SANG DERMAWAN

SANG DERMAWAN
EPISODE 36


__ADS_3

Besoknya


Darma pun mendaftarkan adiknya ke salah satu sekolah internasional di kota itu. Saat memasuki gerbang, terlihatlah gedung itu begitu megah dan besar dengan bendera merah putih dan tulisan"SDS BINA KARYA BANGSA".


"Pak, ruang Tata usaha dimana ya?"tanya Darma pada security.


Satpam itu pun melihat pakaian Darma yang cuma mengenakan kaos biasa, sendal yang murah, dan celana jeans. Adiknya mengenakan seragam sekolah lengkap dengan dasi dan menggunakan tas yang sudah diisi dengan alat tulis.


"Mau daftar di sini mas?"tanya security itu.


"Iya pak,"ujar Darma mengangguk.


"Loh, mas ini yang di TV-TV itu kan?"tanya security itu.


"Bukan pak, kayaknya bapak salah liat atau kebetulan mirip aja."ujar Darma menghindar.


"Gak mas, mas ini yang di tv-tv dan lagi terkenal itu. Gak nyangka bisa ketemu di sini, ayo foto dulu mas!"ujar security itu mengeluarkan handphonenya.


Darma terpaksa ikut foto karena mau bagaimanapun juga, kini Darma sudah terkenal dimana-mana dengan kepahlawanannya itu.


"Oke terimakasih mas, waaah pasti viral saya ini."ujar bapak itu.


"Iya pak, oh iya pak. Ruang Tata Usahanya dimana ya?"tanya Darma lagi.


"Itu mas yang ada bunga-bunga, ruangan sebelah kiri lorong tengah ke lantai dua itu!"ujar Security itu menunjuk ruangan bangunan di depan mereka itu.


"Owh iya, terimakasih ya pak.”ujar Darma pada security itu.


"Sama-sama mas,"ujar Security itu sibuk meng-upload videonya.


[Bloop]


[Tugas Baru: Selamatkan seorang siswa wanita yang akan jatuh]


[Sekarang]


[Di depan anda tuan]


"Hah?"tanya Darma bingung.


"Aaaaaaa!!"teriak seorang siswi yang akan jatuh.


Wussshh


Darma menangkap anak itu dan ia selamat dari maut. Anak itu menatap Darma dengan tatapan shock dan dalam kondisi masih ketakutan. Para siswa dan guru yang mendengar langsung berlarian keluar karena teriakan siswa itu.


[Tugas selesai]


[Hadiah:


Uang: 5.000.000


Poin: 5


Exp: 300


Exp untuk rumah:200


Poin mutasi: 2%


Total Keseluruhan


Uang: : 5.001.009.695.000


Poin: 154


Exp level: 3.300


Exp untuk rumah: 4.850


Poin mutasi: 55%]


"Hah hah hah, te..terimakasih bang."ujar gadis cilik itu.

__ADS_1


"Ada apa ini?"tanya guru yang keluar dari ruang"Teacher office".


"Anak ini tadi jatuh pak dari lantai 2, saya cuma menolongnya."ujar Darma.


"Hah?jatuh dari lantai 2?"tanya pria berambut klimis, kumis, tebal, dan mengenakan kacamata itu.


"Iya pak, tadi pas lagi jalan saya denger suara teriakan dari atas. Jadi saya tangkap anak ini supaya badannya tak menyentuh tanah."ujar Darma.


"Syukurlah ada kamu, terimakasih sudah menyelamatkan anak kami ini."ujar bapak itu.


"Sama-sama pak,"ujar Darma tersenyum.


"Ada apa ini?"tanya seorang pria berpakaian jas hitam dasi merah.


"Pemuda ini menyelamatkan ananda Dinda Dewwi,"ujarnya melihat name tag ini itu.


"Kamu si pahlawan dengan kecepatan kilat itu kan?"tanya pak kepala sekolah.


"Nama saya Darma pak, panggil Darma aja!"ujar Darma tersenyum sungkan.


"Owh iya nak Darma, ayo ke ruangan saya dulu!"ujar Pak Kepala sekolah mengajak Darma masuk ke ruangannya.


"Eh...saya mau daftarin adik saya dulu pak, hari ini juga barang saya datang ke ruko saya. Jadi kayaknya gak bisa hari ini pak."ujar Darma menolak ajakan kepala sekolah itu.


"Ya sudah kalau begitu, kalau ada waktu datang saja ke ruangan saya. Nanti tinggalin no handphone ya!"ujar bapak kepala sekolah itu.


"Iya pak,"ujar Darma mengangguk.


"Kita foto dulu sama pahlawan kita ini!"ujar kepala sekolah.


Setelah itu pak kepala sekolah pun pergi ke ruangannya dan para guru yang hadir juga kembali ke ruangan masing-masing.


"Tadi mau daftar ya nak?"tanya seorang guru berpakaian PNS.


"Iya bu, adik saya mau sekolah di sini."ujar Darma.


"Ikut ke ruangan saya saja!"ujar guru itu.


1 jam kemudian


Darma pun sampai di rukonya. Ia pun membuka ruko itu dan kemudian duduk di kursi yang ia beli. Ia pun duduk santai sambil menunggu barang dan calon karyawan yang akan datang.


