
Ke esokan hari nya, Olivia benar-benar menepati janji nya, Ia membawa Alesya ke sebuah manor untuk di kenal kan ke Madam Anet, Dia adalah kepala pelayan di kediaman Duke Doris Dominic, tempat dimana ia bekerja.
Dan saat tiba, Alesya melihat bangunan mewah nan megah dengan gerbang yang menjulang tinggi, jangan lupakan taman bunga yang mengitari Hunian yang luas ini, tak jauh berbeda dengan mansion yang di miliki Asher.
Begitu masuk pun ia kembali di suguhkan dengan ornamen klasik yang begitu khas, seluruh ruangan di dominasi warna Dark pastel, pahatan patung dan lukisan bertebaran di mana-mana.
Suara hentakan stoletto berhenti tepat di depan nya, mata Wanita itu menatap dari ujung kaki hingga kepala.
"Madame, Dia Alesya yang pernah Saya cerita kan waktu itu.." Olivia membuka suara nya, kemudian ia menceritakan peyebab ia membawa Alesya ke tempat ini.
Madame Anet menganggukan kepalanya dan masih menatap Calon pelayan Tuan nya ini. "Kau yakin Dia bukan mata-mata, untuk mencelakakan Tuan muda.!?." Meskipun menurut penilaian nya, Alesya adalah Wanita lembut dan lugu, namun tidak memungkinkan jika Wanita ini punya niat terselubung.
"Saya bisa menjamin nya, Madame.." Olivia berkata dengan mantap, selama beberapa minggu Alesya tinggal, Wanita ini berprilaku baik, tak ada prasangka buruk terhadap Alesya, apa lagi, Wanita malang ini telah menceritakan kisah nya dan dari mana ia berasal.
Diam-diam ia mencari informasi , dan menanyai salah satu kenalan nya yang kebetulan tinggal negri tetangga dan hasil nya terbukti benar, Alesya adalah anak seorang jendral polisi, dengan mengetahui itu saja sudah membuktikan jika yang di cerita kan nya adalah kebenaran.
"Baik lah, tapi semua keputusan ada di tangan Tuan muda, jika ia menyukai mu, maka Aku akan memberi ucapan selamat tapi juga sebaliknya Aku harus meminta maaf.." Jelas nya.
"Trimakasih Madame..." Alesya menganguk pertanda hormat.
"Olive kembalilah....dan untuk kamu Alesya silakan ikut Aku..". Setelah mengatakan itu, Wanita paruh baya bertubuh langsing itu berbalik.
Kemudian Alesya mengikuti Madame anet dengan langkah kecil, ia menaiki tangga di sisi kiri, dan itu sangat melelahkan hanya untuk tiba di lantai dua, namun perjalanan masih belum berhenti, Alesya terus naik hingga ke lantai tiga.
Selama perjalanan Madame Aner sedikit menjelaskan setiap bagian dan nanti ia akan di kenalkan dengan para pelayan nanti nya.
Dan itu Nanti..!.
Karna belum tentu Alesya bisa di Terima bekerja di sini, semua tergantung dengan keputusan Tuan muda.
"Kau sudah tahu, siapa yang akan kamu urus.." Madame bertanya.
"Tuan muda Aiden, Madame.." Jawab Alesya.
"Ya.. di ujung koridor sana adalah kamar Tuan muda.." Saat tiba, pintu berdaun dua dengan cat putih itu di ketuk, setengah mendengar kata persetujuan Madame Anet masuk di ikuti Alesya.
__ADS_1
Tampak interior yang luar biasa indah, namun Alesya terus menunduk, tak ingin terlihat bodoh karna terus mengagumi semua ornamen klasik yang tentu nya sangat indah.
Dan Tuan muda yang di maksud, tengah membelakangi nya, Pria yang terlihat memiliki postur tubuh yang kekar itu tampak duduk di kursi roda dan tatapan nya tertuju keluar jendela.
"Tuan muda bagaimana kabar Anda.." Tanya Anet menyapa nya.
"Sama seperti biasa nya An, kabar ku baik, hanya saja kaki ku tak baik- baik saja.." Balas nya, tampa melihat lawan bicaranya.
"Kaki Anda bukan alasan untuk menyerah akan kehidupan ini, bukan nya menurut dokter Anda bisa sembuh dan kembali berjalan normal.." Ucap Anet.
"Kau selalu pandai berkata An.." Tampa Ada yang menyadari Pria itu tersenyum, ia memutar kursi roda untuk melihat kepala pelayan yang sangat ia sayangi.
