SANG DERMAWAN

SANG DERMAWAN
EPISODE 12


__ADS_3

Setelah mengambil motornya dari parkiran tadi, Darma pun segera kembali ke tempat wanita tadi. Suasana tempat itu masih sangat ramai dengan orang-orang yang masih penasaran dengan kejadian tadi.


Sebelum itu, Darma pun mengubah wajah dan penampilannya agar wanita itu tak kaget dengan wajah samarannya. Tak lupa juga ia membuka gudangnya untuk mengambil rumah tadi.


[Gudang barang]


[Sebuah rumah beserta perabotannya ]


[Ambil] [Masukan]


Darma pun mengklik ambil. Rumah itu pun menghilang dan muncul tanda merah dari GPS di bagian menu lokasi barang yang telah di ambil. Lalu Darma pun keluar dan segera mengendarai motornya.


Darma pun sampai di tempat wanita tadi. Wanita itu ternyata sedang menyaksikan 2 orang preman yang sedang di hajar oleh para robot pelindung.


"Sudah cukup!"ujar Darma pada 2 robot itu.


2 robot itu pun membungkuk lalu menjadi asap dan masuk ke kalung wanita itu. Wanita itu sangat shock dan terkejut dengan kejadian itu.


"I..itu apa?"tanya wanita itu kaget.


"Itu robot pelindung, aku memasang pelindung padamu agar kamu tidak bisa disentuh siapapun."ujar Darma tersenyum.


"Bagaimana mereka bisa ada dalam kalung itu?"tanya wanita itu dengan wajah masih syok dan heran.


"Siapa namamu?"tanya Darma pada wanita itu.


"Sandra,"ujar Sandra mengulurkan tangannya.


"Aku Darma, berapa umurmu?"tanya Darma pada Sandra.


"22 tahun,"jawab Sandra.


"Naiklah, aku akan menjelaskan semuanya padamu di rumah!"ujar Darma.


Lalu Sandra pun naik dengan posisi mereng di motor itu. Darma pun melajukan motornya mengikuti arah yang ditunjukan GPS Tekno. Arahnya adalah ke sebuah hutan dan melewati setapak tanah.


"Rumahmu di daerah ini?"tanya Sandra mulai curiga dan merasa ada yang tak beres.


"Iya, kamu jangan khawatir. Aku bukan orang jahat kok, kamu pernah melihatku di tv?"tanya Darma pada wanita itu.


"Kamu si pahlawan yang punya kekuatan luar biasa itu kan?"tanya Sandra pada Darma.


"Eh...seberlebihan itu kah mereka menyebutku?"tanya Darma menghentikan kendaraannya di sebuah rumah kayu yang terlihat rapuh dan rusak.


"Iya, mereka sering membicarakan mu. Eh, apa kita sudah sampai?"tanya Sandra melihat-lihat kondisi sekitar.


"Iya, sebentar ya aku lihat ke dalam dulu!"ujar Darma heran dengan tampilan rumah itu.


Darma pun berjalan dan mengecek keadaan rumah itu.


"Sistem, ini rumahnya?"tanya Darma heran dan bingung melihat kondisi rumah itu.


[Iya tuan, yang tuan lihat hanya tampilan luarnya saya tuan. Tampilan aslinya ada di dalam sana dan berbeda dengan tampilan luarnya.]

__ADS_1


"Owh gitu. Jadi...cara melihat tampilan dalamnya bagaimana?"tanya Darma.


[Di balik gambar tua itu ada tombol merah tuan, jika di klik maka otomatis akan masuk ke bagian dalam rumah itu!]


"Owh gitu, okelah tekno."ujar Darma paham.


Darma pun melihat gambar pemandangan di dinding yang sudah usang. Lalu Darma pun menurunkan gambar itu. Namun dibalik gambar itu tak ada apa pun. Karena tak menemukan tombolnya, Darma pun kembali bertanya pada Tekno.


"Tekno, dimana tombolnya?"tanya Darma yang masih kebingungan.


[Di dalam papan yang ada tulisan"MIKE" nya tuan]


Darma pun melihat papan-papan itu. Ia memeriksanya secara teliti. Pada akhirnya ia menemukan papan dengan tulisan tersebut. Darma pun mencoba menariknya dan ajaibnya lagi papan itu bisa ditarik keluar.


Saat papan itu dibuka, memang ada tombol merah didalamnya. Lalu Darma pun memencetnya dan seketika beberapa kayu di sekitarnya berubah menjadi pintu besi.


"Wow, keren juga."ujar Darma takjub.


[Silahkan masukan sidik jari pemilik rumah!]


[Sidik Jari]


Lalu Darma pun pergi untuk memanggil Sandra.


