Sang Pelayan Tuan Muda Kejam

Sang Pelayan Tuan Muda Kejam
Bab 64.


__ADS_3

Tampak Pria bertampang lusuh dengan baju kotor dan juga bau yang tidak sedap, Pria itu adalah Arthur Dominic setelah di bantu kabur oleh Alesya Pria itu memilih pulang dengan berjalan kaki ke rumah kedua orang Tuanya.


Dengan berjalan kaki Pria tiba saat fajar, tak banyak kendaraan yang lewat, begitu ada pun tak ada yang mau memberinya tumpangan.


Tampilan Arthur tak jauh berbeda dengan seorang gembel, Dia pun memiliki tubuh yang bau, wajar saja 1 bulan tidak mandi hanya di ijinkan untuk buang air saja.


Dan saat tiba di Mansion keluarga nya, Arthur langsung di usir oleh penjaga gerbang, lagi-lagi Dia di sangka gembel atau gelandangan.


"Apa kalian sudah tidak mengenali Tuan kalian.." Arthur memaksakan dirinya untuk berteriak meskipun dirinya sudah sangat lelah, berjalan kali selam empat jam membuat ia sangat kelelahan.


"Tuan Kami tak mungkin Berpenampilan seperti ini.." Hina nya dengan nada yang tak kalah tinggi. "Pergilah Kau sangat bau". Usirnya kemudian.


"Kau berani mengusir Tuan mu sendiri, apa Kau tak takut Aku mengambil nyawamu HA.." Arthur berteriak lebih kencang lagi, kedua penjaga itu merasa tersentak saat mendengar nya.


Dari tinggi nya memang terlihat seperti Tuan Muda nya, tapi dari penampilan tentu saja tidak. "Panggil Ayahanda dan juga Ibunda ku, katakan jika Arthur Dominic di sini.". Arthur sudah tidak kuat untuk berteriak, namun ia tetap berusaha untuk menunjuk kan jika Dia adalah Tuan yang harus di hormati.


Tubuh kedua petugas itu mulai menegang, mereka takut jika yang di depan nya ini adalah Tuan muda mereka, tapi kenapa bisa Tuan mereka berubah menjadi gembel.


" APA KAU TULI.." Arthur berteriak lagi. Dan saat netranya melihat salah satu pelayan yang tak jauh dari sana. "RAMON.." Panggil nya dengan kencang.


Pria itu berlari saat mendengar Suara Tuan muda nya. "Dimana Tuan muda Arthur, baru saja Aku mendengar nya memanggilku.." Ramon bertanya tepat di hadapan Arthur, dan di saat mencium bau tidak sedap ia langsung menutup hidung.


"Apa kalian tidak mengusir gelandangan ini.." Dengan menutup hidung Ramon berbicara dengan tatapan jijik.


Dan Arthur mendengus kesal ia sudah hilang kesabaran, Ramon pun tak mengenalinya, apa Wajah tampan nya sulit di kenali setelah satu bulan tidak mandi.


"Ramon..". Arthur memanggilnya dengan suara berat dan dalam.


"Iya Tuan Arthur.." Ramon menjawab, karna memang ia sudah terbiasa mendengar suara Tuan nya, Pria itu langsung menjawabnya nya, namun beberapa saat kemudiam ia baru sadar tak ada sosok tampan dan gagah di sekitar sini.


Hanya gelandang dangan bau tubuh yang sangat bau. "Apa Kau baru saja memanggilku.." Arthur memutar bola mata nya jengah, Dia sudah tak memiliki tenaga untung berteriak, apa lagi memulul Ramon yang sama kurang ajar nya.


"RAMON AGUSTO...". Arthur kembali berteriak dengan tenaga yang ia miliki. "Apa Kau juga tak mengenali Tuanmu..". Arthur begitu frustasi, apa penampilan nya berubah sederastis itu.


"Jangan bilang Kau juga tak mengenali ini.." Arthur mengeluarkan sebuah kalung yang hanya dimiliki Tuan Muda ke-dua dari kediaman Duke Dominic, hampir saja ia lupa, jika saja sejak tadi ia mengeluarkan benda ini, mungkin bisa menyelesaikan identitas nya, mungkin juga kejadian nya tidak akan seperti ini.

__ADS_1


"Tuan Arthur ini benar Anda.." Baru lah Ramon sadar jika seorang gelandang yang ada di hadapan nya adalah Tuan muda keduanya, Pria itu langsung berlutut di bawah Kaki Arthur, di ikuti dua penjaga tadi.


"Tentu saja ini Aku Ramon, apa dengan Tuan mu sendiri Kau bisa lupa..". Akhirnya Arthur bisa bernafas dengan lega setelah mendapat konfirmasi dari Ramon akhir ia bisa masuk kedalam Mansion.


Ramon merelakan jas nya untuk menutupi penampilan Arthur yang berantakan mirip seorang gelandangan, cukup saja di hina seperti tadi oleh para penjaga selebihnya nya tidak boleh menghina Tuan nya.


"Astaga..!!!" Arthur begitu terkejut dengan pantulan drinya di dalam cermin saat tiba di kamar nya, pantas saja sekelas Ramon pun tak mengenali dirinya. Dia memang mirip gembel.


