Sang Pelayan Tuan Muda Kejam

Sang Pelayan Tuan Muda Kejam
Bab 11.


__ADS_3

Akhirnya Alesya bisa menge-hela nafas lega, ternyata Adiknya baik-baik saja hanya sedikit memar di bagian pipi, seseorang menampar Cecilia.


Entah apa tujuan Asher memperlihatkan tayangan tadi, jika yang di dalam video bukan Adik-nya, melain kan orang lain, Pria itu memang ahli nya dalam menggertak.


Alesya terus memeluk Adik-nya yang berselisih 5 tahun dari nya. "Kak Aku takut, Pria itu menyeramkan.." Cecilia menangis, Pria yang di maksud adalah Antonio. Dirinya masih ingat saat penculikan itu terjadi.


"Tak hanya menyeram kan Dia juga Gila.." Alesya terus mengelus puncak kepala Adiknya itu, padahal tadi ia takut setengah mati saat melihat tayangan yang di ambil dari kamera CCTV. "Kamu ngga bohongin Kakak kan!. Mereka ngga ngapa-ngapain kamu..?" Seakan tak percaya Alesya terus menanyakan hal itu.


"Aku tidak apa Kak, hanya pipi-ku saja yang sakit, mereka tega menampar ku, Padahal Aku kan cantik.." .Cecilia tak habis pikir, di luaran sana ia begitu di puja, bahkan jadi rebutan lalu sekarang ia di kasari, bahkan di tampar.


"Syukur lah mereka hanya menampar-mu..." Itu lebih baik, dari pada harus kehilangan sesuatu yang sangat berharga, seperti dirinya.


"Kakak, Kapan pulang,..?". Tanya Cecilia, ia tahu betul kemana saudara nya ini, ia melihat kejadian malam itu, Menghajar sang Ayah dan membawa pergi Alesya. Hanya satu yang tak bisa di lupakan nya. Wajah tampan Asher Drake Kharkov..


Entahlah Dia sangat menyukai wajah datar itu, menggairahkan dan ingin merasakan itu, beruntung sekali Kakak nya setiap hari bisa melihat wajah tampan Asher.


"Boleh kah Aku bertemu dengan Tuan Asher, Kak..?." Sebenarnya apa yang di pikiran Cecilia, kenapa gadis ini ingin bertemu dengan Srigala pembunuh ini.


"Untuk apa Cecil, lebih baik kamu pulang..!" Alesya langsung menyentak nya, tak tahu kah Kamu jika, Asher adalah pembunuh berdarah dingin.


"Kenapa Kau ingin bertemu dengan ku.." Tak ada yang pernah menduga, jika Asher akan muncul.


"Tuan Asher. ". Mata Cecilia tampak berbinar, dia lah mahkluk tampan yang sebenarnya, apa lagi Pria ini sangat kaya.


"Tuan aku mohon lepas-kan Cecilia.." Melihat wajah datar Asher, Alesya langsung bergidik ngeri.


"Apa Kau masih perawan.." Asher mengiraukan permohonan Alesya, melihat Adik nya yang sangat tertarik dengan nya, harus kah ia bermain dengan remaja ini, ternyata rasa seorang gadis tulen sangat lah nikmat.


"Aku..." Cecilia diam. Ada apa dengan pertanyaan barusan, apa Dia tidak salah. Mungkin jika ia masih perawan ia akan di jadikan Istri, sayang nya Dia sudah tidak lagi.

__ADS_1


"Kau mau bermain...?". Asher menarik tubuh Cecilia untuk ia dekap, ia mengelus wajah cantik itu dengan lembut.


Cecilia tersenyum merekah, haruskan ia mengangguk, Pria di depan nya ini sangat dewasa dan juga tampan, ia jatuh cinta pada pandangan pertama.


Oh Cecelia Kau terlalu naif, tak melihat kah wajah takut Kakak mu, ia rela menjadi budak ranjang hanya untuk menyelamatkan mu, jika kejadian akan seperti ini Alesya harus apa, sia-sia saja yang ia lakukan hal tadi yang menginjak- injak harga diri nya..


"Tuan Saya mohon.." Alesya tak ingin Cecilia seperti dirinya, adik nya ini harus keluar dari tempat ini. "Tidak kah cukup bagi Tuan memiliki Aku.." Oh tidak Alesya. Kau gila.


