
Setelah makan, merekapun lanjut berkeliling di tempat itu. Orang-orang di villa economy class itu kompak dalam menghibur diri. Walaupun tak saling kenal, tapi mereka kompak dalam acara bakar-bakar dan bahkan sampai bernyanyi diiringi musik.
Kebanyakan orang yang menempati class economi adalah anak-anak muda. Mereka bernyanyi bersama dan bergembira. Ntah mereka teman atau bukan, namun mereka berkumpul untuk bernyanyi bersama.
"Eh gabung situ aja yuk!"ujar Darma pada keluarganya.
"Kak Dian!"panggil seorang wanita pada Bu Dian.
"Nita?"ujar Bu Dian menatap wanita paruh baya itu.
"Kakak ada di sini juga?"tanya Nita yang juga tante kandungnya Darma.
"Iya, kamu sama siapa ke sini?"tanya Bu Dian pada adiknya.
"Keluarga besar kita kak, btw kakak di sini sama siapa kak?"tanya Nita pada Bu Dian.
"Sama anak, mantu, dan anak angkat kakak."ujar Dian.
"Darma, ini Tante Nita yang dulu sering gendong kamu. Masih inget gak sama Tante ini?"tanya Bu Dian pada Darma.
"Tante Nita?"tanya Darma mencoba mengingat.
"Iya, yang dulu sering gendong kamu waktu dulu di kampung."ujar Bu Dian.
"Lupa Bu, Darma gak inget sama sekali."ujar Darma menggaruk kepalanya.
"Inu Darma yang dulu waktu kecil suka makan pedes kan?"tanya Tante Nita.
"Iya bener, eh salam Tante Nita dulu."ujar Bu Dian pada Darma, Sandra, dan yang lain.
Merekapun menyalami Tante Nita.
"Ini anak kakak semua?"tanya Tante Nita menatap Bu Dian.
"Bukan dek, ini anak kakak yang laki-laki. Ini yang cewek menantu kakak dan yang 2 orang ini anak angkat kakak."ujar Bu Dian.
"Hah?menantu?bukannya Darma seharusnya sekolah?"tanya Tante Nita kaget melihat bayi yang dulu sering ia gendong malah sekarang sudah jadi suami orang.
"Iya, nanti aku ceritakan."ujar Bu Dian pada Tante Nita.
Merekapun kumpul keluarga dengan keluarga besar ibunya Darma. Disana sudah ada kakek, nenek, om, tante, sepupu-sepupu, dan keponakan-keponakannya Darma. Mereka pun saling menyalami satu-satu.
"Nah ini dia si miskin,"ujar salah satu tantenya Darma pada ibunya Darma.
"Iya nih, gagal kan kamu sama si miskin itu. Mending kamu nikah sama mas Farid kemaren. Kamu malah memilih pria seperti si miskin itu."ujar Tante Darma yang lain.
"Iya kak, udah terlanjur. Jadi ya mau gimana lagi."ujar Bu Dian menyalim ayah dan ibunya.
"Putriku, sudah lama kita tak bertemu."ujar Neneknya Darma pads Bu Dian.
"Dian juga kangen sama ibu,"ujar Bu Dian memeluk ibunya.
__ADS_1
Lalu Bu Dian beralih ke ayahnya.
"Ayah,"ujar Bu Dian menyalim ayahnya.
"Anakku, yang sabar ya nak. Ayah tau kamu pasti kecewa dengan laki-laki tak berakal itu."ujar ayahnya Bu Dian yang selalu mendukungnya.
"Iya yah terimakasih,"ujar Bu Dian lalu beralih ke kakak-kakaknya.
Malam itu mereka berkumpul dan langsung akrab kembali seperti sedia kala.
Besoknya
Darma dan seluruh keluarganya berlibur di pantai yang indah itu. Pemandangan yang indah dan air laut yang bersih serta daerah pantai yang terawat dan terjaga membuat orang akan betah di tempat itu.
Orang-orang yang di situ sedang sibuk berenang, sementara Darma memilih duduk bersantai di kursi yang telah di sediakan di tempat itu.
"Kamu gak ikut berenang?"tanya Sandra duduk di samping Darma.
"Nantilah, masih ingin menikmati udara segar aku."ujar Darma.
"Kamu emang dari dulu udah kaya sayang?"tanya Sandra.
