Sang Pelayan Tuan Muda Kejam

Sang Pelayan Tuan Muda Kejam
Bab 38


__ADS_3

Kata-kata itu kembali ia dengar, hanya saja Asher tak menyiksa nya seperti dulu, Alesya melihat wajah Pria itu tampak marah, dan ia tak tahu penyebab nya apa.


"Cukup, berhenti menghina ku, Kau tahu jelas siapa Aku...". ucap Alesya tak terima.


"Lalu sebutan apa yang pantas, untuk Wanita yang tidur dengan Pria mana pun.!?.".Asher kembali menghina nya, Pria itu masih marah dengan kejadian minggu lalu, ia tak suka milik nya di sentuh.


"Siapa yang Kau maskud, Aku atau dirimu.." Kata itu penuh dengan sindiran, sudah jelas Alesya menyindir Asher.


"Seharus nya Ku buat Pria itu cacat, atau tangan nya ku buat hilang karna telah berani meremas milik mu..". Dan kali ini Asher sudah berada di atas ranjang dengan mengukung Wanita nya, seberapa pun Asher marah ia tak akan bisa menyakiti Alesya nya.


"Kau tak berhak mengatur ku, Tubuh ku adalah miliku, Dia tak ada urusan nya denganya, dengan apa yang terjadi di antara kita.." Tegas nya.


"Memang nya apa yang terjadi di antara kita, jangan hanya kita pernah tidur bersama kau menganggap dirimu berarti, tidak...!. Kau selalu menjadi Wanita murahan bagiku." Sarkas Asher.


Kata-kata itu begitu tajam, hingga rasa nya Alesya tak memiliki harga diri di depan Pria ini, padahal Asher tahu bahwa dirinya lah yang pertama menyentuh.


"Kenapa, yang Aku katakan benar.., Kau memang murahan seperti ibumu.." Tangan kekar itu berada di setiap sisi, Matanya selalu menatap bibir manis yang selalu menjadi candunya.


Alesya adalah ciptaan Tuhan yang paling cantik yang pernah ia temui, hanya dengan menatap lekuk tubuh Alesya saja, gejolak gai-rah yang ada dalam dirinya terus menggebu-gebu.


Hingga sesuatu yang ada di bawah sana mulai meronta, dan ia tahu ingin apa. "Kau mau apa, jangan menyentuh ku.." Alesya mulai mendorong da-da bidang Pria itu dengan sekuat tenaga.


"Aku ingin ber-cinta.." Asher menyeringai, dengan tatapan lapar nya, saat melihat wajah Alesya.


"Jika ingin ber-cinta ajak lah Ja-lang mu itu.." Yang di maksud adalah Vivian, tangan nya masih sekuat tenaga mendorong Asher, namun tenaga Pria itu sangat kuat, hingga pada akhir nya dorongan itu mulai melemah.


"Aku hanya ingin melakukan nya dengan-mu.." Jujur nya. Dan setelah itu Asher melahap habis bibir Alesya.


Dan permainan pun di mulai, Asher terus memaksa Alesya untuk membalas nya, bahkan ia gigit bibir semerah delima itu agar lidah nya bisa masuk dan bereksplora ria di dalam sana.

__ADS_1


Tangan nya tak diam begitu saja, mereka bergantian meremas kedua bukit kenyal milik Alesya, dengan penuh gai-rah, dengan menahan segala sakit dan perih yang ia rasakan di bagian punggung


Bau amis pun menyeruak menusuk hidung, dan ia tahu luka nya pasti terbuka lagi, namun ia menepis segala sakit yang ia rasa, Asher menginginkan Alesya memuaskan junior nya yang sudah lama berpuasa.


"Hentikan...Ahhhh..." Racau Alesya. Mulut terus berkata tidak saat Asher menyentuh bagian sensitif nya, namun tubuh nya terus berhianat Alesya sangat menyukai nya.


