SANG DERMAWAN

SANG DERMAWAN
EPISODE 17


__ADS_3

Karena tenaga yang digunakan cukup banyak, Darma pun berniat untuk mengisi tenaga dan perutnya yang kelaparan karena tadi ia banyak menggunakan energinya. Darma adalah type orang yang hemat dan tak suka menghamburkan uang.


Jadi meskipun ia banyak uang, namun untuk urusan makan dan belanja ia tetap mencari tempat yang murah. Alasannya sederhana, ia lebih baik memberi makan 1000 orang dari pada harus makan di restoran mewah.


Ia makan di tempat yang murah juga tujuannya yaitu untuk membantu UMKM para pedagang yang memang butuh. Dalam pikirannya, orang kaya tak selamanya hidup berfoya-foya dan makan di tempat yang mahal. Namun adakalanya uang itu daripada digunakan untuk foya-foya, lebih baik di pakai untuk hal-hal yang bermanfaat seperti sedekah contohnya.


"Jadi, ayo kita mulai sedekah supaya orang-orang yang kurang mampu bisa kita bantu!" Nasehat author.


Saat sedang mencari tempat makan, Darma melihat ada sekelompok mahasiswa sedang mengadakan kegiatan di lampu merah. Ia melihat tulisan di sebuah kardus"PEMBANGUNAN PANTI ASUHAN CINTA ANAK".


Darma yang melihat itu pun tergerak hatinya dan ia ingin sekali menyumbang. Tapi sayangnya uangnya masih harus ia ambil di bank Tekno. Setelah lampu hijau, Darma mampir ke sebuah WC umum yang ada di sekitar tempat itu lalu ia masuk ke WC umum itu.


Ia pun kembali membuka komputer sistem untuk menarik uang.


[Bank Tekno:


Cek saldo➡️


Tarik(minimal 50.000)➡️


Transfer ke Bank Lain➡️]


[Tarik]


[Masukan jumlah uang]


[30.000.000]


[Tarik] [Tidak] ]


Darma pun memilih tarik.


[(Sisa Saldo: 19.880.000)]


Setelah itu muncul uang 3 gepok dengan isi 10 juta yang diikat dengan kertas dalam posisi melayang di depan Darma. Ia pun segera mengambil uang itu dan menaruhnya dalam tasnya. Para mahasiswa itu masih ada di tempat itu dan untuk mengantisipasi mereka jujur atau bohong, Darma mengandalkan sistem.


"Tekno, orang-orang yang membawa kardus itu jujur apa bohong?"tanya Darma pada sistem.


[Sebentar tuan, saya indentifikasi dulu!]


Lalu tekno pun mengidentifikasi orang-orang itu.


[Bloop]


[Mereka jujur 100% tuan]


"Huhh, bagus deh kalau gitu. Berarti niat baikku tersalur pada orang yang tepat."ujar Darma lega karena uangnya memang tersalurkan pada orang yang tepat.

__ADS_1


Darma pun memarkirkan motornya di sebuah ruko yang sedang tutup di samping pasar pagi sore. Setelah itu, ia pun berjalan ke arah orang-orang itu.


"Mas ini untuk panti asuhan kan?"tanya Darma pada para mahasiswa itu.


"Iya benar, masnya mau nyumbang?"tanya pria berkacamata, tinggi sekitar, 168 cm, kulit sawo matang, mengenakan almamater sebuah universitas, dan sedang memegang kardus yang di depannya di tempel kertas dengan tulisan"PEMBANGUNAN PANTI ASUHAN CINTA ANAK" dengan latar belakang panti asuhan dan anak-anak panti asuhan itu.


Darma pun membuka tas kecilnya itu lalu mengambil uang senilai 30 juta itu. Kemudian Darma pun memasukannya ke kardus yang sudah berisi uang recehan itu.


[Bloop]


[Hadiah sedekah: 30.000.000×5\=150.000.000]


[Keikhlasan berbagi dengan anak yatim piatu: 100.000.000]


[Total Saldo:269.000.000]


"Wah, banyak sekali mas uangnya."ujar pria itu kaget, kagum, takjub, dan tak menyangka kalau uang 30 juta akan masuk ke kardus itu. Karena selama ini mereka belum pernah ada orang yang memberikan uang sebanyak itu.


"Rezeki anak-anak panti asuhan itu mas, yaudah saya duluan mas."ujar Darma pada pria itu.


"Iya mas terimakasih banyak, semoga rezeki mas lancar dan tetap lah jadi orang baik mas!"ujarnya tersenyum kagum ke Darma.


"Mas, kalau boleh tau namanya siapa?"tanya seorang wanita berambut panjang sedada, kurus, cantik, pendek, dan menggunakan almamater yang sama dengan pria tadi.


