
Udara mulai terasa sangat dingin, dari tempat nyia berdiri,.rintikan berwarna putih mulai terlihat, ini adalah salju pertama yang turun di pengujung tahun ini.
Saat ini Alesya bergabung dengan para pelayan lain di area belakang, mereka siap siaga menunggu sang penguasa rumah untuk memanggil mereka yang saat ini tengah melaksanakan makan malam.
Sebenarnya Alesya begitu penasaran, bagaimana cara makan para bangsawan, pastinya tidak seperti dirinya, yang ingin cepat makanan tandas di piring, mereka pasti memiliki adat yang di junjung tinggi.
"Tuan muda Arthur sudah tiba..". Itu suara Laura salah satu pelayan yang tidak menyukai kehadiran nya, Laura tergolong wanita cantik dan memiliki body yang menggiurkan dan termasuk salah satu yang mengagumi Tuan Muda dari Keluarga Dominic dan sangat menggilai Arthur Dominic.
Dan jujur saja nama itu tak asing di telinga Alesya, hingga dengan penasaran ia ikut mengintip, bagaimana rupanya Tuan muda ke-dua itu, namun sayang pandangan nya terhalangi oleh pelayan lain hingga datang nya Madame Anet.
"Apa yang kalian lakukan.." Suara itu terdengar dingin dan tegas, kerumunan itu langsung bubar seraya menundukan kepala.
"Dan kamu di panggil Tuan muda Aiden.." Tunjuk Madame Anet ke arah Alesya Jantung Alesya langsung berpacu cepat saat itu juga, bolehkah ia pingsan saat ini juga, untuk menghindari pertanyaan itu, karna jujur saja ia masih tidak tahu harus menjawab apa, setiap jawaban memilih resiko.
"Alesya Tuan menunggumu.!." Suara Anet kembali berseru.
" Baik Madame.." Alesya menekuk lutut nya setengah, setelah itu ia keluar dari ruang belakang menuju area meja makan, dari tempat nya ia bisa melihat lima orang yang duduk di sana dan Aiden saat ini tengah membelakangkan nya.
"Lord Aiden Anda memanggil Saya.." Suara Alesya menginterupsi, semua orang menghentikan aktivitas nya dan melihat Alesya secara bersamaan.
Sungguh Alesya tidak menyukai nya, apakah saat melihat tatapan seorang Wanita yang seperti tak menyukai nya, namun jantung nya seakan berhenti saat melihat satu orang Pria yang kini menatap nya tampa berkedip.
"Alesya.." Arthur yang begitu syok langsung berdiri, Wanita pujaan nya yang sudah lama ingin ia temui, ada di kediaman kakaknya, dan Wanita ini menggunakan baju pelayan.
"Arthur kenapa Kau begitu terkejut saat melihat Alesya, jangan bilang ini kali pertama mu, melihat Pelayan yang kamu rekomendasi ini kan." Aiden merasa bigung dengan tingkah adik nya, jangan bilang jika Arthur menyukai Alesya juga.
__ADS_1
" Iya Nak, dan kamu sangat pandai sekali mencari seorang pelayan, Dia sangat cantik.." Doris pun yang terkagum-kagum melihat kecantikan Alesya, menginginkan untuk menjadi salah satu selirnya.
"Maaf kan Ayah atas kelancangan ku, tapi kumohon jangan memandangi Alesya ku seperti itu." Mendengar Putranya mengaku jika pelayan ini adalah milik nya.
Doris tidak menyukai nya, tapi tidak mungkin juga ia berselisih dengan Putranya sendiri karna seorang Wanita, terlebih nya Wanita ini seorang pelayan. Harga diri nya masih terlalu tinggi untuk itu.
"Kau serius dengan nya nak.." Rowena membuka suara nya, sementara Arthur masih diam di tempat nya, ia masih memandangi Wajah cantik Alesya.
"Aku tidak pernah seserius ini Bunda..". Tadi nya Aiden tidak akan mengumumkan jika Alesya begitu berarti baginya, namun saat melihat tatapan Adik dan Ayah nya membuat ia terpaksa mengakui jika Alesya adalah Wanita nya.
"Kalau begitu Bunda hanya bisa memberi mu ijin untuk menjadikan pelayan ini sabagai selir, tidak untuk Istri utama, karna tempat itu milik Daisy.." Tegas Rowena.
