Sang Pelayan Tuan Muda Kejam

Sang Pelayan Tuan Muda Kejam
Bab 50.


__ADS_3

Di sebuah Prudential suit room hotel, Pria tampan itu tengah berdiri di sebuah kaca jendela besar, seraya menikmati alkohol nya.


Pemandangan malam di luar sana sangat indah namun sama sekali tak mengurangi kegundahan hati dan keinginan nya unuk bertemu dengan Alesya nya.


"Sudah 5 bulan, Aku tak melihat mu Alesya..". Asher kembali menenggak minuman nya, sudah selama ini namun bayangan dan rasa rindu nya tak pernah hilang, apa lagi ia tak menginginkan Wanita lain selain Alesya nya.


Selama ia menjalankan hidup sebagai mana biasanya, tampa menghentikan pencarian, bahkan tim nya mulai mencari ke negeri tentanga.


Asher tak pernah merasa kehilangan yang amat seperti ini. "Menurut mu, Aku ini kenapa Antonio, kenapa sampai sekarang Aku masih tak bisa melepas Wanita itu..?". Tanya Asher.


Karna hanya Antonio yang saat ini di ruangan nya, meskipun Asisten nya itu sering mendapat pukulan dan caci maki, Pria itu tetap setia tak pernah mengkhianati Tuan nya.


"Saya Akan berkata jujur kali ini tapi Tuan jangan tersinggung, menurut Saya Anda sudah jatuh cinta terhadap Nona Alesya, melihat Anda seperti ini, Saya yakin seratus persen jika, Tuan mencintainya.." Jelas Antonio. Padahal itu adalah perkara yang mudah kenapa Tuan nya begitu sulit untuk memahami perasaan nya.


"Apa cinta yang kamu maksud Antonio..?" Tanya Nya lagi, Asher begitu pintar hanya untuk menaklukkan musuh dan juga perusahaan, namun untuk masalah hati, Pria ini begitu payah.


"Cinta adalah suatu emosi dari afeksi yang kuat dan ketertarikan pribadi, Seperti Tuan tertarik dengan Nona Alesya..". Antonio menghela nafasnya, apa Tuan nya benar-benar tidak tahu.


"Seperti Kau dan juga Vivian begitu.." Asher sudah mengetahui nya, jika Antonio sering berhubungan dengan Vivian, meskipun ia pun memanfaatkan mulut Wanita itu untuk memuaskan nya.


Dan harus di jelaskan Asher tak pernah tidur dengan Vivian, apa lagi memasuki liang Wanita itu.


Antonio yang mendengar nya, menjadi salah tingkah dan tampak malu. "Jika sebelum nya Iya, Sebelum Wanita itu melemparkan tubuh nya ke Pria manapun.." Jujur Antonio.


"Aku tak peduli, tentang kehidupan pribadimu, sekarang beri tahu Aku bagaiman cinta yang sebenarnya..!" Ucap Asher tak sabar.


Baiklah Antonio menyerah, percuma saja ia bercerita tentang kehidupan pribadi nya, Tuan nya ini hanya fokus pada satu nama yaitu 'Alesya'.


 "Cinta juga dapat diartikan sebagai suatu perasaan dalam diri seseorang akibat faktor pembentuknya. Dalam konteks filosofi, cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang". Asher seperti murid yang mendengar kan saat guru nya menerangkan.


Tak tahu saja Tuan nya ini, jika Antonio meniru apa yang ia baca di smartphone nya alias google, ia mencari materi disana, karna ia takut Tuan nya akan menanyakan hal itu, mengingat Pria ini buta akan hal cinta.


"Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi atau kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut.."

__ADS_1


"Dan objek itu adalah Alesya.." Antonio manggut membenarkan. Pria ini mengingat bagaimana ia tersiksa selama ini, bahkan ia rela berkorban untuk menyelamatkan Alesya saat ledakan mobil itu terjadi.


"Dan satu lagi hal yang sangat penting, Jantung akan merespon jika seseorang yang Tuan cintai berada di dekat Anda, atau saat Anda memikirkan nya." Dan Asher mulai memikirkan Alesya seraya memegang bagian da-da nya.


Yang ia rasakan adalah detak jantung yang tidak normal. "Tapi kenapa, rasanya sangat sakit..!". Tanya nya lagi dan sungguh ia tak paham hingga saat ini.


"Karna Tuan sangat merindukan Nona Alesya.." Ucap Antonio memberi tahu.


