
18:00
Semua perabotan telah selesai dipasang di rumah itu. Mulai dari perabotan di kamar, dapur, ruang tengah, dan pendingin ruangan yang di pasang di kamar.
Darma pun duduk di sofa yang telah ia beli sambil makan mie goreng yang ia beli tadi. Saat sedang makan tiba-tiba datang seorang kakek berpakaian compang camping, menggunakan topi petani, dan membawa sebuah bungkusan.
"Permisi!"ujar kakek itu dari depan pintu.
"Iya, ada apa ya kek?"tanya Darma menemui kakek itu.
"Kakek boleh minta makannya gak cu?kakek lapar dan belum makan."ujar kakek itu memegangi perutnya.
"Boleh kek, bentar ya kek!"ujar Darma masuk lalu ia mengambil mie goreng satu lagi dan kemudian ia ambil uang 500 ribu dan diberikan kepada kakek itu.
"Ini kek, ini ada sedikit rezeki buat kakek. Semoga bermanfaat ya kek."ujar Darma memberikan uang 500 ribu.
"Terimakasih cu, semoga rezekimu melimpah seperti air yang mengalir."ujar kakek itu tersenyum lalu kakek itu pun pergi.
Namun kali ini Darma tak langsung mendapat hadiah sedekah. Darma tak mempusingkan hal itu karena dia memberi dengan hati yang ikhlas bukan berharap dapat imbalan. Kemudian Darma pun melanjutkan makannya yang terhenti karena tadi bersedekah dulu.
30 menit kemudian
"Ini bu, udah jadi rumahnya."ujad Darma lalu ia menutup pintu ke dunia tekhnologi.
"Waaah, seperti rumah kita yang dulu ya nak."ujar Bu Dian tersenyum.
"Rumah yang nyaman dan hangat dengan ditemani orang-orang tersayang,"ujar Sandra menatap sekeliling rumah itu.
Mereka pun menatap sekeliling rumah itu dan kemudian mereka duduk di sofa yang nyaman itu.
"Rumahnya bagus banget,"ujar Celline menatap keseluruhan tempat itu.
Darma pun masuk ke dalam kamar dalam.
"Tekno, ini kan kami bakal tinggal di sini. Tapi barang-barang di dalem akan tetap kami ambil kayak bahan makanan, buah-buahan, sayur-sayuran, dan lain-lain. Ada pintu khusus yang bisa menjadi portal masuk dunia tekhnologi ke dunia ini?"tanya Darma pada Tekno.
[Ada tuan, tombol Open dan Close portal ke dunia tekhnologi. Harganya 30 poin tuan!]
"Beli aja, biar nanti aku kasih tau orang rumah ini!"ujar Darma.
[Baiklah tuan]
[Pintu Portal Dunia Teknologi]
[Berhasil dibeli]
[Poin terpotong: 30 poin]
[Sisa poin 149]
Lalu tiba-tiba muncul sebuah gantungan baju berwarna putih dan ada tali berwarna abu-abu menempel di bagian paling belakang berwarna silver.
__ADS_1
"Loh kok, gantungan baju?"tanya Darma bingung dan heran.
[Silahkan tempel dulu tuan, setelah itu tarik tali yang di belakangnya!]
Darma pun menempelkannya dan kemudian gantungan baju itu tertempel dengan sangat erat. Setelah itu Darma pun menarik tali silver yang dimaksud. Saat tali sudah ditarik, tiba-tiba muncul sebuah kotak silver dengan dua tombol di tengahnya.
Kotak silver itu bertuliskan"WORLD OF TEKNOLOGI" dan ada tombol hijau dengan tulisan OPEN dan tombol ungu dengan tulisan"CLOSE". Darma pun memencet tombol hijau dan seketika dinding itu bercahaya lalu dinding di samping kanan tombol yang letaknya di sudut itu menjadi pintu masuk ke dunia itu.
Darma pun masuk dan ia berada di ruang tengah. Setelah itu Darma pun keluar dari dunia teknologi dan kemudian ia tekan tombol CLOSE. Dalam sekejap saja, pintu itu hilang dan kembali menjadi dinding biasa.
"Mantep dah kalau seperti ini,"ujar Darma tersenyum.
[Bloop]
[Hadiah tes kedermawanan]
[5.000.000.000.000]
[Jumlah Saldo: 5.001.004.695.000]
"Hah?apaan nih?"tanya Darma kaget dengan angka nol yang sangat banyak.
[Ini adalah hadiah atas kebaikan tuan, pria tadi adalah seorang pemuda yang diubah menjadi kelihatan tua yang bertugas untuk memeriksa orang-orang yang dipilih oleh Tekno untuk menjadi orang hebat, kaya, dan menjadi pahlawan]
"Owh kakek tadi itu utusan kamu Tekno?"tanya Darma.
