
Setelah menceritakan tentang Sandra, Sandra pun meneteskan air matanya mengingat hal yang terjadi padanya itu. Bu Dian pun merasa kasihan lalu memeluk Sandra dengan penuh kasih dan sayang.
"Yang sabar ya menantuku, ibu tau ini hal yang berat. Tapi mungkin ini cara yang maha kuasa untuk menyabarkanmu dalam menjalani hidup ini."ujar Bu Dian mengelus punggung Sandra.
"Hiks hiks, iya Bu terimakasih."ujar Sandra merasakan pelukan seorang ibu. Sentuhan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.
"Jadi alasanmu menikahi dia karena kasihan?"tanya Bu Dian pada Darma.
"Yah gitulah bu, tapi sekarang Darma udah punya perasaan kok ke Sandra."ujar Darma tersenyum ke Sandra.
"Halah-halah, kamu bocah 16 tahun tahu apa tentang perasaan."ujar Bu Dian meremehkan.
"Ya memang sih gak terlalu tahu bu, tapi ya rasanya tuh nyaman dan pengen dekat terus dengan menantu ibu ini."ujar Darma.
[Bloop]
[Tugas Baru: Bantu polisi menangkap pelaku perampokan bersenjata api di sebuah bank]
[Sekarang]
"Bu, istriku. Aku pergi dulu ya, ada tugas baru yang harus aku selesaikan!"ujar Darma pamitan pada ibu dan istrinya itu.
"Hati-hati mas,"ujar Sandra tersenyum melambai pada Darma.
"Tugas apa itu nak?"tanya Bu Dian.
"Bantu polisi nangkap perampok bu,"ujar Darma yang sudah keluar dari tempat itu lalu ia menutup pintu masuk ke dunia itu.
"Pe-
Baru mau bertanya, Darma sudah menutup pintu masuk ke dunia itu. Bu Dian pun lanjut bercerita dengan menantunya itu.
Di dunia manusia
Darma pun membuka pintu rumahnya yag ada di kampung itu. Segera Darma meluncur menuju lokasi tugasnya berlangsung. Darma membawa motor dengan sedikit mengebut.
Setelah sampai di bank itu, Darma pun memarkirkan motornya di parkiran sebuah minimarket. Kemudian, Darma pun turun dan langsung berjalan ke arah para polisi yang telah siap sedia itu.
"Sebaiknya anda jangan menyakiti para warga yang ada di situ!"ujar salah seorang polisi dengan pengeras suara.
Di dalam bank itu, para ******* itu sedang menyandera para warga yang ada di gedung itu. Mereka tampak sedang memasukan uang ke dalam tas-tas yang mereka bawa. Darma pun masuk ke dalam bank itu seolah-olah seperti ingin mengambil uang seperti biasanya.
"Anak muda, anda mau kemana?"tanya polisi itu.
"Bapak tidak mengenal saya?"tanya Darma tersenyum lalu ia masuk ke dalam dengan langkah santai.
Darma masuk ke ruangan itu seolah-olah tak ada apa-apa. Namun saat masuk, ia pun acting berpura-pura ketakutan.
"Hei, mau kemana?"tanya perampok yang menjaga itu.
"Ma..mau nyetor uang bang,"ujar Darma pura-pura gemeteran.
"Jongkok dan serahkan uangmu!"ujar pria itu.
Lalu Darma pun jongkok dan memperhatikan siapa saja yang di sandera. Dalam penglihatannya, seorang anak kecil, wanita tua, dan seorang bos besar sedang di dekap dengan pisau dan senjata api di depannya.
"Kalian semua diam, jika berani melawan maka kalian akan kami habisi."ujar ketua perampok bersenjata api itu.
__ADS_1
Lalu Darma dengan gerakan kilatnya pun menghajar para perampok itu. Ia berlari ke arah penjahat yang menyandera seorang anak kecil. Ketua perampok itu pun panik dan menembak seorang pria paruh baya.
Dorrr
"Arggggh sakit,"ujarnya memegang kakinya yang tertembak.
Lalu Darma pun mempercepat gerakannya dengan mengambil senjata para perampok itu. Para perampok yang di ambil senjata apinya itu terjatuh karena kecepatan gerak yang dilakukan oleh Darma.
Wussshh
Wussshh
Wussshh
Dalam sekejap saja, para perampok yang memegang senjata itu pada tumbang karena kecepatan Darma yang seperti angin. Setelah itu Darma ingin menyelamatkan para sandera, namun seorang anak kecil berteriak karena lehernya di gorok secara perlahan oleh seorang perampok dengan wajah bahagia.
Darma pun mendatangi perampok itu lalu memukul wajahnya sampai ia terjatuh ke belakang dengan kondisi hidung patah. Lalu Darma menggendong anak itu dan membawanya ke luar.
