SANG DERMAWAN

SANG DERMAWAN
EPISODE 54


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Darma duduk di depan rumah sambil menikmati kopi buatan istrinya, karena bosan dengan pemandangan di depannya. Ia pun berniat mencari barang yang bisa membuat pemandangannya di depannya menjadi sebuah pemandangan bagus.


"Gimana kopinya sayang?"tanya Sandra menatap Darma.


"Kopinya lagi demam, nih panas banget."ujar Darma meniupnya.


"Iiih serius, rasanya gimana?"tanya Sandra agak kesal.


"Rasanya kopi sih sejauh ini,"ujar Darma lalu meminum kopinya.


"Ihhh bukan itu loh maksudnya, maksudnya tuh eh....


"Pas kok manisnya,"ujar Darma menatap ke depan.


"Pak,"sapa Darma pada pak RT yang sudah rapi dan sepertinya ingin pergi ke suatu tempat.


"Iyo, nyantai mas?"tanya pak RT sambil mengendarai motornya.


"Iya pak,"ujar Darma tersenyum.


"Lanjut aja ngopinya, saya duluan yo mas."ujar pak RT pada Darma.


"Iya pak, hati-hati dijalan!"ujar Darma.


"Ayo kita sarapan dulu dan sekalian siap-siap untuk jalan-jalan!"ujar Bu Dian dari dalam.


"Iya bu,"ujar Darma lalu ia pun masuk ke dalam rumahnya itu.


...


Di mobil


Darma dan keluarganya pun pergi berlibur. Mereka melewati jalur laut untuk menuju ke sebuah pulau di sebuah tempat wisata yang menyediakan villa di tempat wisata itu.


Setelah memarkirkan mobilnya di parkiran khusus mobil. Setelah itu, mereka semua pun turun dari tempat itu. Karena sepanjang perjalanan tadi mabok, ibu, istrinya, adik angkat, dan teman adik angkatnya Darma seperti orang yang sedang sakit karena wajahnya pucat.


"Kalian tunggu di sini bentar ya, aku ngambil uang dulu!"ujar Darma pada mereka semua yang saat ini duduk di sebuah kursi bambu di depan gerbang masuk villa bernuansa alam itu.


Darma pun mengambil kartu ATM nya lalu ia pun keluar dari mobilnya.


"Loh loh loh, kok pada pucat gini wajahnya?"tanya Darma menatap para wanita itu.


"Ayo masuk, aku pengen tidur!"ujar Sandra pada Darma.


"Ayo!"ujar Darma.


Lalu merekapun masuk ke gerbang villa itu. Saat masuk, Satpam melihat 5 orang berpakaian layaknya orang kampung. Karena tempat itu adalah tempat maha dan orang- orang yang datang ke tempat itu biasanya berpakaian mahal serta mengenakan aksesoris maka satpam itu pun mencegah rombongan Darma pada saat akan masuk ke tempat itu.

__ADS_1


"Mau kemana?"tanya satpam itu pada Darma.


"Mau masuk ke dalam, oh iya receptionist dimana ya pak?"tanya Darma.


"Yakin mau nginep di sini?mahal loh?"tanya bapak itu seperti meremehkan.


"Iya pak yakin 100%, receptionist nya dimana ya?"tanya Darma lagi.


"Mohon maaf ya mas, boleh saya liat kartu ATM-nya?karena kami harus memastikan bahwa mas ini memang orang mampu. Karena kami tidak mau kejadian beberapa tahun lalu terjadi lagi."ujar Satpam itu menjelaskan.


Darma pun mengambil black card dari dompetnya dan menunjukannya ke receptionist.


"Hah, ini kan black card."ujar Satpam itu kaget dan takjub melihatnya.


Lalu ia pun mengeluarkan mesin ATM mini dan memeriksa jumlah saldo milik Darma. Saat di cek, ia kaget dan sangat-sangat tak menyangka dengan jumlah saldo milik Darma.


"I...ini se...serius sebanyak ini?"tanya satpam itu dengan mata terbelalak.


"Ya disitu jumlahnya segitu kan?"tanya Darma menatap satpam itu.


"I..iya banyak sekali itu,"ujar satpam itu geleng kepala.


"Yaudah, kalau gitu receptionist nya dimana pak?"tanya Darma mengambil black cardnya.


"Ini tinggal naik ke tangga trus masuk ke dalam!"ujar bapak itu gemetaran melihat jumlah saldo milik Darma.


"Terimakasih pak,"ujar Darma tersenyum.