Beberapa saat kemudian, Pria itu menitikan air mata, entah kenapa air mata itu langsung lolos dari mata nya, sesakit ini kah rasa cinta dan kerinduan nya terhadap seseorang.


Kemudian ia kembali meneguk alkoholnya kembali, perasaan ini membuat ia tersiksa. "Lalu bagaimana cara menghilangkan rasa sakit ini Antonio.." Rasa nya Asher bisa gila jika terus seperti ini, setiap hari hati nya merasa sakit sampai ia tak pokus untuk bekerja.


"Satu-satu nya cara, Nona Alesya harus berada di sisi Anda dan membalas perasaan Anda Tuan, atau Tuan bisa membuat pengalihan untuk mencintai Wanita lain.." Saran nya.


"Apa Kau sudah gila, menyarankan untuk mencintai Wanita lain, Aku hanya ingin Dia Antonio, bawa Alesya ku kembali.." Pria itu kembali menangis, Dan Antonio tahu, jika Tuan nya sudah sangat mabuk saat ini.


Sebenarnya ini bukan pemandangan langka yang pertama kali lihat,, Antonio sudah sering melihat Tuan nya seperti ini, seperti orang gila yang terus meracau nama Alesya.


"Alesya dimana kamu, Aku mencintaimu.."


Di lain tempat, beda negara dan beda pemerintahan Alesya saat ini menemani Tuan muda di salah satu perpustakaan, dengan kaca mata baca nya, Pria itu berada di kursi roda kesayangan nya.


"Alesya ambil kan Aku minum.." Titah Aiden.


Alesya yang duduk di sofa tak jauh dari Tuan muda nya, langsung bergerak. "Ini minum Anda Lord Aiden..." Alesya menyodorkan gelas yang begitu cantik kepada Aiden.


Pria itu tersenyum, selama beberapa bulan ini, Alesya begitu telaten menjaganya. "Trimakasih.." Ujar nya.


Rasanya Alesya akan meleleh setiap kali Pria itu tersenyum, Tuan muda nya sangat tampan dan berwibawa, dan selama tinggal disini ia begitu nyaman, Karena Pria ini begitu baik saat memperlakukan nya, jika terus seperti ini bisa-bisa Dia jatuh cinta.


"Kemarilah lebih dekat.." Aiden menepuk sofa yang dekat dengan kursi roda nya. Wanita itu menurut ia berpindah duduk seraya membawa bacaan nya.


"Apa Tuan membutuh kan sesuatu..?". Tanya Alesya.

__ADS_1


"Tidak ada, Aku hanya ingin lebih jelas melihat mu Alesya.." Jujur nya. Aiden melepas kaca mata baca nya dan memberikan pada Alesya.


Wajah Alesya langsung memerah, ia merasa tersipu dengan perkataan Tuan muda nya. "Wajah mu memerah Alesya, Apa Kau kepanasan.." Aiden mencari remot AC, untuk menyalakan alat pendingin ruangan itu.


"Tidak Tuan, udara di sini tidak panas.." Jawab nya.


"Apa Kamu sakit.." Aiden menepel kan telapak tangan nya ke dahi Alesya, Wanita itu refleks membawa mundur kepala nya.


"Tidak Tuan Saya baik-baik saja.. " Bisa mati mendadak Alesya jika terus di perlakukan seperti ini.


Aiden tersenyum ia terus memandangi Wajah yang selalu menenang jiwa nya, dan mungkin posisi Calista akan segera tergeser atau mungkin sudah.


"Cerita kan kisah mu pada ku Alesya..". Kata Aiden.


"Apa yang ingin Lord Aiden tahu, tentang Saya..".


"Jangan terlalu formal Alesya, dan Saat kita berdua Aku ingin Kau memangil dengan nama depan ku, Aiden, Aku ingin mendengar nya.." Suara itu mengalun begitu lembut dan sangat enak di dengar padahal menurut Madame Anet Tuan muda Aiden adalah orang yang irit bicara, tapi menurut nya tidak.


"Maaf Tuan Itu tidak sopan." Alesya menunduk tidak berani lebih lama menatap tatapan lembut itu, bisa jadi jantung nya akan meledak.


Hingga sebuah tangan terulur menyentuh dagunya, Pria itu mengangkat dagu Alesya untuk bisa melihat ke arahnya. Dan ini kali pertama nya, Alesya di sentuh oleh Aiden.


"Ketika berbicara pandangan lah lawan bicaramu, Apa Aku seseram itu dimata mu.!?."


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be contiuned.


__ADS_2