
Tak ada perlawanan, saat tubuh sudah di seret untuk mengikuti langkah lebar Pria Tirani ini, apa lagi ancaman nya bertambah. Nama Revanus Archie masuk ke dalam daftar.
Sungguh kejam, sama sekali tak ada hati nurani, setelah merebut Anak dari tangan sang Ayah, kini ia di pisahkan secara paksa dengan Pria yang ia cintai, meskipun pada awal nya Alesya lah yang menawarkan diri untuk menggantikan nyawa sang Ayah.
Tak pernah ia mengira dengan mengikuti dan menggantikan sang Ayah, akan memicu kehancuran untuk hidup nya, menyesal. sudah pasti, tapi ini hidup yang harus ia jalani, dengan segala cibiran dan hinaan yang ia telan hingga saat ini.
"Sekali Murahan, tetap saja Murahan..!." Asher mencibir. Ia menghempas kasar tubuh ramping itu hingga memantul di atas ranjang.
"Ku lihat, Kau sangat menyukai berada di dalam dekapan Pria itu, Kenapa?. Apa Kau merindukan sentuhan dari Pria lain, setelah lama tidak Aku sentuh.." . Ya ampun kenapa dengan Pria gila ini, Dia pikir Alesya Wanita macam apa, apa ia pikir Dia adalah Wanita yang haus akan belaian.
Apa Pria ini bodoh atau dungu, tidak kah ia ingat jika dirinya sendiri lah yang telah mengambil, mahkota nya...'Aaaaaarrg' semakin lama Alesya semakin di buat gila.
"Kenapa Kau tak bicara?, perkataan ku tidak salah-kan, milik mu pasti sudah sangat gatal, sampai meminta Pria lain memeluk mu...". Asher kembali Mencibir semua yang di ucapkan Pria ini selalu membuat Alesya geram.Hingga tangan sudah terkepal erat.
"Cukup..!. Berhenti menghina ku Asher.." Mulut itu akhirnya mengeluarkan suara, dan jelas membuat Pria itu naik pitam, Alesya berani menatap nya dengan tajam.
"Kau memang pantas.." Asher mencengkram dagu itu kuat. Alesya meringis, namun tatapan tajam nya tak ia hentikan. "Apa mau ku buat buta, ke-dua mata jelekmu itu Ha..".
"Silahkan, Kalau perlu bunuh Aku BRENGSEK.." Alesya akhirnya hilang kesabaran, dirinya sudah tidak tahan dengan penghinaan ini, tubuh sudah kotor bahkan hati pun sudah terluka, lalu apa yang harus ia pertahan kan.
Menangis pun percuma.
Tatapan kecewa yang ia lihat dari Revan, membuat ia tak semangat untuk bertahan, Alesya ingin semua berakhir, dan kematian lah yang ia pilih. "Kau Pria s**lan, BRENGSEK, tak punya hati, Kau Pria gila yang tak memiliki hati nurani!!!" Alesya berteriak. Sumpah serapah yang di katakan membuat ia lega, setidaknya nya semua kekesalan yang ada dihati, bisa ia utarakan.
Alesya sudah siap jika hari ini adalah kematian-nya, ia pun tak ingin memperpanjang hidup nya, jika harus selalu tunduk di bawah perintah Asher, apa lagi di ranjang. ia merasa jijik dengan sentuhan Asher.
"Ahhhhhk.." Alesya berteriak, saat kelima jari itu menarik helaian rambut panjang nya, bahkan kepala ikut mendongak.
Sakit.
__ADS_1
"Kau kira Aku tak berani membunuh mu, Alesya.." Tatapan itu begitu nyalang seakan-akan ingin mencabik mulut yang berani mengatai-nya itu, Akan Asher buktikan pada Wanita ini, konsekuensi apa yang ia dapat, setelah berani memprovokasi nya.
"Ayo bunuh, Bunuh Aku BRENGSEK..". Alesya semakin menyulut emosi Asher hingga kelima jari itu melayang kan sebuah tamparan. Pipi mulus itu langsung memerah, Asher menampar nya dengan sekuat tenaga.
Alesya pingsan.
