
Besoknya
Setelah sepakat dengan pemilik tanah yang menawarkan tanah di Facebook, Darma pun mendatangi alamat lokasi pembelian tanah itu. Kurang lebih 30 menit dari rumah Darma. Setelah sampai, Darma kagum dengan lokasinya.
Tempatnya ada di kaki gunung dan di pinggir hutan, tak jauh dari pemukiman warga, dan dekat dengan beberapa sekolah. Darma pun memarkirkan mobilnya di depan pohon besar. Setelah itu ia pun menelpon pemilik tanah itu.
Tut...
Tut...
Tut...
Pemilik tanah: Halo, udah dimana mas?
Darma: Saya udah di lokasi alamat yang bapak kirim pak.
Pemilik Tanah: Loh, dimananya mas?
Darma: Saya ada di depan pohon besar ini pak, deket samping aliran sungai.
Pemilik Tanah: Oalah, saya deket pondok mas. Yang ada rame-rame, ini saya melambai.
Lalu Darma pun mencari lokasi yang ternyata ada di sebelah kanan yang jaraknya sekitar 100 meter dari tempat Darma sekarang. Darma pun berjalan dengan kecepatan 40 km/jam.
Darma pun berjalan ke arah pondok kayu itu. Disana ada 8 orang pekerja yang sedang istirahat. Mereka melihat pakaian Darma yang seperti orang ingin mencari pekerjaan karena ia hanya memakai celana pendek, kaos oblong seharga 50 ribuan, dan sendal jepit.
"Cari siapa mas?"tanya salah satu pemuda berbaju partai, topi merah, dan sedang merokok.
"Pemilik tanah ini bang,"ujar Darma.
"Masnya yang mau beli tanah ya?"tanya pemilik tanah itu menatap Darma.
"Iya pak,"ujar Darma.
"Owh iya, masuk dulu aja mas!"ujar pria itu masuk ke ruangan pria paruh baya itu.
Mereka pun masuk ke dalam sebuah ruangan.
"Duduk dulu mas!"ujarnya mengambil berkas dengan map warna biru.
"Iya pak,"ujar Darma mengangguk.
"Namanya siapa mas kalau boleh tahu?"tanya pria itu pada Darma.
"Saya Darma pak, kalau bapak?"tanya Darma menatap pria itu.
"Saya Galih,"ujar Pak Galih.
Darma pun mengangguk paham.
"Owh iya, sebelum jual beli tanah terjadi. Saya akan mengajak mas berkeliling dulu, karena kalau mas gak minat dengan tanah milik saya setelah melihatnya tidak apa-apa. Tapi kalau suka ya lebih bagus, berarti transaksi kita berhasil."ujar pria paruh baya bertubuh kurus, berkumis tebal, menggunakan kemeja hitam, kacamata hitam, dan sepatu boots.
"Boleh pak,"ujar Darma setuju.
__ADS_1
Merekapun keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju ke arah tanah seluas stadion glora Bung Karno itu.
"Ini luas banget sih pak, berapa hektare tanah ini pak?"tanya Darma.
"10 hektare mas, mas tau stadion glora Bung Karno?"tanya pria paruh baya itu.
"Tau pak,"ujar Darma mengangguk.
"Nah, luasnya segitu mas tanah ini."ujar pria paruh baya itu.
Darma hanya mengangguk lalu memperhatikan lingkungan sekitar. Tempat seluas itu bisa dibuat panti asuhan 5 tingkat, sekolah, panti jompo, dan bahkan tempat bermain anak-anak.
"Mau bangun apa nanti di sini mas kalau boleh tau?"tanya pria itu.
"Panti asuhan, panti jompo, tempat penampungan orang jalanan, sekolah gratis dari TK-Perguruan tinggi, taman, dan kolam renang gratis bagi semua orang tentunya kolam renang yang memisahkan laki-laki dan wanita denga menggunakan tembok penutup."ujar Darma pada Pak Galih.
"Wow, biayanya bukan main-main itu mas. 1-3 trilyun habis itu untuk membangun bangunan sebanyak itu."ujar Pak Galih geleng kepala.
"Yah gitulah pak, saya ingin menyejahterakan orang banyak dengan harta saya ini."ujar Darma menatap ke depan.
"Luar biasa kamu anak muda, apa pekerjaanmu hingga kamu bisa sekaya ini?apa kamu pejabat?"tanya bapak itu menatap Darma.
