
Setelah pergi dari panti asuhan itu, Darma pun langsung menuju ke toko buah untuk mencari mangga muda. Darma pun berhenti di sebuah toko buah di samping supermarket.
"Mangga mudanya berapa pak?"tanya Darma memilih mangga yang masih hijau
"26 ribu mas 1 kg nya,"ujar bapak pemilik toko buah itu.
"1 kg pak,"ujar Darma.
"Wokeh mas,"ujar penjual buah itu mengambil kantong lalu membungkus mangga muda itu.
Lalu sambil melihat-lihat buah-buahan itu, Darma melihat ke arah lain dan kemudian melihat dua orang anak menatap buah anggur. Darma yang melihat itu pun langsung tersenyum lalu ia berjalan ke arah dua orang anak itu.
"Mau anggur ini dek?"tanya Darma pada dua orang anak itu.
Mereka berdua pun mengangguk dengan tatapan yang memang mereka menginginkan buah itu.
"Selain anggur mau apa lagi?"tanya Darma pada dua orang itu.
"Mau apel, mangga, semangka, dan rambutan bang."ujar anak yang terlihat lebih tua dari yang adiknya.
"Kalian saudara ya?"tanya Darma pada dua orang itu.
"Mas, ini mangganya!"ujar penjual buah yang telah membungkus mangga milik Darma itu.
"Bentar ya pak,"ujar Darma lalu kembali menatap dua anak tadi.
"Owh Iyo, lanjut aja mas!"ujar penjual buah itu.
"Kalian ini saudara ya?"tanya Darma pada dua orang anak itu.
"Iya bang, ini adik kandung saya."ujar gadis kecil yang usianya sekitar 12 tahun itu.
"Kalian mau buah apa aja?"tanya Darma pada anak itu.
"Apa aja kami makan kok bang,"ujar gadis kecil itu.
Lalu Darma pun tersenyum dan kemudian ia menatap dua anak kecil itu.
"Risa!Lani!"panggil seorang ibu membawa gerobak sampah yang sudah kosong.
"Bu, kami di sini!"ujar Lani pada ibunya.
"Loh, ngapain di situ?"tanya ibunya berjalan sambil membawa gerobak itu.
Ibu berpakaian compang camping dan kain putih di atas kepala sebagai penutup kepala yang sedang menarik gerobak itu pun mendatangi dua tempat anaknya berada.
"Hah hah hah, lagi ngapain kalian di sini?"tanya ibu itu pada anaknya.
"Lagi ngomong sama abang ini bu,"ujar Lani.
Ibu itu menatap Darma lalu ia tersenyum pelan sambil mengangguk pelan, begitu juga Darma melakukan hal yang sama seperti ibu itu.
"Maaf ya mas, anak saya itu memang sering pengen makan buah. Tapi mereka gak ada niat jahat kok."ujar ibu itu pada Darma.
"Gak apa-apa bu, wajar kalau mereka pengen."ujar Darma.
"Ayo pulang, kita cari buah yang sisa di pasar aja!"ujar ibu itu pada dua anaknya.
"Bu, saya akan kasih gratis buah yang di sini. Ibu pilih aja buah yang manapun yang ibu pengen!"ujar Darma pada ibu itu.
"Waah serius ini mas?"tanya ibu itu.
"Iya bu, pilih saja yang ibu mau!"ujar Darma.
"Ini beneran mas?"tanya ibu itu masih tak percaya.
"Iya bu,"ujar Darma mengangguk sambil tersenyum.
__ADS_1
Lalu ibu itu pun memilih buah-buahan yang ia mau. Setelah itu, buah-buahan itu pun dibungkus lalu ibu tadi dan anak-anaknya mengangkatnya ke gerobaknya.
"Makasih ya mas, semoga mas rezekinya lancar, sehat selalu, dan tetap jadi orang baik."ujar ibu itu.
"Iya buk, oh iya ini buat ibu sama anak-anak ibu!"ujar Darma memberikan uang 500 ribu pada pengemis itu.
"Waah banyak sekali, terimakasih mas sekali lagi."ujar ibu itu menerimanya dengan wajah bahagia.
"Iya bu, sama-sama bu."ujar Darma tersenyum sambil mengangguk pelan.
"Bilang terimakasih ke abang ini!"ujar ibu itu pada dua anaknya.
"Makasih bang!!"ujar mereka berdua.
Darma mengangguk pelan sambil tersenyum. Dalam hatinya ia merasa terharu dan bahagia ketika berbagi dengan sesama.
"Saya duluan mas, semoga masnya selalu beruntung."ujar wanita itu pergi bersama kedua anaknya sambil menarik gerobak yang ia bawa.
"Berapa semuanya pak?"tanya Darma pada bapak itu.
"226 ribu mas,"ujar bapak itu.
Darma pun mengeluarkan uang sebesar 250 ribu.
"Kembaliannya ambil aja pak!"ujar Darma menghidupkan motornya.
"Terimakasih mas, sering-sering ke sini mas!"ujar bapak itu.
