
"Tekno, ngantuk banget nih. Ada obat nahan ngantuk gak?"tanya Darma.
[Obat nahan rindu lebih manjur tuan hiya hiya hiya]
"Oalah bisa becanda juga kamu tekno hahaha,"ujar Darma tertawa kecil lalu ia menghentikan mobilnya di sebuah warung makan kecil di tengah hutan.
Ia heran kenapa bisa ada warung makan di tempat itu, padahal itu adalah tengah hutan dan ini tengah malam. Darma pun masuk ke tempat itu dan melihat seorang pria paruh baya dan wanita paruh baya sedang duduk sambil menatap ke arah jalan dengan tatapan kosong.
"Permisi pak,"ujar Darma.
Lantas bapak itu pun menoleh dengan tolehan yang pelan tapi pasti, ia pun tersenyum menatap Darma.
"Kopi mas?"tanya pria bartubuh sedikit gemuk, mengenakan kaos partai, rambut setengah botak, dan kumis panjang.
"Iya pak sama kalau ada makanan yang bisa ngenyangin ya pak, lapar banget soalnya."ujar Darma duduk di kursi.
"Iya mas, silahkan duduk dulu!"ujar bapak itu.
Lalu Darma pun duduk di kursi itu. Ia pun memeriksa handphonenya dan ternyata menunjukan pukul 12:00 dini hari. Sambil menunggu, iya pun memainkan handphonenya.
Tentunya dengan WiFi ajaib miliknya, di tengah hutan pun pasti tetap ada jaringannya dan pastinya cepat.
[Tuan, mereka itu bukan manusia]
"Hah?ma..maksud kamu apa Tekno?"tanya Darma pada tekno.
[Mereka penghuni tempat ini, mereka sudah mati tuan]
"Ja...jadi mereka bukan orang?"tanya Darma.
[Bukan tuan]
Darma pun lari dari tempat itu dan ia langsung menuju mobilnya.
"Hei manusia, makananmu belum jadi. Kembalilah ke sini, kau belum membayarnya hihihihi!"ujar wanita itu dengan suara khas kuntilanak.
"Bodoamat, aku gak akan kembali."ujar Darma ketakutan.
[Cairan penenang: 5 poin]
[Apa tuan ingin membelinya?]
"Iya, aku butuh obat itu!"ujar Darma yang sudah deg degan, darahnya mengalir kencang, dan ia gemetaran karena hal itu baru pertama kali terjadi padanya.
[Poin dipotong: 5 poin]
[Sisa poin: 122]
Sebuah botol kecil seukuran botol kopi Golda Cappucino berwarna merah melayang di depan Darma.
__ADS_1
"Ini bukan endorse ya, btw kalian tau kopi botol Golda capuccino kan?"author
"Apa ini, kok warnanya seperti darah?"tanya Darma.
[Silahkan minum saja tuan!]
Darma pun menghentikan mobilnya di sebuah lapangan luas yang kosong lalu ia meminum minuman itu. Ia pun mencium aroma cocopandan dari botol itu.
[1 teguk saja tuan!]
"Iya tau aku tekno,"ujar Darma.
Glekkk
Ia meminumnya sambil memejamkan matanya karena takutnya pahit atau baunya tidak enak. Namun saat ia minum, ia malah takjub dengan rasanya. Karena cairan merah itu memiliki rasa buah yang sangat nikmat. Campuran mangga, pisang, dan ada sedikit melonnya membuat minuman itu terasa lezat.
"Wiiih, enak bener minuman ini."ujar Darma ingin meminumnya lagi.
[Tuan, cukup 1 teguk saja. Kalau tuan minum lagi maka tuan akan tenang untuk selamanya!]
"Hah?maksudnya?"tanya Darma bingung.
Hayooo reader ada yang tau gak maksudnya apa?
Hehe kali ini author bakal membuat para reader novel ini berpikir apa maksud dari kata-kata Tekno. Hayo coba di jawab di komen biar yang lain gak penasaran!
Setelah meminum cairan itu, Darma menyimpannya kembali di gudang Tekno. Rasa tenang merasuki jiwanya untuk saat ini. Yang awalnya takut, sekarang ia menjadi tenang dan mungkin kalau pun ada hantu lagi ia akan tenang tanpa ada rasa takut lagi.
...