30 menit kemudian


3 lori box besar datang dan parkir di depan ruko milik Darma. Setelah itu seorang pria masuk ke ruko milik Darma.


"Permisi bang,"ujar pria bertubuh kurus, kulit sawo matang, tubuhnya kecil tapi berotot, mengenakan baju kaos hitam dan celana pendek.


"Iya bang?"tanya Darma berdiri dari duduknya.


"Atas nama Darma Subianto?"tanya pria itu.


"Iya bener, mau ngantar beras ya pak?"tanya Darma.


"Iya pak, jadi ini berasnya mau di letakkan dimana mas?"tanya pria itu.


"Di samping telor ini pak,"ujar Darma menunjuk bagian kosong yang ada di samping barisan telor itu.


"Oke, mau dibuat pake kaki atau gak mas?"tanya pria.


"Hah?emang berasnya bisa pake kaki pak?"tanya Darma dengan polosnya.


"Maksudnya mau disusun dengan 10 susun gak mas?"tanya bapak itu menepuk keningnya.


"Iya pak, susun 10 aja semuanya pak."ujar Darma.


"Oke mas,"ujar bapak itu lalu ia menyerahkan nota putih pada Darma. Sementara yang pink dan kuning.


Merekapun mengangkat beras-beras itu ke dalam. Ada sekitar 6 orang yang mengangkat beras itu.


"Bang, saya ke ATM bentar ya mau ngambil uang!titip tempat ini bentar!"ujar Darma pada salah satu pekerja itu lalu ia pun pergi dari rukonya.


Setelah di ATM ia pun menarik uang sebesar 2 juta.

__ADS_1


[Sisa saldo: 5.001.002.695.000]


Lalu Darma pun pergi dari tempat itu setelah uangnya ia tarik dari tempat itu, ia pun membeli 2 botol kopi, gorengan 15 ribu, dan air mineral satu dus dengan harga 27 ribu Setelah itu ia pun kembali duduk di tempat duduknya sambil meminum kopi yang ia tuang.


Setelah mereka selesai bekerja, mereka pun nampak capek dan lelah karena banyaknya beras yang diangkat.


"Pak Bang, sini!"ujar Darma memanggil para pekerja itu.


"Kenapa mas hah hah?"tanya bapak tadi.


"Minum dulu atau ngopi dulu, capek kan?"tanya Darma pada para pekerja itu.


Mereka pun mengambil kopi yang disediakan oleh Darma lalu merekapun duduk di lantai. Darma pun mengajak mereka ngobrol sampai lelahnya hilang. Setelah itu mereka pun pergi untuk kembali bekerja lagi.


Saat sedang santai, ada seorang wanita paruh baya berpakaian sederhana masuk ke ruko milik Darma. Darma pun langsung berdiri menghampiri wanita paruh baya itu.


"Ada apa bu?"tanya Darma pada ibu itu.


"Di sini bisa beli beras setengah kg gak?"tanya ibu itu pada Darma.


"Uang ibu adanya berapa bu?"tanya Darma.


"Cuma ada 8 ribu mas, belum makan dari semlem."ujarnya dengan wajah pucat.


"Ibu datang sendiri atau ditemenin?"tanya Darma.


"Sendiri mas bawa gerobak,"ujar ibu itu.


"Gerobaknya mana bu?"tanya Darma.


"Itu mas,"ujarnya menunjuk sebuah gerobak di depan ruko milik Darma.


"Ibu butuhnya apa aja?"tanya Darma pada ibu itu.


"Beras mas,"ujar ibu itu.


"Cuma beras?gak mau telur itu?"tanya Darma pada ibu itu.


"Saya gak ada duit mas,"ujarnya dengan wajah tak enak.


"Ibu biasa makan beras pera atau pulen?"tanya Darma pada ibu itu.


"Pera mas,"ujar ibu itu.


"Ntar ya bu,"ujar Darma mengangkat beras Padang raya 25 kg dengan begitu mudahnya seperti membawa bantal.


"Ayo bu, kita ke gerobak ibu!"ujar Darma pada ibu itu.


"Saya gak ada uang mas, saya mau setengah kg aja!"ujarnya panik.


"Terima aja bu, anggap ini sedekah saya. Kalau mau telornya ambil aja Bu sebutuhnya!"ujar Darma pada ibu itu.


"Beneran ini mas?"tanya ibu dengan mata berbinar.


"Benar buk,"ujar Darma tersenyum.


Ibu itu pun berterimakasih dengan mata berkaca-kaca. Setelah itu ia pun mengambil telor yang ia butuhkan.


"Makasih ya mas,"ujarnya dengan wajah bahagia.


"Ini untuk ibu,"ujar Darma memberikan uang 200 ribu kepada ibu itu.


"Huaa terimakasih mas, saya gak nyangka masih ada orang sebaik mas."ujar ibu itu.


"Sama-sama bu, ibu langsung pulang aja trus masak nasinya!"ujar Darma.


"Hiks hiks, iya mas terimakasih sekali lagi."ujarnya tersenyum lalu ia pun pergi.


Ada rasa bahagia di hati Darma saat itu juga. Ia pun kembali duduk sambil menikmati kopi dan gorengan yang masih ada tadi.


[Uang 10 juta masuk ke rekening]


[Sisa saldo: 5.001.012.695.000]

__ADS_1


__ADS_2