
Saat ini Alesya telah melahap makanan nya, mengunyah bahkan menelan dengan tenang, ia tak ingat entah sejak kapan ia makan enak dan nyaman seperti ini. Tak harus di ingat atau di tanyakan, tentu saja setelah Asher mengacaukan hidup nya.
Pria ini adalah mala petaka untuk Alesya.
"Obat mu sudah Kau Makan..".Dengan menghisap cerutu, Asher duduk dekat dengan jendela di temani teh hangat, Asher menatap Alesya dengan raut wajah tidak terbatas, entah lah yang pikiran Asher saat ini.
Alesya mengangguk, sudah pasti ia akan selalu mengkonsumsi obat kontrasepsi itu, Dirinya tidak ingin ada benih yang tumbuh dari Tuan muda kejam ini.
"Bagus, jangan sampai kau berani mengandung keturunan ku Alesya, Kau tidak pantas..?" Kecam nya
'Lalu Wanita macam apa yang pantas brengsek, menurut ku Kau tidak pantas yang di beri keturunan, seharus nya Kau mati dengan banyak lubang di kepala mu, itu lah yang pantas hahahah' Dan hanya tertawa di dalam hati nya yang bisa di lakukan, mengumpat bahkan sumpah serapah nya tercipta, seraya tersenyum penuh kepalsuan.
"Berhenti lah tersenyum seperti itu, Kau sangat mengerikan..". Asher berpaling, tak lagi melihat cara makan Alesya yang begitu lahap, dengan senyuman aneh yang membuat perasaanya tak nyaman.
'Cantik'.
...----------------...
Di tempat lain Cecilia meraung- meraung seperti kesetanan melemparkan barang yang ia sentuh, melampiaskan semua amarah nya yang menggebu, Asher memilih Alesya dari pada dirinya.
"Apa yang terjadi Cecilia..". Edmond baru saja kembali dari tugas negara nya, dan saat kaki melangkah masuk, alangkah terkejutnya ia melihat isi rumah sudah porak poranda.
Dan dimana anak lelaki bungsunya nya, apa belum pulang.
"Ayah...". Cecilia jelas terkejut, namun ia tidak peduli, Ayah sudah tahu dengan sifat buruk nya ini.
"Siapa yang membuat mu marah Sayang.." Edmond yang masih memakai seragam kebanggaan nya, mendekati Putrinya itu.
"Ayah.. kenapa Kau menjadikan Alesya sebagai anak mu, dan menghancurkan segala keinginan ku Ayah...". Cecilia terisak. Saat di pelukan sang Ayah, Dia menginginkan Asher, sebelum itu ia menginginkannya Revan tapi lagi-lagi Alesya yang mendapatkan nya.
Tidak kah Wanita itu beruntung.
__ADS_1
"Apa maksud mu, Kakak mu Alesya memang anak Ayah.." Edmond terkejut bukan main, bagaimana Cecilia bisa tahu.
"Jangan berbohong lagi padaku Ayah..!. Aku tahu, Dia bukan Kakak kandung ku, dan cepat hentikan ke inginan Ayah untuk menyelamatkan Wanita ja-la-ng itu___"
...Plak...
"Siapa yang mengajarimu, berkata seperti itu Cecil...".Edmond hilang kesabaran, Alesya memang bukan Putri kandung nya, Dia di angkat sewaktu Alesya terlahir kedunia.
"Ayah Kau berani menampar ku demi Dia.." Cecilia terus memegang pipi nya yang kebas, Edmond menampar nya begitu kuat. "Ayah jahat..". Cecilia berlari menuju kamar nya sembari menangis, Ayah nya benar- benar tega menampar nya hanya untuk anak angkat.
Ya Cecilia tahu jika Alesya bukan Kakak kandung nya, Dia tidak tahu siapa orang tua asli dari Alesya yang jelas, tidak ada hubungan darah dengan nya.
"Cecil..." Edmond mengejar Putri nya, sudah jelas ia merasa bersalah telah menampar darah daging nya sendiri. "Maaf kan Ayah Nak.." ia terus mengetuk pintu bercat putih itu, ternyata tak di kunci.
"Maaf kan Ayah sudah menamparmu Sayang.."
