
Setiap kali Asher melihat Alesya, ia begitu jijik. Wanita ini terlahir dari rahim Wanita hina dan murahan, menjual tubuh hanya untuk kesenangan dan harta, Asher sangat membencinya.
Apa lagi Danielle Drake Kharkov Ayah Asher '. Terpikat akan kecantikan seorang Clara Florence yang saat itu seorang janda, dan juga model majalah dewasa, di masanya.
Mantan Istri seorang polisi, memiliki tiga anak salah satu nya anak kembar, dan untuk anak yang pertama adalah Alesya.
Yang kini tengah berlutut memohon belas kasih nya, Maaf..! Asher tak peduli dengan permohonan Alesya, justru ia semakin jijik pada Wanita ini.
"Tuan Aku mohon, lepaskan lah Adik-ku.." Alesya menangis, apa lagi Asher memutar-kan Video CCTV di dalam komputer-nya. Yang di dalam Video itu adalah adiknya.
Begitu miris melihat Cecilia di perlaku-kan seperti itu, andai saja tak kabur, atau kematian yang ia pilih saat di hutan, mungkin adiknya tak akan berakhir di tangan kekuasan Asher.
"Kau mau menggantikan posisinya.?.".Asher menyeringai di Per--kosa tiga orang sekaligus apa wanita ini rela.
"Aku__". Alesya tak bisa menjawab nya, bisakah ia menukar itu dengan nyawa nya saja, merelakan tubuh, di setubuhi banyak Pria sekaligus, Alesya tak bisa membayangkan itu terjadi.
Lalu bagaimana dengan nasib Adiknya. "Bisa-kah, Aku melakukan itu dengan Tuan.." Alesya mendongak, Pria ini adalah orang yang telah mengambil mahkotanya, tak hanya sekali, namun Asher melakukan nya hingga berkali-kali.
"Lakukan-lah..". Asher menantang nya dengan penuh seringai, Akhirnya Wanita ini menyerah kan dirinya secara sukarela.
Sangat menyenangkan bukan.
Alesya terdiam cukup lama, namun memikirkan sang Adik nya Cecilia, Akhirnya..!.. Dengan tersenyum getir ia meloloskan gaun malam yang masih ia kenakan.
"Kau terlalu lama..". Asher menarik pinggang Alesya, sementara tangan yang satu nya sudah meraih tengkuk untuk mendapat sebuah ciuman.
"Balas Aku..". Dan ciuman itu di balas dengan paksaan oleh Alesya, Asher rasa nya hampir gila saat Wanita ini membalas ciuman yang sudah berganti dengan sebuah luma---tan yang begitu menuntut.
Ada apa dengan dirinya, hanya dengan sebuah ciuman, bisa membangkitkan ga"""irah liar seorang Asher, ini gila benar-benar gila, namun Asher tak ingin mengakuinya, Alesya Beatrice dialah terget balas dendam nya, Wanita ini harus menderita.
"Ahhhhk Tuan Sakit.." Asher menggigit bahu Alesya yang mulus itu.
"Bermain lah di atas, jika permainan mu bagus, Adik mu akan bebas.." Alesya menelan saliva, beramain di atas, ia tak tahu cara nya.
__ADS_1
Namun tetap menurut, tubuh sudah polos tanpa satu benang pun. ini lah nasib seorang Alesya, entah dosa apa yang ia lakukan di masa lalu, hingga menuai nya di masa sekarang.
Alesya pasrah, saat sesuatu yang sudah tegak itu ia arahkan ke bagian inti, Asher pun memejamkan mata, andai saja ada sebilah pisau di tangan, saat ini juga ia akan menikam Pria itu.
Menusuk nya berulang kali, hingga mati.
"Bisa kah Kau melakukan nya dengan benar..". Asher sudah tak tahan, rudal nya sedari tadi hanya bergesekan tak kunjung masuk, Wanita ini benar-benar mempermainkan dirinya.
Lihat saja, Asher akan menghukum nya dengan benar.
"Emmmp sakit Tuan..". Ia meringis di bagian inti, terus merasakan hentakan yang begitu kuat, Pria ini begitu kasar saat menye-tubuhi-nya.
