Sang Pelayan Tuan Muda Kejam

Sang Pelayan Tuan Muda Kejam
Bab 33.


__ADS_3

Asher sudah berada di Mansion nya, dan hari ini ia tahu jika Alesya nya sudah sadar, namun hati nya tidak bergerak untuk melihat Wanita cantik yang kini sudah bersarang di hatinya, meskipun Asher tak pernah mau mengakuinya, atau memang ia tak tahu cinta itu seperti apa, ia hanya tak ingin kehilangan Alesya nya saja.


Saat ini panggilan telah terjalin dengan seseorang yang menjadi musuh terbesar nya, semenjak kejadian itu mereka saling serang namun dengan jarak jauh tentunya, tak terhitung kerugian yang materil dan non materil akibat perang ini, yang jelas Asher ingin menghancurkan keluarga Charlie hingga ke akar.


"Mau sampai Kau bermain dengan ku Melvin..". Asher menggunakan mengeras suara ia bersandar di sebuah sofa, meskipun punggung nya sedikit sakit, ya Asher memang terluka dan itu cukup parah.


"Sampai salah satu dari kita ada yang mati tentu nya..". Melvin tak sedikit pun takut pada Asher, mereka adalah rival yang sama-sama kuat.


" Asher, Kau mungkin bisa menghalangiku untuk menghancurkan bisnis mu, tapi Aku sangat penasaran dengan Wanita yang Aku temui di pesta Celia, kau tahu Siapa yang Aku maksud bukan...!?". Asher mencoba duduk tegak, luka di punggung seperti nya terbuka kembali. ia mendesis dan darah kembali merembes ke bajunya.


"Apa seorang Asher bisa merasa kan sakit juga.." Disana Melvin tertawa dengan sangat menjengkelkan, Asher mendengus tak suka, aktivitas nya benar-benar terhambat karna lukanya.


"Tadi nya Aku ingin Wanita mu, menemani Ayahku disana, tapi Aku memiliki tawaran menarik, yang menguntungkan, Aku akan memafkan dan melupakan bahwa Kau yang telah mengirim Ayah ku ke alam baka, dengan syarat Aku ingin Wanita mu, Bagaimana..???."


"Dia sangat cantik, Aku baru pertama kali melihat ciptaan Tuhan seindah itu, Aku tak peduli jika Dia telah kau sentuh, berikan Dia padaku..".Seru Melvin memaksa.


"Persetan, Aku tak butuh maaf mu sia*lan.." Asher lebih baik terus bermusuhan dengan Melvin dari pada harus memberikan Alesya nya. Pro itu mematikan sambungan secara sepihak, ia mendengus kesal dan membanting ponsel nya.


Disana Melvin tertawa, akhirnya dia mengetahui kelemahan Asher dia adalah seorang Wanita dan ia pun menginginkan Wanita itu untuk di sisinya.


"Tuan Aku kembali..". Seorang Wanita cantik tampak berjalan mendekati Melvin.


"Apa ada perkembangan tentang misi mu Monica..". Melvin menarik pinggang itu, kemudian ia mengangkat nya ke atas meja.


" Dia sulit di dekati Tuan, Dia terlalu dingin bahkan ia tak pernah menyentuh ku, Dia tak seperti dirimu Tuan..". Monica melingkar kan kedua tangan nya di ceruk leher Melvin dengan tersenyum cantik.


"Kau tahu, wanita yang berada di sisi Asher..".Monica tak suka saat Melvin menyebut Wanita lain di depan nya, sudah jelas di depan maya ada Wanita cantik dan juga setia, bahkan ia rela menjadi ja-la-ng. Hanya agar membuat Pria ini senang.


"Dia adalah Alesya Tuan.." Tatap saja dia menjawab.


"Aku menginginkan Dia di sisiku Monic.." Melvin mengatakan itu, namun tangan sudah menggerliya kesana kemari.


"Tak cukup kah Aku disisi mu Tuan, Aku selalu setia pada mu.."


Melvin menarik dengan kasar kain segitiga itu, dan secara kasar juga membuka lebar- lebar paha Monica. "Kau hanya Wanita yang aku ambil dari jalanan Monica, Kamu tak berhak ikut campur dengan urusan, tugas mu hanya satu, yaitu memuaskan diriku ku.". Dengan sekali hentakan benda keramat itu melesat masuk ke dalam lembah kenikmatan.

__ADS_1


Monica diam tak menjawab, Wanita itu tak sakit hati meskipun ia di hina seperti itu, Dia sudah terlalu terbiasa, yang ada Dia terus melengguh merasakan nikmat, Melvin menghentak nya begitu keras.


Ini lah yang ia suka.


"Kau suka jala-ng.." Melvin terus berpacu terus memasuki Monica, namun pikiran nya mengingat pertemuan nya dengan Alesya, Wanita nya Asher. "Kau harus jadi miliku Alesya, Harus..!".