"Nama saya gak penting mba, intinya tetaplah jadi orang yang suka memberi kepada sesama!"ujar Darma tersenyum lalu ia berjalan ke arah ruko kosong itu


"Wihh 3 gepok men,"ujar salah satu pria.


"Ini baru orang kaya sejati,"ujar seorang wanita tersenyum melihat uang itu lalu mereka melihat Darma yang berjalan ke arah ruko itu.


"Foto dia, kita viralkan supaya banyak orang yang tertarik untuk bersedekah!"ujar pria itu pada salah satu mahasiswa yang ahli di bidang fotografer.


Lalu mahasiswa itu memfoto wajah Darma dari kejauhan dan ia juga memfoto uang sebanyak 30 juta itu. Kemudian ia memasukannya ke media sosialnya dan menyebarkannya sampai ke seluruh negara.


Darma pun langsung pergi dari tempat itu dan kemudian ia kembali mencari makanan. Saat sedang asik mencari makanan, ia pun teringat dengan sang istri dan ibu lalu ia bergegas pulang ke rumahnya.


10 menit kemudian


Darma telah di dalam rumahnya yang ada di alam tekhnologi. Lalu ia pun melihat sang istri sedang bermain handphone sendirian. Darma pun mendekati Sandra.


"Hai,"ujar Darma duduk di samping istrinya.


"Eh sayang udah pulang,"ujarnya menaruh handphonenya lalu ia menatap Darma dengan senyuman di wajah.


"Kamu udah makan?"tanya Darma pada Sandra.


"Udah kok, tadi dimasakin ibu."ujar Sandra.

__ADS_1


"Oh ya?ibu masak apa?"tanya Darma pada Sandra.


"Ikan sarden kaleng campur Indomie sama telor dadar, enak tau sayang masakan ibu mertua."ujar Sandra.


"Serius?trus kamu muntah lagi gak?"tanya Darma memegangi kening Sandra.


"Gak, soalnya ibu mertua tadi ngasih obat supaya gak muntah."ujar Sandra.


"Owh gitu, ibu sudah menjelajahi rumah ini ternyata."ujar Darma memegang dagunya lalu ia menganggukkan kepalanya.


"Ya gimana ibu gak menjelajah, pas pertama kali ke sini kan kamu ninggalin ibu sehari semalam."ujar Bu Dian membawa jahe hangat untuk Sandra.


"Apa ini bu?"tanya Sandra melihat minuman itu.


"Ini jahe, bisa meredakan mual pada ibu hamil."ujar Bu Dian.


"Owh gitu,"ujar Darma mengangguk paham.


"Jadi...gimana tugasmu?"tanya Bu Dian pada Darma.


"Aman Bu,"ujar Darma meminum air jahe yang diberikan istrinya itu.


"Baguslah, rumah ini sangat luar biasa nak. Bagai disurga kalau tinggal di rumah ini."ujar Bu Dian.


"Kok gitu buk?"tanya Darma heran.


"Lah iya, di rumah ini ada semua loh. Ibu mau masak ada alat masak instan tanpa harus memotong dan ngulek cabe. Cara masaknya gampang banget lagi. Tinggal masukan bahan-bahan yang mau dimasak ke wajan besar deket dapur, trus takaran garam dan bahan-bahan penyedap lainnnya juga jangan lupa di taruh di mangkok kecil, trus tutup wajan itu. Dalam waktu 10 menit udah jadi. Trus di gudang itu gak berantakan dan malah sangat rapi. Semua bahan makanan ada di gudang itu. Di belakang rumah ini juga ada kebun yang sangat besar dan semua tanaman ada di kebun itu."ujar Bu Dian menceritakan apa yang dilihatnya dari wilayah rumah itu.


"Keren, Darma aja gak tau tentang hal ini Bu."ujar Darma memandang ke arah luar.


"Di sini hawanya dingin. Matahari itu fungsinya hanya sebagai penerang saja, panasnya tak terasa."ujar Bu Dian.


"Iya bu, alam tekhnologi memang beda."ujar Darma berdiri.


Darma pun berjalan ke bawah untuk mengisi perutnya. Saat sampai dibawah, ia pun segera ke meja makan dan membuka heran dengan pemandangan di depannya.


Ada sebuah besi berukuran setengah dari meja itu. Ia pun mencoba mengangkatnya namun tak berhasil. Lalu ia pun berkeliling dan menemukan sebuah tombol di depan kotak itu.


[Open] [Close]


Darma pun memencet open. Lalu tudung saji itu pun melayang dan memperlihatkan makanan yang telah dimasak Bu Dian. Tanpa pikir panjang lagi, Darma pun makan karena perutnya sudah lapar.


Jangan lupa like, komen, subscribe, dan vote ya sebanyak-banyaknya!


Supaya author lebih semangat nulisnya!


Terimakasih:)

__ADS_1


__ADS_2