Asher menyeringai, melihat Wanita ini bersikap seperti ja**la**ng, ia menyukainya. "Kau belum cukup untuk membuat ku puas Alesya..!"


"Perlu kah kita melakukan nya lagi.." Alesya tersenyum begitu cantik nya, apa yang di pikiran Wanita ini, apa ia harus mengorbankan segala nya demi keluarga.


"Kak, Aku menyukai Tuan Asher, tak bisa kah Kakak mengalah saja, lagi pula Kakak sudah punya Kak Revan..." Cecilia tak menyangka jika Kakak nya akan berebut Asher dengan nya.


Ya Tuhan, tidak kah Cecilia mengerti, asal kan Dia tahu saja harga diri kakak nya ini benar-benar terluka saat bersikap sehina ini., dan itu agar Asher melepas-mu.


"Kau benar menyukai-ku.." Asher tersenyum penuh kepalsuan, padahal ia merasa jijik, gadis ini termasuk keturunan dari Clara.


"Tuan.." Alesya di buat kalang kabut, Adiknya benar-benar terpikat dengan ketampanan Pria ini.


"Tapi Sayang Aku lebih menyukai Kakak-mu..". Asher menarik tengkuk Alesya, melancarkan sebuah l-u-m-a-t-a-n di depan Cecilia, biarlah kedua adik ini bertengkar karena nya, setelah ini.


Anggap lah sang Kakak lebih menggoda iman nya. Dan Asher hanya akan melihat dan tertawa, Kedua kakak beradik ini, merebut-kan Diri-Nya.


Cecilia melihat itu geram, ia mengepal kan tangan sungguh ia membenci Kakak nya, bukan nya ia telah memiliki Revan sebagai kekasih nya, kenapa malah merebut Asher.


Alesya tidak peduli, biarlah Cecilia membenci nya asal kan Pria ini tak menyentuh Adik nya itu, atau tidak Dia akan menyesal karna menyerahkan kesucian nya untuk Asher.


"Aku ingin lagi.." Belum satu jam mereka melakukan itu, Asher memangku Alesya ala bridal style, membawa Wanita cantik itu, ke kamar nya, Tak hanya Cecilia yang ter-cengang Antonio dan para kawan-kawan di buat demikian.

__ADS_1


"Tuan bisa kah lembut sedikit.." Alesya memohon, bagian inti nya masih sakit, dan sekarang akan kembali di hujam dengan barang perkasa milik Asher.


"Baik-lah. Aku akan lembut kali ini..". Tak ada pikiran buruk saat Asher kembali berpacu, ia seolah tidak ingat jika Wanita yang tengah ia se-tubuhi ini, adalah Wanita murahan yang ia benci.


Alesya terus meremas sprai, tak ada perlawanan atau paksaan, Wanita ini begitu pasrah, saat peluh sudah membasahi tubuh, yang bisa ia lakukan saat ini hanya lah menikmati setiap sentuhan itu.


...----------------...


Hingga akhir nya pagi menyapa nya, Pria ini lagi-lagi memeluk nya dengan erat, saat mata itu telah terbuka "Diam lah, Aku masih ingin tidur..!" Asher terusik saat Alesya hendak melepaskan diri.


"Maaf Tuan.." Alesya menghela nafas pasrah. Dirinya kembali diam seperti semula, meskipun ada sebuah panggilan alam yang harus di tuntaskan.


Tak berapa lama pintu di ketuk, Alesya bergegas menarik selimut menutupi tubuh polos nya dan Asher, itu adalah Antonio mendorong sebuah troli dengan penuh makanan, bau harum langsung tercium, hingga menimbulkan bunyi yang nyaring.


"Makan lah jika Kau lapar..". Asher tak sengaja mendengar nya, Alesya hanya diam, tak menjawab. "Mulai besok, biarkan pelayan Wanita yang mengantar nya..". Tidak kah asisten nya sadar jika Alesya dalam pelukan nya, Atau Antonio ingin melihat tubuh polos Wanita ini.


" Maaf Tuan.."Antonio tahu dirinya telah lancang, ia pikir. Dengan melihat sebagian tubuh Alesya, Tuan nya itu tidak akan menegur.Ternyata Antonio salah.


Apa kah Asher Drake Kharkov sudah jatuh hati.???


.


.


.


.


.

__ADS_1


. To be continued.


__ADS_2