
Setelah menjelaskan cukup panjang tentang jumlah bilangan diatas trilyun, akhirnya Darma paham.
"Owh gitu, lumayan ribet sih. Tapi kekayaan ku bisa sampe bilangan mana nanti?"tanya Darma.
[Desiliun atau 33 angka nol tuan, karena tuan akan menjadi orang paling kaya di dunia dan membantu seluruh rakyat miskin dengan tujuan agar tak ada lagi kejahatan lagi di seluruh dunia ini]
"Owh gitu, kalau gitu aku harus banyak sedekah lah ya?"tanya Darma.
[Ya itu tergantung tuan]
Darma pun mengangguk paham dengan hal itu.
Tak lama, beberapa penjahat pun datang. Mereka pun kaget dengan dua orang yang telah pingsan itu.
"Hei penjaga pintu!"panggil salah satu penjahat yang datang ke tempat itu.
"Kenapa bang?"tanya dua orang itu.
"Mereka ini kenapa?apa ada orang yang masuk ke sini?"tanya pria itu.
"Siap, tidak ada tuan."ujar pria itu.
"Lalu kenapa mereka bisa pingsan seperti ini?"tanya pria itu.
Lalu pria yang memanggil penjaga pintu itu pun melihat 2 botol minuman tergeletak di depan kedua orang itu.
"Haduh pantes tepar, liat ini!"ujar pria itu menunjuk botol minum milik salah satu penjahat itu.
"Dasar bodoh, udah dibilangin jangan minum pas jaga. Buang mereka ke laut!"ujar pria itu.
Lalu dua orang tadi pun mengangkat penjaga tahanan yang akan dimutilasi itu. Setelah itu dua orang yang baru masuk tadi berniat membuka pintu sel itu. Namun tiba-tiba tangannya kesetrum.
"Aduh,"ujarnya menarik tangannya.
"Kenapa bro?"tanya temannya.
"Sel ini ada listriknya bro,"ujar pria itu.
"Hah?gak ada cok."ujar temannya.
"Coba pegang!"ujar pria tadi pada temannya.
Lalu temannya pun memegang sel itu dan ia kaget dengan efek setrum di sel itu.
"Astaga,"ujarnya kaget dan langsung menarik tangannya.
"Lo dikasih tau gak percaya, rasain noh setrum."ujar pria itu.
Darma hanya duduk santai melihatnya sambil scroll-scroll media sosial. Tiba-tiba terjadi penyerangan dari luar, terdengar suara tembakan dari segala arah.
Dorrr
Dorrr
Dorr
"Suara apa itu?"tanya pria yang pertama memegang penjara itu.
"Sepertinya kita diserang,"ujar pria yang kedua.
__ADS_1
Lalu mereka pun keluar untuk melihat keadaan di luar. Darma pun juga ikut keluar dan ikut bertempur. Para polisi laut dan Angkatan Laut di kerahkan untuk membantu. Peperangan pun terjadi antara pasukan pelindung negara dan penjahat itu.
Darma yang tak pandai memegang senjata pun membantu memukul dan menendang orang-orang itu. Pertarungan terjadi hanya dalam 10 menit karena ada bantuan dari Darma yang menyerang secara tak kasat mata.
Orang-orang itu juga bingung dengan yang terjadi. Karena ada pasukan penyelamat yang tak terlihat dan berkontribusi membantai para penjahat itu.
Pada akhirnya pasukan pemerintah lah yang menang tanpa ada korban sedikitpun. Lalu setelah tak ada penjahat lagi, tentara dan polisi itu naik ke kapal itu dan kemudian mereka mencari anak-anak itu.
Darma pun melihat ada beberapa orang yang kabur. Lalu tanpa basa basi, Darma pun turun dan kemudian ia menangkap para penjahat itu. Karena ia masih ada kesempatan dengan ilmu terbangnya selama 30 menit lagi, Darma pun terbang ke arah perahu itu lalu ia pun menarik perahu itu agar tak pergi dari tempat itu.
"Eh eh eh kenapa ini?"tanya seorang pria botak dengan perut buncit kaget karena perahunya ditarik oleh Darma.
"Loh, kok seperti ada yang narik perahu ini?tanya anak buahnya yang badannya kurus,kulit agak gelap, dan wajah sangar.
"Eh, itu ada orang mau kabur."ujar salah satu tentara angkatan laut itu.
