
Tok tok tok
Setelah beberapa menit menunggu, makanan milik Darma pun sampai di kamarnya.
"Permisi, gofood!"ujar kurir gofood mengetok pintu kamar itu.
"Hoaaam, akhirnya datang juga makananku. Hai perutku yang sudah minta diisi, sabar ya Rut. Ntar lagi kamu aku isi makanan!"ujar Darma memegangi perutnya.
Iya pun berjalan ke depan pintu lalu ia membuka pintu kamarnya. Saat dibuka, sudah ada seorang kurir membawa 1 bungkus nasi bungkus, jus mangga, dan air mineral ukuran 1600 liter.
"Atas nama Mas Darma?"tanya kurir itu pada Darma.
"Iya benar,"ujar Darma.
"Ini mas pesanannya!"ujarnya menyerahkan bungkusan-bungkusan berisi makanan itu.
"Terimakasih, tunggu bentar bang!"ujar Darma pada kurir itu.
Lalu Darma pun mengambil uang 200 ribu di tas selempang ya karena masih ada 2 juta untuk dibagikan.
"Ini bang, untuk abang!"ujar Darma menyerahkan uang 2 lembar 100 ribu itu.
"Waaah rezeki, terimakasih mas. Semoga rezeki mas lancar dan sehat selalu."ujarnya tersenyum.
"Iya sama-sama bang,"ujar Darma tersenyum.
"Saya duluan mas,"ujar kurir itu pergi dari tempat itu.
"Hati-hati bang!"ujar Darma.
Setelah kurir itu pergi, Darma pun masuk untuk lanjut makan dan setelah makan ia istirahat dulu sebelum ia tidur.
4 jam kemudian
Darma pun terbangun dan melihat hari sudah siang namun karena ber AC, maka kamar itu tetap dingin dan tak terasa jika matahari sudah meninggi.
Darma pun bangun dari tidurnya dan berdiri ke arah jendela. Ia lihat kota itu dari lantai satu lalu kemudian ia melihat beberapa pengamen sedang mengamen, orang-orang tua sedang mengemis, dan orang berlalu lalang di depan mereka.
[Tuan, sebaiknya anda segera menyelesaikan misi supaya anda cepat kembali ke kota asal anda!]
"Iya, gue sadarin diri dulu bentar."ujar Darma.
Setelah mandi, Darma pun meninggalkan hotel dengan keadaan kamar yang rapi. Kamar yang semula bersih dan rapi, saat Darma meninggalkan ruangan itu dalam keadaan yang sama. Kemudian Darma pun check out dari tempat itu lalu ia pun segera pergi dari hotel itu.
Sebelum menangkap pembunuh yang kasusnya malah ditutup karena menyogok, Darma pun memutuskan untuk makan siang dulu. Ia pergi mencari makan siang di sekeliling kota itu.
Saat sedang jalan-jalan, ia melihat seorang nenek tua berjualan batagor bersama suaminya di pinggir jalan. Mereka sedang diam di pinggir jalan itu sambil menunggu pembeli.
Karena kasihan, Darma pun menghentikan mobilnya di pinggir jalan di depan penjual batagor itu berada. Lalu ia pun mengambil tas selempangnya, setelah itu ia pun pergi ke tempat nenek dan kakek tua itu berada.
"Permisi kek nek,"ujar Darma tersenyum.
__ADS_1
"Iya cu, ada apa?"tanya kakek itu.
"Batagornya satu porsinya berapa kek?"tanya Darma.
"1000 cu,"ujar kakek itu.
"Ini ada berapa porsi kek semuanya?"tanya Darma.
"95 cu semuanya,"ujar kakek itu.
"Saya pesen semua kek!"ujar Darma.
"Mau satu-satu atau digabung cu?"tanya nenek itu antusias.
"Buat per 5 ribu aja nek,"ujar Darma.
"Oke cu, tunggu sebentar ya!"ujar nenek itu mulai membuat porsi batagor sesuai pesanan Darma tadi.
Lalu saat sedang memperhatikan dua orang tua sepuh yang sedang membuat pesanannya itu, Darma juga melihat seorang kakek tuan penjual donat menjajakan donatnya dan menunggu di pinggir jalan di samping pedagang bakso.
"Kek, nek, saya ke sana bentar ya. Ini uangnya sebagai bukti kalau saya akan kembali lagi ke sini!"ujar Darma memberikan uang selembar seratus ribu.
