Sang Pelayan Tuan Muda Kejam

Sang Pelayan Tuan Muda Kejam
Bab 25


__ADS_3

Sementara Alesya baru saja di baringkan di atas ranjang king size milik Asher, Wanita itu hanya diam dengan jantung yang berpacu dengan cepat, ia sudah tahu kedepan nya akan seperti apa, jika dengan menurut, bisa menurun-kan kadar kejam Pria ini, maka akan dia lakukann.


Mungkin akan banyak nyawa yang terselamatkan kan, karna pengorbanan nya.


Anggap lah Alesya berperan sebagai pahlawan yang bergerak di atas ranjang untuk meredakan segala amukan Pria ini. Terdengar lucu dan ironis, namun begitu lah kenyataan yang alami seorang Alesya Beatrice.


Untuk lari atau menolak dari Pria ini, itu sungguh sesuatu hak yang sulit untuk di raihraih, boleh kah ia menggenggan hati itu dan menghancurkan setelah nya, Itu keseluruhan saran yang Alesya tangkap dari Ae-ri. Teman perawat yang ia temui di korea.


Sementara Asher terus memandangi wajah Alesya tampa berkedip, tangan nya terulur memberikan usapan lembut dan menyamping kan helaian rambut yang menghalangi kecantikan milik Alesya nya.


...Cup.....


Dengan penuh perasaan Asher memberi sebuah kecupan di dahi tak hanya itu, ia mengecup semuanya bagian yang ada di wajah Alesya.


Sejauh mata itu memandang dari dekat Alesya di buat terpesona dengan Ke-tampanan yang di miliki Pria ini, dan Alesya tak bisa memungkiri jika Asher memang memiliki wajah tampan sempurna tampa cela, kecuali tabiat hidup nya.


Wanita ini hanya diam, setiap sentuhan Asher memberikan gelenyeran aneh pada nya tubuh seakan tersengat dengan aliran yang tidak jelas. Hingga kecupan itu semakin turun ke bibir Alesya, "Balas Aku...!" Pinta Asher dengan suara yang parau, ia sudah sangat lama menginginkan ini, Alesya benar-benar membuat ia tersiksa hanya untuk terus menahan gejolak has-rat nya.


Padahal banyak Wanita yang begitu mendambakan diri-nya di luar sana, namun hanya Alesya yang ia ingin-kan.


Dan Asher tersenyum saat Alesya membalas Ciuman nya, jari-jari nya terus bergerak turun melewati leher hingga berada di bagian da-da, Pria itu memberikan sebuah remasan hingga membuat Alesya melengguh. Asher hampir di buat gila hanya sekedar mendengar suara merdu yang keluar dengan suara tertahan itu.


Tangan itu mulai menelusup masuk, melalui pinggang tampa melepas lu-ma-tan itu. "Aaaaahk.." Suara itu kembali lolos, wajah Alesya kembali memerah setiap sentuhan Asher membuat ia semakin terbakar. Pria ini memang sangat ahli memancing untuk lebih menjerumus kan Alesya akan buaian ingin ber-cinta.


Bahkan Alesya tak sadar entah sejak kapan dirinya sudah polos tak mengenakan apa- pun, pakaian entah di lempar kemana yang jelas sudah berserakan di bawah ranjang, entah itu berakhir dengan sobekan atau seperti apa, ia tidak ingat.


Ciuman itu terus berlanjut hingga pipi dan menuruni leher, bahkan setia saat meninggal kan jejak merah di sana, Alesya menggigit bibir bawah- nya saat Asher bermain dengan lihai di antaranya dua bukit kenyal milik nya, Pria itu menyesap dan meremas nya secara bergantian.

__ADS_1


"Ngghhh.."Lagi-lagi suara laknat itu kembali keluar, ketika remasan itu semakin lembut dan membuat Alesya tak bisa mengendalikan diri-nya.


"Jangan di tahan, keluarkan Suara-mu Ale.." Seketika Alesya menutup mulut nya dengan tangan nya, ia menutup mata merasakan sensasi gila yang di lakukan Asher padanya.


