Sang Pelayan Tuan Muda Kejam

Sang Pelayan Tuan Muda Kejam
Bab 13


__ADS_3

Waktu bergerak lambat bagi Alesya, tapi hari terus berlalu hingga rasa nya ia sudah lelah, kapan kah ini semua akan berakhir


Hari ini adalah hari ke 100 Alesya tinggal di tempat ini, 3 bulan lebih tubuh nya menjadi penghangat ranjang Tuan Muda kejam, dan Alesya sudah sangat terbiasa dengan segala hentakan yang terus menghujam milliknya.


Bagi Alesya, Asher adalah seorang monster yang tidak mudah untuk di kalahkan, begitu sulit untuk di jinakan, harus kah ia membuat Pria ini jatuh cinta padanya, setidak nya ia bisa hidup lebih nyaman.


"Apa kabar Ayah..". Alesya bermonolog sendiri. Setiap hari ia menunggu datang nya Pria baya itu, tapi tak kunjung datang, "Lupa kah dengan Anak tertuamu???".


Harus kah ia menyerah akan takdir yang menjerat nya, sudah tak terhitung tubuh nya terjamah oleh tangan Asher, meremas dan menghatar kan kenikmatan.


Di hari yang terik dan panas ini, Alesya mengikuti langkah lebar Asher, entah kemana Pria ini akan membawanya, ia hanya di suruh bersiap tampa di beri tahu.


Dan saat ini Alesya tengah duduk di pesawat Pribadi milik Asher. "Makan lah..". Pria yang hobby nya selalu memerintah dan merasa paling berkuasa di dunia, membuat Alesya muak, namun ia tetap menurut, sebelum berangkat ia memang belum makan.


Hidangan mewah ini menggugah selera, ia menyantap itu dengan lahap dan berakhir di dalam perut, selama ini Asher tak lagi menyiksa nya setelah malam ia di perlakuan dengan lembut.


Saat Alesya menatap mata Asher, jantung nya terus berdetak dengan harga diri yang terus tercabik-cabik, dirinya seakan hanya penghangat ranjang nya saja.


Dan tangan besar nya seakan selalu mencengkram dan menarik nya ke dalam kegelapan, tanpa cahaya dan tanpa jalan keluar., Alesya harus selalu tunduk dan patuh, Bahwa Asher adalah sang penguasa.


"Kemarilah..". Asher menarik tangan Alesya, ia menyuruh Wanita itu, untuk duduk di atas pangkuan nya.


Mau apa Pria ini, tidak kah ia ingin melakukan nya saat tengah mengudara, Gila Asher memang gila, b-i-r-a-h-i Pria ini sangat menakutkan, bahkan sebelum bepergian mereka malakukan itu dulu.


Ini adalah sebuah keharusan, Alesya di tuntut untuk selalu tunduk, kaki pun ia buka lebar, Alesya duduk tepat di atas benda yang sudah mengeras itu.


Asher memberi isyarat dengan mata dan juga jarinya, menyuruh asisten nya itu keluar. 'Tuan ternyata Wanita ini sudah menjadi candu untuk mu'.


Alesya sudah tidak terkejut, saat tangan kekar sudah masuk menelusup ke dalam gaun yang ia kenakan, Pria ini menginginkan sebuah penyatuan dengan nya.


Dengan penuh kelembutan Asher membawa turun naik tangan nya, melepaskan pengait bra dengan jarinya. "Aku menginginkan mu.." Asher menggigit bahu mulus itu dengan gemas, mencium aroma harum yang menyeruak ke indra penciuman.

__ADS_1


Rasa nya Asher hampir gila, setiap saat ia ingin me-lu-mat, bibir berwarna ceri dengan mulutnya, apa lagi saat pusaka nya keluar masuk menikmati liang yang begitu nikmat.


"Mende-sah lah Ale...". Perintah Asher. Alesya hanya menuruti, dirinya begitu enggan untuk melakukan itu, namun sensasi nikmat yang terus menghujam milik nya, Tubuh pun berkhianat dan suara laknat itu keluar se- iring pesawat itu mengudara, dan Alesya terus menikmati setiap sentuhan itu, karna rasanya untuk menolak, harus di pikir berulang kali


"Kau sudah seperti Heroin untuk Ale...". Sadar kah Asher bahwa jantung nya mulai berdetak tak normal, tapi Pria ini tak mengakui perasaan itu.