"Iya pak,"ujar Darma pergi dari tempat itu.
[Bloop]
[Hadiah sedekah: 724.000×5\=3.620.000]
[Total Saldo: 2.538.195.000]
"Ini mangganya!"ujar Darma memberikan mangga muda itu pada Sandra.
"Waah, makasih ya sayang."ujar Sandra dengan wajah bahagia.
"Iya sama-sama bidadariku,"ujar Darma mencubit pipi istrinya.
Sandra pun berdiri karena niatnya dia akan ke dapur untuk membuat rujak mangga. Namun Darma pun tak membiarkannya beraktivitas.
"Mau kemana?"tanya Darma melepas celananya dan ia hanya menggunakan celana boxer.
"Mau ke dapur,"ujar Sandra.
"Aku aja yang buat, mau buat rujak kan?"tanya Darma pada Sandra.
"Iya, biar aku aja sayang. Kamu istirahat aja, capek kan abis kerja!"ujar Sandra bersikeras.
"Gak juga sih, biar aku aja yang buat. Kamu lagi hamil, gak boleh banyak gerak!"ujar Darma mengambil mangga itu lalu ia pun turun ke bawah.
Sandra pun diam dan hanya tersenyum dengan hal kecil itu. Bagaimana tidak, dia diperlakukan seperti ratu oleh Darma padahal baru saja ia kenal dan langsung menikah. Rasa cintanya pada Darma semakin besar karena tindakan yang dilakukan Darma.
10 menit kemudian
Darma pun masuk dengan membawa mangga dan kuah kacang yang dibuat dengan alat instan.
"Ini rujak mangganya!"ujar Darma menaruhnya di depan Sandra.
"Wah, makasih sayang."ujar Sandra dengan mata berbinar melihat makanan yang diinginkannya itu.
Sandra pun makan dengan sangat menikmati. Darma duduk di sampingnya lalu membuka komputernya kembali. Darma memeriksa statusnya kembali apakah ada perubahan atau tidak.
[Nama: Darma Subianto
__ADS_1
Jenis Kelamin: Laki-laki
Umur: 16 tahun
Status: Beristri
Uang: 2.538.195.000
Poin: 75
Exp level: 2.250
Exp untuk rumah: 3.500
Poin mutasi: 36%]
Mutasi Tubuh:
Kekuatan(36%)
Kecepatan dan Kelincahan Tubuh(36%)
Kekebalan tubuh(36%)
(Senjata kecil jarak dekat)
Keahlian khusus: Bernafas dan bisa bicara dalam air.]
"Hmmm, uangku ini berapa sistem?"tanya Darma.
[2 Milyar tuan]
"Hah?"tanya Darma kaget dan ia mengeluarkan suara agak keras sampai istrinya mendengar.
"Kenapa sayang?"tanya Sandra langsung menatap Darma.
"Hehe gak apa-apa sayang, aku cuma kaget aja kalah main game."ujar Darma berbohong.
"Hadeh, kirain kenapa."ujar Sandra memutar matanya malas lalu ia lanjut mengunyah.
"2 Milyar?seriusan?"tanya Darma kaget.
[Benar tuan, tuan menyumbang 250 juta dan hadiahnya 10 kali lipat dari jumlah awalnya.]
"Wow, kalau misalnya aku nyumbang 1 Milyar?"tanya Darma.
[Tergantung tekno menetapkan itu tugas apa tuan. Jika itu tugas mulia dan tekno menetapkan itu tugas mulia maka akan di kalikan 10]
"Contoh tugas mulia apa aja?"tanya Darma.
[Menyumbang ke panti asuhan, sekolah yang memang membutuhkan, membangun panti asuhan, membangun rumah sakit gratis, dan lain-lain dengan jumlah sumbangan minimal 100 juta, maka akan di kalikan 10. Namun jika dibawah 100 juta maka akan di kalikan sesuai dengan level hadiah sedekah]
"Owh gitu, berarti kalau misalnya aku di level 10 yang berarti level sedekahku juga di kali 10. Trus aku dapat tugas mulia, berarti kali 10 nya double?"tanya Darma.
[Benar tuan, semakin banyak tugas dan sedekah maka tuan akan semakin kaya. Tapi untuk mendapatkan hadiah sedekah, tuan memang harus memberikan sedekah itu dengan hati yang tulus dan ikhlas. Jika sedikit saja ada niatan tuan bersedekah untuk pamer dan menyombongkan diri maka tuan tak akan mendapatkan hadiah sedekah!]
"Oh....gitu, berarti memang harus ikhlas ya."ujar Darma mengangguk.
[Iya tuan]
Darma pun mulai memahami sistem hadiah sedekah yang akan ia dapatkan jika ia berbagi pada sesama. Sedikit saja salah niat, maka ia tak akan mendapatkan hadiah sedekah.
"Yang, mau gak?"tanya Sandra menatap Darma.
"Mau dong,"ujar Darma mengambil mangga itu lalu memakannya.
Merekapun makan mangga bersama sambil bercanda tawa.
__ADS_1