Dan saat berbalik ternyata Anet tidak sendiri, sosok muda nan indah seperti bunga krisan putih yang mekar, dirinya tak bisa berpaling melihat ke indahan itu.
Madame Anet yang melihat respon pertama Tuan nya, langsung mengulum senyum, reaksinya seperti saat dirinya melihat Alesya tadi.
"Dia Siapa.." Tanya nya penasaran.
"Oh maaf, Saya belum memperkenalkan nya kepada Anda, Lord Aiden...". Madam Anet mengangguk dan setelah itu mengenal kan Alesya, yang di tunjuk sebagai pelayan Pribadi Tuan muda Aiden.
"Bukan seperti itu Lord Aiden.." Madame Anet langsung menunduk dengan wajah yang gelisah, begitu pula dengan Alesya, ia terus mencengkram tali tas nya untuk mengekspresikan bahwa ia gugup dan juga gelisah.
'Apa Aku tidak di terima'. Batin nya berkata demikian.
"Baik lah Aku mengerti, pasti ini ulah Ibu ku kan.." Ini bukan kali pertama nya Anet membawa Wanita cantik untuk menjadi pelayan pribadinya.
"Tuan muda sangat tahu jika Duchess menginginkan yang terbaik untuk Anda, tolong jangan menyalahkan nya, dan lagi ini atas perintah Tuan muda Arthur,.."
"Tidak perlu membela Ibu ku An, Aku tahu siapa Ibuku yang sebenarnya." Aiden berbalik menghadap lawan arah ia kembali menatap jendela, kehidupan nya memang rumit sekali.
"Lalu bagaimana dengan Alesya Tuan, apa kah ia di terima atau di tolak.." Seru Madam Anet.
"Kau boleh menerima nya.." Setelah mengatakan itu Madame Anet tersenyum merekah, seperti yang ia duga, Tuan muda akan menyukai nya, seperti ia pun menyukai Alesya.
"Trimakasih Tuan muda..". Madame Anet mengagguk kemudian ia pamit undur diri di ikuti Alesya, dan pada akhirnya ia bisa bernafas dengan lega.
__ADS_1
Mereka kembali turun, lalu menuju bagian belakang mansion yang di batasi dengan pilar dan pintu menjulang tinggi, dapurnya sangat luas dan seperti tak jauh berbeda dengan dapur milik Asher.
Tiba di dapur, Madame anet menyerukan suaranya menyuruh mereka untuk berhenti melakukan aktivitas nya, dan kemudian mendatangi dirinya dan juga Alesya, di situ pun ada Olivia.
Wanita paruh baya itu sudah menduga jika Alesya akan di Terima dan ia cukup senang akan hal itu, meskipun Madame Anet belum mengumumkan nya.
"Dia adalah Alesya Beatrice, mulai sekarang Dia adalah pelayan Pribadi Lord Aiden, ingat Aku tidak ingin mendengar adanya intimidasi sesama pelayan, apa lagi terhadap Alesya, Paham.." Suara Madame Anet terdengar dingin dan tegas.
Ia sangat tahu banyak pelayan yang menginginkan posisi yang di miliki Alesya, tak hanya mengurus secara Pribadi Tuan muda, mereka pun akan mendapat bonus dan gaji yang tinggi, jika beruntung mereka akan naik menjadi selir Tuan muda.
Dan Alesya berpotensi untuk menjadi salah satu nya, dan Anet sangat mengkhawatirkan itu, ia tahu jelas betapa susah nya membuat Tuan muda Aiden menerima pelayan Pribadi.
Setelah mengatakan itu, Madame Anet membubar jalan kan para pelayan, kemudian ia berbalik menatap Alesya dengan intens.
"Aku akan menjelaskan semuanya aturan yang ada di mansion ini dan apa saja pekerjaamu.." Ucap Madame Anet.
"Ingat posisi mu sedikit spesial dari pelayan yang lain, jadi Aku harap Kau bisa profesional mengurus Tuan muda.."
"Baik Madame.."
"Tuan muda sarapan jam tujuh, Makan siang jam dua belas, kudapan ringan jam tiga dan makan malam jam tujuh, ingat Jangan sampai kau telat melayani nya dan satu lagi tawarkan lah Tuan untuk makan bersama dengan keluarga yang lain, tapi itu nanti saja, untuk soal jadwal makan cukup itu.. " Jelas Anet.
Alesya mengangguk seraya menerima jadwal yang di berikan madame anet padanya, beberapa point penting ia baca tampa ada yang terlewat, namun dahi nya mengkerut saat melihat point yang satu ini.
"Apa termasuk membantu Tuan muda mandi..".
.
.
.
.
.To be continued.
__ADS_1