.530.401.000.000]
Kemudian ia pun kembali ke mobilnya dengan membawa 3 gepok uang dan 6 lembar 100.000.
"Dimana rumahmu?"tanya Darma menatap wanita itu.
"Kenapa mas?mau ke rumah saya?"tanya wanita itu.
"Iya, saya mau ketemu sama orang tuamu dan memberikan ini ke mereka dan untuk kamu."ujar Darma menunjukan uang 3 gepok itu.
"Haahhh??sebanyak ini mas??"tanyanya dengan wajah kaget dan mulut menganga.
"Iya, saya mau ketemu sama ayahmu."ujar Darma.
"Huhuhuhu, terimakasih mas. Saya gak tau lagi harus ngomong apa sama mas, kalau mas mau mas bisa nyicip tubuh saya aja gak apa-apa huhuhu."ujarnya menangis memeluk Darma.
"Eh eh eh, aduh gak gitu konsepnya. Udah jangan nangis! saya gak mau merusakmu, Makannya saya kasih uang ini."ujar Darma mendorong pelan tubuh wanita itu darinya.
"Hiks hiks, saya gak tau lagi mau ngomong apa mas. Saya gak tau harus balas kebaikan mas dengan apa. Saya boleh curhat gak mas?"tanya wanita itu.
"Besok sekolah kan?"tanya Darma pada remaja itu.
"Hiks hiks iya mas,"ujarnya mengangguk.
"Ini udah jam 10, kamu harus sekolah. Kejar cita-citamu dek, jangan pacaran dulu kalau saran saya. Nanti kamu bisa dirusak dengan gratis sama para pria lain."ujar Darma.
"Hiks hiks saya tau kok mas,"ujar wanita itu menghapus air matanya lalu ia tersenyum.
"Kalau untuk curhat kayaknya mohon maaf dek, saya udah punya istri. Takutnya nanti istri saya marah."ujar Darma.
"Owh gitu, mohon maaf mas saya gak tau."ujar wanita itu.
"Iya gpp, nama kamu siapa?"tanya Darma.
"Saya Risa mas,"ujar Risa mengulurkan tangannya.
"Saya Darma,"ujar Darma membalas jabat tangan Risa lalu ia melepas tangannya dan begitu juga dengan Risa.
"Yaudah, ayo ke rumahmu!"ujar Darma.
__ADS_1
"Iya mas, ayo!"ujar Risa mengangguk. Lali merekapun pergi dari tempat itu.