Sang Pelayan Tuan Muda Kejam

Sang Pelayan Tuan Muda Kejam
Bab 6


__ADS_3

Saat Matahari mulai masuk ke sela jendela, akhirnya nya Alesya membuka matanya, Asher begitu erat memeluknya, hingga tubuh polos itu masih bersentuhan.


Alesya tidak ingat, berapa kali Asher menggagahi nya dalam semalam, yang jelas ia tidak sadar, dirinya tidak kuat mengimbangi G****h yang menggebu Pria Tirani itu.


Pria itu tampak tidur, Alesya hanya mengamati pahatan Tuhan yang begitu sempurna, Asher sangat tampan, Alesya akui itu, namun tak ada sedikit pun ia mengagumi ketampanan yang Asher miliki, yang ada Dia sangat membenci Pria yang telah mengambil mahkotanya.


Lalu bagaimana dengan Revan kekasihnya, Dirinya sudah berjanji akan menikah dengan Pria yang selama ini menyayangi dan menjaganya.


Revan maaf kan Aku.., Dalam diam Alesya menangis, masa depan yang ia impikan, yaitu menikah dengan Pria yang ia cintai dan memberikan hal berharga yang selama 24 tahun ia jaga, sudah hancur, Asher merebutnya dengan paksa.


Pria itu sungguh bejat, selalu menghina nya murahan, tapi dia memakan nya dengan buas, munafik. Cihh.


Tatapan itu begitu tajam saat Alesya melihat kearah Asher, Dia Pria terkutuk yang Tuhan ciptakan, sungguh sial nasibnya.


"Kau sudah bangun..". Pria itu menguap, tidurnya sangat nyenyak sekali, hanya setelah merasakan liang surgawi milik Alesya. Asher tak paham kenapa milik Wanita murahan ini sangat nikmat bahkan ia ingin mengulangi nya lagi.


Oh tidak, harus kah Asher mengganti panggilan untuk Alesya, Dia bukan Wanita murahan, dan Asher sudah membuktikan nya semalam, Diri-Nya lah yang pertama.


Namun tetap saja, Ibunya sang penghancur rumah tangga, Dan Asher tak pernah lupa, karna pengkhianatan sang Ayah yang di ketahui sang Ibunda, Wanita yang melahirkan nya itu meninggal karna terkena serangan jantung.


Dan Asher membenci Clara dan ayah nya, lebih dari siapa pun.


"Iya Tuan, Aku akan menyiapkan air untukmu mandi.." Dengan menahan perih, Alesya mengambil apapun untuk menutupi tubuh nya polos, dan bathrobe milik sang Tuan lah yang ia pakai, karna pakaian nya pun sudah di robek.


Wajah Pria itu kembali datar, padahal dirinya telah mendapat kenikmatan dari Alesya malam tadi, namun saat mengingat kematian Ibunya, Asher kembali geram, dan Anak dari pela-cur itu lah, yang akan mendapatkan balasan nya.


Tanpa berpakaian, Pria itu memasuki kamar mandi, dan Ohhh tubuh Alesya seakan-akan melambai padanya, dan seketika Rudal langsung Aktif, Asher sungguh tak paham, padahal milik nya harus di pancing dulu agar siap untuk berpacu.


Tapi hanya melihat Tubuh Wanita murahan ini, Asher kembali Bergairah. "Aku menginginkan mu.." .Dengan rakus nya, Asher melahap habis bibir yang terasa manis itu.

__ADS_1


"Tuan Aku mohon, Jangan lakukan ini..." Miliknya masih sangat perih, dan Pria ini menginginkan nya kembali.


"Diam... Dan layani Aku..". Asher tak peduli, rasa sakit yang dirasakan Alesya karna saat ini miliknya tengah mengoyak lembah yang sangat nikmat itu.


"Emmmp Tuan sakit...". Air mata Alesya seakan tidak berguna, Asher terus memacunya dari belakang.


"Oh.. baby, Kau sangat nikmat.." Asher terus meracau kenikmatan, ini adalah pagi terindah selama hidupnya nya.


Sementara itu, Antonio menautkan kedua alisnya, Saat mendengar suara Ero*tis itu, Apa Tuan nya belum selesai. Ini sudah jam 9, jika tidak ada pertemuan penting Antonio tidak akan lancang memasuki kamar Tuan nya.


