
Kedua kaki yang bertumpu di atas kasur kini mulai naik menjepit kedua paha Alesya yang terbuka lebar, dengan pusaka yang berada tepat di tengah.
Alesya terus menelan saliva, dimana benda tumpul yang sudah keras seperti balok itu, berada tepan di depan intinya, bahkan terus bergesekaan dengan miliknya.
"Jangan lakukan ini Aku mohon.."Alesya menangis sejadi-jadinya, melihat tangisan itu Asher bukan nya merasa kasihan malah kembali melumaat bibir Alesya bahkan Pria itu sampai menggigit agar mulut Alesya bisa terbuka, kedua tangan meremas benda kenyal yang menggantung di bagian da-da.
Namun tenaga Wanita itu seakan tak ada habisnya, Alesya terus memberontak dan ingin lepas dari Pria yang terus menyentuh tubuhnya.
Dan beberapa saat kemudian, benda tumpul itu mulai melesat masuk.. ". Hemmmm.." Pria itu menggeram dan mendesaah secara bersamaan, merasakan remasan kuat yang sangat nikmat.
Dan saat itu pula Alesya masih memberontak, mengguncang tubuhnya, Agar sesuatu yang memenuhi miliknya bisa lepas.
Detik berikut nya Pinggul itu mulai bergoyang, dengan belaian lembut dan lanjut meremas kedua bukit kembar itu.
"Nggghhh..." Suara desa-han Alesya mulai lolos, sebisa mungkin ia menahan untuk tidak mengeluarkan suara laknat itu.
Pinggul Pria itu semakin bergerak dengan tempo yang sangat cepat, semakin cepat gerakan Asher semakin Alesya merasa dirinya terhina, bahkan air mata nya sudah mulai mengering.
Malam itu Asher seperti binatang buas, ia terus menghentakan pinggul dengan kasar, tak peduli dengan rintihan dan tangisan Alesya, Pria itu terus memacu milik nya di lembah kenikmatan milik Alesya nya.
Dalam penyatuan itu, Asher selalu mengingat bagaimana Arthur menatap dengan damba ke Wanita nya, ia merasa tak rela jika Alesya di puja oleh Pria lain.
Ingatan ingatan itu terus berputar di kepalanya, membuat ia ingin memiliki seutuhnya tubuh Wanita yang kini masih di pacu oleh nya bahkan ini sudah berlangsung selama 1 jam,, hanya dia yang berhak merasakan tubuh Alesya dan Alesya hanya milik nya seorang.
Tubuh Alesya sudah tak sanggup, ia berulang kali mengatakan jika dirinya sudah tak kuat, namun Asher seolah tuli, ia tak peduli dengan ocehan Alesya.
Pria itu terus menghantarkan kenikmatan pada Alesya yang seperti nya sudah lelah dan menikmati setiap hentakan yang terus menghujam milik nya.
Seolah-olah Asher meyakini jika rasa kenikmatan yang ia berikan ini bisa meluluhkan keras nya hati Alesya, menjinakkan nya dan menjadikan Wanita ini jadi penurut.
__ADS_1
Berulang kali tubuh Alesya menegang dan melenting entah sudah sudah berapa kali, ia mendapatkan pelepasan namun tampa jeda tubuh nya terus di pompa, bahkan benda yang terus terus menusuk dan menghantar kenikmatan pada miliknya, dan jujur saja ia benci dirinya, karna mau tak mau pada akhirnya ia pun menikmatinya.
Rasanya Asher seakan-akan ingin menghacurkan tubuhnya, Pria itu terus bergerak tampa henti dengan kecepatan yang semakin gila, dengan tangan yang tak pernah berhenti meremas bagian da-da nya.
"Cukup berhenti. ...". Wanita itu sekarang sudah mulai meringis, miliknya sudah benar-benar panas, benda itu terus menusuknya tampa henti, bahkan suara nya sudah terdengar lemah.
Namun seperti nya Asher tak kunjung puas, Pria itu terus memompa dan terus menggerakan pinggul hingga lebih cepat lagi, meski berulang kali ia menumpahkan cairan miliknya nya, namun benda itu masih saja tegak berdiri.
