
Pada Akhirnya Alesya mengungkap jati diri nya di depan keluarga Duke Dominic, sadar kah yang ia lakukan, akan membuat kedua Orang Tua Aiden akan menyetujui ke inginan Putranya, apa lagi Rowena yang mendengar itu, sudah tak bisa berkata-kata, tak ada masalah dari latar belakang keluarga Alesya, meskipun kenyataan nya Alesya bukan anak kandung.
Padahal untuk menerima Tuan muda Aiden, ia masih berpikir keras, antara menerima dan tidak, yang ia tak mengerti kenapa perasaan nya tak merasakan getaran-getaran aneh yang seperti ia rasakan terhadap Pria gila yang sering menganiaya nya.
Padahal ia jelas tahu, sebagai mana baik nya seorang Tuan muda Lord Aiden, tapi tak membuat hati nya tergugah untuk memberikan hati pada Pria keturunan bangsawan itu.
"Jadi Jendrak Edmond Beatrice adalah Ayahmu..!?". Kini yang bertanya adalah Duke Doris Dominic, dan dari raut wajahnya cukup terkejut.
"Benar Yang mulia.." Lagi-lagi Alesya mengangguk hormat.
"Yah..sekarang Aku ingat, Aku melihat mu di pesta pernikahan beberapa bulan lalu, pengantin Wanita nya apa Dia adikmu..?, kalau tidak salah namanya Celi_emmm." Duke Doris berkata lagi seraya Mengingat-ngingat.
"Mungkin maksud Duke Dominic adalah Cecilia." Alesya memperjelas nama Adik nya.
"Ya benar, itu namanya, berarti tamu undangan yang membuat mempelai Pria tampak murung adalah dirimu.." Kata terakhir yang di ucap kan Duke Doris membuat Alesya tak nyaman, tapi memang kenyataan nya seperti itu, sebagian tamu undangan yang hadir turut melihat interaksi antara Revan dan Alesya, termasuk Duke Doris yang melihat nya.
"Ibunda.." Panggil Aiden, dia sudah sangat percaya diri sekali, ternyata Ayah sangat mengenal baik bahkan hadir ke acara pernikahan Adik Alesya. "Apa dengan ini, Alesya bisa di terima di keluarga kita..". Aiden membawa kursi roda nya untuk lebih dekat dengan Rowena.
Dengan susah payah ia membawa kakinya untuk turun, dan posisi nya sekarang terduduk di lantai, Aiden memeluk Kaki Rowena. "Aku sangat mencintai nya Ibunda, tolong restui kami.." Ucapan nya begitu tulus dan itu keluar dari hati nya.
Alesya merasa terharu dan tersetuh, ternyata Aiden sangat serius dengan nya, seperti nya tak ada kata 'tidak' untuk menolak Tuan muda Aiden, suasan hati yang tadi sempat tak nyaman, kini terbayar dengan kata manis yang keluar dari mulut Aiden.
"Kau serius dengan nya Nak.!?." Rowena bertanya untuk memastikan, jika masalah latar belakang Alesya, seperti nya bisa di terima, namun ia takut Puteranya hanya tertarik untuk sesaat, tapi bukan nya itu kabar baik.
Dengan begitu Putranya tidak akan terlalu terpuruk karena kehilangan Callista yang berpulang terlebih dahalu, Rowena sangat tahu bagaimana hancur hati Putranya kala itu.
__ADS_1
"Putramu tak pernah seserius ini Ibunda, Restui lah kami.." Kali ini Aiden bersimpuh di kaki Rowena, karna setelah mendapat restu dari Ibu-Nya, Ayah nya pun Akan ikut merestui hubungan mereka.
Rowena menghela nafas, ia melirik Putranya yang ada di bawah kaki, kemudian ia melihat seorang Wanita yang memakai seragam pelayan, yang memiliki aura wajah seorang bangsawan.
Rowena akui Alesya sangat lah cantik, wajar saja jika Putranya tampak tergila-gila hingga menurun kan harga diri untuk meminta restu darinya.
