Sang Pelayan Tuan Muda Kejam

Sang Pelayan Tuan Muda Kejam
Bab 58.


__ADS_3

Di waktu sama dengan tempat yang berbeda, bunyi barang pecah menggema di salah satu ruangan yang ber dominasi warna putih.


Seorang Pria tampan yang lagi-lagi tengah meminum alkoholnya, melihat ke asal suara. "Alesya..".Pria itu berlari saat sebuah foto yang berukuran besar sengaja ia gantung di kamar nya, dan terlihat sudah jatuh dan rusak.


Pria itu masih sadar saat membersihkan sisa beling kaca yang berserakan.." Bahkan untuk tinggal di Dinding kamar ku pun, Kau begitu enggan Alesya." Asher bermonolog sendiri, ia mengusap wajah cantik itu dengan tatapan yang begitu nanar.


Bayang- bayang Wajah Alesya selalu menari-nari di ingatan nya, dan lagi air mata itu jatuh tampa permisi, dan ini lah Asher Drake Kharkov saat ini, saat di luar atau jam kerja ia begitu kejam dan tak segan pada musuh nya, namun di saat Dia sendiri, kembali murung saat mengingat Alesya.


 "Ini kah balasan mu padaku, Kau sudah membuat ku gila dan sakit hati Al.." Lagi-lagi ia bermonolog sendiri, perlakuan nya terhadap Alesya memang kejam dan ia mengakui nya itu.


Namun jika Tuhan memberinya kesempatan untuk di pertemukan dengan Alesya, pasti nya Dia tidak akan menyia-nyia kan hal itu, Dirinya akan memperlakukan Wanita itu dengan penuh kasih Sayang dan menjadi kan Alesya seorang Ratu yang sangat ia cintai di dalam hati dan Dunianya.


Hingga di tengah lamunan dan kesedihan nya sebuah getaran ia rasakan di saku celana, tangan nya pun terulur mengeluarkan gawai pintar itu hingga ia tempelkan benda pipih berlogo apel itu di dekat telinga.


"Apa Kau sudah melupakan sahabatmu..?" Suara Pria yang ada di sebrang telpon langsung menyapanya saat panggilan sudah terhubung. "Sudah berapa lama kita tidak berkumpul bersama..!?" Pria itu bersura lagi.


" Kau menghubungi ku, di saat tidak tepat.." Asher menjawab dengan nada yang malas. terdengar di sebrang sana Pria itu mengehela nafas, dan ia sudah tahu jika sahabat nya tengah mabuk.


"Jangan bilang Kau seperti ini Karna seorang Wanita.." Tebak nya.


"Sudah lah, jika Kau menghubungi ku, hanya untuk menanyakan ini, lebih baik ku matikan.." Asher sedang tidak berselera untuk mengobrol, meskpun yang saat ini berbincang-bincang dengan nya adalah seorang Sahabat.


"Wow... Seorang Asher ternyata bisa sangat kacau seperti ini, sudi kah Kau mau berbagi kisah mu padaku, Siapa Dia...!?.." Katanya menggoda dengan penuh penasaran.


Medapatkan pertanyaan seperti itu Asher diam, bukan nya Dia berpikir untuk menceritakan atau tidak, tapi Pria ini diam karna saat ini ia tengah fokus menatap fotret seorang Alesya yang begitu ia rindukan.


"Kau pernah kehilangan !?, bagaimana Kau mengatasi nya selama ini.." Pria itu berucap sembari mengusap waja lembut Alesya, tak sadar jika dirinya mulai bercerita,.meskipun sebernarnya tidak, ia pun tidak mengerti apa yang ia tanyakan. Tapi percayalah saat ini Dia tengah mabuk berat.

__ADS_1


Di sebrang sana Pria itu tersenyum seperti orang bodoh, Dia tahu jika Asher tengah mabuk dari Suaranya saja sangat berbeda.dengan berbicara yang terdengar bergumam, namun pada akhirnya Dia menjawab juga.


"Awal nya, Aku sangat menderita, kenapa Tuhan memisahkan Aku dengan Wanita yang amat ku cintai, sosok indah cantik dan baik hati selama 1 tahun lebih itu Aku terpuruk.." Pria Itu diam sejenak, ia menghirup udara sebanyak-banyaknya, saat memikirkan Wanita yang telah pergi lebih dulu, hati nya ter cubit merasakan sakit dan masih terasa sesak,.dan ia menyadari jika nama Wanita itu masih bertahta di hatinya, kemudian Dia berkata lagi.


