SANG DERMAWAN

SANG DERMAWAN
EPISODE 48


__ADS_3

Dengan santainya ia berjalan melewati hutan dan langsung ke tempat keramaian itu. Di tempat itu kini menjadi sangat ramai karena mobil polisi, ambulance, dan Basarnas diturunkan untuk mencari korban yang lain.


Darma pun berjalan ke mobilnya dan mengambil tasnya tadi. Setelah itu ia pun berjalan mengambil jajanan yang ia pesan tadi.


"Buk, saya mau ngambil pesanan bos saya tadi!"ujar Darma.


"Bosnya yang mana mas?"tanya ibu itu.


"Jangan bilang yang mesen 20 20 tadi,"ujar anaknya berdiri.


"Iya, katanya nugget 20, bakso 20, telor gulung 20, sama sosis 20 pake kecap saos."ujar Darma menyembunyikan identitasnya.


"Owh kirain masnya ngeprank tadi mas, jadinya gak jadi saya buat. Soalnya tadi mas itu tiba-tiba lari ke arah pantai karena kejadian tadi.


"Kejadian apaan bu?"tanya Darma pada ibu itu.


"Tadi di pantai katanya ada kapal mau dimakan sama hewan besar berbentuk gurita, trus katanya ada cowok yang menyelamatkan para korban tapi wajahnya rata katanya."ujar ibu itu.


"Hah?rata bu?"tanya Darma heran. Pasalnya ia tadi sempat berpikir bahwa wajahnya akan kelihatan, tapi ternyata malah mereka bilang wajahnya rata.


"Iya mas, jadi ini bosnya tadi kemana mas kok tiba-tiba lari ke sana?"tanya ibu itu menunjuk kerumunan.


"Katanya sih dia mau ke WC buk, tapi tadi dia nelpon saya dan nyuruh ngambil pesanannya. Soalnya dia katanya lagi sama temen lamanya di kafe yang disana trus baru nanti saya jemput."ujar Darma memanipulasi cerita.


"Owalah kirain prank, berarti ini pesenannya jadi mas?"tanya ibu itu.


"Jadi bu,"ujar Darma.


"Tunggu bentar ya mas!"ujar ibu itu.


Darma pun mengangguk dan kemudian ia menatap keramaian itu.


2 jam kemudian


Darma pun membawa jajanan itu pulang dan ia merubah wajahnya menjadi wajah aslinya. Ia tak menyangka bahwa ia akan mendapat hadiah besar dari aksinya tadi.


Pemandangan kota malam itu membuat ia bernostalgia kembali. Pada saat masih hidup di jalanan, pada malam hari pun ia masih sibuk bekerja dan mencari benda-benda dari tong sampah atau dijalanan. Jalanan adalah rumah baginya, ia keseringan tidur di tepi jalan dengan menggunakan bungkusan berisi kapas.


Saat sedang memantau keadaan kota, ia melihat seorang wanita yang sepertinya ia kenali. Darma pun berhenti di depan ruko dan memarkirkan mobilnya disana. Setelah itu, ia pun berjalan ke arah wanita itu.

__ADS_1


Tak lama kemudian saat akan mendekat. Tiba-tiba datang mobil hitam dan dari dalamnya keluar 4 orang laki-laki bertubuh tegap.


[Bloop]


[Tugas Baru: Selamatkan seorang wanita dari perjodohan dibawah umur]


[Sekarang]


"Hah?yang mana orangnya?"tanya Darma bingung.


[Gadis yang jaraknya 20 meter dari tuan]


"Hah?cewek baju kaos merah itu?"tanya Darma mengerutkan kening.


[Benar tuan]


"****, nampaknya aku akan berhadapan dengan para bandit itu."ujar Darma berjalan ke arah para pria berpakaian serba hitam yang sedang mengangkat wanita itu ke mobil.


Darma pun mendatangi mereka dan mencegah mereka.


"Ada apa ini, kalian mau menculik ya?"tanya Darma pada para pria itu.


"Gak, kami mau membawanya kembali ke rumahnya."ujar salah satu pria itu.


Lalu para pria itu pun langsung menatapnya dengan tatapan heran. Mereka memandang Darma seperti sangat heran dengan kemunculan tiba-tiba Darma.


"Ehh lo siapa?kenapa berani-beraninya lo ikut campur?"tanya pria itu ingin masuk ke mobil setelah wanita itu masuk.


"Lepaskan dia atau kalian kubantai!"ujar Darma dengan tegas.


