SANG DERMAWAN

SANG DERMAWAN
EPISODE 8


__ADS_3

Setelah mandi, Darma duduk di sofa yang. ada di depan tv. Ia pun menghidupkan televisi untuk menonton acara tv. Dalam acara yang ia tonton, dirinya sudah menjadi sangat viral karena aksi menakjubkannya itu. Para polisi pun dan tentara pun ingin mengangkatnya menjadi anggota mereka. Namun Darma lebih memilih hidup bebas dari pada harus terikat dengan satu kerjaan.


Di acara tv


"Apa harapanmu jika bertemu dengan pahlawan itu?"tanya reporter.


"Aku ingin dia menjadi menantuku, andaikan dia mau jadi menantuku."ujar pria paruh baya itu.


Darma pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Dulu orang-orang itu tak menggubrisnya dan bahkan saat ia meminta sedikit makanan malah disiram air, eh sekarang malah menjilat. Darma pun mengganti siaran tv yang lain.


Krukk


Perutnya berbunyi karena lapar. Namun kali ini ia tak bisa keluar dengan keadaan menampakan wajah aslinya, karena orang-orang akan selalu minta foto padanya.


"Tekno, kamu bisa buat aku jadi orang lain gak pas aku akan mencari makanan diluar?"tanya Darma pada Tekno.


[Bisa tuan, sebentar tekno carikan.]


[Cincin pengubah bentuk: 5 poin]


Darma pun mengkliknya dan kemudian 5 poin hilang dari penyimpanan komputer tekno. Lalu cincin itu muncul di jari tengah Darma. Seperti biasa, ada tombol merah di tengahnya dengan bentuk delima merah.


Lalu Darma pun memencetnya dan kemudian wajah dan pakaian Darma berubah. Wajahnya menjadi seperti wajahnya yang awal sebelum jadi tampan dan pakaiannya hanya baju kaos merah oblong dan celana training panjang. Ia juga memiliki kumis dan mengenakan kacamata hitam.


Darma pun membuka pintu ke dunia manusia di lantai dua supaya nanti ketika ia membuka pintu ke dunia itu, ia langsung berada di lantai 2 dan tak perlu naik tangga lagi.


[Pintu ke dunia luar]


[Buka] [Tutup]


Seperti biasanya, setelah mengklik pilihan buka maka akan muncul pintu berwarna pink dan di sekitarnya ada cahaya biru yang mengarah langsung ke tempat ia terakhir masuk yaitu di rumahnya yang ada di dunia manusia.


Darma pun masuk ke dunia manusia lalu ia tutup pintu ke dunia teknologi itu. Saat sudah ada di dunia manusia, ia pun mengambil tasnya yang ia gantungkan di gantungan baju itu dan kemudian ia pakai lalu ia pergi dari tempat itu.


Setelah itu Darma pun menyalakan motornya lalu ia buka pintu rumahnya. Lalu motornya ia keluarkan dari rumah itu dan kemudian ia taruh di depan.


[Bloop]


[Tugas Baru: Bela seorang wanita yang akan di lecehkan 3 orang preman]


[Sekarang]


"Haha baru juga masuk,"ujar Darma turun dari motornya lalu ia mengunci rumahnya.


Darma pun mengubah dirinya menjadi bentuk awal untuk melaksanakan misi ini. Lalu ia pun menjalankan misinya dengan mengikuti GPS tekno. Saat sudah sampai, di jalan masuk tempat itu ada 2 orang wanita yang tadi di sapa Darma dan kini mereka sedang diganggu oleh 3 orang preman. Darma pun turun dari motornya dan berjalan ke arah para preman dan dua wanita itu.


"Kalian mau ngapain?"tanya Darma pada 3 orang itu.


"Apa urusan lo?"tanya pria botak,wajah seram,berotot, dan mengenakan pakaian preman.

__ADS_1


"Aku cuma mau nanya kalian ngapain, cewek itu kok kayaknya ketakutan?"tanya Darma dengan tatapan curiga.


"Apa urusan lo, gak usah ikut campur lo. Kalau gak, lo bakal nyesal nanti."ujarnya melanjutkan aksinya.


