SANG DERMAWAN

SANG DERMAWAN
EPISODE 13


__ADS_3

Darma pun keluar untuk memeriksa motornya yang masih di luar. Motor itu masih di tempatnya tanpa ada perubahan apa pun. Setelah itu Darma duduk di motornya dan membuka komputer Tekno. Darma pun mengklik aplikasi"TEKNO SHOP".


Di dalam aplikasi itu terdapat banyak alat ajaib, penguat tubuh, dan lain-lain. Darma pun mengklik"ALAT PENGHILANG". Saat masuk di aplikasi itu, ada banyak alat penghilang.


[Jubah penghilang


Harga: 5 poin


fungsi: menghilangkan orang, benda, dan apa pun yang ingin di hilangkan tanpa batas waktu


(Beli) (Tidak)]


Darma pun mengklik pilihan beli. Setelah itu poinnya pun terpotong 5 poin dan jubah itu muncul di depan Darma.


[Poin di potong 5: Sisa poin 36]


Darma pun mencoba jubah itu untuk menutupi motornya. Benar saja, motornya menghilang dari tempat itu. Lalu Darma pun mengambilnya jubah itu dan motor itu muncul kembali seperti semula.


"Wow, keren alat ini."ujar Darma kagum.


Darma pun membawa motornya ke samping rumah rapuh itu. Lalu ia letakkan jubah itu dan kemudian ia coba untuk menabrak motor itu dengan berjalan kaki. Alhasil pada saat ia lewat, seperti tak terjadi apa-apa padanya dan seakan-akan ia menembus motor itu.


"Wow, keren banget nih alat. Bisa nih dipake untuk seterusnya."ujar Darma menandai keberadaan motornya dengan sebuah kayu yang ia tancapkan di samping motor itu.


Jubah itu ia ikat di sela-sela motor itu supaya tak dibawa oleh angin. Setelah itu ia masuk kembali ke rumah itu melalui pintu yang biasanya.


[Pintu masuk]


[Buka] [Tutup]


Ia pun masuk lalu ia tutup pintu itu. Setelah itu Darma berjalan ke arah ruang tamu. Pintu rumah itu telah terbuka dan dari jauh terlihat pemandangan alam yang sangat indah.


Darma pun berjalan menuju ke luar dan ia melihat pemandangan yang sama dengan di rumahnya yang di arah lain. Sandra sedang berjalan-jalan di sekitar danau itu. Kemudian Darma pun berjalan ke arah Sandra.


"Hai, lagi ngapain?"tanya Darma pada Sandra yang sedang bermain air.


"Eh kamu, lagi main air nih. Seger banget airnya, ini dimana sih?"tanya Sandra melihat sekitarnya.


"Ini di alam teknologi,"ujar Darma.


"Hah?alam teknologi?kok aku gak pernah denger?"tanya Sandra bingung.


"Iya, karena selama ini kita cuma mengenal alam manusia dan alam setan. Tapi kali ini aku perkenalkan ke kamu alam baru ini yang di buat oleh teknologi."ujar Darma menjelaskan.


"Owh gitu, kamu lahir dari alam ini?"tanya Sandra.

__ADS_1


"Gak sih, aku juga baru di alam ini."ujar Darma.


"Kamu tau alam ini darimana?"tanya Sandra penasaran.


Darma pun menceritakan bagaimana ia masuk ke alam itu dan menceritakan semua yang di alaminya dari pagi sampai siang ini.


"Nah, jadi gitu ceritanya."ujar Darma.


"Owh gitu, berarti kamu kayak di selamatkan asap dari alam ini trus sekarang malah tinggal di sini dan bahkan jadi pahlawan super lah ya."tanya Sandra pada Darma.


"Iya...begitulah kira-kira,"ujar Darma.


"Kalau kamu, masih kuliah atau udah kerja?"tanya Darma pada Sandra.


"Aku kerja, tapi semenjak orang kantor tau aku hamil di luar nikah malah akunya di pecat. Trus pas minta pertanggung jawaban, eh pacar aku ini malah pergi dan gak mau tanggung jawab. Di hubungi malah nomor handphone ku di blok, dia menghapus akun media sosialnya juga."ujar Sandra meneteskan air matanya.


"Yang sabar ya, aku akan merawat dan menjagamu di tempat ini sampai anakmu lahir."ujar Darma menepuk bahu Sandra.


"Terimakasih ya, padahal kita awalnya gak kenal. Orang yang aku udah percaya dan aku cintai cuma menikmati tubuhku tanpa mau tanggung jawab, eh datang orang yang gak aku kenal malah ingin merawat dan menjagaku."ujar Sandra menatap Darma dengan rasa haru lalu ia memeluk Darma.


