SANG DERMAWAN

SANG DERMAWAN
EPISODE 51


__ADS_3

"Jangan berisik, jangan gerak dan jangan macam-macam!"ujar Darma pelan dan ia menahan maling itu dengan menutup mulutnya.


"Hffhdhfff,"ujar pria itu tak jelas.


"Betul aku bawa kau ke kantor polisinya, mending kau diam!"ujar Darma pada maling itu.


Lalu Maling itu pun diam dan menuruti perintah Darma. Para warga tadi pun pergi setelah memeriksa tempat itu. Setelah mereka pergi, Darma pun membuka kain invisible itu.


"Berdiri kau!"ujar Darma pada maling itu.


Lalu Maling itu pun berdiri dan kemudian ia mendorong Darma, Namun dorongannya tak menghasilkan apapun. Tubuh Darma tetap diam di tempat seolah-olah ia hanya seperti memberikan sentuhan saja tanpa ada tenaga.


Saat maling itu kabur, Darma pun dengan mudahnya menangkap maling itu lalu menyeretnya ke dalam tempat itu. Ia pun membuka topeng maling itu dan nampaklah seorang pemuda berambut panjang, wajah tak seram, kulit putih, dan wajahnya seperti orang baik.


Darma mengelilinginya lalu pria itu menyerang Darma dengan menendangnya. Namun justru malah ia yang terpental ke belakang karena ia menendang Darma. Kaget, shock, dan ketakutan adalah yang ia rasakan saat ini.


Darma pun membersihkan bekas kaki pria itu dari bajunya. Lalu Darma pun jongkok sambil menatap pria itu dengan tatapan menyelidiki.


"Kau tak terlihat seperti penjahat, kenapa kau mencuri?"tanya Darma pada pria itu.


"Itu bukan urusanmu, sana kau!"ujarnya mendorong Darma namun efek dorongannya malah berbalik ke pria itu hingga ia terpental ke belakang lagi.


"Jujur saja padaku, apa alasanmu mencuri?"tanya Darma menatap pria itu dengan tatapan menginterogasi.


"Setelah jujur apa kau akan membantuku?"tanya pria itu menatap tajam Darma.


"Tergantung apa alasanmu dan buktikan bahwa alasanmu itu sesuai dengan ucapanmu!"ujar Darma pada pria itu.


"Ba...baiklah huh huh, istriku sedang hamil besar. Aku dipecat dari pekerjaan dan aku tak ada uang sama sekali. Aku coba melamar pekerjaan tapi tak ada yang mau menerimaku karena ijazahku hanya SMP."ujar pria itu dengan jujur.


"Sistem, apa dia jujur?"tanya Darma pada sistem.


[100% jujur tuan]


Darma pun menganggukkan kepalanya lalu ia melanjutkan menginterogasi maling itu.


"Duduk dulu, biar pembicaraan kita enak!"ujar Darma pada pria itu.


Lalu pria itu pun duduk dan bersandar pada dinding.


"Kapan istrimu akan melahirkan?"tanya Darma pada pria itu.


"Seminggu lagi, tapi aku tak tau harus mencari uang kemana. Aku memang tak pantas menjadi seorang suami."ujar pria itu menunduk dan merutuki dirinya sendiri.


"Berapa biayanya?"tanya Darma.


"Tergantung setelah melahirkan nanti, aku tak dapat memberitahu biayanya sekarang."ujar pria itu.


"Hmmm, ada benarnya juga kau. Kalau aku membantumu, apa yang bisa kau berikan untukku?"tanya Darma.


"Aku tak punya apa pun kecuali tenaga dan tubuhku,"ujar pria itu.

__ADS_1


"Baiklah, jawab pertanyaan ku dengan jujur kalau memang kau akan menyerahkan nyawamu!"ujar Darma dengan tatapan menakuti pria itu.


"Ba..baiklah, apa pertanyaannya?"tanya pria itu pada Darma.


"Jika aku menyuruhmu berlutut dan bersujud padaku, apa akan kau lakukan?"tanya Darma dengan alis naik satu.


"Apapun akan aku lakukan termasuk bersujud kepadamu!"ujar pria itu.


"Sistem, apa dia bersungguh-sungguh dengan ucapannya?"tanya Darma pada sistem.


[100% sungguh-sungguh tuan]


Darma pun menganggukkan kepalanya lagi.


"Baiklah, kalau begitu aku ingin kau tunjukan dimana rumahmu dan aku ingin bertemu dengan istrimu!"ujar Darma.