"San, sini!"ujar Darma memanggil Sandra.


Sandra pun mendatangi Darma yang memanggilnya itu.


"Ada apa?"tanya Sandra datang ke tempat Darma.


Merekapun berjalan ke depan pintu besi itu.


"Masukan sidik jari kamu!"ujar Darma pada Sandra.


"Jari apa?"tanya Sandra.


"Telunjuk kanan aja!"ujar Darma.


Lalu Sandra pun mengangkat telunjuk kanannya. Darma pun menempelkannya di identifikasi sidik jari itu.


[Sidik jari teridentifikasi]


[Selamat, rumah ini hanya bisa dipegang oleh:


Nama: Sandra Alicya


Jenis kelamin: Wanita


Umur: 22 tahun]


Lalu pintu rumah itu pun terbuka. Di dalam rumah yang kelihatannya sudah lapuk itu terlihat sebuah rumah type 36 dengan ukuran 4×9 meter. Mereka pun masuk ke ruangan itu dan melihat-lihat rumah itu.


"Ini pintunya tutup dulu!"ujar Darma pada Sandra.

__ADS_1


"Aku yang nutup ya?"tanya Sandra.


"Iya, kan pintu rumah ini pake sidik jari kamu."ujar Darma.


Sandra pun memeriksa bagian tombol kontrol pintu itu. Ia pun menemukan ada tulisan "OPEN" dan "CLOSE" di kanan pintu dengan penggunaan sidik jari. Setelah itu, Sandra pun menaruh sidik jarinya di tulisan"CLOSE". Pintu itu pun tertutup sendiri dan berubah jadi dinding beton biasa. Bagian tombol kontrol itu juga menghilang dan digantikan dengan sebuah paku.


"Loh, tombol-tombolnya kemana tadi?"tanya Sandra.


Darma pun berbalik arah dan melihat bahwa tombol kontrolnya menghilang. Setelah itu Darma pun memeriksa bagian yang ada tombol kontrolnya tadi. Dengan cermat, Darma pun memeriksanya dan ia menemukan sebuah paku di dekat tempat tombol kontrol itu.


"Keknya paku ini yang membuat tombol kontrol itu bisa muncul atau hilang,"batin Darma.


[Tuan, silahkan cabut pakunya untuk memunculkan tombol kontrol dan letakkan lagi pakunya jika ingin menyembunyikan tombol kontrolnya!]


Darma pun mencabut pakunya, tombol kontrol itu muncul kembali. Disaat Darma menaruhnya lagi, tombol kontrol itu hilang kembali.


"Owh gitu,"ujar Darma.


"Intinya kalau kita cabut pakunya, tombol-tombolnya muncul. Kalau kita letakkan lagi pakunya, tombol-tombolnya hilang."ujar Sandra yang sudah memahami penggunaan pintu itu.


"Yap benar, berarti kalau nanti aku pergi. Kamu udah gak perlu khawatir lagi dengan penggunaan pintu ini."ujar Darma mengelus kepala Sandra.


"Hehe iya,"ujar Sandra tersenyum senang.


"Kamu periksa aja dulu bagian rumah ini, aku mau masukin motor dulu!"ujar Darma pada Sandra.


"Baiklah,"ujar Sandra.


Lalu Sandra pun memeriksa bagian rumah itu. Sementara Darma duduk di kursi dapur itu.


"Sistem, ini dimana?"tanya Darma.


[Di dunia teknologi tuan,]


"Hah?serius?"tanya Darma tak menyangka.


[Benar tuan, tapi ini di selatan rumah tuan. Tuan bisa pergi ke rumah tuan kapanpun tuan menggunakan pesawat gelembung]


"Hah?pesawat gelembung?"tanya Darma.


[Pesawat berbentuk gelembung udara berebentuk bulat dan dikendarain dengan cara memegang remote control yang sudah di sediakan]


"Owh gitu, kalau gitu cara keluarnya pun bisa sama dengan yang di rumahku?"tanya Darma pada sistem.


[Bisa tuan,]


"Gampang kalau kek gini, tinggal buka menunya."ujar Darma membuka menu membuka pintu ke dunia manusia.


[Pintu ke dunia luar]


[Buka] [Tutup]


Seperti biasanya, setelah mengklik pilihan buka. Pintu ke dunia manusia, tempat keluarnya juga di tempat mereka berada yaitu di hutan dan rumah tua itu. Darma pun keluar dari rumah itu lalu ia tutup pintu ke dunia teknologi itu.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen,subscribe, dan vote ya sebanyak-banyaknya. Supaya author lebih semangat nulisnya!


Terimakasih


__ADS_2