"AAAAHKHH.. " Melihat Alesya semakin memanas karna ulah nya, Asher melepas kemeja, tampa melepaskan ciuman nya yang semakin menuntut itu.


Dengan sembarangan Asher melempar kemeja, melepas celana dengan tak sabar. Sementara Alesya di buat bergerak dengan gelisah, saat lidah itu bermain dengan lihai memain kan ujung kecil berwarna pink di ke-dua da_da nya.


"Emmmmp.." Asher terus membukam bibir Alesya agar suara nya tidak lolos dan tertahan di mulut nya.


Jemari Asher menyentuh lembut paha Alesya, sesekali Pria itu mengcup lembut, hingga Alesya berulang kali terus tersentak kaget, hingga kejadian yang berada di mobil tempo hari terulang kembali. berbeda nya suara lengguhan itu tidak do barengi kata makian.


Tubuh Asher di bawa naik hingga wajahnya sejajar dengan Alesya, jari tengah nya masih aktif keluar masuk membuat empunya semakin bergerak gelisah dan semakin basah.


"Ahhhh.....ohhhh. ....Asher ... Ahhhhhhhk...berhenti.hhh.". Alesya sudah tak tahu apa yang ia katakan, tubuh terus terhenyak kaget dengan setiap Asher menyentuh nya. Mulut nya terus menyatakan berhenti namun reaksi tubuh berbeda, Alesya begitu sangat menikmatinya.


Tangan tampa berhenti meremas benda kenyal itu berganti-an, hingga posisi sejajar sudah di dapat, dengan melesat pelan pusaka Asher mulai memasuki Alesya di iringi lengguhan nikmat kedua nya.


Dan lengguhan itu semakin menggema saat pinggul Asher begoyang dengan ritme yang pelan.


"Ahhhh Alesya Kau sangat nikmat.." Asher terus menggoyang pinggul nya dengan bebas namun ia melakukan itu dengan lembut, mengingat tubuh Wanita ini pernah terluka. Bahkan bekas luka itu masih ada dan terlihat jelas.


"Emmmmmp Ahhhhhh...". Alesya benar-benar di buat malu, ia terus men-desah merasakan setiap henta- kan yang terus menghujam miliknya.


Asher mempercepat ritme nya, membuat Alesya terus menggelinjang dan menegang Wanita ini sebentar lagi akan mendapat pelepasan nya.


Nafas Alesya semakin memburu dengan Da-da yang naik turun, perasaan ini membuat Alesya tak mengerti, yang jelas ini sangat nikmat.

__ADS_1


Beberapa menit berlalu hingga beberapa jam


Entah sudah berapa kali Alesya mendapat pelepasan nya, Pria ini masih berpacu di atas nya bahka Asher sudah 2 kali menembak nya dengan mayones milik nya.


Suara ******* semakin terdengar jelas dan keras, Asher masih berpacu di atas tubuh Alesya, hingga Alesya tak mampu lagi mengingat berapa kali ia mendapat pelepasan, mata yang sayu itu sudah tak sanggup menahan serangan demi serangan yang terus mengentak milik nya.


"Emmmmph... Sakit..." Dan detik berikut nya rasa nikmat itu berubah menjadi sangat sakit


Asher menghentikan Aktivitas nya, saat melihat jam mereka telah melakukan nya selama 2 jam tampa henti, terlalu lama berpuasa membuat ia lupa akan kondisi Alesya nya.


Asher segera mencabut milik nya, melihat Alesya meringis menahan sakit ia langsung panik. "Tunggu sebentar.." Asher turun dari ranjang mengambil pakaian nya yang ada di lantai kemudian memakai nya.


Tak berhenti di siti Asher bahkan membantu Alesya nya untuk berpakaian. "Tahan sebentar, Aku akan membawa mu ke rumah sakit.." Asher mengecup puncak kepala Alesya, kemudian memangku Alesya keluar kamar.


Asher terus menyerukan nama Antoinio dengan keras, membuat semua pengawal dan pelayan di buat panik.


"Sakit..." Alesya kembali meringis, luka akibat tembakan itu kembali terasa.


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be Contiuned.


__ADS_2