
Posisi mereka masih sama Aiden terus memeluk Alesya dengan erat tak membiarkan Wanita itu pergi darinya. "Itu bukan masalah sulit untuk di ketahui, Aku tahu siapa Kamu sebenarnya, dan Aku akan memintanya langsung pada Tuan Edmond untuk memperistri Putrinya.."
Dan Alesya semakin terkejut saat mendengar nama Ayah nya di sebut, Pria ini bukan sembarangan, lalu Alesya harus berbuat apa.
"Apa jawaban mu..". Tanya Aiden.
"Aku..." Saat Alesya ingin menjawab suara ketukan kembali terdengar.
"Baik lah, Aku menunggu jawaban nya malam ini." Dan detik berikunya Aiden mengecup Bibir Alesya dengan lembut, baru setelah itu Pria itu duduk.
"Alesya , Ayo kita temui calon mertua mu.." Baru lah Alesya tersadar dari terkejutan nya.
Kedua nya keluar, hingga turun menuruni lift. "Alesya ku tunggu jawaban mu setelah makan malam, Aku sangat berharap Jawabanmu adalah iya.." Dan setelah itu pintu terbuka.
Alesya masih diam, ia tak mengeluarkan suara sedikit pun, ia terus mendorong kursi roda hingga tiba di ruangan utama. "Maaf kan lah Putramu membuat Ayah dan Ibunda menunggu.." Aiden memberi salam dengan menundukkan kepalanya.
"Bangun lah, itu tidak masalah, bagaimana kabarmu Nak.. ". Tuan Doris menghampiri Putranya, yang duduk di kursi roda dan anestesi nya sedikit tak pokus karna melihat seorang pelayan yang begitu cantik
"Kabar ku baik Ayah.." Balas Aiden. Kemudian ia menepuk tangan Alesya. "Alesya bergabung lah dengan Madame Anet.. " Pria itu berbicara pada Alesya.
"Baik Tuan.." Alesya patuh, sebelum pergi ia membungkuk hormat kepada Yang mulia Duke dan Duchess Rowena.
"Kau sangat pandai sekali, mencari seorang pelayan.." Doris tak berhenti memandangi Alesya, Wanita itu sangat lah cantik.
"Arthur yang membawa nya kemari Ayah..". Tak suka dengan cara Ayah nya memandang Alesya, Pria itu menghampiri Ibundanya.
"Salam untuk mu Ibunda.." Aiden mencium punggung tangan Wanita yang telah melahirkan nya itu Duchess Rowena menepuk punggung Putranya.
"Bagaimana dengan pengobatan mu, Apa berjalan dengan baik.." Tanya Rowena.
"Sejauh ini berkembang nya cukup berjalan dengan baik, lalu bagaimana kabar Ibunda, ku dengar Arthur ikut datang kemari.." Aiden mencari dimana keberadaan Adik nya itu.
"Dia akan datang saat jam makan malam, katanya masih sibuk dengan urusan di istana.."Jelas Rowena.
" Oh ya, Bunda membawa seseorang, Dia Daisy putri kedua dari Mentri pertahanan, Kau mengingat nya.." Lanjut Rowena mengenal kan seorang Wanita yang cukup cantik namun kecantikan nya tentu saja kalah dengan Alesya.
__ADS_1
"Lama tidak bertemu Aiden, apa Kau masih mengenal ku.." Wanita bergaun mewah itu tersenyum sangat cantik, namun bagi Aiden itu percuma karna hati nya sudah memilih Wanita lain.
"Tentu sja Aku mengingatmu, kau sudah tumbuh menjadi Wanita yang cantik.." Pujinya.
"Baik lah, Bunda akan meninggalkan kalian berdua untuk berbicang, Daisy jika ada perlu apa-apa Kau bisa menghubungi ku atau berbicara dengan Aiden.." Ucap Rowena sebelum pergi.
"Baik Yang mulia Duchess.." Kemudian Daisy bediri ia menekuk lutut nya setengah tanda penghormatan.
Sementara itu, Alesya berada di area belakang Mansion ia tengah membantu Mena menjemur pakaian. "Ku lihat Lord Aiden menyukaimu Ale.." Mena sejak mengajak Alesya berbicara, dan pembicaraan nya tak jauh, Tuan muda Aiden yang menjadi topik.
"Hanya perasaan mu saja.." Kilah nya, padahal kenyataan nya memang Iya, bahkan ia bingung menyiapkan jawaban untuk malam nanti, harus kah ia menerima Aiden, atau tidak.
"Aku tidak pernah melihat Tuan muda seperti itu, apa Kau tidak menyukainya.." Tanya Mena. "Atau mungkin Kau menyukai Pria lain seperti yang ada di koran pagi ini" setelah menjemur pakaian ia kembali masuk kedalam, kemudian Mena keluar dengan membawa sebuah koran.
