
Darma pun keluar dari ruang kemudi dan langsung ke ruang penumpang. Ia melihat para awak kapal yang karam tadi nampak masih dalam keadaan shock.
"Pak, kita udah sampai."ujar Darma pada salah satu awak kapal itu.
"Hah?kita selamat mas?"tanya pria paruh baya itu.
"Iya pak, kita ada di landasan udara angkatan udara saat ini."ujar Darma.
"Syukurlah kalau begitu, huhuhu saya kira saya akan mati."ujarnya pada Darma.
Bong
Bong
Bong
"Keluar kalian!!"ujar suara dari luar.
"Itu pasti salah satu tentara mas, gimana ini mas?"tanya bapak itu panik.
"Mas tolong kami, kami hanya nelayan biasa yang hampir dimakan dengan ikan hiu itu. Kami bukan penjahat mas, tolong kami mas pahlawan super."ujar seorang pria yang masih muda.
"Baik-baik, kalian tenang saja. Aku akan menolong kalian!"ujar Darma pada orang-orang itu.
Darma pun keluar dari pesawat itu dan menemui para tentara itu. Para tentara itu sudah memakai baju tempur dan menodongkan senjata pada Darma.
"Keluar kau penjahat, kau darimana hah?"tanya salah satu dari mereka menarik Darma turun.
Darma pun terjatuh dan badannya langsung membentur lantai aspal itu. Lalu para tentara itu pun menarik tubuh Darma dan mereka membawa Darma ke markasnya.
Para nelayan itu juga di perlakukan dengan cara yang sama. Mereka dibawa ke markas seperti penjahat.
"Jangan perlakukan mereka seperti itu, mereka tak bersalah!"ujar Darma menahan diri.
"Bacot kau, kau utusan mata-mata kan. Dari negar mana kau?"tanya salah satu tentara itu.
"Aku orang negara ini, aku punya bukti yang valid."ujar Darma.
Bughh
Satu tonjokan mendarat di pipi Darma. Namun hal itu tak akan berpengaruh padanya karena senjata besar saja sudah tak mempan. Apalagi tonjokan manusia, Darma pun tak bereaksi apa pun karena ia tahu bahwa pria berseragam itu tak seimbang dan bahkan secara kekuatan sangat jauh dengannya.
Mereka pun membawa Darma ke markas mereka dan menginterogasinya disana. Para nelayan itu juga di perlakukan dengan hal yang sama. Mereka di interogasi layaknya penjahat yang akan menyusup ke negara ini. Padahal orang-orang itu hanya nelayan yang kapalnya hancur karena badai.
"Kau siapa dan dari mana asalmu?kenapa berani-beraninya kau masuk ke wilayah kami?tanya pria berseragam angkatan udara itu menodongkan pisau pada Darma dengan posisi ia di ikat.
__ADS_1
"Hoaaam, aku cuma orang gabut pemilik pesawat itu yang kebetulan sedang jalan-jalan memantau. Aku bertemu orang-orang itu di tengah laut saat kapal mereka karam."ujar Darma dengan sejujurnya.
"Eh, bentar kek kenal aku sama orang ini."ujar pria yang menginterogasi Darma itu.
Ia pun mengambil handphonenya dan mencari berita viral yang muncul belakangan ini. Setelah dicari, akhirnya ketemulah video Darma yang sedang menyelamatkan orang seperti pahlawan super dan berfoto dengan para petinggi negara dari polisi dan tentara.
"I...ini kau kan?"tanyanya dengan tangan yang sudah bergetar.
"Hoaaam, iya bang itu aku."ujar Darma menguap.
Terdengar suara para nelayan itu disiksa karena mereka dipaksa mengakui kesalahan yang bukan salah mereka.
"Kau si pahlawan su...super itu kan?"tanyanya menelan ludahnya karena dia telah menyiksa orang yang di amanatkan atasan jika bertemu dengannya maka dia harus diperlakukan dengan baik.
"Sistem, aku bisa ngirim uang dari jarak jauh ke kamar villa yang sekarang ada istriku gak?"tanya Darma pada sistem.
[Tidak tuan, anda harus memberikannya secara langsung!]
"Waduh, gimana ini ya. ini pasti lama urusannya."ujar Darma dalam hati.
"Bro bro, apa kau mendengarku?"tanya tentara itu.
"Hah?apaan?"tanya Darma membuka matanya karena ia baru saja berbicara dengan sistem.