"Maaf kan Aku Ibunda, Aku ingin menjadikan Alesya istriku satu-satunya.." Seru Aiden dengan mantap, ia sudah sangat jatuh hati terhadap Alesya, dan ingin menjadikan Wanita ini satu-satu nya pemilik hati.
"Status nya hanya pelayan Aiden, Kau ingin mempermalukan keluarga kita, dengan menjadikan pelayan ini sebagai Istri utama, kau tahu Kau adalah pewaris pertama di kelurga kami.." Cecar Rowena tak suka dengan keinginan Putra nya.
" Dari mana nya tak membuat malu Aiden, keputusan Bunda sudah final, kamu hanya bisa menjadikan Wanita ini sebagai selir, tidak untuk Istri utama.." Rowena menggebrak meja, Wanita itu benar-benar murka, Putranya berani membangkang karena seorang Wanita.
Sementara Alesya yang menjadi biang utama kacau nya acara makan malam hanya bisa berdiri dan tak berani membuka suara.
"Ibunda Aku mohon tenanglah, tidak baik untuk kesehatan mu." Aiden tahu jika Rowena memliki masalah jantung, ia takut terjadi apa-apa pada Wanita yang telah melahirkan nya itu.
"Jika Kau tak ingin melihat Bundamu jatuh sakit, maka menurut lah jangan membangkang seperti ini Aiden, Bunda tak melarang mu untuk bersama dengan pelayan ini, hanya saja, Bunda tak mau Kau juga mempermalukan keluarga dengan menjadikan seorang pelayan menjadi Istri utama.." Jelas Rowena panjang lebar kali ini Wanita paruh baya itu berbicara tak menggunakan emosi nya lagi..
"Maka dari itu, dengar kan dulu penjelasan ku dulu Ibunda, jika setelah Aku mengatakan siapa Alesya yang sebenarnya, namun Bunda tetap kukuh untuk menolak, maka dengan terpaksa Aku akan keluar dari keluarga ini.." Ancam nya kemudian.
__ADS_1
"Kau berani menentang Bunda karna pelayan ini." Da-da Rowena naik turun, ia begitu emosi saat mendengar kata terakir, hingga tangan kekar Suaminya mengelus bagian punggung.
"Sudah..,ingat kesehatan mu, dan lebih baik dengar kan penjelasan Putramu terlebih dahulu dan bicara lah dengan kepala dingin.." Tangan itu masih turun naik mengusap punggung Istrinya, lagi pula ia juga penasaran dengan penjelasan Putra sulungnya.
"Baik lah.." Rowena langsung menenggak air minum hingga tandas, diri nya terlalu haus karna beradu argumen dengan Putranya.
"Trimakasih Ayahanda dan jugaIbunda.." Aiden membungkuk hormat.
"Alesya duduk lah, apa kau tidak pegaal terus berdiri seperti itu.." Tangan Aiden menuntun Alesya untuk duduk di sebelahnya, dan semua orang melihat bagaimana perlakuan Aiden terhadap Alesya, begitu jelas jika Pria ini menyayanginya.
Setelah Alesya duduk, Aiden kembali menatap ke arah orang tuanya. "Ayahanda dan juga Ibunda maaf kan lah Putramu yang tidak berbakti, Aiden berharap jika Ayah dan Ibunda akan mengerti,.." Aiden menghela nafas nya panjang sebelum ia berbicara lagi.
"Perkenalkan Dia adalah Wanita yang Putramu cintai, Dia adalah Alesya Beatrice, kewarganegaraan negara J, dan Alesya adalah Putri dari Seorang Jenderal Edmond Beatrice dan mungkin bagi Ayah nama itu tidak lah asing.." Jelas Aiden mengenal kan Alesya dengan baik.
"Benar Apa yang di katakan Putraku.." Rowena memandangi Wanita cantik ini, pantas saja Putra nya berani menentang dirinya demi Wanita ini, sungguh kecantikan yang langka, tapi kenapa saat ia begitu intens memandangi Alesya, wajah nya mengingat kan ia akan seseorang, sahabat nya yang menghilang 26 tahun yang lalu.
"Benar Yang Mulia Duchess, yang di katakan Tuan muda Aiden semuanya benar.." Alesya terus menunduk, ia terus meremas bagian bawah pakaian nya, ia terlalu gelisah saat ini.
.
.
.
.
__ADS_1
..
To be continued.