"Ayah Jahat..hiks hiks.." Ini benar-benar penghinaan Ayah kandung lebih menyayangi anak angkat nya sendiri, ini tidak adil. Cecilia terus memukul kuat dada Ayah nya.
Dan menjadikan Cecilia menjadi seperti ini, manja, susah di atuh, berkehendak sesuai keinginan sendiri. "Benar kah..". Mata Cecilia langsung berbinar. Ayah nya memang selalu menepati janji nya.
"Kapan Ayah bohong, asalkan kamu memaafkan Ayah.." Edmond mengusap jejak basah di pipi Putri nya itu, ia merasa bersalah. Tamparan nya begitu keras bahkan pipi Cecilia masih memerah.
"Aku ingin menikah dengan Tuan muda Asher..". Edmond mengerut kan kening, apa Ia salah dengar, Putri manja nya ingin menikah.
"Ayah Kau mendengar ku, Aku jatuh cinta dengan Tuan muda tampan itu, Aku ingin menikah dengan nya..".
" Tidak Cecil, Ayah tidak akan mengijinkan kamu menikah dengan Asher, kau tidak tahu kejam nya Pria itu, lagi pula kau baru lulus sekolah, lebih baik tuntaskan dulu pendidikan mu.." Ada apa dengan keinginan Putri nya ini, menikah dengan Pria Tirani itu. Tidak. Edmond tak akan pernah memberi nya restu.
"Pokok nya, Aku ingin menikah dengan nya, Hanya Dia yang Aku ingin kan, lagi pula, Aku bisa menikah sambil melanjutkan kuliah kan! bukan nya banyak di luar sana yang melakukan itu..". Edmond memijat pelipis, kepala nya langsung pening, ini kah balasan karna selalu memanjakan sang anak.
Berbeda sekali dengan dengan Alesya, sangat mandiri, cantik dan beribawa, bagaimana nasib Anak itu, apa ia baik-baik saja, Edmond merasa bersalah, Putri nya berkorban untuk nya.
__ADS_1
Sebenarnya ia sudah merencanakan bala tentara untuk menyergap salah satu keturunan Kharkov yaitu Asher, Edmond ingin membebaskan perbudakan yang Pria itu lakukan pada Alesya, meskipun bukan anak kandung, tapi Ed menyayanginya.
"Ayah...!. kenapa Ayah malah diam..". Apa keinginan menikah dengan Tuan muda itu tidak akan terkabul. "Ayah.??."
"Cari lah Pria lain, jangan Asher Ayah tidak akan sudi menikah kah Putri Ayah dengan seorang pembunuh..". Tak terhitung banyak kasus yang ia redam, para petinggi yang jauh di atas nya selalu meloloskan Pria itu dari hukum, melindungi nya dari ancaman pidana. Memuakkan
Cecilia mematung, benarkah Asher orang seperti itu, Ayah nya adalah aparat penegak hukum, sudah jelas Ayah nya tidak akan salah.
"Kalau begitu Aku ingin menikah dengan Kak Revan, lamar Dia untuk ku Ayah.."
"Maksud mu Revanus Archie, anak dari Stefanus Archi.." Tebak nya. Beberapa hari yang lalu, seorang Pria dengan perawakan jangkung, meminta nya untuk melamar Putri nya. Apa Itu Cecilia.
"Iya Itu Ayah.., Itu nama nya, Dia Pria yang ingin Aku nikahi..". Cecilia langsung berbinar, kali ini Dia Akan menang mendapatkan Revan, Pria idaman yang sering ia lihat Saat Alesya di antar oleh Pria Itu.
Keinginan nya untuk menikah dengan Asher sudah pupus, memang tampan tapi buat apa jika seorang pembunuh. 'Alesya Kau memang pantas mendapat kan Pria kotor seperti itu'.
"Baik lah, Ayah akan membicarakan nya dengan Tuan Stefanus.." Kebetulan mereka memang kenal, setidak- nya Gadis nya ini tidak menginginkan Asher untuk di jadikan menantu nya.
Lagi pula Edmond menyukai Revan, Pria itu sangat sopan, meminta nya untuk melamar Putri nya langsung, dan kebetulan Cecilia pun menginginkan pernikahan dari pewaris keluarga Archi itu.
'Revan akhirnya kau menjadi miliku'.
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continued.