SANG DERMAWAN

SANG DERMAWAN
EPISODE 24


__ADS_3

"I...ini uang?"tanya Sandra dengan wajah shock lalu ia memegang uang itu.


"Wow, aku yang punya uang aja kaget lihatnya."ujar Darma dengan tatapan yang sama dengan Sandra.


"Kamu udah sekaya ini?"tanya Sandra tak percaya.


"Yah...begitulah adanya,"jawab Darma.


"Ckckck, luar biasa sih jumlah uang ini."ujarnya memegang satu gepok yang satu gepok itu isinya 10 juta.


"Oke sayang, kalau gitu aku pergi dulu ya mau jalanin tugas."ujar Darma berdiri lalu ia mengganti pakaian dengan pakaian biasa. Baju kaos oblong, celana jeans, dan mengenakan topi bertulisan"King Cobra".


"Hati-hati ya suamiku, eh aku nitip mangga muda ya sayang."ujar Sandra.


"Mau berapa banyak?"tanya Darma membuka portal ke dunia manusia.


"Satu kg cukuplah,"ujar Sandra kembali memainkan handphonenya.


"Oke, aku pergi ya."ujar Darma lalu menutup portal itu.


Setelah itu, Darma pun mengeluarkan motornya yang ada di gudang tekno. Setelah itu ia keluar dari perumahan itu. Kemudian tas uang itu ia gantung di gantungan motor yang ia kendarai.


Darma pun mengikuti GPS menuju panti asuhan itu. Panti asuhan itu berjarak sekitar 10 kilometer dari rumah Darma yang ada di kampung itu itu. Sore itu jalanan sangat ramai, para pekerja pun kembali ke rumah dan orang yang berjualan di kaki lima mulai menyiapkan jualannya.


30 menit kemudian


Bima pun sampai di panti asuhan dengan tulisan"PANTI ASUHAN KASIH BUNDA". Darma pun membawa uang itu dan ia pun mengetok pintu panti asuhan itu. Ia juga melihat mobil Fortuner hitam terparkir di depan panti asuhan itu.


Tok tok tok


Lalu tak lama kemudian, seorang wanita muda membukakan pintu panti asuhan itu.


"Mau cari siapa ya mas?"tanya wanita itu.


"Saya mau nyumbang ke panti asuhan ini mba,"ujar Darma membawa tas itu.


"Owh gitu, masuk dulu mas!"ujar wanita itu.


Darma pun masuk lalu mendengar suara lantang dari seorang pria. Wanita itu pun berjalan ke arah suara itu. Mereka pun sampai di sebuah ruangan dan di ruangan itu ada beberapa orang wanita paruh baya, wanita muda, dan ada juga beberapa pria dengan tubuh besar, pakaian hitam, dan rambutnya gondrong.


Ada juga seorang pria berkemeja biru, berbadan gemuk, rambut panjang di sisir ke samping, dan kini ia lah orang yang bicara dengan nada keras itu.


"Gue gak mau tau ya, kalau dalam 3 hari ini uangnya gak ada maka jangan salahkan gue kalau tempat ini gue hancurkan."ujar pria itu.


"Iya, 3 hari lagi aja."ujar seorang wanita paruh baya.


"Mohon maaf, kalau boleh tau ini lagi bahas apa ya?"tanya Darma.


Lalu mereka pun menoleh dan tiba-tiba pria gendut itu berbicara kepada Darma.


"Tanah ini mau gue ambil lagi, tapi kalau mereka bisa bayar seharga tanah ini yaitu 250 juta maka tanah ini bisa jadi milik mereka."ujar pria gendut itu.


"Nah pas, di sini ada 250 juta. Kalau gitu pake ini aja."ujar Darma menunjukan tas itu.

__ADS_1


"Eh, lo gak usah sok jadi pahlawan. Penampilan aja gak meyakinkan, kalau mau nyumbang cuma 10-20 juta mending kasih mereka. Hitung-hitung biaya hidup untuk nanti di jalanan hahaha."ujarnya tertawa dan diikuti oleh bodyguardnya.


"Lihat dulu bang, itu isinya ada 250 juta!"ujar Darma melipat tangannya.


"Hahaha sok kaya bener ni orang," ujarnya membuka tas itu.


Lalu saat dibuka, ia kaget dengan yang dilihatnya. Dengan tatapan kaget dan tak menyangka, ia menghitung itu satu persatu dan memeriksanya apakah uang itu asli atau palsu.


"I...ini pas 250 juta dan asli semua,"ujar pria itu melihat Darma.


"Nah, aku udah bilang bang. Kalau gitu bawa uang itu dan jangan pernah ganggu panti asuhan ini lagi!"ujar Darma pada pria itu.