"Yakin ingin Aku hentikan... Ku tau Kau juga ingin." Asher mendekat wajah nya menghirup nafas Alesya yang terus memburu.


Posisi mereka sangat intim dimana Asher menindih Alesya agar Wanita itu tidak lari darinya. Tangan Asher mulai turun, lalu menyelinap masuk ke dalam baju terusan yang di pakai Alesya.


Belaian lembutnya menyetuh paha Alesya dan mulai naik ke sela terdalam. "Eungh.." Lengguhan kecil yang terus Alesya tahan akhirnya nya lolos


Asher menyeringai aksi nya memprovokasi Wanita nya berhasil, saat ini Alesya dalam kendalinya, Tubuh Alesya terus menegang merasakan gejolak yang terus mencuat.


"Ahhhh... Asher hentikan..." Desa-han itu semakin menjadi saat tangan Asher menyentuh bagian sensitif nya dengan usapan lembut, milik nya sudah sangat basah.


Alesya meremas sprai dengan kuat, mulutnya terus meracau dan memohon agar Pria ini melepasnya, Dirinya tidak ingin di permainan oleh Pria gila ini, namun tubuh nya terus mengkhianatinya, Alesya benci dirinya.


Asher terus memainkan milik nya.


"Kenapa suka..". Asher mengecup wajah Alesya dengan lembut, ia sangat menyukai ekpresi yang di perlihatkan Wanita nya saat ini.


Alesya terus menggelengkan kepala nya ke kanan dan ke kiri, tubuh nya terus menikmati sentuhan Asher pada dirinya, rasa nikmat ini terus memaksa nya agar ia terdiam dalam posisinya saat ini.


Dalam hati ia mengutuk perbuatan Asher kenapa juga tubuh nya merespon hingga segila ini, padahal hati nya sudah jelas betapa ia membenci Pria ini lebih dari apapun.


...Srak...


Alesya tahu jika pakaian mahal yang kenakan sudah di robek dengan paksa, tubuh nya sudah benar-benar polos kali ini.

__ADS_1


"Kau ingin bermain kasar atau lembut, Kau tahu ini adalah hukuman untukmu.." Alesya tak menjawab otak nya benar-benar tak bisa berpikir, setiap sentuhan Pria ini membuat ia gila dan tak bisa menghentikan de-sa-han nya.


"Dan seperti nya Aku akan kasar kedamu kali ini.." Asher memasukkan kedua jari nya kali ini, jari itu terus menari dengan bebas hingga mengeluarkan suara decakan yang yang terus membangkitkan gai-rah yang selama ini ia tahan.


"Ahhhhk.." Alesya berteriak. bagian puncak berwarna pink yang sudah mengeras di gigi Asher, meninggalkan jejak keunguan disana.


Alesya semakin gelisah, dirinya terus di permainan kan seperti ini, milik nya ingin di ja-mah dan di puas kan dan ia sangat membenci perasaan ini.


Asher membawa jilatan lidah nya hingga ke leher, dan tak luput ia meninggal kan jejak disana hingga berakhir di bibir Alesya yang terus saja menahan *******, Asher sudah melihat betapa tersiksanya Wanita nya saat ini.


"Balas Aku.." Ucap Asher dengan parau ia kembali menggigit bibir Alesya dan langsung melu-mat nya dengan rakus.


Suara decapan itu semakin menggema memenuhi ruangan, mereka terus bertukar saliva hingga mulut Alesya bergerak dan membalas ciuman nya.


Tangan Pria itu pun tak diam, ia terus meremas dan memilin p******a Alesya bergantian, sementara tangan satunya lagi terus beraksi di bawah sana.


Desa-han yang di redam oleh ciuman itu akhirnya nya lolos, Alesya terus menggeliat dengan gelisah tubuh nya ingin mendapatkan lebih, namun Asher tak segera memasuki nya.


Oh Alesya benar-benar sudah gila, ia ingin mendapatkan kepuasan dari Pria ini, sungguh tak masuk akal.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be contiuned.


__ADS_2