Jatuh cinta itu tidak mungkin, Apa lagi pada Wanita ini, Putri Clara yang ia benci.


Pesawat, Akhirnya mendarat di landasan Pribadi milik keluarga Kharkov, dan Alesya masih terlelap dalam tidur nya.


" Shhhht Jangan membangun kan nya..". Asher berbisik. Melihat Antonio yang hendak membangun kan Alesya.


Mata Antonio terbelalak, se-akan ingin keluar dari sarang nya, sampai Pria tampan ini mencubit lengan atau menampar pipinya kalau perlu.


Ini adalah suatu ke ajaiban, seumur ia melayani Tuan muda Asher ini adalah kali kedua Tuan nya memangku seorang Wanita yang sama, tak ada ikatan sama sekali. 'Hati Anda sudah terjatuh pada Alesya Tuan'.


Para bodyguard yang berjajar rapi dengan setelan yang sama tak lupa alat komunikasi yang ada di telinga kompak mereka kenakan, mereka pun ikut tercengang, baru kali ini Tuan nya membawa Wanita ke kampung halaman, dengan cara yang romantis.


"Selamat datang kembali Tuan.." Sapa mereka dengan hormat.


Sementara itu Alesya masih terlelap dalam tidur nya, ia tidak menyadari jika tubuh nya sudah berpindah ke jok mobil yang tengah melaju, dengan cara yang tak pernah ia pikir-kan.


Ketika sadar, Barulah ia celingukan, bahkan pakaian nya sudah di ganti. Lagi-lagi Asher merobek nya padahal itu gaun yang sangat mahal.


Iring-iringan kendaraan mewah itu memasuki sebuah mansion, sangat besar dan mewah rumah ini tak jauh berbeda dengan hunian Asher yang di kota C.


Ketika mobil yang di tumpangi Alesya sudah berhenti barulah ia turun mengikuti langkah Asher, Seorang Pria paruh baya tampak menyambut nya.


"Anak tertua ku Akhirnya kamu kembali.." Danielle tampak sumringah sudah sejak lama ia tak melihat Putra nya, semenjak Anastasya meninggal.


"Kau masih marah pada Ayah mu Nak.." Melihat wajah Putra nya hanya datar, Danielle berekspresi muram.

__ADS_1


Danielle tak pernah tahu, jika semenjak Asher pergi, Putra nya itu menggeluti dunia hitam, menjalan kan bisnis ilegal dengan senjata, Dia hanya tahu jika Putra nya itu menjalankan bisnis yang di bawah naungan nya yang di negara sebrang.


"Ayah bahkan tidak menikah lagi, setelah Bunda mu pergi Asher.." Danielle berbicara lagi.


"Jika Kau mau, menikah lah dengan gundik mu itu Ayah! Aku datang kemari hanya untuk adik-ku Apa dia baik-baik saja.." Dan jawaban nya Iya, Asher masih membenci Danielle. Karna Pria ini Ibunda nya meninggal.


"Kau terlalu kejam pada Ayahmu Nak..!".


Alesya tak peduli dengan drama keluarga ini, tak ingin tahu konflik apa yang tengah terjadi, langkah kaki nya terus terayun mengikuti langkah lebar Asher.


"Beristirahat lah disini.." Setelah mengatakan itu Asher meninggal kan Alesya di sebuah kamar yang tak kalah mewah dengan kamar nya yang ia tempati di kota C.


"Saya taruh koper ini di mana Nona..". Melihat pelayan datang membawa dua buah koper berisi pakaian dan juga Asher, sudah ia duga. Dirinya akan satu kamar dengan dengan Pria penguasa itu.


" Di mana saja.." Alesya tak peduli, mau di taruh dimana koper besar itu, Dia terlalu lelah dengan hidupnya. 'Kapan ini akan berakhir..".Air mata itu kembali mengalir melewati pipi.


'Revan Aku merindukan mu.'


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continued.


__ADS_2