"Apa Anda akan membatalkan pertemuan penting pagi ini...". Antonio lancang sekali, ia sengaja berteriak di depan pintu, di mana Tuan nya masih berpacu dengan Alesya.


Dan jeritan panjang itu akhirnya menggema, dan Antonio lagi-lagi mendengar nya, Dirinya tidak sedang bermimpi, Tuan nya memang sudah tidak tertolong.


"Hiks...". Setelah mendapat kepuasan Alesya di tinggalkan oleh Asher, intinya benar-benar perih dan sakit. "Ayah... tolong Aku...". Alesya menangis pilu dan berdiam di sana sangat lama.


Seorang pelayan pun datang, dia dibantu membersihkan diri dan berpakaian, tak ada pertanyaan atau rasa penasaran bagi pelayan itu, mereka cukup tahu, saat melihat tubuh Alesya yang banyak sekali tanda merah.


Sudah di pastikan, Alesya sudah tidur dengan Tuan mereka, meskipun ada rasa kasihan, karna sepanjang hari Alesya hanya melamun.


Mereka tak di ijinkan untuk sembarangan bicara, apa lagi ini menyangkut Tuan mereka, lebih baik diam, dan cukup tahu saja. mereka masih sayang nyawa.


Sudah satu minggu semenjak Asher menyentuh nya, Pria itu tak pernah pulang, itu bagus untuk Alesya, ia sedikit leluasa dan telinga nya tak mendengar kata hinaan.


Keseharian Alesya begitu saja, ia di larang untuk membantu yang lain, cukup jenuh memang,, dengan begitu waktu nya pun di habiskan dengan melamun, Ia merindukan Ayah dan kedua adiknya.


Ia pun di bebas kan untuk berkeliling hanya sebatas halaman, itu pun banyak sekali penjagaan, dan yang paling ia sukai adalah taman yang di penuhi banyak bunga.


"Apa yang Kau lamunkan..". Jantung Alesya langsung berpacu, setelah lama tidak mendengar, suara itu. Asher kembali. "Apa Kau rindu rumah.."

__ADS_1


Alesya mengangguk "Boleh kah Aku pulang dan menyapa mereka Tuan..". Sungguh Alesya sangat merindukan mereka.." Aku janji, akan kembali.."


"Baiklah.." Mendengar itu, Alesya tersenyum merekah. "Dengan satu syarat adikmu harus tidur dengan ku malam ini, Aku yakin seorang remaja akan begitu nikmat.." Asher menyeringai.


"Tidak Tuan, kalau begitu Aku tidak akan pulang." Dasar Asher sialan, Setelah mendapat kan nya sekarang ia ingin adiknya, dasar Tiran. Alesya terus mengumpat di dalam hatinya.


"Kau yakin..?. Bukan nya Kau bisa bertemu dengan Ayah mu, Apa Kau tahu Ayah mu sudah naik pangkat.." Benarkah yang di katakan Asher, kalau begitu pangkat Ayah nya semakin tinggi dengan empat bintang emas yang ada di bahu nya saat ini.


Bukan nya dengan begitu, ia bisa di tolong oleh Ayahnya yang seorang Jenderal. tapi kenapa Ayah nya tak pernah datang.


Percayalah Alesya itu semua ulah Asher, bukan nya dengan begitu namanya akan selalu bersih, jika Ayah dari Wanita yang ia tawan berada dalam kendalinya. Ini adalah politik.


"Kalau begitu sebagai gantinya, Kau yang harus melayani ku, bersiaplah..".Asher berbalik dan Alesya mau tidak mau mengikuti langkah Pria itu.


Meskipun dirinya menolak atau menghindar semua itu terasa percuma, karna tak yang bisa ia pertahankan dirinya nya sudah terja*mah oleh Pria ini.


Berteriak atau pun meminta tolong apa lagi, hanya mencari mati saat dirimu mengusik keluarga Kharkov, dan satu hal yang paling penting, hukum melindungi Manusia Tirani ini.


Dan Alesya membenci nya.


.


.


.


.


To Be continued.

__ADS_1


__ADS_2