Glekk


(Pria gendut itu menelan ludah)


"Oke, tempat ini bebas. Ayo guys kita pergi dari sini!"ujar pria itu pada anak buahnya.


Setelah para pria itu pergi. Darma juga ikut pergi, namun ia di cegah oleh wanita pemilik panti.


[Bloop]


[Tugas selesai]


[Hadiah:


Uang: Jumlah yang di sumbangkan × 10


Poin: 50


Exp untuk rumah:500


Mobil Camverpan penampung barang


Poin mutasi: 10%


Total Keseluruhan


Uang: 2.534.575.000


Poin: 75


Exp level: 2.250


Exp untuk rumah: 3.500


Poin mutasi: 36%]


Mutasi Tubuh:


Kekuatan(36%)


Kecepatan dan Kelincahan Tubuh(36%)

__ADS_1


Kekebalan tubuh(36%)


(Senjata kecil jarak dekat)]


"Tunggu!"ujar wanita paruh baya itu pada Darma.


Darma pun berhenti dan berbalik badan. Lalu wanita itu berjalan dan menatap Darma dari depan. Kemudian Darma pun melihat wajah wanita itu. Tiba-tiba wanita itu menangis dan kemudian ia memeluk Darma.


"Huhuhu, terimakasih telah menyelamatkan panti asuhan ini."ujar wanita itu memeluk Darma.


"Iya bu, panti asuhan ini adalah tempat bagi anak-anak yang harus di asuh. Jadi sudah sepantasnya saya membantu tempat ini."ujar Darma.


Para wanita yang ada di tempat itu pun ikut terharu dan ada yang menangis karena hal itu.


"Hiks hiks, silahkan duduk dulu!"ujar ibu itu mempersilahkan Darma duduk di sebuah sofa.


Merekapun berkumpul di ruangan itu dan para wanita itu mengelilingi Darma. Darma pun merasa aneh karena ia laki-laki sendiri.


"Hiks hiks, kami tidak tau harus membalasnya dengan apa. Uang segitu banyaknya mas serahkan untuk panti asuhan ini. Sekali lagi terimakasih banyak huhuhu."ujar wanita itu.


"Iya bu, sama-sama bu. Anggap saja ini pemberian dari pencipta alam semesta."ujar Darma tersenyum.


"Mau kopi, teh, atau jus mas?"tanya salah satu wanita muda cantik, tubuh sedikit tinggi, berkacamata, gigi gingsul, mengenakan baju sekolah SMA.


"Gak usah mba, saya ke sini cuma mau memberikan uang itu aja ke panti asuhan ini."ujar Darma.


"Buatkan jus paling enak mi,"ujar wanita yang memeluk Darma tadi.


"Iya buk, saya permisi dulu bu."ujar wanita bernama Rahmi itu.


"Hiks hiks eh... nama kamu siapa nak?"tanya wanita itu.


"Saya Darma Bu, Darma Subianto."ujar Darma tersenyum.


"Eh, dia ini yang viral dan masuk tv itu kan?"tanya salah seorang wanita paruh baya yang duduk di samping wanita pemilik panti asuhan itu.


"Lah iya, masnya ini lagi viral di internet karena kemampuannya."ujar wanita yang membukakan pintu tadi.


"Saya Darmi, panggil saja Bu Darmi."ujar Bu Darmi mengelap air matanya.


Para wanita itu pun satu per satu berkenalan dengan Darma.


"Masnya membuat saya kagum dan takjub, karena kami sudah membuat proposal ke beberapa perusahaan untuk melunasi panti asuhan ini. Tapi satupun tak ada yang menghiraukan kami dan ada yang mengusir. Hari ini saya sangat-sangat terharu dan bahagia karena bertemu manusia berhati malaikat sepertimu."ujar Bu Darmi tersenyum.


"Sudah tugas saya membantu yang membutuhkan bantuan bu,"ujar Darma tersenyum.


"Kalau boleh tau, kamu ini pengusaha atau pejabat?"tanya Bu Darmi.


"Saya pengusaha bu, punya gudang sembako."ujar Darma terpaksa berbohong.


"Owh gitu, kenapa mas rela menghabiskan uang segitu banyaknya untuk membantu panti asuhan ini?"tanya Bu Darmi.


"Saya sudah meniatkan dari awal bahwa saja akan bersedekah dan membantu siapaun kalau usaha saya sukses bu, saya hanya melaksanakan apa yang sudah saya niatkan dari awal."ujar Darma.

__ADS_1


"Owh gitu,"ujarnya paham.


...


__ADS_2