"Tolong kami aa,"ujar salah satu wanita itu ketakutan.


"Jangan sentuh aku,"ujar wanita berambut pendek itu mendorong pria yang akan melecehkannya itu.


"Owh berani sekarang sama aa, rasain nih."ujar pria berambut gondrong itu ingin menampar preman itu.


Namun Darma menangkap tangannya dan menendangnya ke depan. Ia juga menghajar 2 preman lainnya hingga mereka terjatuh dan itu membuat penduduk yang lewat menonton aksinya itu lalu mereka bertepuk tangan.


Para preman itu pun terlihat kesakitan dan terlihat kesal. Namun di satu sisi mereka juga heran dengan kecepatan yang dimiliki Darma, kecepatan seperti itu belum ada di dunia ini.


"Ughh, kenapa lo bisa secepat itu?"tanya pria botak itu.


"Jangan bilang lo si pahlawan yang ada di berita itu,"ujar pria gondrong itu.


"Aa yang di tv kan?"tanya si wanita berambut panjang.


"Eeeh... kalian salah orang kayaknya,"ujar Darma menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Gak, Aa pasti yang di tv."ujar wanita berambut pendek dengan mata berbinar.


Lalu salah satu preman tadi pun menendang Darma namun malah ia yang terpental.


"Aaaakhh dia bukan manusia,"ujar pria itu.


[Bloop]


[Tugas selesai]


[Hadiah:


Uang: 3.000.000


Poin: 5


Exp: 50


Exp untuk rumah:100


Poin mutasi: 2%]


[Total keseluruhan:


Uang: 29.880.000


Poin: 33

__ADS_1


Exp level: 550


Exp untuk rumah:1.500


Poin mutasi: 12%]


Mutasi Tubuh:


Kekuatan(12%)


Kecepatan dan Kelincahan Tubuh(12%)


Kekebalan(12%)


(Tangan kosong)


"Yaudah teteh-teteh, saya pergi dulu ya. Mau nyari makanan dulu, laper perutnya."ujar Darma kembali ke motornya.


"Iya aa, hati-hati aa."ujar wanita berambut pendek tersenyum.


"Owh iya kalau boleh tau nama teteh-teteh ini siapa?"tanya Darma.


"Saya Tina aa,"ujar wanita berambut panjang.


"Saya Putri aa,"ujar wanita berambut pendek.


"Owh gitu, saya Darma. Teteh-teteh ini panggil nama saya aja. Jangan panggil aa, soalnya usia saya masih 16 tahun!"ujar Darma.


"Hah?16?"tanya Tina tak percaya.


"Aa bohong, masa iya 16 tahun?"tanya Putri tak percaya.


"Susah di jelasin soalnya kartu keluarga saya hilang, saya duluan ya."ujar Darma langsung menggas motornya keluar.


Para warga tadi masih menghajar para preman itu. Dua wanita itu pun pergi dari tempat itu. Saat sudah agak jauh, Darma mengubah kembali penampilan dan wajahnya agar tak terlihat seperti yang di tv.


...


Setelah sampai di sebuah rumah makan, Darma pun memarkirkan motornya lalu masuk dan duduk di salah satu tempat duduk yang ada di tempat itu.


"Mau pesan apa mas?"tanya wanita pelayan rumah makan itu menaruh daftar menunya.


Darma pun memilih makanan yang akan ia makan.


"Saya mau nasi putih 2, lauknya ayam rendang , Sambal terasi hijau, sayurnya sayur kangkung saos tiram,minumnya air mineral 1 dan jus mangga 1!"ujar Darma menatap pelayan itu.


Setelah pelayan itu membacakan ulang yang di pesan Darma tadi, ia pun pergi ke belakang. Darma memainkan handphonenya dan bermain game. Game yang ia mainkan sekarang pernah ia mainkan waktu ia masih SD saat orang tuanya belum bercerai. Game yang mengingatkannya akan masa indah bersama orang tuanya pada masa itu. Namun segera ia hilangkan wajah kedua orang tuanya yang telah membuangnya karena bercerai.


...

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, subscribe, dan vote ya sebanyak-banyaknya. Supaya author lebih semangat lagi nulisnya!


Terimakasih


__ADS_2