"C'k... hanya dengan satu kali tampar, Kau sudah pingsan, lemah.." Pria itu berbalik pergi. Menyiksa manusia lemah sama sekali tak menyenangkan, ia butuh pelampiasan untuk meredakan amarah.
...----------------...
Hawa dingin di rasakan, dan indra penciuman mencium bau pepohonan. Apa ini mimpi, Alesya mulai membuka mata, dan pandangan yang pertama ia lihat, adalah hutan rimbun.
Wanita itu terus menggeleng, ia mencoba untuk sadar. "Sshhh.". Ia meringis, rasa sakit karna tamparan itu masih di rasa, Pria ini benar-benar ingin Membunuhnya.
"Sudah sadar.." Suara datar itu terdengar oleh telinga. itu adalah suara Asher si Pria brengsek yang telah mengambil kesuciannya.
Tapi ini dimana, Alesya masih belum sadar 100% mata nya pun masih berkunang-kunang.
Asher menyeringai saat Wanita itu mulai ketakutan, ini adalah kesenangan. Sebentar lagi ia akan berburu, dan Alesya adalah salah satu target nya. Tak ada rasa simpati, meskipun kesucian Wanita menjadi milik nya, Asher tak peduli.
Alesya sudah benar-benar sadar kali ini, mata menyeramkan itu terus menyorot nya dengan tajam, ia melihat sekeliling.
Ini benar-benar hutan, tempat ia saat ini adalah hutan belantara, dan para bodyguard sudah menyebar di segala penjuru. Alesya masih belum mengerti dengan semua ini.
"You want to play..". Asher menyeringai, senjata laras panjang sudah di isi amunisi, sudah siap untuk memulai pemburuan.
" Sekarang larilah.." Bagaikan sebuah ultimatum. Semua tawan terkecuali Alesya langsung lari saat di beri perintah. Sementara satu-satu nya wanita yang masih terduduk di atas tanah, masih diam tak bergeming.
Benarkah ini hari kematian nya.
__ADS_1
Asher menghitung selama 5 detik, dan senjata sudah membidik buruan nya, Dor. Dengan sekali tembakan satu tawanan nya Mati.
"Lari lah bodoh.." Asher menatap Alesya dengan tajam, Wanita ini masih saja diam, ini tak menyenangkan sama sekali.
Begitu lah Asher Tuan muda yang sangat kejam, bahkan melihat tubuh Alesya yang kini sudah berlari layak nya orang gila pun, ia masih berusaha membidik Alesya, ia sangat menyukai teriak-kan Dengan wajah takut nya itu.
Meskipun hanya sekedar menguji adrenalin, ia tak akan membunuh Alesya, percayalah Asher masih ingin merasakan hangat nya tubuh Wanita itu.
...Doorrr...
Peluru itu melesat, mengenai anak rambut Alesya, Ia masih berlari hingga ke dalaman hutan, tak peduli berapa banyak ranting yang melukai kakinya, Ia harus lari dari pemburuan Asher yang gila.
Di saat tubuh sudah tidak kuat untuk berlari, suara tembakan itu masih menggelegar, ia belum lolos dari maut, dengan tenaga yang tersisa Alesya terus memaksa langkah kaki nya untuk terus berlari .
"Kemana Wanita S**lan itu.." Asher mengumpat kesal, buruan nya hilang, Asher kehilangan jejak Alesya, jika sampai ia bertemu dengan Wanita murahan itu, detik itu juga, akan ia habisi.
"Kalian tidak berguna.." Asher mengumpat marah, para bodyguard nya tak ada satupun yang melihat kemana Alesya pergi.
Pada Akhir nya, Asher melampiaskan kemarahan nya dengan memukul Antonio "Cari dia sampai dapat, Dalam keadaan hidup, jika tidak, kalian Akan menanggung akibat nya..".
Sementara itu Alesya, sudah melarikan diri dari kejaran anak buah Asher, ia bersembunyi untuk sementara, sejenak mengistirahatkan tubuh yang kelelahan.
Alesya melihat ada nya jalan raya, tak jauh dari tempat ia bersembunyi, ia harus bisa kabur dan meminta perlindungan dari Ayah nya, yang seorang jenderal mungkin bisa melindunginya dari Asher.
.
.
.
__ADS_1
.
To be continued.