"Gak, aku dulu miskin dan sangat-sangat miskin. Saking miskinnya, aku selalu jadi bahan bullyan, dihina, dicaci, dimaki, dan bahkan di pukul."ujar Darma lalu ia meminum jus alpukatnya.
"Jahat banget orang-orang itu, trus sekarang kamu pernah ketemu orang-orang yang dulu membully kamu?"tanya Sandra meminum jus jeruk asamnya.
"Belum sih, tapi aku punya rencana untuk mengatur kehidupan di kota yang sekarang berantakan dan sering viral karena banyak kasus kejahatan di tempat itu."ujar Darma yang memang merencanakan hal itu.
"Iya, kota itu perlu di atur ulang."ujar Darma.
[Bloop]
[Tugas Baru: Selamatkan 5 gadis yang akan di perkosa di kapal pengangkut ikan dari negara V]
[Sekarang]
"Hehhh tak habis-habis para cowok mesum,"ujar Darma berdiri lalu ia ingin berlari.
"Mau kemana kamu?"tanya Sandra yang kaget karena Darma tiba-tiba berhenti.
"Ada tugas dari Tekno, aku harus menyelamatkan para gadis yang akan di perkosa."ujar Darma mengumpulkan tenaganya.
"Hah?para gadis yang mau diperkosa?"tanya Sandra ikut berdiri.
"Iya benar, kasih tau ke ibu dan yang lain kalau aku ngumpul sama temen di villa VIP dan bilang aja kamu aku suruh nunggu di sini!"ujar Darma berlari ke belakang dan kemudian ia berjalan ke arah WC.
Ia pun masuk ke salah satu WC dan menutupnya. Darma pun memakai baju penghilangnya untuk menyembunyikan identitas. Setelah tubuhnya menghilang, Darma langsung berjalan ke air dan berenang.
Dengan kemampuan renang yang ia miliki, Darma pun memaksimalkan kecepatan renangnya dan meluncur secepat ikan berenang dilautan. Tak butuh waktu lama, hanya perlu waktu waktu 10 menit saja, ia sudah ada di tengah laut dan dibawah kapal pesiar itu.
"Sis...huh huh huh hah hah...tem, ak...huh huh huh ..tifkan kemampuan terbang!"ujar Darma yang masih ngos-ngosan.
__ADS_1
[Sisa 10 menit]
[Diaktifkan]
Lalu Darma pun perlahan naik ke atas, ia berenang ke arah samping supaya tak kandas di kapal itu. Setelah itu Darma langsung terbang ke arah yang ada di GPS.
Ia melewati tangga dan akhirnya ia sampai di ruangan bawah kapal. Di skip ya guys, bahaya soalnya adegan di scene ini.
Setelah penghajaran dan penangkapan para nelayan asing yang membawa 5 orang gadis dibawah umur itu, Darma pun kembali menghubungi pihak kepolisian. Setelah mengikat para pelaku pemerkosaan itu, Darma membuka baju menghilangnya sehingga muncul wujud aslinya.
"Ngươi là ai, sao lại ở đây. Con ma đó là ngươi sao?"tanya salah seorang dari orang dari negara V itu.
(Siapa kau?mengapa kau ada di sini?Apa kau hantu tadi?)
Translate by:Google
"Ngomong apaan kau, hadeh gak ngerti aku kau ngomong apa."ujar Darma menggaruk kepalanya.
[Apakah tuan tertarik dengan pengetahuan bahasa berbagai negara?]
"Boleh tuh, daripada aku bingung dia ngomong apa."ujar Darma.
[Pengetahuan bahasa berbagai negara: 50 poin]
[Masuk ke pikiran tuan]
[10%....20%....30%....
Darma pun merasakan ada sesuatu masuk ke kepalanya. Seketika itu juga ia merasa kepalanya sangat sakit bagai di sirami benda panas.
"Akhhhhh sakiiiitttt!!"ujarnya terbaring sambil memegangi.
"Hắn cái gì?"tanya salah satu penjahat itu.
(Dia kenapa?)
Translate by:google translate.
"Ngươi không biết, sao lại hỏi ta."jawab temannya.
(Yo ndak tau, kok tanya saya)
Tranlsate by:google translate.
[80%....90%....100%]
[Selamat, pengetahuan berbagai bahasa masuk di kepala tuan]
[Poin dipotong: 50]
[Sisa poin: 97]
__ADS_1
Sakit di kepalanya pun menghilang, Darma pun membuka matanya dan melihat ke arah para gadis dengan pakaian serba pendek itu.