
Mereka menyerang Darma secara bersamaan. Karena dia telah memiliki ilmu beladiri secara instan, Darma pun membela dirinya. Saat salah seorang preman akan menebasnya, Darma menangkap tangannya dengan kecepatan diluar kemampuan manusia biasa.
Dia menggabungkan antara kecepatan, kelincahan, dan ilmu beladiri yang ia punya. Dia menghajar para perampok itu tanpa terluka sedikit pun.
Bughh
Bughh
Bughh
Plakk
Pukulan demi pukulan ia layangkan pada para perampok itu. Perampok-perampok itu masih syok dengan yang menimpa mereka. Bagaimana tidak, mereka sekarang telah menghadapi musuh yang mereka rasa bukan manusia.
Kecepatannya sulit di tebak, mereka merasa bertemu korban sekaligus lawan yang sangat kuat. Dalam sekejap saja mental mereka menjadi down karena keahlian beladiri, kecepatan, dan kelincahan dari pria itu.
Saat anak buahnya sudah pada terkapar, pria yang tadinya adalah bos geng perampokan itu ingin melarikan diri. Darma yang menyadari hal itu pun langsung mengejar si bos perampok tadi lalu berdiri di hadapannya. Pertarungan itu memancing para warga untuk mendekat.
"Mau kemana?"tanya Darma pada bos geng itu.
Tanpa menjawab, pria itu berlari ke samping. Namun Darma menyandung kakinya sehingga bos geng itu jatuh ke tanah.
"Mau kabur kemana bang?"tanya Darma jongkok dan berbicara pada pria itu.
Pria itu berusaha bangkit dan melawan Darma. Namun Darma hanya berusaha menghindar dari serangannya, pria itu terus saja menyerang Darma dan Darma terus saja menghindar.
2 menit kemudian
"Hah hah hah, ma...ti lo bo..cil!"ujarnya kembali ingin menyerang namun ia akhirnya tumbang karena kehabisan tenaga.
"Lah, gak jadi nih?"tanya Darma melihat pria itu jatuh.
[Tugas selesai]
[Hadiah:
Uang: 5.000.000
Poin: 3
Exp level: 300
Exp untuk rumah: 200
Poin mutasi: 3%]
[Total keseluruhan:
Uang: 24.380.000
Poin: 33
Exp level: 500
Exp untuk rumah:1.400
Poin mutasi: 10%]
Mutasi Tubuh:
Kekuatan(10%)
Kecepatan dan Kelincahan Tubuh(10%)
Kekebalan(10%)
(Tangan kosong)
Wiu wiu wiu
(Suara sirine mobil polisi)
Setelah para perampok itu pergi, Darma pun kembali ke tempat pembelian handphone tadi. Karyawan wanita dan beberapa temannya berdiri di balik meja kaca itu dan menyaksikan apa yang dilakukan Darma.
"Kak, saya mau ngambil handphone yang tadi."ujar Darma pada wanita itu.
__ADS_1
"Oh iya, bentar ya bang."ujar wanita itu.
Temannya yang satu lagi yang sama cantiknya menatap Darma dengan tatapan dalam dan tersenyum melihat Darma. Darma yang menyadari itu pun menatapnya kembali. Dengan isengnya, Darma menaruh dua tangannya di meja kaca itu dan menopang dagu sambil menatap wanita itu.
Karyawan yang mengambilkan handphonenya Darma tadi pun menatap heran dengan tingkah dari Darma.
"Lin, Lin!"ujar wanita tadi menyadarkan temannya.
"Eh, kenapa?"tanya Alin tersadar dari lamunannya.
Darma pun juga mengangkat kepalanya dan tersenyum ke Alin. Sontak wajah Alin yang semula berwarna putih susu, kini berubah menjadi sedikit pink.
Lalu polisi tadi pun datang dan menghampiri mereka.
"Selamat malam,"ujar polisi itu.
"Malam pak,"ujar wanita tadi dan sontak membuat Darma langsung menatap polisi itu.
"Tadi saya mendapat laporan bahwa ada perampokan,"ujar polisi itu.
"Benar pak, saya yang menelpon tadi."ujar wanita itu.
"Apakah orang-orang itu perampoknya?"tanya polisi itu pada Darma dan 2 wanita itu.
"Iya pak, orang-orang itu perampoknya."ujar wanita tadi.
"Tapi keadaan mereka sudah tak sadarkan diri, siapa pahlawannya?"tanya polisi itu.
"Dia pak, dia hebat banget tadi. Beladirinya luar biasa dan kecepatannya melebihi manusia biasa pak."ujar Alin memuji dan menunjuk Darma dengan tatapan kagum.
"Pria ini?"tanya pak polisi itu menatap Darma.
"Iya pak, dia yang menyelamatkan kami dari perampokan."ujar wanita tadi.
Polisi itu pun geleng kepala dan menatap Darma dari atas hingga ke bawah.
"Saya permisi dulu ya pak, masih ada urusan dulu."ujar Darma.
"Kamu ikut ke kantor, sebagai bukti dan kamu harus menghadap ke atasan saya karena aksimu yang luar biasa ini!"ujar polisi itu.
"Waduh, saya masih ada urusan penting pak. Kalau kakak-kakak ini aja gimana?"tanya Darma menatap 2 wanita itu.