"Orang sepertimu adalah orang yang harus di bantu karena di tipu oleh pria jahat, mungkin aku memang di takdirkan untuk membantumu dalam keadaan seperti ini."ujar Darma merangkul Sandra.


Tiba-tiba Sandra mual dan menutup mulutnya. Darma panik dengan hal ini, kemudian Darma pun membantu Sandra untuk berdiri dan membawanya ke dalam rumah.


Namun akhirnya Sandra muntah di lantai, namun rumput tempat muntahannya jatuh pun langsung terbelah dan terlihat sebuah besi yang didalamnya mengalir air. Sandra pun muntah di tempat itu.


Hoeeeek


Hoeeeek


"Huh huh huh,"Sandra menghembuskan nafasnya.


Setelah berhenti muntah, lubang yang tadi terbuka pun kembali tertutup dan rumput tadi kembali ke tempatnya. Darma pun membantu Sandra untuk bangun dan langsung berjalan menuju ke rumah itu.


Setelah sampai di rumah, Darma membaringkan Sandra di ranjang yang sangat mewah dan sangat empuk itu. Ruangan itu persis seperti kamar milik Darma yang ada d seberang.


Darma pun berjalan ke dapur dan membawakan air untuk Sandra. Setelah itu Sandra meminum air yang dibawa oleh Darma untuknya.


"Gimana?masih mual?"tanya Darma pada Sandra.


Sandra hanya diam dan tak membalasnya. Darma telah mengetahui bahwa pada saat sedang hamil, mood wanita akan gampang berubah dan mau tidak mau Darma harus siap dengan itu semua karena harus menyelesaikan misi itu.


Sandra pun tiba-tiba menangis. Darma yang melihat itu pun mendekati Sandra dan menatap wajah Sandra. Ia melihat wajah Sandra yang teramat sangat sedih, mungkin karena ia telah di usir oleh orang tuanya pada saat hamil.


"Huhuhu, nasibku buruk sekali. Udahlah dihamilin orang yang gak bertanggung jawab, diusir orang tua sendiri, di pecat dari kerjaan, dan harus hidup mandiri pada saat hamil."ujar Sandra menangis.

__ADS_1


"Gak, aku ada di sampingmu. Kamu jangan sedih, aku akan menjaga dan merawatmu seperti janjiku."ujar Darma memeluk lalu mencium puncak kepala Sandra.


"Janji ya huhuhu hiks hiks,"ujar Sandra masih menangis.


"Iya aku janji, demi kamu dan bayimu. Aku akan selalu di sisimu."ujar Darma.


Kemudian Sandra pun menenggelamkan wajahnya di dada Darma.


Deg...


Deg...


Deg...


Jantung Darma berdetak kencang karena ada seorang wanita yang sangat-sangat cantik memeluknya dalam keadaan berbaring dan di ranjang. Darma pun memainkan handphonenya sambil mengelus rambut Sandra.


"Baru juga setengah hari, aku udah viral kemana-mana."ujar Darma.


"Iya kan kamu pahlawan sayang, ya wajarlah viral."ujar Sandra mengelap air matanya.


"Sa...sayang?"tanya Darma terbata-bata. Baru pertama kali ia di ginikan oleh seorang wanita.


"Kenapa?gak boleh aku panggil sayang?"tanya Sandra menatap Darma dengan tatapan tajam.


"Bo...boleh kok boleh hehe,"ujar Darma cengengesan.


"Yaudah, mulai sekarang aku manggil kamu sayang."ujar Sandra mengalungkan tangannya di leher Darma.


"Iya gak apa-apa kok, hehehe."ujar Darma dengan keadaan jantung yang masih dah dig dug.


Sandra yang mengantuk pun lama kelamaan tertidur dalam pelukan Darma. Darma pun mencoba berdiri untuk mematikan lampu.


"Mau kemana?"tanya Sandra menarik tangan Darma.


"Aku mau matikan lampu bentar,"ujar Darma.


"Langsung ke sini lagi ya!"ujar Sandra.


"Iya, aku ke sini lagi nanti."ujar Darma mengelus rambut Sandra.


Setelah mematikan lampu itu. Darma pun kembali ke tempatnya dan memeluk Sandra lagi. Darma yang mengantuk pun akhirnya tertidur juga di kamar itu.


...


Jangan lupa like, komen, subscribe, dan vote ya kalau suka. Supaya author lebih semangat lagi nulisnya!

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2