Mereka pun menangkap 3 orang yang di perahu itu. Setelah itu mereka pun membawanya ke kapal untuk segera di tahan. Darma pun muncul untuk menemui jenderal polisi dan komandan angkatan laut yang ada di kapal itu.
"Selamat siang jenderal,"ujar Darma menyapa Jenderal itu.
"Siang pahlawan,"ujar jenderal poliisi itu pada Darma.
"Ini yang menelpon bapak tadi?"tanya komandan angkatan laut berpangkat kapten itu.
"Iya benar, dia ini sudah beberapa kali menyelamatkan orang. Kali ini ia juga telah menyelamatkan anak-anak itu."ujar Jenderal itu.
"Mohon izin komandan, sepertinya besi di sel yang ada di ruangan penyekapan anak-anak itu di pasangi listrik."ujar salah satu prajurit angkatan laut itu.
"Hah?listrik?"tanya kapten itu bingung.
"Itu saya kasih pelindung supaya para penjahat ini tak bisa menyentuh anak-anak itu,"ujar Darma.
[Mau disimpan sementara atau bagaimana tuan?karena pemakaiannya baru 20 menit]
"Boleh deh simpan dulu aja,"ujar Darma pada Tekno.
[Baik tuan]
Lalu Tekno pun mematikan perisai itu.
"Sudah pak,"ujar Darma pada jenderal polisi itu.
"Sersan Fadly!"panggil kapten itu pada salah satu prajurit yang berjaga.
"Siap komandan,"ujarnya Sersan Fadly menghadap Kapten Simanjuntak.
"Kasih tau ke yang di ruangan sekap, listriknya udah dimatikan."ujar kapten Simanjuntak.
"Siap laksanakan Ndan,"ujar Sersan Fadly lalu ia pun pergi ke ruangan bawah yaitu tempat anak-anak tadi di sekap.
Setelah anak-anak itu di lepaskan dari ruangan bawah yang menjadi tempat mereka di sekap,mereka pun dibawa kembali ke kota dengan menggunakan bantuan kapal tentara itu.
[Bloop]
[Tugas selesai]
[Hadiah:
Uang: 50.000.000
__ADS_1
Poin: 100
Exp: 500
Exp untuk rumah:500
Poin mutasi: 10%
Total Keseluruhan
Uang: : 1.238.695.000
Poin: 179
Exp level: 3.100
Exp untuk rumah: 4.650
Poin mutasi: 53%]
Mutasi Tubuh:
Kekuatan(53%)
Kecepatan dan Kelincahan Tubuh(53%)
Kekebalan tubuh(53%)
(Senjata kecil sedang seperti AK 47, Famas, senapan, sniper, dan lain-lain]
...
Setelah urusan itu selesai, Darma pun mengganti bajunya dengan baju kering. Lalu setelah itu Darma kembali ke tempatnya tadi dan kemudian ia pun membuka jubah penghilang dan ia simpan jubah itu di gudang Tekno. Kemudian, Darma pun pergi dari tempat itu dengan terlebih dahulu mengubah wajahnya.
Darma pun mampir ke sebuah tempat penjual siomay. Ia pun duduk di salah satu kursi yang di sediakan penjual siomay itu.
"Siomay aja atau campur mas?"tanya pria itu pada Darma.
"Siomay, tahu, sama telornya satu pake kuah agak banyak dan pake saos aja 20 ribu ya bang."ujar Darma pada pria itu.
"Oke siap,"ujar penjual siomay itu.
Lalu Darma pun memainkan sosmednya karena gabut.
"Berita viral hari ini, 30 anak yang diculik oleh penculik anak yang ingin memutilasinya. Para penculik itu pun berhasil ditangkap oleh polisi laut dan angkatan laut. Namun dibalik semua, orang yang menyelamatkan anak-anak itu dan memberitahu tentang adanya penculikan itu adalah yang sedang viral sekarang."reporter itu.
"Wiih di tengah laut,"ujar Darma pura-pura tak tau.
"Ini mas siomaynya!"ujar penjual siomay itu.
"Terimakasih, jadi berapa ini pak?"tanya Darma pada pria itu.
"30 ribu mas,"ujar penjual siomay itu.
Darma pun memberi uang 50.
"Eeeh gak usah pak, uangnya untuk bapak aja!"ujar Darma menolak kembaliannya.
"Terimakasih mas,"ujar bapak itu tersenyum.
__ADS_1
Lalu Darma pun memakan siomay yang di pesannya itu.