
Alesya tengah duduk bersandar di ranjang rumah sakit yang sudah di buat naik dan di tangan masih menempel selang infus.
Alesya bosan di sini, namun ia juga tak ingin kembali ke mansion Asher, Pria itu lebih menyeram kan meskipun tidak menyakiti nya, hanya tingkah laku nya semakin mengekang Alesya. Dia ingin bebas dan kembali ke kehidupan normal nya. Jika ada kesempatan ia ingin lari, dari Pria itu.
"Siang Nona..." Itu suara Martha, wajah Wanita itu masih di penuh bekas luka lebam, Alesya masih merasa bersalah.
"Marta untuk ke jadian waktu itu, Aku minta maaf.." Sesal Alesya.
Martaha tersenyum Alesya memang berhati baik tak seperti Tuan muda mereka yang kejam, namun setelah mengenal sosok cantik ini, Tuan nya sedikit berubah.
"Itu bukan salah Anda Nona, tapi itu kelalaian Saya saat bekerja, sebaik nya Nona tidak perlu terus menyesal atas apa yang telah terjadi dan satu lagi ada kabar baik buat Nona, pasti Anda akan senang..?". Dengan sengaja Martha mengalih kan ke pembicaraan lain.
"Kabar yang membuat ku senang, hanya pergi dari kehidupan Asher Martha.." Wajah Alesya kembali murung jika ada kesempatan ia ingin pergi meninggalkan Pria gila itu.
"Maaf Nona, seperti nya itu tidak mungkin, namun Tuan memberi Anda satu minggu untuk kembali pulang.." Jelas Martha.
"Pulang ke mana Martha.." Setelah mengatahui jika Alesya bukan Anak kandung Clara dan juga Edmond, tak ada rumah untuk di tuju pulang.
"Tentu Saja ke Rumah Anda yang ada Di kota C di timur jauh apa kah Anda tidak rindu, apa lagi Adik Nona akan segera menikah..?"
"Benarkah.." Mata Alesya berbinar saat mendengar itu, tentu saja ia mau. Meskipun hanya satu minggu itu lebih baik dari pada tidak sama sekali.
"Tentu Nona.." Dan di saat itu Asher pun datang ia membawa koper, di dalam nya ada pakaian Alesya. Martha yang mengerti lansung segera keluar
"Apa yang membuat mu senang Ale.." Tanya Asher saat melihat wajah bahagia Alesya.
"Apa benar Kau akan memberi ku satu minggu untuk pulang.?.". Mata Alesya berbinar saat mengatakan itu, tentu saja ia ingin.
"Jadi Kau sudah mendengar nya.." Asher menyeret koper seiring langkah nya mendekat ke arah ranjang Alesya.
Alesya mengagguk, ia rindu rumah, Adik, Ayah dan.... Revan, jika boleh ia ingin bertemu dengan Pria itu dan meminta maaf.
__ADS_1
" Ya, 1 Minggu Aku ijin kan kamu pulang, tapi ingat jangan pernah berpikir untuk lari dari ku Ale, Kau hanya miliku.." Asher mengecup lembut bibir Alesya, dan detik berikut ia memberinya sebuah luma-tan.
Sorenya Alesya di ijinkan untuk rawat jalan di rumah dengan bangak pengawalan, tentu di rumah yang tak ada Asher di dalam hanya ada Celia, Celvin dam Ayah nya Edmond.
Mereka tampak berkumpul, di ruang tamu saat beberapa mobil mercedes-benz terparkir rapi di halaman, Edmond langung keluar, siapa pemilik mobil itu.
Pria baya itu tersenyum saat melihat wajah cantik Anak tertuanya, ini sudah sangat lama, namun sedetik kemudian wajah nya menjadi muram saat mengingat ia mengabai kan Alesya.
"Alesya ini benar kamu Nak.." Ed langsung berhambur memeluk tubuh Putri nya "Kau terlihat sangat kurus sekali, Kau sakit.." Ed semakin merasa bersalah, ini semua salah nya seharus ia tak pernah melibatkan Putrinya. meskipun bukan Putri kandung namun tetap ia menyayangi nya.