Namun mereka tak mendengarkan Darma dan memilih pergi. Darma pun mengikuti mobil itu sampai ke sebuah rumah sederhana dan ada di kampung yang ditinggali Darma. Saat di jalan saja ia sudah menebak arah mobil didepannya itu.


Makin lama makin jelas tujuan mobil itu. Saat masuk ke sebuah gerbang kampung yang tak asing dan sering dilihat Darma, ia pun lemas tak berdaya melihat jalanna yang ia lewati itu.


"Astaga, ini kan kampungku. Waduh selesai sudah aku malam ini."ujar Darma pasrah.


Mobil itu pun berhenti di depan rumah seperti rumah Darma dan kemudian Darma juga memarkirkan mobilnya di depan rumah itu. Wanita tadi pun dibawa ke dalam dengan keadaan menangis.


Darma juga ikutan masuk ke rumah itu. Saat akan masuk, ia dihadang oleh para penjaga. Darma tak mempedulikan hal itu dan ia tetap memaksa mau masuk ke dalam. Para bodyguard itu pun menarik baju Darma dan mendorongnya keluar dengan kasar.

__ADS_1


"We santai men, kenapa lo kasar?"tanya Darma yang kesal dengan hal itu.


"Sana lo jauh-jauh, ini bukan urusan lo!"ujarnya dengan wajah seramnya.


Darma pun bangkit dan menatap wajah bodyguard berkepala botak dan mengenakan kacamata hitam itu.


"Permisi, gue mau masuk!"ujar Darma baik-baik.


"Heh bodoh, budek lo ya. Ini bukan urusan lo, sana lo jauh-jauh!"ujar pria itu.


"Ada apa mat?"tanya pria paruh baya dengan baju batik rapi membawa seserahan.


"Ada yang ingin memaksa masuk tuan,"ujar pria botak itu.


"Biarkan saja dia, mungkin orang tak waras!"ujar pria yang mengenakan baju batik, wajah tua, dan rambutnya setengah beruban.


Darma pun masuk dengan menarik kedua bodyguard itu lalu ia lempar ke arah jalan. Para bodyguard itu pun terlempar ke jalan dengan keadaan tersungkur.


"Hentikan perjodohan ini, gadis itu masih dibawah umur. Kalian tak boleh menjodohkannya diusia ini!"ujar Darma.


Lalu dua orang bodyguard nya yang tadi pun berdiri dan ingin menyeret Darma.


"Duduk kalian, berani macam-macam di sini maka kalian akan aku lempar sampai kalian mati!"ujar Darma pada dua bodyguard itu.


Mereka tak mendengarkan dan tetap bandel ingin menangkap Darma. Lalu Darma pun menarik mereka dan melemparnya ke jalanan. Dua bodyguardnya yang tadi sedang berada di depan pintu dan bermaksud ingin menangkap Darma.


Namun Darma pun melayangkan pukulannya pada pria yang di sebelah kanan. Darma menghentikan pukulannya pas di depan bodyguard pria tadi. Angin dari tangannya Darma membuat wajah pria itu seperti terkena angin yang berhembus kencang.


Lalu Darma pun menarik tangannya. Pria tadi sangat shock karena hal itu, bagaimana tidak shock. Darma belum melepaskan pukulannya saja sudah seperti itu, bagaimana jika Darma melepas pukulannya.


Bodyguard om-om pedofil tadi pun termundur karena hal itu. Namun bodyguard yang disamping pria yang sudah shock tadi ingin menarik Darma keluar, tapi sepertinya tindakannya salah.


Darma melayangkan tangannya ke arah pipi pria itu. Namun ia hentikan di tengah wajah pria itu. Saat pukulannya berhenti, angin dari tangan Darma semakin kencang. Wajah pria tadi seperti terkena angin hair dryer.


"Mundur kalian, kalau kalian berempat berani maju maka jalan salahkan aku kalau pulang dari sini tulang tengkorak wajah kalian pecah!"ujar Darma dengan suara agak lantang.


Para bodyguard om-om pedofil itu pun termundur. Para tetangga yang kepo pun melihat kejadian itu. Bukan tetangga namanya kalau tak kepo dengan urusan orang di sekitarnya.


Darma pun menghadapkan wajahnya ke arah orang-orang yang dirumah itu. Ia menatap wanita tadi sedang menangis sedang dipeluk ibunya sambil mengucapkan"Aku gak mau nikah dengan dia".

__ADS_1


"Hentikan perjodohan ini!"ujar Darma dengan tatapan serius.


Orang-orang yang disitu pun langsung menatap Darma dengan tatapan heran dan bingung.


__ADS_2