Sang Pelayan Tuan Muda Kejam

Sang Pelayan Tuan Muda Kejam
Bab 35.


__ADS_3

Dan ketika hari sudah melewati malam, akhirnya pagi menyambut Alesya, wajah nya tampak kusut saat bagnun, jangan katakan Alesya tak bisa tidur.


Dan jawaban nya,, iya. Dia tak tidur nyenyak malam tadi.


Dan kalian tahu kenapa Alesya tak bisa tidur, kalian pun bisa menyebak nya sendiri.


"Nona apa Anda ingin kembali istirahat.." Martha cukup khawatir melihat wajah lesu Alesya.


"Tidak Martha, Aku baik-baik saja.." Jawab nya singkat padat dan jelas, namun wajah nya tidak menunjuk kan hal yang demikian.


"Apa ada perintah dari Dia, menyuruh ku untuk meninggalkan kan kamar ini..!?" Kata Alesya sungguh membingungkan.


Martha terdiam cukup lama. "Maksud Nona apa..?"


"Ahhh Sudah lupakan..." Alesya mengibaskan tangan, ia benar-benar seperti orang bodoh saat menanyakan hal itu, cukup lah untuk tidak perduli.


Namun seperti nya kekesalan itu semakin menjadi saat langkah kaki tiba di area meja makan, namun dengan santai ia duduk dengan anggun dan manis seraya menonton drama romantis saat Asher di suapi oleh Vivian


Oh manis sekali, kalian sangat cocok, Alesya rasanya ingin muntah.


Biasanya Pria itu akan menunggunya untuk sarapan pagi, namun kali berbeda Asher hanya melirik nya acuh. Alesya menjadi kikuk sendiri.


Keberadaan nya seakan tak di anggap.


Cukup Alesya jangan berpikir gila, Dia Asher, Pria jahat dan seorang pembunuh, jangan sampai hari mu rusak karna memikirkan kekesalan mu pada Pria itu.


Dan sarapan pagi itu berjalan sebagaimana semestinya, dengan Alesya yang menonton drama romantis pagi ini.


Ini sangat memuakan.


"Tuan apa Anda terluka, kenapa dengan punggung Anda." Wajah Vivian langsung berubah cemas, saat meraba bagian punggung, ia merasa ada sebuah perban di sana, dan saat melihat ada noda di tangan ia langsung terkejut. "Ya ampun Tuan Anda berdarah.."


Tak hanya Vivian yang panik, namun Alesya pun demikian, ia beranjak dari tempat duduk dengan tergesa-gesa menghampiri Pria tampan berwajah datar itu.


"Asher apa yang terjadi, apa kau baik-baik saja...". Vivian mendelik tak suka saat mendengar, bagaimana Alesya memanggiln Tuan tercinta nya.

__ADS_1


Dia saja memanggil Pria iitu dengan sebutan Tuan tidak dengan nama depan nya.


Aura membunuh terpancar dari wajah cantik nya, Jika Wanita itu memiliki arti di hati Tuan nya, maka jangan salah kan, Dia akan jadi korban selanjutnya dan Alesya harus mati di tangan nya, ia sangat tak rela ada Wanita lain yang dekat dengan Tuan nya.


"Menyingkir..". Tangan kekar itu mengehempas begitu kasar, saat jemari Alesya ingin menyentuh Asher, bahkan suara nya terdengar berat dan juga dingin.


Alesya merasakan nyeri saat melihat, betapa dingin dan acuh nya Pria itu padanya.


"Kau tak dengar apa kata Tuan, menyingkir..!". Vivian mendorong Alesya begitu kuat, hingga Wanita iru tersungkur ke bawah, Vivian tersenyum penuh kemenangan, ternyata Wanita itu tak berharga di mata Tuan nya.


Kau selamat.


"Vivian jangan lancang, hanya Aku saja yang berhak menyakiti Alesya..., Mengerti..!..".Vivian terkejut bukan main, Asher menegurnya untuk pertama kali dan itu terjadi karena Alesya.


Siapa Wanita itu, berani bermain dengan seorang Vivian HA


"Maaf kan Saya Tuan ku.." Sebisa mungkin ia menahan amarah nya, lalu mata nya mendelik tajam ke arah Alesya, seolah dengan tatapan itu ia ingin sekali mencabik-cabik wajah cantik itu dengan kukunya.


Lalu dengan berani nya Alesya membalas tatapan tajam itu, Dia tidak takut dengan ular bermulut manis ini. Dia tak salah hanya saja entah kenapa ia merasa tak tega melihat Pria itu terluka.