"Selamat datang di Dream Day villa, mau pesen villa kelas apa mas?"tanya wanita itu.


"Adanya apa aja mba?"tanya Darma.


"Ada economy class, medium class, dan vip class."ujar wanita itu.


"Owh, yang VIP berapa mba?untuk 3 hari"ujar Darma.


"Hah?3 hari mas?"tanya wanita itu.


"Iya mba, berapa 1 harinya?"tanya Darma.


"20 juta mas untuk 1 orang dewasa dan 10 juta anak-anak,"ujar wanita itu.


"Oke, coba hitung dan keluarkan notanya mba!"ujar Darma.


"Class VIP mas?"tanya wanita itu.


"Iya mba, 3 dewasa dan 2 anak-anak."ujar Darma.

__ADS_1


"Baik, sebentar ya mas!"ujarnya mengetik di komputer.


Lalu struk harga menyewa kamar villa dan keindahannya itu pun keluar. Darma pun membacanya lalu memberikan kartu ATM nya kepada receptionist.


Jumlah harganya yaitu sekitar juta karena rincinya yaitu dewasa 3 orang kali 3 hari\=270 juta dan anak-anak yaitu 2 orang kali 3 hari\=60 juta. Jadi totalnya adalah 330 juta.


"Mas yakin mau 3 hari?"tanya receptionist.


"Iya yakin kak,"ujar Darma dengan penuh keyakinan.


"Oke, silahkan masukan pinnya mas!"ujar wanita itu pada Darma.


Darma pun memasukan pin kartu ATM-nya ke mesin ATM kecil itu. Receptionist itu pun menarik jumlah uang yang dibutuhkan untuk membayar sewa villa itu.


[Ditarik: 330 juta]


[Sisa Saldo: 5.011.244.695.000]


Setelah struk hasil pembayaran villa itu keluar, Receptionist itu sempat melihat angka di saldonya. Ia sangat terkejut dan shock melihatnya, karena dari tampilan pria di depannya saja sudah tak meyakinkan.


Awalnya ia pasti mengira bahwa pria di depannya akan memesan class ekonomi dan cuma 1 hari, namun saat pria itu menyewa villa malah dia memesan yang VIP dan 3 hari. Dulu sempat ada yang seminggu, tapi akhirnya di tangkap karena korupsi.


"Ini mas struk pembeliannya, silahkan menikmati villa kami!"ujarnya tersenyum.


Darma pun tersenyum lalu pergi ke arah Villa VIP itu. Mereka berjalan sekitar 50 meter dengan diantar penjaga Villa, setelah itu mereka pun sampai di Villa VIP. Dari luarnya terlihat buruk dari luarnya.


"Eh...ini kamar VIP pak?"tanya Sandra seperti meragukan tempat itu.


"Iy-


"Aku tau, pasti bagian bagusnya ada di dalam."ujar Darma berjalan ke Villa mereka itu.


"Kayak yang di tv-tv itu?"tanya Sandra menaikkan alisnya satu.


"Iya, ayo kita masuk saja biar tau ada apa di dalam!"ujar Darma berjalan ke pintunya.


[Tuan, kunci kamar belum anda ambil!]


"Astaga aku lu-


"Ini kuncinya sayang, gimana caranya kamu bisa masuk ke dalam kalau kuncinya gak ada."ujar Sandra memberikan kuncinya sambil tersenyum jengkel.


"Eh hehe, aku lupa ada kuncinya hehe."ujar Darma tertawa cengengesan dan dalam hatinya sebenarnya ia malu.


Lalu pintu itu pun dibuka oleh Darma dan kemudian mereka masuk ke kamar itu. Saat masuk, ia disambut dengan sebuah gerbang dari bambu bertuliskan"Selamat datang di dunia lautan".


Darma pun masuk dan membiarkan ibu, istri, dan adik-adik angkatnya itu masuk duluan dan sedangkan ia masuk terakhir karena ia yang memegang kunci. Setelah ia kunci pintu masuk Villa yang disewanya itu, ia pun berjalan ke pintu kayu berwarna coklat yang dipernis dan gagang pintunya dari besi paling bagus.

__ADS_1


Kemudian setelah pintunya ia buka, Darma pun melihat lorong kecil dan melihat ombak laut di ujung lorong sepanjang 10 meter itu. Darma pun berjalan melewati lorong yang terbuat dari kaca itu, sehingga terlihatlah lingkungan yang diluar.


Darma pun sampai di ruang utama dan.....


__ADS_2