Sang Pelayan Tuan Muda Kejam

Sang Pelayan Tuan Muda Kejam
Bab 47.


__ADS_3

Selama beberapa minggu ini Alesya tinggal di sebuah desa yang dengan pemandangan yang masih asri, eksotis dan juga indah , mayoritas pekerjaan penduduk desa disini yaitu petani ladang gandum dan pertenak sapi perah.


Terkecuali Olivia, Wanita itu bekerja sebagai pelayan di kediaman seorang Duke, sementara Melia yang hanya anak tunggal masih menyelesaikan pendidikan nya.


Dan di waktu senggang nya, ia bekerja dengan memerah su-su seperti yang di lakukan Alesya saat ini yaitu membantu Milea, dan mereka di bayar 15 Dollar perhari nya, makhlum saja ini pertenakan kecil.


Untuk seorang Alesya uang itu sangat lah lumayan. "Jika Kau ingin mendapatkan bayaran yang lebih tinggi, Kau bisa bekerja di tempat Ibu ku, Ale ku dengar Tuan muda tengah mencari seorang pelayan untuk mengurus Kakak nya. " Ucap Milea.


"Berapa gaji nya kalau boleh Aku tahu.." Anggap saja Alesya memang tertarik, hidup di tengah pelarian ia butuh uang banyak.


"1.470 Dollar perbulan, apa kau tertarik, jika iya Aku akan memberi tahu ibuku, dan kurasa Kau sangat cocok dengan kriteria yang di ingin-kan Tuan muda.." Jawab nya.


"Apa Tuan muda itu menginginkan kriteria khusus.. " Alesya bertanya dengan penasaran.


"Salah satu nya adalah cantik, ya meskipun indentitas mu tak ada, namun Ibuku cukup dekat, mungkin Dia bisa membantumu.."


Alesya menghela nafas, harus kah ia menjadi pelayan lagi, ia takut kejadian sama menimpanya kembali, saat ia terjebak menjadi pelayan Tuan muda kejam.


"Baiklah Aku setuju, tolong bawa Aku kepada ibumu. tapi sebelum itu Aku ingin bertanya, Kakak nya Tuan muda itu, laki-laki atau perempuan.."


"Laki-laki dan sangat tampan., Namun Kau tak perlu khawatir Dia pria lumpuh tak akan berani menyentuh mu, apa lagi Tuan muda Aiden sangat baik" Dan ada gurat sedih yang ia tangkap dari wajah Milea.


"Kenapa.." Tanya nya penasaran.


"Aku merasa sangat kasihan kepada Tuan muda Aiden, di usianya yang maih muda ia harus menderita kelumpuhan, bahkan ia kehilangan Tunangan nya, Kau tahu tak hanya Aku yang merasakan itu semua penduduk desa pun merasa kah hal sama.." Alesya masih mendengar cerita Milea.


"Kau menyukai atau mencintainya." Tebak Alesya.


"Aku hanya menyukainya, mana berani Aku mencintai Tuan muda Aiden, Aku hanya seorang anak pelayan, dan pemerah su-su.. " Balasnya dengan terkekeh bisa-bisa nya Alesya berpikir jika ia mencintai Tuan muda itu.

__ADS_1


"Bisa saja kan, bukan nya Tuan muda Aiden sangat lah baik dan tampan.. " Mereka terus berbincang membicarakan Tuan muda yang malang itu.


Hingga saat senja, mereka kembali ke rumah Milea, dan selama ini Alesya tidur di kamar bersama gadis cantiik itu.


"Seperti nya ibu ku sudah kembali, Aku akan berbicara dengan nya, Tunggu di sini.." Milea menepuk bahu Alesya, kemudian ia beranjak turun dari ranjang.


Alesya mengangguk, setelah Milea pergi pandangan nya beralih kearah kaca jendela, saat malam desa ini sangat lah sepi dan lumayan gelap, bahkan udara di sini sangat lah dingin, hampir tiap malam ia memakai mantel mungkin karna sebentar lagi akan masuk musim dingin.


Saat mengingat ia sudah berada di tempat ini selama 3 minggu, tak ada gangguan dari Pria gila itu, dah berharap ia tak pernah di pertemukan lagi.


Pintu kamarnya di buka, dan wajah imut dan manis itu menyembul. "Besok Kau bisa ikut dengan Ibuku, Dia setuju membawamu"


"Benarkah, bukan kah itu kabar baik.." Ucapnya dengan antusias.


