
Darma pun membawa motor dengan kecepatan luar biasa. Ia mengikuti GPS Tekno dan melaju ke arah jembatan itu. Setelah sampai, Darma memelankan motornya dan berhenti di pinggir jembatan yang roboh itu.
GPS itu menunjukan arah korban yang semakin menjauh. Setelah itu, Darma pun memarkirkan motornya dan meninggalkan motornya di atas. Lalu ia pun segera mencari jalur aman untuk berenang.
Byurrr
Darma pun masuk ke air dan mulai berenang ke arah pria yang tenggelam itu. Ia menggunakan speed dan powernya untuk berenang. Karena kecepatannya berenang, kini ia hampir sampai mengejar pria yang tenggelam itu.
5 menit kemudian
Ia pun menarik tubuh pria itu lalu menariknya ke daratan. Pria itu kini sudah tak sadarkan diri lagi. Darma pun membantu memompa jantungnya dan terus memompa jantungnya. Darma pun memegang denyut nadi dan deru nafasnya.
"Huhh masih berdenyut nadinya,"ujar Darma mengelus dadanya.
[Penyembuhan otomatis: 5 poin]
Darma pun mengkliknya lalu tiba-tiba dari tangannya keluar sebuah cahaya.
[Poin dipotong: 5 poin]
[Sisa poin: 144]
"Loh, apa ini Tekno?"tanya Darma.
[Tempelkan tangan tuan pada orang ini, maka dia akan sembuh dalam sekejap]
Darma pun menempelkan tangannya pada kening pria itu. Cahaya tadi pun masuk ke tubuh pria itu dan mengalir ke seluruh tubuhnya. Lalu tiba-tiba dari mulutnya keluar gelembung yang isinya air sungai yang keruh itu dan kemudian air sungai itu jatuh ke asalnya.
Pria tadi ikut sadar setelah air yang di dalam tubuhnya dan nafasnya kembali lagi. Ia pun duduk dan melihat keadaan sekitar.
[Bloop]
[Tugas selesai]
[Hadiah:
Uang: 10.000.000
Poin: 20
Exp: 300
Exp untuk rumah:400
Poin mutasi: 4%]
Total Keseluruhan
Uang: : 5.001.019.195.000
Poin: 164
Exp level: 3.600
Exp untuk rumah: 5.250
Poin mutasi: 59%]
Mutasi Tubuh:
Kekuatan(59%)
Kecepatan dan Kelincahan Tubuh(59%)
Kekebalan tubuh(59%)
(Senjata kecil sedang seperti AK 47, Famas, senapan, sniper, dan lain-lain)]
"Sa...saya ada dimana?"tanya pria paruh baya itu nampak linglung dan bingung.
"Bapak ada di pinggiran sungai pak, tadi bapak jatuh dari jembatan yang putus di jalan arah ke kota B."ujar Darma.
"Hah?ja...jatuh?"tanya bapak itu nampak kaget dan shock.
"Iya pak, tadi awalnya bapak hanyut dan tak sadarkan diri. Untungnya saya ketemu sama bapak dan akhirnya bapak selamat."ujar Darma pada bapak itu.
"Owh gitu, jadi motor....ku mana?"tanya bapak itu dengan ekspresi shock.
"Mohon maaf pak, kalau udah masuk sungai dan hanyut. Motor bapak udah pasti hilang dibawa arus pak."ujar Darma menundukkan pandangannya.
__ADS_1
"Huaaaaa, i...itu motorku satu-satunya huaaaaa. "ujar bapak itu menangis.
"Ikhlaskan saja pak, kita gak mungkin bisa mencarinya lagi."ujar Darma menepuk bahu bapak itu.
[Tuan, motor tuan di ambil orang]
"Masukan ke gudang penyimpanan sistem!"ujar Darma.
[Memasukan motor matic ke gudang sistem]
[Gudang penyimpanan]
[Motor Matic]
Orang yang mengambil motor itu pun terjatuh dan heran dengan kejadian ini.
"Huhuhu, bagaimana nanti aku mengantar anakku sekolah?"tanya bapak itu masih menangis.
"Tenang pak, saya akan membelikan bapak motor baru."ujar Darma.
"Hah?serius?"tanya bapak itu dengan mata berbinar.
"Iya pak, motor bapak itu akan saya ganti dengan yang baru. Jadi, bapak gak usah nangis lagi!"ujar Darma menenangkan bapak itu.
"Hiks hiks, beneran belikan yang baru ya. Soalnya kalau gak ada motor itu, bapak gak bisa kerja karena bapak tukang ojek nak. Anak bapak juga bisa berangkat sekolah karena ada motor itu."ujar bapak itu.
"Iya pak, bapak tenang aja pak. Nanti kita beli yang baru."ujar Darma.
"Terimakasih nak, bapak sungguh berharap ucapan kamu ini memang benar."ujar pria paruh baya itu.
"Iya pak, sama-sama pak."ujar Darma mengangguk.
...
Di rumah Darma
"Mas Darma kemana ya bu, kok lama banget belum pulang?"tanya Sandra khawatir.
"Ntar lagi pulang dia nak, kamu gak usah khawatir."ujar Bu Dian.
Benar saja, Darma pun masuk dalam keadaan pakaian masih basah.
"Nah bener kan kata ibu, pasti pulang dia."ujar Bu Dian pada Sandra.