"Tuan apa ini alasan Tuan tidak mau di temani mandi saat tadi, bahkan menolak untuk tidur bersama.." Alesya benar-benar panas dingin mendengar itu.


"Dengan senang hati Tuan ku.." Dengan senyum penuh kemenangan Vivian memapah Asher menuju lantai 2 dimana kamar Pria itu berada, Wanita itu langsung senang, ternyata dirinya lah yang terpilih.


Sementara Alesya yang dengan bodohnya masih terduduk di lantai menatap dengan nanar kepergian mereka, hingga Martha membantu nya berdiri.


"Anda baik-baik saja Nona.." Tanya Nya.


"Martha, kamu tahu luka di punggung Asher.." Alesya tidak menjawab Martha, Dia menjawab dengan pertanyaan lain,, pokus nya saat ini memandangi kepergian Pria itu, sangat jelas terlihat di punggung nya ada noda darah, dan itu tidak sedikit.


Dan Alesya sangat penasaran luka macam apa sampai darah merembes begitu banyak nya.


Dan tak berapa lama seorang Dokter berlari dengan tergopoh-gopoh, itu adalah Dokter Brian, di ikuti Antonio di belakang nya. Pria itu langsung menaiki tangga menuju lantai 2.


"Martha, Kau belum menjawab pertanyaan ku.." Kali ini Alesya menarik Martha ketempat yang lebih sepi, dimana tak ada orang atau pelayan lain yang berlalu lalang.

__ADS_1


"Sekarang katakan dengan jujur, apa yang terjadi, apa ada hubungan nya kejadian minggu lalu.." Tebak Alesya. dan ia tak sembarangan menebak ia yakin Pria itu terluka di sana.


"Maaf Nona, Saya tidak berani mengatakan itu Tuan melarang keras bagi siapa pun yang memberi tahu..". Tutur Martha.


"Aku mohon Martha, beri tahu Aku apa yang terjadi.."


"Maaf kan Saya Nona, Saya tidak bisa memberi tahu Anda, jika Nona bersikeras ingin tahu, Nona bisa bertanya langsung ke pada Tuan.." Itu lebih baik menurut Martha.


Alesya mengehela nafas, Martha bersikukuh tak memberi ia pencerahan masalah Asher, lalu harus kah ia bertanya pada Pria itu. Alesya cemas dan khawatir, yang ia takut kan Pria itu celaka karna nya.


Dan jika ingin jawaban ia harus bertanya pada Antonio, YA. Dia harus menanyai Pria dingin itu.


Langkah kaki tampak tergesa saat menaiki anak tangga, ia mencari keberadan Antonio di lantai atas, dan saat netra melihat pintu kamar Asher tidak tertutup rapat, Alesya tersenyum penuh arti.


Wanita itu ia memutuskan untuk menguping, ia akan mencari kebenaran nya sendiri. Tubuh sudah menempel di dinding dengan telinga sudah di siapkan untuk mendengar informasi yang penting.


Anggap lah Alesya memang bodoh saat melakukan hal gila seperti ini, ia hanya penasaran tentang kebenaran nya bagaimana Pria itu terluka, padahal bisa saja ia tak peduli, mengingat kejam nya Pria itu pada nya, Namun Alesya bukan orang seperti itu, apa lagi jika benar, Asher celaka karna menyelamatkan


Dan cukup digaris bawahi Alesya bukan lah Wanita murahan dan ingin mendapat perhatian Asher. Alesya adalah Wanita yang berprinsip untuk menjaga mahkota nya untuk Suami di masa depan nya, meskipun seluruh hati sudah di berikan untuk Revan, namun selama berhubungan mereka tak pernah melakukan hal lebih yang menjurus ke hal ranjang, meski keduanya nya saling mencintai.


Justru Asher yang telah merebutnya dengan paksa dan mengenal kan apa arti kenikmatan di atas ranjang dan membuat seorang Alesya menjadi Wanita yang sebenarnya.


Ia mengenal S-e-x dan kenikmatan yang membuat ia ingin merasakan nya lagi dan lagi, dan semua k ulah Pria itu, dan bisa di anggap ia sudah di fase ketagihan akan berhubungan sek---sual


Dan jika malam itu Asher tak datang, mungkin ia bisa merasakan nya dengan Revan, namun saat itu terjadi mungkin Alesya akan menyesal selama seumur hidup.


Revan adalah calon Suami Adiknya, Cecelia. Dan itu menjadi pukulan terberat yang ia alami. Selain ia kehilangan Kehormatan nya.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continued.


.


__ADS_2