"Gak pak, saya pemilik beberapa gudang beras di kota ini dan beberapa toko sembako di kota ini."ujar Darma.
"Luar biasa, berapa umurmu?kenapa kelihatannya kamu masih muda sekali?"tanya bapak itu.
"16 tahun pak umur saya,"ujar Darma.
"Iya pak, 16 tahun umur saya."ujar Darma.
"16 bi...bisa sekaya ini,"ujarnya geleng kepala karena ia merasa usia semuda Darma sudah jadi bos muda adalah hal yang istimewa dan luar biasa.
"Orang tua saya yang punya pak dan setelah bapak saya meninggal, beberapa tempat usaha itu jadi milik saya pak."ujar Darma berbohong.
"Owh warisan, kalau warisan sih gak heran."ujarnya menganggukkan kepala.
"Okelah pak, saya ambil tanah ini!"ujar Darma setuju.
"50 Milyar harganya mas,"ujar bapak itu.
"Saya ambil pak,"ujar Darma.
"Orang kaya memang beda,"ujar bapak itu.
"Beda apanya pak?"tanya Darma.
"Beda di cara membelinya, biasanya orang yang beli tanah sama saya biasanya nawar dulu. Ini langsung beli dengan harga 50 Milyar, luar biasa sekali anda ini."ujar Bapak itu geleng kepala.
"Untuk kesejahteraan masyarakat dan anak bangsa pak, harta 50 Milyar itu kecil."ujar Darma.
"Seandainya ada pemimpin seperti kamu ini, pasti sejahtera rakyatnya."ujar bapak itu.
"Saya jadi rakyat biasa aja pak,"ujar Darma.
__ADS_1
"Saya semakin yakin, kalau negeri ini butuh anak muda seperti kamu. Menggunakan hartanya untuk masyarakat dan bukan kepentingan pribadi."ujar Bapak itu.
Darma hanya tersenyum lalu mereka sama-sama menatap ke arah depan.
[Saldo di kurangi 50 Milyar]
[Sisa Saldo: 4.961.462.195.000]
Setelah membeli tanah, Darma pun bertemu dengan beberapa arsitek. Setelah itu ia langsung mencari pekerja bangunan dan tim konstruksi pembangunan. Setelah sepakat dengan masing-masing mandor, pembangunan panti asuhan, panti jompo, sekolah, rumah bagi warga kampung kumuh, keluarga yang tinggal di rumah kardus dan yang tinggal di jalanan.
Biaya total 3 Trilyun habis demi membangun tempat itu. Darma tak khawatir sama sekali kalau uangnya akan habis, ia lebih khawatir kalau uangnya ia simpan, sementara diluar sana masih banyak yang membutuhkan pertolongannya.
...
Setelah mengurus pembangunan besar-besaran itu, Darma pun kembali memesan sembako untuk kegiatan amal seperti biasanya. Darma mendatangi gudang beras yang kemaren.
"Bang, saya yang kemaren. Beras yang sama masih ada kan?"tanya Darma.
"Masih-masih, yang kemaren mesan 100 sak 25, 10 kg, sama 5 kg kan?"tanya koko pengawas gudang itu.
"Iya ko, tapi kali ini saya mau tambah yang 10 kg 200 sak, dan yang 5 juga 200 sak."ujar Darma.
"Waah nambah o, oke-oke akan kami siapkan. Lusa baru bisa antar o. Bayarnya Cash atau transfer?"tanya koko pengawas itu.
"Cash aja bang!"ujar Darma.
"Owh oke,"ujar koko pengawas itu akan masuk ke ruang office.
"Bang, tunggu bentar!"ujar Darma.
"Mau ada pesan lagi?"tanya koko itu.
"Di sini ada gula yang 50 kg?"tanya Darna.
"Ada, harganya 720 ribu."ujar Darma.
"10 gini ya bang, jadi pesanan saya beras tadi sama gula itu."ujar Darma.
"Oke-oke tunggu sebentar ya!"ujarnya masuk ke office itu.
Setelah itu nota pun jadi dan uang Darma pun di potong sebesar 86.200.000.
[Uang di potong 86.200.000]
[Sisa Saldo: 1.961.375.995.000]
"Makasih bang, lusa diantar kan?"tanya Darma.
"Iya lusa diantar,"ujar koko itu menegaskan lagi.
"Makasih bang,"ujar Darma lalu ia berjalan ke mobilnya.
Darma pun pergi dari tempat itu setelah memesan beras dan gula untuk bagi-bagi sembako selanjutnya.
__ADS_1