"Tapi itu semua tergantung Tuan muda Aiden, Dia mau menerima mu atau tidak.." Lanjut Milea kemudian.


"Itu tak apa, semua itu tergantung dengan keberuntungan ku esok hari.." Alesya selalu berpikir positif dan selalu optimis.


Sementara di tempat lain, Asher masih melanjutkan kehidupan nya, meskipun ia merasa sangat kehilangan Alesya.


Hidupnya terasa hampa namun ia tetap melanjutkan pencarian dan yang lebih gila nya ia mematau kehidupan mantan kekasih dari Alesya yang menikah dengan Cecelia,di Austria.


Yaitu Revanus Archie, bahkan ia membuntuti adiknya itu, bukan nya mendapat informasi mengenai Alesya, ia malah mengetahui boroknya Wanita itu. "Dasar, buah memang jatuh tak jauh dari pohonya.. " Asher mendengus kesal, ia merasa jijik dengan Wanita yang selalu bergonta-ganti Pria, barulah perumpaan itu sangat cocok untuk Wanita itu, berbeda dengan Alesya, ia Wanita murni dan suci saat ia merasakan tubuh nya.


'Apa selama ini, Aku terlalu kejam padanya' Batin nya terus mengatakan itu.


Tiba-tiba pintu kaca di ketuk oleh Cecilia dengan terpaksa Asher membawa turun kaca jendela nya. "Sudah ku duga ini benar Anda Tuan.." Cecelia begitu kegirangan saat di pertemukan dengan Asher, Pria yang ingin ia taklukkan nya di atas ranjang.


Bahkan Wanita itu nekat masuk ke dalam mobil, dan Asher sangat menyesal tak mengunci pintu nya. Dan tak tahu malu nya ia melepas blazer yang ia kenakan. "Maaf di luar sangat panas.." Alasan nya, padahal Cecelia sengaja menggoda Asher dengan tubuh sek-sinya.

__ADS_1


Dan yang di goda hanya terus menampakkan wajah datar, ia tak tertariknya dengan Wanita murahan ini, begitu juga dengan Wanita lain nya, Ia hanya ingin Alesya nya.


" Saya tahu, selama beberapa hari ini, Tuan mengikuti ku, Apa yang Tuan mau.." Cecelia mulai mengikis jarak ia terus mendekat dan terus sengaja membusungkan da-da nya.


"Mundur lah, atau ku buat berlubang di kepalamu.." Asher mengatakan itu dengan wajah yang jijik, sadarkah Wanita ini jika di tubuhnya di penuhi kissmark dan itu buka Revan yang membuat nya.


"Oh Tuan, Kau tak pernah berubah mulut mu masih terdengar kejam..". Melihat senjata laras pendek Cecelia mundur, ia masih ingin hidup.


"Tapi Aku sangat penasaran, kenapa Tuan mengikuti ku, Mungkin kah Tuan sudah bosan dengn Kakak ku dan ingin berganti dengan adiknya..". Cecilia menyilang kaki, dengan gaun yang memiliki belahan yang tinggi membuat paha mulus nya terekspos dan lebih parah nya ia tak memakai ce-la-na dalam.


Asher benar-benar muak, bolehkah ia menarik pelatuknya dan melubangi titik sensitif Wanita ja-la-ng ini. "Antonio.." Suara nya dengan berat dan dalam saat memanggil asisten nya.


Antonio yang paham langsung keluar dari mobil, kemudian Antonio membuka pintu belakang mobil, dan setelah itu Cecelia di seret dengan paksa, tak peduli bagian da-da Wanita itu menyembul keluar.


Salah kan saja Wanita ini yang berpakaian seperti ini, Antonio pun merasa sangat jijik dengan Ceciliia karena tak sengaja ia pun melihat nya.


"Tuan apa kita Akan kembali.." Tanya Antonio yang sudah kembali masuk, sementara di luar mobil sana, Cecelia masih berteriak seraya menggedor kaca seperti orang gila dan dengan sengaja ia menempel kan bagian da-da nya. Urat malu Wanita ini benar-benar sudah putus.


Kasihan sekali kepada Pria yang menikahi Wanita binal ini.


.


.


.


.


.

__ADS_1


. To be continued.


__ADS_2