"Kenapa Bu?"tanya Darma masuk ke rumahnya.
"Sandra khawatir sama kamu,"ujar Bu Dian.
"Ihh gak kok,"ujar Sandra membela diri.
"Hah?khawatir?serius?"tanya Darma dengan tatapan mengejek.
"Ihh gak kok, aku cuma ya....nunggu aja."ujar Sandra.
"Hahaha, yaudah aku mandi dulu ya buk."ujar Darma pada Sandra dan ibunya.
Lalu Darma pun mandi untuk membilas tubuhnya.
Setelah mandi
Darma pun mengambil minuman dari kulkas lalu ia duduk di sofa yang lebih tepatnya di samping istrinya.
"Gimana tadi tugasnya?"tanya Sandra pada Darma.
"Lancar sih,"ujar Darma.
"Emang apa sih tugasnya?"tanya Sandra lagi.
"Menyelamatkan orang yang tenggelam di sungai,"ujar Darma.
"Hah?tenggelam di su....sungai?"tanya Sandra tak percaya.
"Iya, tadi ada bapak-bapak yang tenggelam ke sungai. Trus aku selamatin bapak itu."ujar Darma.
"Trus bapaknya masih hidup?"tanya Sandra penasaran.
"Masih,"ujar Darma meminum kopinya.
"Hah?kok bisa?kan kalau hujan harusnya air sungai juga ngalirnya sangat deras?"tanya Sandra.
__ADS_1
"Iya, tapi kalau udah ditangan aku pasti selamat orang itu."ujar Darma agak menyombongkan diri sedikit.
"Dihh, sombong bener."ujar Sandra.
"Ya nyatanya emang gitu,"ujar Sandra.
"Jadi, bapak itu udah kamu antar ke rumahnya?"tanya Bu Dian.
"Udah bu,"ujar Darma.
"Syukurlah kalau gitu,"ujar Bu Dian mengangguk.
Besoknya
6:00
Matahari mulai menampakan wujudnya. Burung-burung berterbangan kesana kemari. Suara kendaraan mulai terdengar dari jauh.
"Sayang bangun, mau ngantar Celline sekolah kan?"tanya Sandra membangunkan Darma.
"Engghh hoam, owh iya aku lupa."ujar Darma bangun dari tidurnya.
Darma pun bangun dari tempat tidurnya lalu ia langsung masuk ke kamar mandi. Ia pun melakukan ritual pagi seperti bisanya lalu setelah itu ia pun duduk di tempat makan keluarga.
"Pagi bu,"ujar Darma.
"Hmmm,"ujar Bu Dian yang sedang masak.
"Eh, udah rapi aja nih. Mau kemana dek?"tanya Darma pada Celline.
"Mau sekolah bang,"ujar Celline dengan senyuman di wajahnya.
"Harus semangat sekolahnya, biar pas udah dewasa bisa jadi sukses."ujar Darma mengelus rambut adiknya itu.
"Iya bang,"ujar Celline.
"Okeyy, sarapan udah jadi. Mie goreng topping sosis dan bakso ala ibu."ujar Bu Dian menyajikan makanan yang ia masak.
"Wiih, kelihatannya enak nih."ujar Darma mengambil piringnya dan direbut Sandra.
"Kamu duduk aja mas, biar aku yang mengambilkan makanan untukmu!"ujar Sandra pada Darma.
Lalu Darma pun mengangguk dan ia kembali menatap layar gepeng di depannya itu.
...
Di sekolah
Anak-anak sudah di dalam kelas semuanya, lalu Darma pun membawa adiknya itu ke ruangan guru supaya adiknya dapat kelas untuk belajar di kelas 1.
"Permisi bu,"ujar Darma pada seorang guru.
"Iya, ada apa nak?"tanya ibu itu.
"Gini bu, semalam adik saya udah daftar sekolah di sini. Kira-kira adik saya masuk ke ruang kelas mana?"tanya Darma pada ibu itu.
"Kelas berapa?atau pindahan darimana?"tanya ibu itu.
"Celline Agustina ya?"tanya seorang guru muda cantik.
"Iya buk, ini Celline Agustina."ujar Darma pada guru muda itu.
"Celline siswa saya di kelas 1A, mari ikut saya saja ke kelas!"ujar ibu itu menarik tangan Celline.
"Sebentar Bu, ada yang mau saya tanyakan."ujar Darma.
"Mau nanya apa?"tanya Guru muda itu.
"Nama ibu siapa?kelasnya Celline ada group wa nya atau gak?Pulangnya nanti jam berapa?"tanya Darma.
"Nama saya Dahlia, no handphone walinya Celline sudah saya masukkan ke group, dan untuk pulang jam 12:30 sudah bisa di jemput."ujar guru muda itu.
"Owh oke siap, terimakasih Bu. Saya titip Celline ya bu, tolong diawasi. Soalnya dia baru pertama kali sekolah."ujar Darma.
"Iya mas, tenang saja."ujar guru muda itu tersenyum.
"Celline baik-baik ya disini, dengerin kata bu guru dan jangan nakal!"ujar Darma jongkok sambil mengelus kepala adiknya.
Celline hanya mengangguk lalu ia dan guru tadi pun pergi. Darma juga memutuskan untuk kembali ke ruko dan menunggu yang akan ditunggu.
__ADS_1