Namun wajah yang di miliki Alesya sangat lah tidak asing, Wanita itu begitu mirip dengan sahabat nya yang menghilang 26 tahun silam, meskipun pencarian sudah di hentikan namun Rowena selalu berharap bisa di pertemukan kembali.
Wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik di usia yang tak lagi muda itu, beringsut dan mensejajarkan dirinya dengan Putranya. "Jangan menurunkan harga dirimu demi seorang Wanita Putraku, Derajat mu lebih tinggi karna Kau adalah pewaris keluarga seorang Duke, bangun lah.." Rowena membantu Putranya untuk naik ke kursi roda.
"Trimakasih Ibunda.." Aiden mendengar kan kata-kata lembut yang selalu keluar dari mulut Wanita yang telah melahirkan nya itu, dan ia sangat bangga. Dengan bantuan Rowena dan Arthur, Aiden kembali duduk di atas kursi roda.
"Lihat pakaian mu menjadi kotor.." Rowena menepuk-nepuk celana yang di pakai Aiden, kemudian ia berkata lagi. "Demi kebahagiaan mu, Ibunda akan menerima Alesya, namun dengan satu syarat, Kamu bisa menikahinya jikalau Kamu sudah bisa berjalan lagi.."
Tanpa Rowena sadari syarat itu sudah terpenuhi karna Pria itu sudah sembuh dari penyakit lumpuh nya, karna memang luka yang Aiden derita tidak terlali serius meskipun beberapa bulan tidak bisa berjalan dengan normal.
Sementara Arthur yang melihat Kakak nya sudah mendapatkan restu terus menggeram di dalam hatinya, Ia sangat tidak rela jika Wanita pujaan nya menjad milik Kakak nya.
Itu tidak boleh terjadi, Alesya harus jadi milik nya, bagaimana pun caranya, meskipun ia harus berkorban nyawa akan ia lakukan asal kan Alesya menjadi milik nya.
Perasaan serupa pun dirasakan Daisy, Wanita cantik yang melihat bagaimana Seorang Aiden berlutut demi Seorang Wanita itu tak Terima Pria nya di rebut oleh seorang pelayan, Anak jendral yang menjadi pelayan ralat nya, tapi tetap saja ia tak rela jika kalah sebelum perang.
Sudah sangat lama ia mengincar posisi ini, bahkan Daisy sangat senang saat mendapatkan undangan dari Lady Rowena untuk acara makan malam bersama sang pujaan hati, namun kenyataan nya begitu lain.
Bukan nya ia bisa lebih dekat dengan Aiden, justru yang ia lihat adalah Pria nya di rebut oleh seorang pelaya. Ok Alesya anakk Jedral Polisi yang jadi pelayan, tapi harga dirinya nya seakan di injak-injak.
__ADS_1
Pewaris keluarga Duke Dominic harus menjadi Suaminya, maka jangan salah kan ia akan menyingkirkan siapapun yang menghalangi nya mendapatkan Aiden.
Tampa orang lain tahu, Daisy terseyum menakutkan saat ini, hanya Arthur yang melihat sosok cantik yang tersenyum dengan rancana licik yang sedang ia pikiran.
'Matilah Kau Alesya'.
Acara makan malam pun berakhir dengan damai, meskipun itu hanya dirasa sebagian orang, tak terutama Arthur dan da Daisy mereka sangat tak menyukai apa yang terjadi saat makan malam tentang berlangsung
Atau sebelum nya mereka bisa merasakan kedamaian dan kenikmatan menyantap makanan sebelum Sosok cantik yang memakai seragam pelayan datanh dan membuat suasana menjadi gaduh, terutama bagi para kaum Adam.
Yang sangat mengagumi kecantikan seorang Alesya Beatrice, dan asal kalian tahu, Wanita itu menjadi rebutan bahkan membuat Seorang Asher Drake Kharkov di buat gila.
"Alesya dimana Kamu Sayang, Aku mencintaimu..".
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continued.