Ramon yang melihat bertapa terkejutnya Arthur hanya bisa menaha tawa, Tuan nya sangat lucu, bagaimana bisa ia terkejut dengan penampilan nya sendiri, meskipun dirinya juga merasa heran sebulan tidak pulang kenapa pas datang ia berpenampilan seperti gelandangan.


Dalam Dua jam Arthur menyibukkan diri-Nya di kamar mandi setelah sekian lama ia tak mandi akhirnya ia bisa merasakan kesegaran lagi.


"Tuan sarapan Anda.." Ramon tersenyum. Beru lah yang ia lihat sekali adanya Tuan muda ke-dua nya, meskipun rambut nya sedikit agak gondrong, tapi dengan ini menjadi penambah kadar ketampanan nya. Berbeda dengan tadi, kumal dekil dan berjenggot, di tambah bau, rasanya Ramon ingin muntah tadi.


"Berhentilah menatap ku seperti itu Ram, apa Kau sudah tidak sayang matamu." Arthur merasakan malu, saat melihat tampilan nya saat di cermin sangat berbeda dengan sekarang.


"Maaf Tuan.." Ramon menunduk.


Arthur mendengus kesal, tapi itu bukan salah Ramon, Dia sendiri yang memang tidak di kenali, dan beberapa saat kemudian Arthur teringat dengan ucapn Ibunda nya dengan Alesya mengenau Ivy Valencia.


"Berjagalah di luar.." Titah nya pada Ramon. Arthur sudah memasuki ruang kerja Ayahnya, Tak ada yang tahu selain Arthur dan juga Ramon ada ruangan lain di ruangan itu.


Sudah sangat lama Arthur tidak masuk ke dalam Ruangan ini dan apa yang ia lihat kembali, sama sekali tidak berubah.


Ruangan yang ber dominasi warna Putih itu sedikit kotor mungkin Ayah nya sudah lama tidak berkunjung kemari, dan Anestesi nya ke sebuah tempat yang sangat mirip aula pemujaan.


Banyak kata cinta yang tertulis di sana, dan itu tulisan Ayah nya, satu persatu foto Dia ambil dan ia lihat dengan seksama, ternyata memang benar sangat mirip dengan Alesya.


Dan lebih mengejutkan ada Foto Ayah nya yang setengah telanj ang dengan Wanita bernama Ivy itu, sudah di pastikan mereka berhubungan tampa sepengatahuan Rowena.


Bahkan Diary milik Ayah nya, yang di penuhi nama Ivy dangan banyaknya kata cinta ia baca kembali, di ketahui jika Ivy ini adalah kekasih Doris saat sebelum menikah dengan Rowena.


...'Maaf kan Aku, Karna Aku memilih menikahi Rowena, Wanita itu akan membuat posisi ku, aman, bersabar lah suatu saat nanti Aku akan menjadi kan Kau selir yang paling Aku cintai....


Doris Dominic ._Febuary 1990.

__ADS_1


...'Ivy Sayang Aku harap Kau bisa menerima Putra-putra ku bersama Rowena suatu saat ini maaf kan Aku yang egois, Aku tak ingin kehilangan kamu begitu pula Rowena, Aku mencintaimu dan juga dirinya....


Januari 1993.


...Aku tak pernah menyangka jika ternyata Kau bersahabat dengan Rowena, juju saja Aku sangat terkejut saat Rowena mengajak mu tinggal bersama kami, apa dengan begitu kita bisa bersama, Ivy__....


Selama Satu jam Arthur membaca buku Diary milik Ayahnya, Dirinya menyimpulkan jika Ayahnya sangat mencintai Ivy, namun keadaan yang membuat ia terpaksa menikahi ibunya.


Hingga di tiba di bagian yang paling penting


...Seharusnya Aku menjadikan Kau Ratu di istana ku Ivy, mungkin keadaan nya akan berbeda, Andai saja Aku tidak egois yang hanya mementingkan martabat mungkin pula Aku tak akan semesal ini, Aku sangat mencintamu'...


...'Mungkin Aku tak akan kehilangan Putra atau Putri kita, dan Aku sangat berharap jika yang ada di dalam perut mu adalah Putri Doris Dominic...


Dimana kamu Ivy, ini sudah lima tahun aku mencari, apa anak kita baik-baik saja Aku harap Kau tak pernah menggugurkan buah cinta kita.


Arthur terdiam saat di bagian itu, ternyata Ivy pergi dan di nyatakan menghilang di saat hamil, sudah jelas Dia anak Doris Dominic Ayah nya, bukan nya berarti dia memiliki saudara tiri.


"Tuan.." Suara Ramon mengintrupsi, itu adalah sinyal jika kedua orang Tua nya sudah kembali.


Arthur bergegas keluar dari sana, meninggal kan tempat itu seperti semula, ia sama sekalian tidak meninggalkan jejak. Dengan semua kemungkinan yang ada, mungkinkah Alesya adalah saudara tirinya mengingat mirip nya Alesya dengan Ivy, kekasih gelap Ayahnya.


"Ramon, Aku ingin melakukan tes DNA dengan__


.


.


.


.


.


.To be continued.

__ADS_1


__ADS_2