Sang Pelayan Tuan Muda Kejam

Sang Pelayan Tuan Muda Kejam
Bab 26


__ADS_3

"Bertahan lah.. " Asher mengecup kening Alesya seraya memangku Wanita nya, berharap kecupan itu membuat Alesya nya tenang.


"ANTONIO CEPAT SIAP-KAN MOBIL..". Asisten nya itu, berlari dengan mata memerah, selama Tuan nya dan Alesya mengarungi nirwana, Antonio memilih untuk beristirahat.


Semalaman ia tak tidur sama sekali, karna mengurusi kekacauan yang di akibat kan Tuan nya, lalu sekarang Pria itu membuat ulah lagi, Dan Alesya adalah korban selanjutnya.


"ANTONIO CEPAT...". Padahal Pria itu sudah berlari dan bergegas menyiap-kan mobil tapi tetap saja, Pria yang sedang jatuh cinta itu terus mengomelinya.


" Ya Ampun kenapa dengan lalu lintas ini, seharusnya Kau bawa helikopter saja untuk membawa Alesya ku ke rumah sakit ANTONIO.." Rasanya Antonio ingin menyumpal mulut Tuan nya itu, ia terus berusaha menekan klakson agar kendaraan yang menghalangi segera menepi.


Saat siang hari, lalu lintas memang macet apalagi ini adalah ibukota dan parah nya Seorang polisi menghentikan mereka karena menggangu laju nya lalu lintas.


Shiith


"Tuan, segeralah menepi..". Kaca di ketuk dari luar oleh dua orang polisi.


"Apa Kau sudah bosan hidup..." Asher meraung marah bersamaman saat kaca mobil di bawa turun. "Jika Wanita ku kenapa-kenapa kalian akan tahu akibatnya....!" Pria ini sangat menakutkan, Polisi itu sampai bergidik ngeri.


"Maaf kan kami Tuan.. " Kedua polisi itu langsung mengusap keringat, mereka sangat mengenali siapa wajah yang menumpangi kendaraan mewah ini, bahkan para petinggi mereka di kantor sangat menghormati sosok yang paling di segani ini.


Bodoh nya mereka tidak mengecek plat no siapa yang ada di kendaraan mewah dan mahal ini.


"Cepat aman kan jalan, dan suruh mereka menepi.. ". Dan Wajah Asher menghilang se-iring tertutup nya keca mobil.


"Bertahan lah..." Tangan nya masih naik turun memberi usapan di kepala, bahkan suara Pria itu berubah 180 derajat saat berbicara dengan Alesya nya.


Berkat kedua polisi yang mengaman kan lalu lintas, Akhirnya kendaraan yang di tumpangi Asher sudah sampai di rumah sakit.


Dan lagi-lagi Asher membuat ke gaduhan, karna bagian IGD rumah sakit benar-benar tengah sibuk saat mereka datang,, padahal Antonio sudah menghubungi pihak rumah sakit sebelum nya. Namun sebuah kecelakaan beruntun beberapa saat lalu terjadi dan semua korban di larikan ke rumah sakit ini.


"OBATI ALESYA KU SEKARANG... APA KAU TULI.." Asher memaki seorang Dokter. Entah mimpi apa Dokter wanita itu semalam hingga di teriaki seperti ini.

__ADS_1


"Maaf Tuan, Prioritas kami adalah Pasien yang baru turun dari ambulans.." Seperti nya Dokter cantik ini tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa. Ia begitu berani menolak permintaan seorang Asher sang penguasa.


Sementara wajah Alesya sudah sangat merah di gendongan Asher, bukan karna menahan sakit melainkan malu, Pria ini terus berteriak marah, bahkan saat ini mereka jadi pusat perhatian.


"Asher..." Sebenarnya Alesya sudah tidak terlalu sakit seperti tadi, rasa sakit itu semakin berkurang dari menit ke menit. Dia hanya ingin pulang.


"Ya Alesya, apa masih sakit..??. bertahan lah..!.". Dan Suara itu mengalun dengan merdu saat Asher berbicara pada Alesya. berbeda dengan Dokter di depan nya, padahal Dokter itu cantik nya luar biasa tak kalah dengan Alesya nya.