9:00
Darma pun sampai di kota tujuannya. Karena lapar dan juga mengantuk, ia pun pergi ke sebuah hotel untuk memesan kamar dalam beberapa jam untuk tidur saja.
Ia pun masuk melalui pintu masuk hotel. Lalu ia langsung menuju ke parkiran dan memarkirkan mobilnya di parkiran hotel yang ada di bagian depan itu.
Kemudian dengan mata yang sudah sangat mengantuk, Darma pun masuk ke hotel itu dan langsung ke receptionist hotel untuk memesan kamar. Seperti biasanya, ia merubah penampilannya agar terlihat seperti bukan orang kaya.
Dengan baju kaos merah seharga 50 ribu, celana 50 ribuan, sendal 30 ribuan, Darma melangkah ke tempat itu. Namun tiba-tiba ia di cegat oleh security dalam hotel itu.
"Selamat pagi mas!"ujar security itu.
"Iya pagi, hoaaam ada apa pak?"tanya Darma menguap.
Security itu memperhatikan penampilan Darma dari atas sampai bawah.
"Boleh saya lihat jumlah saldonya mas, orang miskin dilarang ke sini?"tanyanya dengan sombongnya dan dengan tatapan meremehkan.
"Untuk apa pak?"tanya Darma.
__ADS_1
"Jumlah kamar di sini mahal mas, says khawatir orang miskin seperti anda tidak bisa membayarnya."ujar security itu.
"Ada apa ini?"tanya seorang wanita muda, pendek, kulit putih, rambut terurai, mengenakan baju hitam dan rok hitam.
"Ini buk, orang miskin ini masuk ke hotel ini."ujar security bagian dalam hotel itu.
"Hmmm, dari penampilannya sih sepertinya iya. Boleh perlihatkan saldo yang mas miliki?"tanya wanita itu.
"Untuk apa?kalian pikir aku tak punya uang untuk menyewa di kamar ini?"tanya Darma sedikit kesal karena bukan pelayanan terbaik yang ia dapatkan.
"Saya gak mau nunjukin, saya mau mesan kamar di sini!"ujar Darma.
"Sok-sokan banget lu, eh miskin. Lo sadar diri ya, orang miskin kayak lo gak pantes ada di sini."ujar manager itu dengan kata-kata pedasnya.
"Begini cara kalian memperlakukan tamu?apa orang sederhana dan miskin sepertiku tak bisa menyewa kamar di sini?"tanya Darma tak habis pikir dengan perlakuan para pekerja di hotel itu.
"Lo sadar diri lah miskin, dari penampilan lo aja kayaknya lo ke sini jalan kaki kalau gak naik sepeda hahaha."ujar security itu.
Darma tak mempedulikannya lalu ia langsung ke receptionist.
"Heh miskin, pesan kamar di samping wc bawah aja. Gratis dan sangat mewah di hotel ini hahaha"!"ujar wanita itu.
"Iya, tidur sama tikus dan kawanannya hahaha."ujar security itu.
Darma pun langsung ke receptionist dan memesan kamar.
"Saya mau pesan kamar yang biasa mba,"ujar Darma.
"Baik, isi formulir dulu mas!"ujar receptionist itu.
Darma pun mengisi formulir untuk mendapatkan kartu kamar.
"Palingan juga mesen yang paling bawah,"ujar manager hotel itu.
Darma tak mempedulikannya dan setelah mengisi formulirnya, kertas itu diserahkan ke receptionist dan segera di proses. Beberapa saat kemudian, kartu kamarnya pun jadi.
"Ini kartunya mas, harga kamar 24 jam 500 ribu ya mas!"ujar wanita itu.
"Owh, bisa pake ini kan mba?"tanya Darma menyerahkan Black Card miliknya.
Manager hotel itu kaget dengan apa yang dilihatnya itu. Pasalnya Black Card hanya milik para sultan, kali ini ia salah memperlakukan orang.
[Saldo dipotong: 500.000]
[Sisa Saldo: 1.960.889.571.000]
"Ini kartunya mas!"ujar receptionist itu.
"Terimakasih mba,"ujar Darma tersenyum lalu ia pergi dari tempat receptionist itu tanpa mempedulikan manager hotel itu.
__ADS_1
"Sombong bener jadi orang, padahal cuma manager doang."batin Darma berjalan ke kamarnya.