[Utusan dari system center yang meliputi banyak sistem dan ini merupakan rahasia yang sebenarnya tak boleh di bocorkan]
"Owh gitu, rahasia berarti?"tanya Darma pada Tekno.
"Baiklah, kalau gitu terimakasih Tekno atas hadiahnya."ujar Darma berterimakasih pada Tekno.
[Sama-sama tuan]
"By the way, itu tadi berapa jumlah uangnya?"tanya Darma.
"5 Trilyun tuan,"ujar Tekno.
"Hah?" tanya Darma kaget dan tak menyangka.
[5 trilyun, sesuai dengan jumlah uang yang tuan berikan tadi]
"Cuma 500 ribu hadiahnya sampai 5 trilyun?"tanya Darma takjub dengan jumlah yang disebutkan Tekno
[Iya tuan, setiap pahlawan yang telah ditetapkan oleh sistem sebagai orang yang akan menyejahterakan rakyat akan mendapatkan tes seperti itu."ujar Tekno.
"Owh gitu, berarti nanti ada tes selanjutnya?"tanya Darma penasaran.
[Tunggu saja tuan, Tekno tak diperkenankan memberitahunya karena aturan dari pusat sistem!]
"Hadeh, okelah kalau emang gitu. Trus kotak tombolnya dibiarin aja?"tanya Darma .
__ADS_1
[Tarik benang silvernya dua kali tuan, tirai penutupnya akan menutup secara otomatis!]
Darma pun melakukan seperti yang di beritahukan oleh Tekno. Kotak tombol itu pun hilang dalam waktu singkat. Setelah memahami cara kerja portal masuk itu, Darma pun memanggil ibu dan istrinya masuk ke ruangan itu.
"Kenapa kamu ngajak kami ke sini?"tanya Bu Dian pada Darma.
"Iya yang, ada apa?"tanya Sandra.
"Jadi gini, kan kita sekarang udah di dunia manusia. Jadi otomatis kita akan jarang ke dunia teknologi."ujar Darma.
"Iya trus?"tanya Bu Dian.
"Nah kalau misalnya ibu atau kamu mau masuk ke dunia teknologi ntah itu untuk liburan atau untuk ngambil persediaan makanan, tarik benang silver ini dan nanti akan muncul tombol-tombol."ujar Darma menarik benang silver itu.
Lalu kotak tombol tadi pun muncul.
"Wow, keren ya seperti sihir saja."ujar Bu Dian kagum.
"Untuk membuka pintunya tekan open!"ujar Darma menekan tombol hijau dengan tulisan open itu.
Dinding yang tadi pun lenyap dan muncul sebuah cahaya menuju ke ruang teknologi. Bu Dian pun masuk dan melihat rumah yang beberapa hari ini ia tinggali.
"Wah benar, ini rumah mewah itu."ujar Bu Dian melihat ke kiri dan kanan.
"Nah, ibu boleh keluar dulu sebentar!"ujar Darma pada ibunya.
Bu Dian pun keluar dari alam teknologi.
"Nah setelah itu, tekan Close untuk menutup pintu ataupun portal menuju ke alam teknologi ini!"ujar Darma menekan tombol merah yang ada di kotak tombol itu.
Pintu ataupun portal tadi pun menutup dengan sendirinya lalu menjadi dinding seperti awal.
"Nah setelah udah seperti ini, tarik lagi dua kali supaya kotak tombolnya hilang!"ujar Darma mempraktekkan yang di ucapkannya tadi.
Kotak tombol itu pun hilang dan yang terlihat hanya sebuah gantungan baju warna putih dan tali silver yang menggantung ke bawah.
"Owh gitu, berarti bisa dibuka kapanpun kita mau?"tanya Bu Dian menatap Darma.
"Bisa bu, tapi yang harus diperhatikan adalah tolong tutup pintu itu saat akan membuka portal dunia teknologi. Karena selain aku hanya ibu, kamu, sama Dek Celline yang boleh masuk ke dunia teknologi. Jadi tolong jaga kerahasiaan tempat ini!"ujar Darma.
Mereka pun mengangguk secara bersamaan.
"Ada yang mau ditanyakan?"tanya Darma pada ketiganya.
"Cukup!"ujar Bu Dian.
"Gak ada sih,udah paham juga."ujar Sandra.
"Dek Celline paham?"tanya Darma menatap gadis kecil itu.
"Paham bang,"ujarnya tersenyum sambil mengangguk.
__ADS_1
"Oke, kalau gitu silahkan beraktivitas kembali!"ujar Darma duduk di kursi dekat meja belajar dekat jendela.
Mereka semua pun bubar. Darma pun membuat daftar lowongan pekerjaan di social media yang ia punya.