"Lepaskan dia, kita salah tangkap orang!"ujar komandan mereka.
Darma pun dilepaskan setelah tadi ia hampir saja akan di hajar.
"Lepaskan orang-orang itu, mereka bukan musuh negara. Mereka adalah orang-orang yang bekerja mencari ikan untuk kebutuhan nutrisi tubuh manusia!"ujar Darma pada komandan tentara itu.
"Siap, akan kami lepaskan."ujar pria itu.
Lalu ia memerintahkan pada pasukannya untuk menghentikan interogasi itu. Para nelayan itu sudah terlanjur babak belur, mereka pun dibawa ke pusat kesehatan angkatan udara.
...
Ruang komandan
"Permisi komandan, mohon izin kami ingin mengantarkan orang yang pernah komandan perintahkan untuk berbuat baik kepadanya."ujar pria itu.
"Masuk saja!"ujar jenderal bintang 1 itu.
Lalu Darma dan pria tadi pun masuk. Kebetulan di dalam juga pimpinan tertinggi angkatan laut sedang berkumpul.
Merekapun masuk ke dalamnya. Darma sangat disambut oleh para jenderal itu. Dia disambut dan diperlakukan layaknya tamu kehormatan atas dasar perintah presiden.
__ADS_1
Setelah perbincangan yang cukup panjang, Darma pun kembali ke villa dengan diantar oleh angkatan laut. Sementara pesawatnya telah ia simpan kembali ke gudang penyimpanan Tekno.
Di tepi pantai villa
"Terimakasih komandan atas layanan pengantarannya,"ujar Darma pada pimpinan angkatan laut itu.
"Sama-sama nak, pahlawan itu harus dihormati dan di perlakukan dengan sangat baik. Kami merasa sangat senang bisa melayani mas pahlawan."ujar komandan itu.
"Terimakasih pak, saya permisi dulu pak."ujar Darma berjalan melalui tangga kapal ke arah pantai itu.
Lalu Darma pun berjalan ke villanya.
Satpam tadi pun heran dan kaget karena kedatangan para tentara yang mengantar Darma ke tempat itu, lalu Darma lewat di depan mereka. Mereka pun menatap Darma dengan tatapan heran.
Darma pun masuk ke ruangannya dan terlihat Celline dan Aurel sedang berenang di kolam khusus anak-anak dan Bu Diam sedang mengawasi mereka.
"Widih lagi pada berenang,"ujar Darma berjalan ke arah kamarnya.
"Kamu darimana nak?"tanya Bu Dian meminum air susu kedelai kaleng sambil memakan kue buatannya dan sambil menonton di handphonenya.
"Kerja buk, ada tugas dari tekno tadi."ujar Darma masuk ke kamarnya.
Saat ia masuk, ia melihat Sandra yang sedang makan kue yang sama dengan yang dimakan Bu Dian tadi.
"Eh sayang udah pulang, kok lama banget sih sayang. Susah ya tugasnya?"tanya Sandra menepuk bagian kanan dari kasur yang ia duduki dengan arti bahwa ia menyuruh Darma duduk di situ.
"Iya soalnya lumayan susah tugasnya, sampe harus berurusan sama aparat keamanan."ujar Darma lalu ia mengambil kue diatas meja di depannya itu.
"Emang tugasnya apaan?"tanya Sandra penasaran.
Darma pun menceritakan tugas yang ia selesaikan tadi.
Malamnya
"Eh makan yok, laper nih perut."ujar Darma pada Sandra.
"Ayok, mumpung masih hamil muda."ujar Sandra.
Merekapun memanggil ibu dan adik-adiknya keluar. Harapan Darma saat keluar adalah, tempat itu ramai dengan penghuni Villa itu. Ntah sedang main musik, bakar-bakar, ataupun kumpul keluarga.
Namun saat ia keluar, wilayah Villa VIP itu sepi seperti tak ada kehidupan. Darma dan keluarganya pun berjalan ke arah wilayah Villa economy class. Mereka akhirnya menemukan keramaian di tempat itu. Ads yang sedang bakar-bakar, ada yang nyanyi bareng, dan ada juga yang sedang bucin.
"Ini baru Villa,"ujar Bu Dian.
"Iya, gak seperti di kawasan Villa kita."ujar Sandra.
__ADS_1
Lalu merekapun masuk ke sebuah warteg dan kebetulan banyak kursi kosong. Setelah memesan makanan, mereka pun duduk di bagian depan dekat pintu masuk tempat itu.