"Kak Ale.." Itu suara Celvin, Adik bungsu yang memiliki paras tampan bergantian memeluknya. "Aku merindukan mu Kak,, "Celvin memandang wajah kakak terlihat sangat lebih cantik dengan pakaian mahal nya, ia terpesona andai kekasih nya secantik Alesya.
" Ehemmmz.." Terdengar suara berat itu, Alesya tak datang sendiri dia di temani banyak pengawal, dan satu orang yang sangat penting, Yaitu Asher Drake Kharkov.
"Tuan Asher..". Edmond membungkuk hormat. Meskipun sebelum nya mereka terlibat perselisihannya namun sudah ada kata damai yang terucap dari mulut kedua Pria berbeda usia itu.
"Aku hanya ingin mengantar Wanitaku.." Ucap Asher dengan datar. Pria itu hanya akan tersenyum hanya pada Alesya nya.
Dengan cara Asher memperlakukan Alesya di tambah dengan pakai yang di kenakan dari ujung kaki hingga kepala semua nya tidak lah murah, dan Edmond yakin, Putrinya berarti bagi Pria tirani itu.
Wajah Alesya di buat merah, ia malu di depan Ayah dan adiknya, bibirnya malah di kecup, tidak tahu malu sekali.
"Ingat kalian harus menjaga Alesya ku, lecet sedikit saja, Aku tak akan melepaskan kalian.." Asher berbalik pergi, ia tak bicara banyak pada Pria yang menjadi Ayah Wanita nya, Asher tak terlalu peduli. Yang penting Alesya nya senang bisa pulang.
"Ayah....". Alesya langsung berhambur memeluk Ed, ia menangis tersedu-sedu.
"Cerita kan di dalam.." Para pengawal menjadi mata dan telinga untuk Pria itu, ini terlalu bahaya.
"Maaf kan Ayah Alesya..." Pria itu memeluk Putrinya dengan erat. "Ini pasti begitu berat untuk mu Sayang, maaf kan Ayah..." Ucap nya dengan menyesal.
"Ayah.." Alesya tampak berpikir haruskah ia menanyakan ini pada Ayah nya sekarang, namun ia begitu penasaran. "Siapa Ayah dan Ibuku yang sebenarnya.." Sudah sejak lama ia ingin mengetahui asal usul nya.
__ADS_1
"Alesya kamu...!". Edmond sangat terkejut bukan main, dari mana Alesya tahu. "Siapa yang memberi tahu mu Nak.."
"Clara.." Bahkan Alesya tak memakai embel-embel ibu untuk menyebut nama Wanita itu.
"Dia.. benar-benar...". Edmond tak bisa berkata, mantan Istri nya memang keterlaluan. "Berarti Asher telah membawa mu ke kota M, untuk bertemu dengan Danielle.." Alesya mengangguk membenarkan. Lalu Alesya pun menceritakan semua yang terjadi pada dirinya tampa cela, bahkan saat Alesya hanya di jadikan budak ranjang, itu sangat memalukan.
"Maaf-kan Ayah nak, seharusnya Ayah memilih perang dengan Keturunan Kharkov itu..". Edmond begitu murka saat mendengar cerita Alesya yang begitu tragis.
"Ayah akan membantu mu lari dari Pria itu__".
"Tidak Ayah..!". Potong Alesya cepat .."Dia Akan membunuhmu Ayah.." Alesya terus menggeleng, rencana Ayah nya tidak boleh terjadi, apa lagi terdengar di telinga Asher.
Pria dingin dan tak punya hati sama sekali, kecuali beberapa minggu terakhir saat dirinya tertembak, perubahan Asher cukup signifikat membuat Alesya terkejut dan bertanya-tanya.
"Ayah akan tetap membantu mu Nak, dan ini terjadi karna Ayah yang melibatkan mu.." Ed begitu kukuh untuk membuat Alesya lepas dari Asher.
"Aku akan pergi, namun dengan cara ku sendiri Ayah, Aku tak akan melibatkan mu, dan Aku ingin tahu siapa kedua orang Tua ku..". Kata Alesya dengan serius. Namun obrolan itu terjeda ada suara lain yang ikut bergabung dengan mereka.
"Wahhh.. Ternyata benar kakak Ku sudah pulang, apa Kakak ingin mengucapkan selamat untuk pernikahan ku besok..".
.
.
.
.
.
.To Be continued.
__ADS_1