Pria itu mengangkat kepalanya dengan wajah heran. Karena tadi pertanyaannya bukan seperti ini.


"Baiklah, akan aku antarkan kau ke rumahku."ujarnya mengangguk dan kemudian ia berdiri.


"Berapa uang yang kau curi tadi?"tanya Darma.


"1 juta,"jawabnya membersihkan baju dan celananya.


"Oke, kemarikan uangnya dan akan aku jelaskan kepada pemiliknya bahwa kau sudah ditangkap dan masuk penjara."ujar Darma.


Ekspresi maling itu berubah menjadi lemas dan ketakutan. Lalu sambil berlutut ia pun menangis.


"Huhuhu, aku mohon jangan penjarakan aku. Aku tau yang ku perbuat adalah sebuah kejahatan namun-


"Huhuhu hiks hiks, jika kau ingin memen-


"Tidak, aku tak akan memenjarakanmu. Orang baik sepertimu harus di lestarikan, kau adalah suami dan ayah yang baik. Oleh karena itu, aku akan membantumu."ujar Darma tersenyum.


"Benarkah?"tanyanya dengan wajah gembira dan mata berbinar.


"Benar 100%,"ujar Darma mengangguk.


"Terimakasih orang baik, aku tak tau harus membalas kebaikanmu dengan apa."ujarnya menunduk.


"Bro, kau adalah pahlawan bagi istri dan calon anakmu. Kau melakukan ini hanya karena terpaksa, aku tak akan sembarangan memenjarakan orang."ujar Darma.


"Sekali lagi terimakasih, kau adalah pahlawan bagiku dan istriku."ujarnya membungkuk seperti cara orang jepang berterimakasih.


"Ya sudah, bawa aku ke rumahmu!"ujar Darma pada pria itu.


Mereka pun keluar dan pergi menaiki mobil milik Darma. Pria itu sangat bersyukur bertemu dengan orang baik seperti Darma. Sementara Darma bersyukur bisa membantu.


Di jalan


"Siapa namamu?"tanya Darma pada pria itu.

__ADS_1


"Aku Rokie,"ujar Rokie menatap jalan.


"Apakah kau dan istrimu sudah makan?"tanya Darma pada pria itu.


"Sudah,"ujar Rokie mengangguk.


"Sistem, makan dengan apa dia?"tanya Darma pada sistem.


[Yang makan hanya istrinya tuan, pria ini kelaparan saat ini]


Darma pun menatap Rokie dengan ekspresi kagum. Lalu Darma pun menghentikan mobilnya di depan penjual pecel lele yang bukanya memang jam 11 malam ke atas atau hanya buka hanya saat malam sampai menjelang pagi.


"Apa yang akan kita lakukan di sini?"tanya Rokie menatap Darma.


"Turunlah!kau akan tahu jawabannya saat kau sudah turun dari mobil ini."ujar Darma pada Rokie.


Lalu Rokie pun turun dari mobil itu dan ia langsung mengikuti Darma. Setelah itu, Darma pun berjalan ke arah penjualnya.


"Mau beli apa mas?"tanya ibu penjual pecel lele itu.


"Sini bro!"ujar Darma pada pria Rokie.


Rokie pun mendekat ke arah Darma dan penjual pecel lele itu.


"Tanya dia Bu mau pesen apa, di sini ada wc umum Bu?"tanya Darma pada ibu itu.


"Itu mas!"ujar ibu itu menunjuk 3 buah WC umum di samping warung buka 24 jam.


"Oke terimakasih bu,"ujar Darma berlari ke arah WC itu lalu ia pun masuk.


Rokie dan ibu itu pun keheranan melihat Darma yang seperti orang belum buang air selama beberapa jam.


...


Darma pun sampai di rumah pria itu. Rumah nya hanya sebuah papan biasa dan hampir lapuk.


Tok tok tok


"Bun, buka pintunya!"ujar Rokie mengetok pintu rumahnya.


Ceklek


(Suara pintu dibuka)


Dari dalam rumah itu keluar seorang wanita cantik berambut panjang, kulit putih, mata sipit, dan tubuhnya gemuk karena hamil.


"Siapa ini yah?temen ayah?"tanya wanita itu pada Rokie.


"Bukan, mas ini orang yang akan menolong kita."ujar Rokie.


"Owh gitu, yaudah masuk-masuk!"ujar wanita itu mempersilahkan Darma dan Rokie masuk.

__ADS_1


"Ayo masuk ke rumah kecil kami mas!"ujar Rokie pada Darma.


Rokie dan Darma pun masuk ke rumah itu.


__ADS_2