"Tolong obati anak ini!"ujar Darma menurunkan anak kecil yang sudah menangis dan meraung menahan sakit karena luka gores sedalam 1 cm itu menganga di lehernya.
Dengan keadaan yang sudah sangat emosi dan dengan amarah yang tak terbendung lagi. Para perampok itu dihajar habis-habisan oleh Darma. Para warga pun keluar dari tempat itu, namun pria tadi mengulangi aksinya dengan menangkap seorang anak kecil dan akan menusuknya.
Darma pun berlari dan menangkap tangannya. Perampok itu nampak panik dan ketakutan. Darma dengan penuh emosi langsung mematahkan tangan perampok psikopat itu. Para polisi pun masuk karena merasa sudah aman.
Bughh
(Pukulan ke perut pria itu)
"Akhh,"ucapnya kesakitan.
"Apa salah anak itu padamu?"tanyanya dengan nada emosi.
(Pukulan ke perut lagi)
"Akhh, aku salah bang."ujarnya menyesal.
"Apa salahnya padamu?"tanya Darma lalu Darma menampar pria itu sampai rahangnya tergeser.
"Bagaimana kalau dia itu anakmu?"tanya Darma menarik kerah baju perampok itu.
"A..aku khilaf bang,"ujarnya dengan wajah sangat ketakutan.
Plakk
Plakk
Plakk
"Kenapa kau lukai anak tak bersalah itu bodoh, binatang kau memang anak tolol bodoh."ujar Darma menendang pria itu ke arah perampok yang akan ditangkap oleh polisi itu.
Para perampok itu mengadakan perlawanan dengan para polisi. Alhasil, mereka harus babak belur dan tertembak karena melawan para polisi itu. Pertarungan pun terjadi antara perampok dan polisi.
Dorr
Dorr
Dorr
__ADS_1
Arghh!!
Arggh sakit kakiku!!
Arghh sakit!!
Lalu para perampok itu pun ditangkap dengan keadaan yang bermacam-macam. Babak belur sudah pasti, patah tulang, patah hidung, kaki dan tangan tertembak adalah kondisi saat mereka keluar dari tempat itu.
Darma masih ditahan oleh para polisi saat pria tadi akan diamankan. Tatapan membunuh Darma pun semakin tajam melihat perampok yang menggorok leher anak kecil tadi dibawa keluar dari ruangan itu.
"Huhh huhh huhh, hffffff huuuuuh."Darma mencoba menenangkan dirinya karena terlampau emosi dengan hal itu.
[Hadiah:
Uang: 10.000.000
Poin: 15
Exp: 300
Exp untuk rumah:700
Poin mutasi: 5%
Total keseluruhan:
Uang: 49.880.000
Poin: 60
Exp level: 1.050
Exp untuk rumah: 2.600
Poin mutasi: 21%]
Mutasi Tubuh:
Kekuatan(21%)
Kecepatan dan Kelincahan Tubuh(21%)
Kekebalan tubuh(21%)
(Senjata kecil jarak dekat)
Darma paling benci ada yang kasar pada anak kecil dan wanita. Apalagi jika anak kecil itu tak tau apa-apa. Kecuali anak kecil itu kurang ajar, namun jika anak itu masih bisa dinasehati ya nasehati. Karena mungkin mereka akan mengerti yang salah dan benar jika di nasehati. Namun jika terlampau kurang ajar dan tak bisa dinasehati, silahkan buat mereka kapok dengan tindakanmu!
Tapi jangan terlalu terbawa emosi dalam hal ini. Binalah seadanya saja jika mereka sudah melampau batas bandelnya, jikalau terpaksa main tangan maka jangan mengikuti amarah. Karena mereka bisa di tegur dan diberikan tindakan dengan seadanya supaya kapok.
Para polisi itu pun membawa para perampok itu ke dalam mobil polisi dan truk pasukan polisi. Para warga juga berkumpul di tempat itu untuk melihat kejadian itu.
"Udah bro, sabar bro sabar. Mereka udah dibawa ke kantor."ujar polisi muda yang memegangi tangan Darma itu.
Setelah Darma cukup tenang, barulah para polisi itu melepaskannya dan mereka kembali ke kendaraan masing-masing. Kali ini, Darma pun masuk ke WC lalu bertukar wajah untuk menghindari ajakan para polisi untuk membuat laporan. Benar saja, ada seorang polisi berjalan ke arah orang bank itu. Darma yang telah menyelesaikan tugas itu pun ke parkiran dan langsung saja ia pergi dari tempat itu.
Jangan lupa like, komen, subscribe, dan vote sebanyak-banyaknya ya kalau suka!
__ADS_1
Supaya author lebih semangat lagi nulisnya.
Terimakasih:)