...----------------...


Langit pun telah menjadi gelap, saat Alesya sampai di Mansion. 1 minggu sudah ia di rawat di rumah sakit, terkadang ia merasa bosan kenapa author membuat nya bolak-balik masuk rumah sakit.


Namun sesuatu terus menggangu, selama 1 pekan itu Dia tak melihat adanya Asher, Pria itu tak menjenguk nya, bahkan saat Dia pulang ia tak di sambut, memang nya siapa Dia bagi Pria itu.


Hanya tawanan Tuan muda pemilik hunian mewah ini, apa yang ia harap kan kalau bukan pergi dari sisi Asher.


"Nona Apa Anda baik-baik saja.." Martha melihat Alesya hanya diam tak masuk apa lagi keluar hanya diam saja di ruang utama, seperti orang bingung.


"Aku baik Martha.." Alesya mengehela nafas. Apa yang ia inginkan sebenarnya, tak mungkin ia berharap Pria kejam itu hadir di depan dan menyambutnya seperti terakhir kali saat ia pulang dari Korea, Pria itu sangat lembut padanya.


Tidak Alesya stop memikir Pria Tirani itu..!!!


"Kau tak senang Aku kembali..". Oh tidak. Alesya kau berbicara apa, mungkin kah Kau sudah jatuh hati pada Pria gila ini, ingat Ale para reader ingin kamu balas dendam, Asher harus mendapat karma nya.


Pria tak layak mendapatkan cinta, apa lagi darimu.


Asher berhenti, kemudian ia berbalik arah dan menatap Alesya dengan dingin. "Kepalamu memang terbentur cukup keras, Martha bawa dia ke kamar nya Untuk istirahat..".. Titah Asher.


"Baik Tuan.."


Melihat Asher langsung pergi, Alesya semakin kesal,." Sebenarnya apa mau mu, Kau menahan ku dan tak melepaskan ku, namun kau pun mengabaikan keberadaan ku, Aku manusia Asher bukan mainan mu, yang kau bisa lakukan sesuka hati mu.." Alesya Stop Kau gila, berhenti bicara omong kosong.


"Kau mau Aku melepaskan mu..?" Asher malah bertanya balik, Pria itu seolah menantang, tak tahu kah di luar sana berbahaya.


Alesya Diam, bukan kah itu keinginan nya, lalu kanapa mulut begitu kelu untuk berkata iya Aku ingin pergi dari sisi mu bangsat Namun detik berikut nya Antonio datang dengan tergopoh-gopoh.


"Apa Kau baru melihat hantu.." Dengus nya tak suka, kehadiran Antonio, mengganggu obrolan nya dengan Alesya nya.

__ADS_1


"Ya Tuan, di luar memang ada hantu.." Dan Antonio malah membenarkan, Asher memutar bola mata nya jengah, ada apa dengan Asisten nya yang mendadak bodoh.


"Apa kepala mu ikut terbentur, berhenti bicara omong kosong Antonio..".Asher mulai murka, sifat nya kembali seperti dulu dingin dan tak punya hati, dan ini semenjak Alesya mengkhianati nya, cukup di perjelas hanya Asher yang merasa di khianati seperti itu dan untuk Alesya seperti nya tidak.


"Tapi Tuan, saya tak bicara omong kosong di luar memang ada hantu, Ah tidak maksud Saya di luar ada Vivian.." Akhirnya Antonio bisa menyelesaikan kalimat nya dengan benar.


Asher langsung bungkam, Vivian yang asisten nya maksud bukan Dia kan, meskipun Asher menginginkan itu, namun saat netra melihat ke ambang pintu, ia melihat sosok cantik yang Antonio maksud.


"Vivian...". Asher diam mematung bahkan ia terus diam saat Wanita cantik itu memeluk nya dengan erat.


"Tuan ku, Aku kembali.." Wanita itu menangis dalam pelukan Asher, sangat jelas jika Wanita bernama Vivian itu menyimpan kerinduan yang amat sangat.


Tak hanya Asher yang diam, begitu pula Alesya, Wanita itu bertanya-tanya Siapa Dia, apa Wanita ini adalah kekasih Asher, kenapa rasanya ia tak menyukai kedatangan Wanita bernama Vivian ini.


Namun tak di sangka-aangka Vivian langsung mencium Asher. "Aku merindukan mu Tuan Ku.." Pria itu diam, ia tak menolak atau membalas, Asher masih terkejut, dengan kehadiran Wanita ini.


Seharusnya Dia senang bukan..!?.


"Kau masih hidup..". Asher lebih intens melihat wajah Vivian yang masih seperti dulu, cantik dan imut, namun tak ada senyuman dari wajah Asher, ia tetap datar.


"Ya Tuan ku, Aku masih hidup, dan Aku kembali untuk mu dan melayani mu kembali...". Vivian kembali memeluk Asher dan mencium nya.


.


.


.


.


.


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2