"Shttttt.." Asher membungkam mulut Alesya, dengan melancarkan sebuah luma-tan yang kian menggila. Alesya sudah lelah, tapi Pria ini tanpa lelah menghujam nya terus menerus.
"Tuan...". Alesya memohon agar Pria itu menyudahi aktivitas nya, tidak lah Asher lelah, ini sudah 1 jam lebih, bagaimana dengan kabar adiknya.
"Bersihkan dirimu...". Asher langsung mengusir Alesya saat kenikmatan sudah ia dapat.
"Ingat, setiap Aku ingin Kau harus mau..!." Asher mengatakan itu, sebelum Alesya menghilang di balik pintu, Alesya tidak lah bodoh, itu bukan lah sebuah permohonan melainkan suatu ke harusan, yang harus ia sanggupi, perintah mutlak dari sang penguasa.
Nasi sudah menjadi bubur, cinta nya pun seakan telah musnah, ia tak mungkin kembali ke pelukan Revan meskipun ia ingin. "Revan Aku mencintaimu.. maaf."
"Ayah tolong Aku..". Alesya menangis sejadi-jadi nya, ia membersihkan tubuh berulang kali, dirinya begitu jijik melihat semua tanda merah yang ada di tubuhnya, andai Tuhan mengambil nyawa nya detik ini juga Ia rela.
"Cecilia.." Dalam keterpurukan Alesya mengingat adiknya. Bagaimana pun cara nya Cecilia harus bisa keluar dari tempat ini.
Selesai mandi ia mengenakan handuk kimono milik Asher, Harus kah ia menjadi Wanita penurut, untuk keselamatan nya sendiri, tapi Asher terlihat sangat membenci dirinya.
"Tuan.." Alesya mendekati Asher. Pria itu berada di atas sofa, tengah menghisap cerutunya. "Aku ingin bertemu Adik- ku, bukan kah Tuan sudah berjanji..".
"Janji Kau bilang, Bahkan Kau tak bisa memasukkan hal kecil seperti itu pada milik mu.!.". Tak bisa mulut Pria ini tidak mengatakan hal menjijikkan, Alesya sudah muak. Dan hal kecil apa yang ia bilang tadi.
Itu bukan barang kecil Brengsek, itu sebuah rudal aktif yang gila.
__ADS_1
"Maaf Tuan.. Aku akan belajar.." Mulut S**lan ini mengatakan apa, belajar. Bolehkan ia mati saja, atau Dia yang membunuh Pria ini.
"C'k ... Pergilah.." Asher mengibas kan tangan, melihat wajah Alesya terus menerus rasa nya ingin sekali mencabik-cabik Wanita murahan itu.
"Terimakasih. Tuan..". Alesya menunduk hormat, ia langsung bergegas keluar dari kamar itu, dan mencari adiknya.
...Brak...
Pintu di buka dengan paksa, dan Apa yang ia lihat sungguh menjijikkan. "Keluar kalian.." Antonia yang bersuara. Ketiga manusia berbatang itu, langsung mengambil pakaian mereka, meninggal kan Wanita yang sudah tak berdaya.
"Cecil..". Alesya setengah berlari menghampiri ranjang, ia merasa sangat marah melihat kondisi sang Adik, banyak memar memenuhi tubuh Cecilia.
"Cecil.. ". Alesya hendak menyamping anak rambut adiknya, melihat wajah yang sudah lama tak ia jumpai, namun sekerika raut wajah langsung berubah. 'Siapa Dia.'.
Alesya melihat Antonio, Pria itu menyeringai dengan sangat menakut kan. " Siapa Dia..?. Dan dimana Adik-ku brengsek..". Alesya maju ingin melancarkan serangan, ini adalah penipuan.
"Dia..." Antonio menunjuk Wanita telan--jang yang terkapar itu. "Hanya orang yang tidak tahu diri, yang berkhianat.." Dan penjelasan itu membuat Alesya murka.
"Dimana, Adik- ku Sia***lan..". Alesya meraung marah.
"Tenang lah, Adik mu baik-baik saja, dia hanya mendapat memar tak sampai kehilangan nyawa..". Antonio dan Asher kedua nya sama-sama gila, boleh kah Alesya membunuh Pria ini dulu.
Asher Brengsek..
.
.
.
.
.To be continued.
__ADS_1