"Dan Kau ingin tahu bagaimana Aku mengatasi nya, Aku menemukan seorang pengganti, ku akui Dia lebih cantik darinya dan selama ini Dia mengisi kekosongan hati ku, karna Aku tahu jika terus mencintai mendiang Tunangan ku hanya akan membuat ku semakin terluka.." Pria di sebrang sana menjeda ucapan dan kemudian ia menghela nafas panjang.


Menceritakan kisah nya seperti membuka luka lama, namun sekarang tidak lagi karna sosok cantik yang lembut itu mulai merasuk ke relung jiwa, dan mulai menyembuhkan luka di hati.


"Lalu.." Ternyata Asher masih sadar, dan Dia masih setia mendengarkan sahabat nya berbicara. jika sebelum nya ia tidak terlalu tertarik dengan masalah seperti ini, namun kali ini berbeda. Pria yang di kenal tampan dan kejam ini merasakan apa arti nya cinta dan itu membuat ia menderita.


"Ku pikir Kau sudah pingsan.." Katanya sembari terkekeh, tak tahu saja sebentar lagi sahabat nya itu sebentar lagi akan tumbang.


"Kau pasti akan menertawakan ku, Jika tahu Wanita yang tengah Aku dekati adalah pelayan Pribadi ku.


"Ku kira kita sama..." Jawab nya tak sadar.


"Wow, Ku kira Putri seorang pejabat yang membuat mu kacau seperti ini, ternyata Kau pun sama seperti ku, tapi kurasa tidak lah sama karena pelayanan ku, bukan pelayan sembarangan, Dia anak seorang Jendral.." Lanjut Pria di sebrang dengan cerita nya.


"Haruskah ku ucapkan selamat untuk mu.." Kata Asher, saat ini Dia sudah mulai terlentang tidur di lantai dan mata nya sudah tak bisa untuk di buka namun Pria itu masih bisa di ajak bicara, meskipun Dia tidak sadar.


"Datang lah ke negara ku Asher, Akan ku kenalkan Putri bangsawan kepadamu, ku yakin salah satu nya akan menarik perhatian mu.." Pria itu terus berbicara. "Dan Aku merindukan berapacu saat berburu di hutan, kapan kita akan melakukan nya lagi, Kau tahu Aku sudah bisa berjalan." Lanjut nya lagi


"Bagaimana dengan Kaki mu, Apa sudah di gerakan dengan normal.." Asher masih bisa menjawab meskipun suaranya terdengar tidak jelas namun Pria di sana masih bisa menangkap setiap perkataan nya.


"Berkat bantuan mu, Aku bisa berjalan lagi, salam kan rasa Trimakasih ku pada Dokter Brian dan pengobatan ajaib nya ".


" H'm.."Pria itu mengagguk, dan tiba-tiba terdengar suara orang lain bergabung di ruangan Asher, Dia adalah Antonio.

__ADS_1


Asisten handal itu mengambil gawai pintar Tuan nya, melihat sambungan telpon masih terhubung. "Maaf Tuan seperti nya Saya harus memutuskan panggilan ini" Kata Antonio.


"Kenapa..Apa Dia sudah pingsan..". Di sebrang sana, Pria itu hanya bisa menghela nafas, padahal Dia belum menanyakan Siapa Wanita yang membuat ya kacau seperti ini.


"Iya Tuan, Apa masih ada yang ingin Tuan sampaikan kan.!?." Kata Antonio lagi.


"Katakan pada pemabuk itu, jika sahabat nya akan segera bertunangan, bulan 2 tanggal 14 tepat nya, jadwal kan Waktu nya untuk hadir.."


"Baik Tuan, Ada lagi..!?"


"Sudah, Hanya itu..!.." Setelah mengatakan itu, panggilan terputus dan lagi ia harus memindahkan tubuh Tuan nya yang sudah terlentang di ubin lantai sembari berguman.


Namun Antonio sudah sangat hapal Siapa yang Tuan nya gumamkan pasti lah Alesya.


"Jangan sentuh Alesya, jangan..!!!"


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.To be continued.


__ADS_2