"Seperti nya Aku jatuh cinta kepada Pria ini Alesya Dia sangat tampan, Sayang nya Dia sudah memiliki kekasih.." Wanita itu tadi begitu ceria namun setelah membaca koran raut wajah nya langsung berubah.
"Memang Pria seperti apa sih, yang kamu suka.." Alesya begitu penasaran, kemudian ia melihat berita yang ada di dalam koran.
Dan jantung nya berdenyut nyeri saat seorang Pria yang sangat ia kenal tengah menggandeng seorang model cantik kenamaan di negara nya.
Alesya masih terdiam di tempatnya, ia tak tahu kenapa ia tak suka dengan gambar yang ia lihat saat ini. "Apa berita ini nyata Mena.!?." Tanya Alesya.
"Maksudku Tuan Asher dan model cantik ini,.." Mena melihat wajah murung Alesya dan ia mendadak bingung.. "Jangan bilang Kau menyukainya juga ekpresi mu seperti yang Aku miliki.." Curiga nya.
"Jangan Gila, Aku tak mungkin menyukai Pria kejam seperti Dia." Alesya mendengus kesal, entah kenapa melihat Asher menggandeng seorang Wanita membuat mood nya rusak.
"Kejam, Apa Aku tak salah dengar Ale.." Mena beralih menatap Alesya yang terlihat kesal bahkan tak sengaja melihat koran itu di remas. "Kau mengenalnya.."
"Mana mungkin.." Kilah nya. Padahal ia mengenal Pria itu luar dalam, entah bagaimana kabar Pria itu saat ini.Dan seperti nya ia baik-biak saja.
'Cih dulu bilang jika Aku adalah milik nya tapi sekarang apa, Dia sudah menggandeng wanita lain'. Alesya menggerutu di dalam hatinya, ia benar-benar kesal.
...----------------...
"Antonio bukan nya Kau jika Aku mengalih kan perhatian ku terhadap Wanita lain, Aku bisa menghilang wajah Alesya di kepalaku, Kau tahu Aku begitu tersiksa, junior ku masih tak mau berdiri.!?." Saat pulang dari pesta dan menginap di hotel dengan seorang Wanita, Pria itu marah-marah saat tiba di mansion.
__ADS_1
"Apa milik Anda masih belum bereaksi.?." Tanya Antonio. Setelah kepergian Alesya Tuan nya suka mengeluh jika milik nya tak lagi bisa berdiri, bisa di bayang kan Tuan nya sudah berpuasa berapa lama.
Padahal Wanita yang semalam menemani Tuan nya adalah Model papan atas yang cantik dan memiliki tubuh yang menggoda, Antonio merasa aneh jika hasrat Tuan nya tidak terpancing, dan yang harus kalian tahu, setelah ini Dia akan menggelontorkan sejumlah uang untuk menyumpal mulut model itu.
Bisa-bisa nama Tuan muda nya akan tercemar, saat model itu membuka mulutnya., jika Asher Drake Kharkov memiliki penyakit k*****n, karna tak bisa ere-ksi. dan lebih parah nya Tuan nya akan di cap seorang gay.
"Kau masih menanyakan itu, tentu saja tidak.." Asher terus saja mendengus kesal, kenapa juga Junior nya menjadi seperti ini, apakah ini karna cintai nya terhadap Alesya.
Dan setelah itu ia mengacak-acak rambut nya, ia begitu frustasi, setiap saat wajah Alesya selalu melintas di ingatan nya, atau kah Dirinya sudah benar-benar gila karna Wanita itu.
"Antonio, sudah kah Kau mendengar kabar tentang Alesya ku, tidak mungkin kan ia telah tewas di terkam binatang buas, jika memang iya, kalian tak mungkin hanya menemukan mantel nya pasti ada bagian tubuh yang tertinggal.." Dan mengingat itu Asher kembali mengacak-acak rambutnya dan pelarian nya adalah Alkohol, Pria itu akan mabuk sampai ia tertidur dan itu berlangsung sudah hampir 6 bulan, setelah hilang nya Alesya.
Antonio yang mendengar nya hanya bisa mengehela nafas, jawaban apa lagi yang harus ia jawab, sementara jawaban nya masih tidak.
Kenapa Tuan nya harus terpokus dengan satu Wanita, sedangkan di luaran sana banyak yang mendambakan seorang Asher Drake Kharkov.
Belum tentu juga Alesya masih hidup, dan kemungkinan besar tubuh nya sudah habis di makaan srigala lapar, mengingat titik awal hilang nya Wanita itu adalah hutan liar.
Namun di suatu sisi ia berharap jika Alesya masih hidup dan mengembalikan hidup normal nya, karna sejujurnya Antoniolah yang tersiska menghadapi Tuan nya yang terlambat menyadari perasaan nya terhadap Alesya.
'Tuan, jatuh cinta mu sangat merepotkan'
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.To be continued.