"Aku semakin membencimu Asher..". Ucap Alesya dengan sesegukan, tubuh nya terus berguncang akibat hentakan yang semakin liar.
"Aku tak peduli, seberapa besar Kau membenci ku, itu tak akan meruabah apa pun, Kau akan selalu berada disisiku dan dan menjadi pelayan ranjang ku ." Dan pemain itu terus berlanjut hingga pagi.
Dan malam itu rasanya energi Asher terkuras habis, ia menyalurkan seluruh amarah pada Alesya hingga Wanita itu terkapar tak sadar kan diri, karna tak kuat dengan hentakan yang menggila.
Salahkan Alesya karna berani menyulut emosi nya.
...----------------...
Saat kelopaknya mata mulai terbuka, ia melihat semburat cahaya sudah sangat terang, di perkirakan ini sudah tengah hari.
Ingatan nya kembali pada malam dimana Asher melampiaskan segala tenaga nya, Pria bermain sangat kasar dan buas, dan ia tak ingat bagaimana ia pingsan karena kelelahan, bahkan miliknya masih terasa sangat perih.
Alesya mendengus kesal, saat bangun ia hanya seorang diri tampa adanya Pria gila itu di samping nya, apalagi keadaan nya sangat kacau bahkan ia sudah menebak jika tubuhnya di penuhi dengan kissmark milik Pria itu.
Alesya mengedarkan pandangan nya, selain ranjang yang berantakan, ia pun melihat sajian dan pakaian untuk dirinya, namun sebelum itu ia ingin membersihkan dirinya dari sisa cum-buan Pria Gila itu.
Dan lagi-lagi ia hanya bisa meringis merasakan intinya benar-benar perih dan sakit, bahkan rasa perih itu semakin menjadi saat ia mencoba merendam tubuh nya di bedtub, dan setelah bertahan menahan sakit akhirnya perlahan rasa sakit itu mulai mereda.
Di tampat lain, Asher tengah mengadakan pertemuan dengan Arthur sang bangsawan dari negeri tetangga, sejak tadi ia terus menahan amarah, jika buka demi kelancaran bisnis nya, pasti leher Pria ini sudah di buat patah.
__ADS_1
Selain berbicara bisnis, Arthur selalu membahas Alesya nya. "Lain kali ajaklah Alesya untuk pertemuan berikut nya.." Harap Arthur. ia ingin kembali berteman dengan Wanita yang sangat cantik itu.
Sejak pertemuan nya dengan Alesya, wajah Wanita itu seakan menari-nari di kepala nya, ia ingin memiliki Wanita itu untuk dirinya sendiri.
"Ku lihat Kau sangat menyukai nya.." Dari nada nya Asher sama sekali tak menyukainya.
"Tentu saja, Aku sangat menyukai nya, Apa Kau ingin memberikan nya padaku.." Arthur tampak antusian sekali saat mengatakan nya.
"Kau tidak keberatan jika ia sering di pakai olehku, bahkan malam tadi Aku begitu buas memasukinya " kata Asher. dengan frontal nya.
"Itu tak masalah, Aku bisa memberikan apapun, asal kan Kau mau memberi kan Alesya padaku, Bukan nya Kau mengingin-kan pulau Pribadi ku, dengan senang hati Aku akan memberi nya..".
Mendengar itu Asher tertawa dengan sumbang. "Kau mengahargai Wanita itu seharga sebuah pulau, bukan nya itu terlalu mahal dengan Wanita bekas, carilah Wanita lain yang layak.. ".
"Kenapa.. Aku rela mengorbankan pulau itu demi Alesya, Ayolah kita sudah berteman baik, Ku pasti kan akan menyayangi dan mencintainya setulus hati..". Arthur terus membujuk Asher agar menuruti keinginan, Dia sudah sangat jatuh cinta pada Wanita itu, tak peduli jika Alesya sudah di pakai oleh Asher.
"Dan seperti nya, Aku harus membuat mu kecewa, sebelum Aku bosan, tak akan ku biarkan Pria mana-pun menyentuh nya.."
 Arthur menghela nafas kecewa, jika kejadian sudah seperti ini maka dengan cara paksa ia merebut Alesya dari tangan Asher.
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continued.