Sejujurnya ia ingin mengatakan jika ia sudah baik-baik saja, Alesya ingin pulang, dan bersembunyi ini sangat memalukan


Dokter Wanita dengan nik name Lucille itu memutar mata nya jengah, sebenarnya nya siapa Pria ini, kenapa begitu arogan dan seenaknya nya.


"Cepat periksa Dia sekarang, atau Kau mati..". Asher mengancam dengan suara berat dan wajah datar nya.


"Ok..Tuan Terhormat, silahkan baringkan Wanita Anda di sebelah sana, setelah ini Saya akan memeriksa nya..". Lucille bukan mengalah dengan Pria arogan ini, namun ia ingin masalah cepat selesai dan Pria ini cepat pergi.


"AKU BILANG SEKARANG!!!, APA KAU TULI.." Jika kedua tangan nya tidak menggendong Alesya nya, sudah ia cekik Dokter itu hingga leher nya patah.


Jauh dari sana Seorang Pria paruh baya bernama Horace Wilson lari dengan tergopoh-gopoh, ia mendapat kabar jika Asher Drake Kharkov ada di rumah sakit.


Dan saat ia tiba di ruang IGD, jantung berdebar kuat, jika kau membuat Pria itu tidak senang maka bersiaplah posisimu akan di gantikan. "Tuan Asher, Saya mohon dengan ketidak nyamanan ini..".Pria baya itu membungkuk dan membuat Luci terkejut.


...Plaks...


Dengan Kuat Pria yang memiliki kuasa tertinggi kedua di rumah sakit itu, menampar wajah cantik Lucille dengan kuat.


"Asher boleh kah kita pulang..!!". Alesya ingin pulang saja, lagi-lagi seseorang menjadi korban karna nya.


"Tidak, Kau harus di periksa dan di rawat.." Asher kembali mengecup kembali kening Alesya dan berbalik menatap Horace dengan datar.


"Siap kan Dokter dan ruang perawatan terbaik untuk Wanita ku, Dan satu lagi, Aku tak ingin melihat wajah jelek ini, masih berkeliaran di rumah sakit ku.!. paham..!!"

__ADS_1


"Baik Tuan..".


Lucille menelan saliva-nya dengan sangat susah, apa yang ia dengar bukan omong kosong, yang hanya untuk menggertak nya kan.


"Antonio buat Wanita jelek itu hidup sengsara.." Setelah Alesya mendapat perawatan, Asher memeberi perintah lain, dan itu akan menjadi kehancuran bagi Lucille.


Antonio tak habis pikir, Wanita yang kecantikan nya setara dengan Alesya di katai jelek. Tapi perintah tetap lah perintah, nasib buruk telah menghampiri Lucille setelah memperlakukan Tuan nya secara tidak hormat, meskipun itu semua memang sudah prosedur rumah sakit.


Namun kau telah menyinggung orang yang salah, seharusnya Kau menurut dan mematuhi perintah, dan ini lah yang harus kamu tanggung 'hidup sengsara'.


Lucille atau akrab di panggil Luci itu meraung tidak terima akan pemecatan tidak hormat ini, Dia memberikan kontribusi besar bagi rumah sakit, tak sayang kah mereka kehilangan Dokter cantik dan berbakat seperti Luci.


"Maaf Luci, Tuan Asher tak.menginginkan Kau untuk bekerja di tempat ini lagi, seharus nya Kau tidak membuat masalah dengan nya..!!" Horace sangat menyesal sikap lancang Luci yang tidak menghormati Seseorang yang paling berpengaruh di negara ini.


Padahal rumah sakit Akan mendapatkan kehilangan yang amat sangat, jika kehilangan sosok Dokter cantik dan pintar ini, tapi mau bagaimana lagi.


"Datang lah ke bagian personalia, untuk mengambil gaji mu yang terakhir, beserta bunus dariku..". Saat Horace mengatakan itu Luci langsung berlutut, dirinya tidak boleh kehilangan pekerjaan ini.


"Tuan Horace, Saya mohon pertimbangan kan lagi, Saya tahu Anda sangat bijak dalam segala hal, Saya masih ingin bekerja di tempat ini Tuan.." Mohon nya.


Horace memijit pelipis nya, Ini adalah keputusan tersulit bagi Nya, padahal bulan ini ia akan menaikan jabatan Lucille.


"Maaf Luci, Saya tidak bisa menentang keputusan Tuan Asher.."


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be Contiuned..


__ADS_2