"Saya aja yang ikut ke kantor, ini rekaman cctv-nya juga sudah saya simpan."ujar seorang pria tionghoa paruh baya berkacamata keluar dari sebuah ruangan di belakang.
"Huhh, akhirnya."ujar Darma mengelus dadanya lega.
"Kenapa?kenapa kamu terlihat malas?"tanya polisi itu menatap eskpresi Darma sedari tadi.
"Bukan males pak, tapi kalau saya ke kantor polisi malah urusan saya lama diselesaikannya."ujar Darma membela diri.
"Sudah-sudah, gak apa-apa. Eeeh....Jeslin, kembalikan uangnya pemuda ini 500 ribu!"ujar pemilik toko handphone itu.
"Eh, gak usah pak!"ujar Darma menolak.
"Seorang pahlawan harus di beri reward, kamu telah menyelamatkan toko ini. Jadi kamu harus diberi reward karena aksimu ini."ujar pemilik toko itu.
"Ya sudah, ayo ikut ke kantor. Supaya laporan cepat di sampaikan ke kantor!"ujar polisi tadi pada pemilik toko itu.
"Duluan saja pak, polres kota T kan?"tanya pemilik toko itu.
"Iya, ya sudah kalau begitu. Saya pergi dulu, anda bisa datang ke polres sore ini?"tanya polisi itu pada Darma.
"Gak apa-apa pak, saya gak usah di kasih penghargaan. Saya ikhlas dengan yang saya lakukan ini."ujar Darma menolak.
"Ya sudah kalau begitu, Dani!"panggil polisi itu.
"Siap ndan,"ujar polisi muda yang juga anggota dari polisi itu.
Polisi muda itu pun berjalan ke arah toko itu.
"Siap ada apa Ndan?"tanyanya dengan posisi tegap.
"Fotokan dulu saya sama pahlawan kita ini,"ujar polisi itu pada anggotanya itu.
"Siap ndan,"ujar polisi itu mengambil handphone milik komandannya lalu mereka pun melakukan foto antara polisi,Darma,dan pemilik toko itu.
__ADS_1
"Terimakasih nak....
"Darma pak,"ujar Darma memberitahu namanya.
"Baiklah, terimakasih Nak Darma yang sudah membantu tugas kepolisian. Nanti kalau misalnya butuh bantuan apa-apa telpon saja."ujar polisi itu memberikan no teleponnya pada Darma.
"Iya pak, terimakasih pak."ujar Darma tersenyum.
Lalu polisi dan pemilik toko itu pun pergi ke polres kota itu. Darma pun berjalan ke tempat semula untuk mengambil barangnya.
"Mas Darma, aku mau minta foto sama mas dong."ujar Alin.
"Waduh, saya mah apa atuh kak. Saya gak ganteng, emang kakak gak malu foto dengan saya?"tanya Darma.
"Kalau mau merendah jangan terlalu rendah mas, mas itu udah ganteng banget malah bilang gak ganteng. Yaudah ayo foto, Jes fotoin gue sama mas ini."ujar Alin pada Jeslin.
Lalu Alin pun keluar dari tempat itu dan mendekat ke arah Darma berdiri. Alin pun menggandeng Darma dan tersenyum. Darma sangat kaget dengan perlakuan Alin padanya.
"1,2,3"ujar Jeslin.
Cekrek
(Bunyi kamera itu)
"Sekali lagi!"ujar Alin dengan tangan yang satunya lagi membentuk angka 2 dan diletakkan di matanya.
"1,2,3"ujar Jeslin.
Cekrek
(Bunyi kamera itu)
"Yaudah, saya duluan ya kak. Masih ada urusan lagi."ujar Darma berbalik arah lalu ia ingin berbalik arah.
"Mas tunggu bentar,"ujar Alin menarik tangan Darma.
"Apaan?"tanya Darma.
Cup
(Suara kecupan di pipi)
Sontak Darma kaget,matanya membulat, dan bibirnya menganga karena perlakuan Alin itu. Jeslin juga kaget dengan hal yang dilakukan Alin tadi.
"I...ini mak...sudnya apaan mba?"tanya Darma menatap Alin.
"Tanda terimakasih,"ujar Alin.
"Tapi ini terlalu berlebihan kak, cukup terimakasih aja udah."ujar Darma memegangi pipinya.
"Udah, gak apa-apa kok."ujar Alin kembali ke dalam dengan berjalan ke pintu.
"Yaudah saya duluan ya kakak-kakak,"ujar Darma.
"Iya mas hati-hati,"ujar Alin tersenyum.
"Eh mas bentar, ini uang yang 500 ribunya."ujar Jeslin.
"Masukin ke kotak bantuan itu aja kak,"ujar Darma.
[Bloop]
[Hadiah sedekah: 500.000×5\=2.500.000]
[Total Saldo: 26.880.000 ]
"Owh oke mas, makasih ya orang baik."ujar Jeslin tersenyum.
"Iya, sama-sama kak."ujar Darma tersenyum.
Lalu Darma pun berjalan dan langsung mengendarai motornya ke arah jalan raya.
"Ganteng deh dan baik juga, aaaa andaikan dia milikku."ujar Alin.
Jeslin cuma geleng kepala melihat tingkah Alin yang seperti itu.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, subscribe, dan vote ya kalau suka. Sebanyak-banyaknya ya, supaya author lebih semagat nulisnya!
Terimakasih