"Iya cu,"ujar kakek itu masih sibuk membuat pesanan Darma.
Lalu Darma pun berjalan ke arah kakek yang sudah sepuh itu.
"Donatnya berapa ini kek?"tanya Darma pada kakek itu.
"Saya beli semua kek,"ujar Darma.
"Hah?semua?beneran toh?"tanya kakek itu kaget.
"Iya kek, semuanya saya beli. Berapa kek semuanya?"tanya Darma pada kakek itu.
"Bentar ya cu, kakek hitung dulu?"ujar kakek itu.
Kakek itu pun memasukan semua donat yang bertangkai itu ke dalam kantong plastik besar yang sudah kusut. Setelah selesai ia masukan, kakek itu pun menatap Darma.
"Semuanya 200 ribu nak,"ujar kakek itu.
Darma pun menyerahkan uang 500 ribu kepada kakek itu. Kakek itu sangat kaget karena jumlah uang yang ia terima itu seharusnya hanya 4 lembar uang 50 ribu. Namun kali ini ia menerima 10 lembar 50 ribu.
[Bloop]
[Hadiah sedekah: 300.000×5\=1.500.000]
[Total Saldo: 1.960.891.071.000]
"Cu, i...ini kebanyakan uangnya."ujar kakek itu dengan wajah heran.
"Ambil aja kek, untuk kakek aja sisanya!"ujar Darma tersenyum lalu ia pun pergi ke tempat kakek dan nenek penjual batagor tadi.
__ADS_1
Kakek penjual donat itu pun menangis karena mendapat uang sebanyak itu, kali ini ia bisa makan enak karena selama ini ia hanya makan dengan nasi putih dengan lauk sayur yang diambil dari hutan.
5 menit kemudian
"Ini cu pesanannya!"ujar kakek itu membungkusnya dalam kantong plastik besar.
Kakek itu juga memberikan kembalian uang milik Darma.
"Ini kek, nek, saya ada sedikit rezeki buat kakek dan nenek. Semoga ini bermanfaat untuk kakek dan nenek."ujar Darma memberikan uang 300 ribu pada kakek dan nenek itu.
[Bloop]
[Hadiah sedekah: 300.000×5\=1.500.000]
[Total Saldo: 1.960.892.571.000]
"Terimakasih cu huhuhu, terimakasih atas kebaikannya."ujar nenek itu menangis terharu memeluk Darma.
"Sama-sama kek nek, saya pamit dulu ya kek nek."ujar Darma membawa dua kantong besar berisi makanan itu.
"Iya cu, hati-hati di jalan!"ujar nenek itu pada Darma sambil mengelap air matanya.
Darma pun pergi dari tempat itu. Darma berencana makan di restoran pizza. Ia pensaran sekenyang apa jika ia makan satu porsi pizza yang di kotak itu.
10 menit kemudian
Darma sampai di restoran pizza itu, namun saat sudah sampai. Di restoran itu ada banyak polisi dengan mobil dan motor terparkir di depan restoran pizza itu.
Para warga juga memenuhi tempat itu. Terdengar ada suara tembakan dari arah tempat itu.
[Bloop]
[Tugas Baru: Selamatkan orang-orang yang ada di restoran ini
Mereka adalah orang-orang yang membunuh orang tua dari Via]
[Sekarang]
"Wah kebetulan banget, berarti gak perlu capek-capek nyari ke persembunyiannya."ujar Darma mengkretekkan tangannya.
Darma pun berlari dengan kecepatan 200 km/jam. Gerakannya seperti the flash, sangat cepat dan lincah karena ia sudah ada di ujung mutasi tubuh. Tapi sebelum menolong orang-orang di restoran itu, Darma memakai baju hilangnya.
Tubuhnya pun invicible dan ia pun pergi ke tempat itu. Darma masuk ke restoran itu dan melihat banyak orang disandera, ada sekitar 10 orang perampok di tempat itu.
Bagian tersulitnya adalah ia harus menyelamatkan orang-orang di tempat itu. Darma pun berlari ke arah satu per satu penjahat itu dan ia pun memukul leher para penjahat itu dengan tangannya.
Bughh
Penjahat yang dipukulnya kesakitan lalu ia tumbang. Sontak semua pandangan tertuju ke arah Darma.
Tiba-tiba muncul lagu
__ADS_1
Pandangan pertama awal aku berjumpa tenenenenet...